
Keesokan harinya Radit beserta kedua orang tuanya terbang ke kampung halaman yaitu kota B. meskipun ini masih hari jumat, itu tidak menjadi masalah baik bagi Radit maupun sang papa. Mereka mempercayakan urusan kantor pada asistannya masing-masing.
#flashback on
“ngapain sama mama dan papa?” Tanya papa Radit bingung, kalau ingin bertemu Delia ngapain juga harus mengajak kedua orang tuanya.
“ehm…. Radit minta mama dan papa melamar Delia buat Radit”
“apa kamu yakin ingin melamar Delia? dan apa Delia akan menerimanya?” Tanya mama Radit
“Radit sangat yakin ma dengan perasaan Radit terhadap Delia.
dan untuk delia akan menerimanya atau tidak, Radit juga yakin karena selama ini kita memang sudah sangat dekat. Dan ini juga demi kebaikan Delia ma…pa, kalau Radit sudah bertunangan dengan Delia, Radit bisa menjaga Delia agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kemarin.”
Setelah mendengarkan alasan dari Radit, akhirnya mama dan papanya menyetujui untuk melamar Delia. dan mereka memutuskan untuk terbang ke kota B besok.
#flashback off
Kini Radit dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan. Radit tidak memberitahukan pada Delia akan niatnya ingin melamar. Radit hanya mengatakan bahwa dia akan ke kota B bersama kedua orang tuanya. Dan Delia berpikir mungkin orang tua Radit ke kota B karena ada urusan pekerjaan.
Setelah pesawat yang Radit tumpangi berhasil landing dengan selamat. Mereka segera menuju rumah. Kemudian mereka beristirahat.
Radit menghubungi Delia melalui panggilan video. Radit mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai di kota B, dan saat ini sedang beristirahat di rumah. Semua rasa capek yang Radit rasakan hilang begitu melihat wajah Delia yang cantik. Meskipun tidak bertemu langsung. Setidaknya rasa rindu Radit terobati.
“ehm.. Del, besok aku main ke rumah kamu ya?” Tanya Radit
“iya main aja, nggak ada yang larang ko’. Jawab Delia tersenyum
“tapi mama sama papa mau ikut katanya”
“lho ada apa memangnya?”
“nggak tahu tuh. Paling urusan orang tua. Tapi kamu dandan yang cantik ya?”
__ADS_1
“jadi selama ini aku nggak cantic ya?” Delia mengerucutkan bibirnya, dan itu membuat Radit semakin gemas.
“Iya iya kamu cantik ko’ dari dulu”
Setelah berbincang-bincang mereka memutuskan untuk menutup panggilannya. Memang Radit mengatakan pada Delia kalau dirinya besok akan bertamu bersama kedua orang tuanya. Namun tidak mengatakan niatnya ingin melamar Delia. radit ingin memberi kejutan pada Delia.
Keesokan harinya, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. semalam, setelah Delia melakukan panggilan dengan Radit, Delia mengatakan pada Ibunya kalau Radit besok akan main kerumah tapi tidak sendiri melainkan dengan kedua orang tuanya. Ibu Delia juga tidak mempunyai pikiran macam-macam, mungkin hanya main saja dan ingin mengetahui kabar Delia.
Ibu Delia sudah menyiapkan makan malam untuk tamu spesialnya. Dan saat ini Delia sudah menata makanan di meja makan dibantu oleh ibunya. Dan tiba-tiba bel rumah berbunyi. Radit dan kedua orang tuanya sudah datang.
Kedua keluarga itu sekarang sedang berkumpul di ruang tamu. Kedua orang tua Radit berbasa-basi dulu sebelum menyampaikan niat kedatangannya. Mama Radit sangat bahagia sekali melihat Delia yang saat ini keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun berbeda dengan Radit.
Sejak perjalanannya dari rumah hingga ke rumah Delia perasaannya sangat gugup sekali. Padahal seingatnya kemari saat menyatakan ingin melamar Delia, dia sangat semangat sekali. Kenapa sekarang berubah jadi gugup. Hanya Radit yang tahu jawabannya.
“Syukurlah kalau nak Delia keadaannya sudah membaik, kami semua ikut senang mendengarnya. Sekarang kami akan menyampaikan niat kedatangan kami kemari” ucap Papa Radit.
Delia dan kedua orang tuanya bingung. Tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Papanya Radit. bukankah kedatangan mereka kemari hanya ingin silaturahmi. Lantas ada niat lain apa lagi.
“Mohon maaf, maksudnya niat apa ya? Bukankah memang kalian kemari ingin bersilaturahmi?” Tanya Ayah Delia
“deg” Delia sungguh terkejut mendengarnya. Apakah ini mimpi atau tidak. Kenapa Radit tiba-tiba melamarnya. Bukankah dia-
“Apakah nak Delia mau menerima lamaran anak kami?” lanjut mama Radit
Kini pandangan mereka tertuju pada Delia. sedangkan Delia bingung harus menjawab apa. sebenarnya dia ingin menanyakan alasan Radit melamarnya. Namun lidahnya seolah keluh untuk berbicara. Ibu Delia memberi kode pada anaknya dengan menyenggol lengan Delia, dan tanpa sadar Delia menganggukkan kepala.
Akhirnya semua orang tersenyum bahagia karena Delia menerima lamaran Radit. setelah itu Radit menghampiri Delia untuk memakaikan cincin di jari manisnya. Saking bahagianya Radit juga sampai kehabisan kata-kata.
“Maksih ya Del” hanya ucapan terima ksih yang mampu diucapkan oleh Radit. dan Delia pun juga tersenyum sambil mengangguk.
Setelah itu mereka semua menuju ke meja makan. Mereka makan malam sambil berbincang-binacang membahas pernikahan. Dan kedua orang tua Delia dan Radit menyerahkan semuanya pada anak-anak mereka untuk menentukan tanggalnya. Mereka berpesan hanya satu yaitu, kalau niat baik itu harus disegerakan. Jadi tidak perlu lama-lama lagi untuk menundanya. Radit hanya tersenyum saja, mungkin nanti akan dia bicarakan lagi dengan Delia.
berbeda dengan Delia, pikirannya saat ini sedang kacau. Sebanarnya dia sangat senang Radit melamarnya. Namun masih banyak pertanyaan yang menghantuinya.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, mereka kembali lagi ke ruang tamu. Delia dan Radit memutuskan untuk keluar rumah. Mereka duduk di sebuah taman.
“maksih ya Del, aku senang sekali kamu menerima lamaranku”
“hmm… iya sama-sama”
“boleh aku Tanya Dit?”
“iya boleh. Mau Tanya apa?”
“ehmm… apa alasan kamu melamarku?”
“oh itu, karena aku ingin melindungimu Del. Aku nggak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi. Jujur aku merasa sangat bodoh karena lalai dalam menjaga kamu. Dengan kita saling terikat begini, aku mempunyai tanggung jawab penuh untuk menjaga dan melindungimu”
Delia terpaku mendengarkan alasan Radit. sungguh diluar dugaannya. Padahal hanya satu kata singkat dan sederhana namun mempunyai makna yaitu cinta, itu yang sangat diharapkan Delia. ternyata Radit hanya ingin melindunginya. Tidak lebih dari itu.
Bagi Radit sendiri alasan yang dia sampaikan tadi yaitu ingin menjaga dan melindungi Delia adalah salah satu cara dia membuktikan bahwa Delia adalah wanita yang dia sayangi dan cintai sehingga Delia memang patut untuk mendapatkan perlindungan dan penjagaan darinya.
Melihat Delia yang hanya diam saja, Radit sedikit khawatir.
“apa kamu tidak mau aku lindungi Del?”
“eh.. ehm iya akum au ko’ dit. Makasih ya”
“kalau gitu kapan menurut kamu tanggal yang cocok untuk melaksanakan pernikahan kita?”
“oh.. kalau itu terserah kamu saja Dit. Aku ngikut aja”
Akhirnya Delia hanya bisa pasrah. Biarkan ini berjalan seperti air mengalir. Yang terpenting saat ini Delia harus menghargai niat Radit yang ingin selalu menjaga dan melindunginya. Entahlah kalau nanti seseorang yang sedang ditunggu Radit sudah waktunya datang, Delia harus menguatkan hatinya.
Setelah itu mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah. Karena waktu yang sudah malam, akhirnya Radit dan kedua orang tuanya berpamitan untuk pulang.
*TBC
__ADS_1
*_author newbie_💕💕