
Kay merasa sesak dan tubuhnya terhimpit karena pelukan Vito yang begitu erat. Kay merasakan bahwa cinta Vito begitu besar padanya hingga dia tidak ingin kehilangan dirinya. Perlahan Kay berusaha melepaskan diri dari pelukan Vito.
“Kak, lepasin!” ucap Kay lirih.
“Tidak! Kamu jangan tinggalin aku Kay!” ucap Vito.
“Nggak Kak. Aku nggak ninggalin Kak Vito. Sekarang tolong lepas. Aku sesak sekali.”
Dengan cepat Vito melerai pelukannya. Dia merasa sedikit bersalah pada Kay karena pelukannya terlalu kencang.
“Maafkan aku Kay”
Sekali lagi Vito meminta maaf atas sikapnya pada Kay.
Sedangkan Kay hanya mengangguk dan tersenyum. Vito benar-benar terpesona dengan senyuman manis dari bibir Kay. Vito melihat bibir Kay yang sedikit bengkak akibat ciuman brutalnya tadi. Perlahan dia mendekatkan bibirnya dengan bibir Kay. Dia ingin menghapus luka pada bibir Kay dengan ciuman lembut.
Tok tok tok
Kay mendorong cepat tubuh Vito dan segera membukakan pintu ruangannya. Sementara itu Vito mengumpat kesal dalam hati karena telah gagal mencium bibir Kay.
“Ini Non pesanan makanannya tadi”
Ternyata yang mengetuk pintu adalah satpam yang diminta Kay membelikan makanan. Setelah itu Kay menerima paper bag yang berisi makanan dan mnembawanya masuk ke dalam.
“Ayo Kak kita makan dulu!” ajak Kay.
Vito yang kini tengah duduk bersandar di sofa memasang wajah masam. Dia pusing memikirkan hari pernikahannya yang menurutnya sangat lama. Vito ingin secepatnya memiliki Kay seutuhnya.
“Ayo Kak. Kenapa Kak Vito cemberut gitu sih?” Tanya Kay.
“Kay, bisa nggak hari pernikahan kita dipercepat?”
“Astaga Kak! Kurang satu minggu lagi minta dipercepat? Lagian tuh bajunya belum jadi. Mau nggak pakai baju pengantin?” Tanya Kay kesal.
“Kan nanti ujung-ujungnya kita nggak pakai baju Kay. Tapi kalau sudah di dalam kamar.”
“Dasar mesum!!!”
Vito hanya terkekeh melihat Kay yang sangat kesal. Kemudian mereka berdua segera membuka paper bag yang berisi makanan itu dan memakannya.
Vito sangat senang sekali karena bisa berduaan dengan Kay. Apalagi bisa makan bersama seperti ini tanpa sepengetahuan Mommy dan Daddynya. Termasuk Papanya juga tidak tahu. Selesai makan Kay segera membereskan sisa makanannya kemudian melanjutkan pekerjaannya. Vito memutuskan untuk tetap berada di dalam ruangan Kay dan menemani Kay.
Awalnya Kay meminta Vito agar pulang saja menemui Mommy dan Daddynya namun Vito menolak. Vito sangat tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya jika Mommy dan Daddynya tahu dia bersama Kay yang sedang dalam masa pingitan.
__ADS_1
Siang harinya Vito memutuskan untuk kembali lagi ke kota J. sebenarrnya dia ingin sekali bermalam di kota B agar bisa memiliki waktu lama dengan calon istrinya. Namun Arsa sejak tadi meneleponnya karena ada jadwal meeting yang tidak bisa dibatalkan.
“Sayang, aku pulang dulu ya!” pamit Vito.
“Iya, Kak. Hati-hati.” Jawab Kay.
Setelah mencium kening Kay dan mengecup bibirnya sekilas, Vito segera keluar dari ruangan Kay dan segera menuju bandara.
***
Tanpa terasa hari pernikahan Kay dan Vito tinggal empat hari lagi. Rencana pernikahan mereka akan digelar di salah satu hotel berbintang yang ada di kota B. semua persiapan pernikahan sudah Kay serahkan semua pada Wedding Organizer.
Rencananya tiga hari sebelum acara, Vito baru bisa datang ke kota B karena masih ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan secepatnya. Vito sangat beruntung telah merekrut Arsa sebagai asistennya. Kalau tidak, mungkin pekerjaannya tidak akan selesai secepat ini.
Hari ini Kay akan pergi ke butik untuk melihat gaun pengantinnya. Kay ingin memastikan bahwa gaun itu sudah tidak ada lagi yang perlu diperbarui.
“Mom, Kay ke butik dulu ya!” pamit Kay pada Delia.
“Memangnya ada apalagi sih Kay pergi ke butik? Hari pernikahan kamu sudah tinggal beberapa hari lagi lho. Tidak baik calon pengantin masih sering pergi keluar. Kalau kata orang tua jaman dulu, dikhawatirkan akan terjadi sesuatu.” Ucap Delia.
“Mom, sekarang jaman modern. Yang penting kita bisa menjaga diri dengan baik.” Ucap Kay dan segera pergi meninggalkan Mommynya.
Delia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat Kay yang sedikit keras kepala. Dia hanya bisa berdoa dan berharap agar pernikahan anaknya nanti berjalan lancar.
“Aku sudah nggak sabar untuk memakainya.” Gumam Kay sambil tersenyum.
Tok tok tok
Cklek
“Non permisi, ada tamu yang sedang mencari Non Kay.” Ucap Desi.
“Siapa Des?” Tanya Kay. Karena Kay merasa tidak ada janji untuk bertemu dengan seseorang. Tapi Kay tetap mempersilakan tamunya masuk.
Deg
Kay sangat terkejut saat melihat ternyata orang yang ingin bertemu dengannya adalah Melly. Kay berusaha bersikap tenang saat menatap Melly dan mempersilakannya duduk. Jujur saja Kay sedikit merasa bersalah pada Melly. Entahlah Kay merasa merebut Vito dari Melly. Walau kenyataannya Vito tidak pernah mencintai Melly.
“Mel, apa kabar?” Tanya Kay basa-basi.
“Aku tidak baik.” Jawab Melly datar.
Kay menarik nafas panjang. Dia siap menghadapi kemarahan Melly jika dia dituduh merebut Vito darinya.
__ADS_1
Melly mengeluarkan selembar amplop berlogo rumah sakit dan memberikannya pada Kay. Kay bingung karena tidak mengerti maksud Melly.
“Apa maksudnya Mel?”
“Buka saja!”
Perlahan Kay membuka surat dalam amplop itu. Kay membacanya. Disana tertera nama Melly dan nama dokter yang sedang menangani Melly.
Deg
Kay melihat gelar yang tersemat di akhir nama dokter itu “Spesialis Obgin”. Kemudian membacanya dengan seksama. Disana menjelaskan bahwa Melly positif hamil.
“Kamu hamil? Terus apa hubungannya denganku?” Tanya Kay heran.
“Iya aku hamil. Dan ayah dari janin yang aku kandung adalah Kak Vito.”
“Kamu jangan mengada-ada Mel. Aku nggak percaya. Nggak mungkin Kak Vito melakukan itu.” Ucap Kay.
“Tapi memang kenyataannya seperti itu. Kamu saja yang tidak taahu kalau Kak Vito itu adalah bajingan. Kamu juga pernah lihat kan saat aku sedang berciuman dengan Kak Vito saat di ruang kerjanya. Bahkan Kak Vito dulu sering memintaku untuk datang ke apartemennya hanya untuk memenuhi hasratnya. Dan setelah itu aku dibuang begitu saja.” Ucap Melly panjang lebar.
Kay mengingat kembali saat dia ingin memberikan kejutan buat Vito di hari ulang tahunnya. Saat itu Kay melihat Vito sedang berciuman dengan Melly. Tapi bukannya Vito sudah menjelaskan kalau Vito melakukan itu karena melihat bibir Melly seperti bibirnya. mana yang harus Kay percaya.
Ditambah lagi saat Kay sedang melakukan Video Call dengan Vito ternyata yang menerima panggilannya adalah Melly. Dan saat itu Melly mengatakan bahwa Vito masih mandi. apakah saat itu mereka berdua selesai melakukan hubungan badan.
“Nggak mungkin Kak Vito seperti itu. Apa kamu datang kesini mau mengacaukan pernikahanku dan merebut Kak Vito lagi dengan alasan kehamilan kamu?” ucap Kay masih berusaha tenang.
“Kamu salah besar Kay. Aku hanya mengingatkan pada kamu kalau Kak Vito adalah bajingan. Aku tidak akan meminta pertanggung jawaban padanya. Karena aku tidak mau mempunyai suami bajingan seperti kak Vito. Dia telah menghancurkan hidupku dan pergi meninggalkaan aku begitu saja. Aku akan menggugurkan janin ini. Karena aku sangat malu. Aku sudah diusir oleh kedua orang tuaku karena janin ini.” Ucap Melly dengan berderai air mata dan segera pergi meninggalkan Kay.
“Mel tunggu!! Jangan gugurkan janin yang tak berdosa itu. Aku akan meminta Kak Vito mempertanggung jawabkan perbuatannya ini.”
“Aku sudah bilang. Aku tidak sudi mempunyai suami bajingan seperti dia. Lebih baik kamu tinggalkan saja dia sebelum mengalami kejadian seperti aku.”
Tubuh Kay melemas dengan berita tak terduga ini. Kay tidak menyangka kalau Vito adalah pria tidak bertanggung jawab. Awalnya tadi Kay tidak percaya bahwa Vito seperti itu.
Setelah mendengar ucapan Melly yang tidak mempunyai niatan untuk merebut Vito kembali, Kay jadi percaya kalau Vito yang telah menghamili Melly.
.
.
.
*TBC
__ADS_1