Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 56 Membutuhkan Tenaga


__ADS_3

“Ma… ini koper siapa ma?” Tanya Radit pada mamanya. Karena nggak mungkin orang tua Delia membawa koper besar.


“ooo… itu koper Delia” jawab mamanya


“Iya nak Radit, Ibu memutuskan membawa Delia pulang ke kota B” tambah Ibu Delia


“APA???????”


Radit sungguh sangat terkejut mendengar bahwa Delia akan pulang ke kota B. bagaimana dirinya nanti jika berjauhan dengan Delia. Rasanya Radit tak sanggup menjalaninya. Mengingat hubungan mereka berdua akhir-akhir ini sangat dekat. Bahkan Radit sudah hampir mengungkapkan perasaannya pada Delia bahwa dirinya mencintai Delia. Namun lagi-lagi gagal.


Melihat anaknya yang terkejut mendengar Delia akan pulang ke kota B, mama Radit seakan tahu apa yang sedang dirasakan anaknya. Begitupun Ibu Delia. Karena memang masing-masing Ibu mereka sudah sejak lama ingin menjodohkan anak-anaknya.


“Tenang saja nak Radit, Delia mungkin hanya sementara pulang kr kota B. biar pulih dulu keadaannya. Kalau masih disini Ibu justru sangat khawatir karena Ibu tidak bisa menjaganya” Ibu Delia menjelaskan


“sebenarnya aku nggak keberatan lho jeng kalau Delia tinggal disini. Kami akan menjaganya seperti anak kami sendiri” tambah mama Radit


“Iya tante. Apa yang dikatakan mama benar. Biar Delia tinggal disini saja”


“maaf. Aku nggak enak terus-terusan merepotkan kalian. Ini juga demi kebaikan Delia”


Akhirnya Radit dan mamanya hanya pasrah saja. Mungkin ada benarnya kalau Delia pulang ke kampung halamannya, dia bisa menenangkan dirinya.


“ada apa ini?” Tanya Delia yang baru saja membuka pintu kamar


“Eh, Del? Gimana keadaan kamu? Udah enakan?” Tanya Radit


“hmm.. udah. Makasih ya Dit!” Delia tersenyum tipis pada Radit


“nggak apa-apa, nggak perlu minta maaf gitu Del”


Setelah mereka berbincang-bincang sebentar, akhirnya Delia dan kedua orang tuanya bersiap-siap untuk menuju bandara.

__ADS_1


Tetapi sebelumnya mereka makan malam bersama dulu.


Saat makan malam, Delia hanya sedikit makannya. Mungkin nafsu makannya sedang tidak baik karena perasaannya masih sedikit tidak tenang. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasakan ada sedikit rasa bahagia bisa berkumpul bersama seperti ini dengan keluarga Radit. entahlah mungkin Delia membayangkan seperti sudah hidup berumah tangga dengan Radit. namun buru-buru Delia menghilangkan baying-bayang itu. Mengingat apa status dirinya dengan Radit.


Akhirnya setelah makan malam selesai, Delia segera menuju bandara diantar oleh Radit dan keluarganya. Delia satu mobil dengan Radit, sedangkan para orang tua berkumpul satu mobil di mobil papanya Radit. mereka sengaja membiarkan Radit dan Delia berada satu mobil untuk memberi ruang sendiri untuk berbicara.


Dalam perjalanan, Delia hanya diam saja. Pandangannya kosong menatap lurus ke depan. Radit pun juga fokus dengan kemudinya.


“Del!” panggil Radit


“Iya?”


“maafin aku ya Del. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku bodoh tidak bisa melindung-“


“jangan katakana itu Dit. Jangan ingatkan itu lagi. Aku sudah berusaha melupakan kejadian kemarin. Jadi jangan bahas itu lagi. Aku mohon!!” suara Delia bergetar, matanya sudah berkaca-kaca.


Melihat itu Radit sangat terkejut. Dia segera menepikan mobilnya dan berhenti.


“maafin aku Del. Aku nggak bermaksud mengingatkan itu lagi. Iya aku janji tidak akan bahas ini lagi” ucap Radit sambil memegang kedua tangan Delia dan Delia hanya menjawab dengan anggukan kepala.


“iya aku janji. Maksih Dit”


Radit tiba-tiba merengkuh tubuh Delia. Dia ingin menyalurkan perasaannya. Karena momennya tidak tepat kalau Radit tiba-tiba mengungkapkan dengan kata-kata. Kemudian Radit mencium kening Delia. Delia pun serasa tersengat listrik, didalam tubuhnya tiba-tiba menghangat saat Radit mencium keningnya. Setelah itu Radit melanjutkan perjalanannya kembali menuju bandara.


Akhirnya pesawat yang Delia dan orang tuanya tumpangi take off. Radit melepas kepergian Delia dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Mau melarang Delia pergi namun itu juga demi kebaikannya. Akhirnya Radit dan orang tuanya pulang kembali ke rumah.


***


Di dalam sebuah ruangan VIP rumah sakit, saat ini Surya sedang tertidur. Karena sudah mendapatkan perawatan dari dokter. Tadi siang setelah Radit menghantamkan pukulan bertubi-tubi, dia segera dibawa ke rumah sakit oleh mama dan papanya.


Mama dan papanya saat ini sedang menunggui anaknya yang sedang tidur dengan selang infus yang menancap di pergelangan tangannya. Mama Surya wajahnya masih sembab karena sejak tadi terus saja menangis. Menangisi keadaan sekaligus perbuatan anaknya.

__ADS_1


“sudahlah ma jangan nangis terus. Yang penting Angga sekarang sudah mendapat penanganan dokter”


“tapi mama merasa bersalah pa tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk mendidik anaknya dengan baik”


“sudah ma.. mungkin Angga melakukan itu karena ada alasan yang kita berdua tidak tahu”


Kini mama Surya sudah sedikit bisa lebih tenang. Dia berjanji setelah ini tidak aka nada kejadian-kejadian lain seperti ini lagi. Dan papa Surya diam saja sambil memeluk istrinya. Enath apa yang sedang dipikirkannya saat ini.


***


Seminggu berlalu. Sampai saat ini Delia belum juga kembali ke kota J. sepertinya dia betah berlama-lama di kampung halamannya. Dan untuk pekerjaannya, saat itu ayahnya sudah mengijinkannya dibantu dengan kekuasaan Radit yang kebetulan antara perusahaan Radit dan pewrusahaan tempat Delia bekerja sedang memiliki kerjasama. Jadi Delia bisa ijin mengambil cutinya sampai dia benar-benar pulih.


Semenjak kepulangan Delia, Radii menjalani hari-harinya tanpa semangat. Karena dia merasa berjauhan. Padahal kalau Delia berada satu kota dengan Radit, mereka juga tidak setiap hari bertemu. Maklum saja, namanya juga sedang kasmaran.


Sebenarnya bisa saja Radit terbang ke kota B jika ingin menemui Delia. Karena perjalanan udara hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam. Namun pekerjaan Radit lah yang tidak bisa mengharuskannya untuk menemui Delia. Jadi mereka berkomunikasi hanya melalui sambungan telepon.


Sedangkan Delia spertinya sangat nyaman berada di rumahnya. Karena bersamaan dia pulang saat itu, abang dan istrinya juga kebetulan sedang cuti. Jadi, suasana di rumah sangat ramai.sebenarnya tanpa Delia tahu, Ade dan istrinya memang disuruh pulang orang tuanya setelah mengabarkan tentang kejadian yang dialami Delia. karena Ibu Delia tahu kedekatan antara kedua anaknya, jadi Ibunya minta tolong agar anak laki-lakinya itu bisa menghibur adiknya.


Saat ini radit sedang makan malam bersama kedua orang tuanya. Mama dan papa Radit melihat perubahan sikap anaknya akhir-akhir ini agak berbeda. Mereka menganggap mungkin karena delia sedang jauh. Dan ternyata memang benar dugaan mamanya.


“makan yang banyak Dit!”ucap mamanya karena sejak tadi Radit hanya mengaduk-aduk makanannya.


“ingat, merindukan seseorang itu juga membutuhkan tenaga” goda mamanya, dan papanya hanya tersenyum menanggapi celotehan istrinya.


“ma…pa…” panggil Radit ragu, sepertinya ingin menyampaikan sesuatu. Namun mama dan papanya hanya diam saling melirik, menunggu kelanjutan perkataan Radit.


“lusa kita ke kota B ya ma…pa?”


“ngapain sama mama dan papa?” Tanya papa Radit bingung, kalau ingin bertemu Delia ngapain juga harus mengajak kedua orang tuanya.


“ehm…. Radit minta mama dan papa melamar Delia buat Radit”

__ADS_1


*TBC


*salam sayang dari _author newbie_😘💕💕


__ADS_2