Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 96


__ADS_3

Kehamilan Delia yang kedua ini tidak seperti kehamilannya yang pertama dulu. Jika hamil baby Kay dulu dia mengalami morning sickness hampir sampai usia kandungannya pada trimester kedua. Ditambah lagi dia tidak suka makan. Hanya makanan tertentu saja yang mau dia makan. Dan beruntungnya dulu Gio, lelaki yang telah menolongnya, yang sudah dia anggap seperti kakak kandungnya sendiri sangat pandai memasak. Jadi masakan apa saja yang diinginkan Delia saat itu, Gio dengan senang hati memasakkannya.


Beda dengan kehamilannya yang kedua ini. Calon bayi dalam kandungan Delia seperti mengerti kalau daddynya tidak bisa memasak, jadi Delia tidak mengalami ngidam makan sesuatu seperti saat mengandung baby Kay dulu. Bahkan morning sicknessnya pun hanya dia alami pada trimester pertama saja. Sungguh mujur sekali nasib Radit. tidak direpotkan dengan sang istri yang ngidam aneh-aneh.


***


Hari dimana acara pesta ulang tahun perusahaan rekan kerja Radit akhirnya tiba. Sejak siang tadi Kay, Bi Santi, dan Bi Marni sekalian sudah diboyong ke rumah mertua Delia.


Sebenarnya hanya Kay dan Bi Santi saja, namun Delia juga tidak tega meninggalkan Bi Marni yang sendirian di rumah akhirnya diminta ikut sekalian. Meskipun masih ada satpam yang jaga diluar tapi Delia tetap memaksa Bi Marni untuk ikut dengan Kay yang sudah dianggap seperti cucunya sendiri.


Ceklek


Radit membuka pintu kamar. Dia ingin melihat istrinya sudah selesai berdandan apa belum. Pandangan Radit menuju pada istrinya yang sedang duduk menghadap meja riasnya. Dan sepertinya Delia tidak menyadari bahwa suaminya sedang memperhatikannya.


“Cantik sekali istrinku” ucap Radit yang sudah ada di belakang Delia


“Mas, ngagetin aja”


“kamu aja yang terlalu asyik jadi tidak menyadari bahwa suamimu yang tampan ini sudah ada disini”


“ck..” Delia hanya mencebik dengan kenarsisan suaminya. Pasalnya Delia tidak pernah memuji ketampanan suaminya. Padahal baru saja Radit memuji kecantikannya. Karena bagi Delia tampan itu bukan yang utama. Yang utama adalah kesetiaan.


“kenapa? Apa suamimu ini kurang tampan?” Tanya Radit cemberut


“tampan. Sangat tampan” Delia berdiri sambil menangkupkan kedua tangannya ke wajah Radit. dan Radit hanya tersenyum melihat istrinya yang baru saja memujinya.


Kini Radit dan Delia sudah sampai di hotel dimana acara akan dimulai. Radit menggandeng istrinya untuk menuju ke ballroom.


“mas, aku ke toilet dulu sejak tadi aku nggak tahan ingin buang air kecil”


“ya sudah ayo aku antar”


“jangan mas, mas Radit tunggu saja didekat pintu masuk. Aku Cuma sebentar kok”


“ya sudah. Hati-hati”

__ADS_1


Delia melangkahkan kakinya ke toilet. Memang wajar sih ibu hamil yang semakin usia kandungannya bertambah, makan intensitas untuk buang air kecil semakin meningkat. Hal itu dikarenakan pertumbahan janinnya yang semakin membesar akan menekan kandung kemihnya.


Delia masuk ke dalam toilet wanita yang bersebelahan dengan toilet pria. Setelah selesai buang air kecil, Delia segera keluar. Namun saat akan keluar, dia berpapasan dengan seorang wanita yang juga hendak masuk dengan langkah terburu-buru dan tanpa sengaja Delia seperti terdorong. Delia yang terkejut tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, hingga tubuhnya seperti Malayang ke belakang. Sementara orang yang mendorongnya sudah masuk ke dalam toilet.


“Aww….” Pekik Delia.


dia sudah berpikir pasti setelah ini akan mengalami pendarahan karena terjatuh dengan cukup keras. Namun ternyata tidak. Delia tidak merasakan apapun. Bahkan tidak sakit. Beberapa saat kemudian Delia menyadari bahwa ada dua lengan yang sedang merengkuh tubuhnya. Dia mendongak melihat siapa pemilik lengan itu.


“oh.. maaf tuan” Delia buru-buru melepaskan diri dari rengkuhan pria di belakangnya.


“ehm… tidak masalah nona. Apakah nona baik-baik saja?”


“iya. Saya baik-baik saja. Terima kasih. Permisi saya duluan”


Pria itu hanya mengangguk. Setelah kepergian Delia, pria itu menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar.


Sebenarnya saat Delia mendongakkan wajahnya tadi pria itu sangat terkejut sekaligus terpesona dengan kecantikan Delia bak bidadari. Dirinya tidak menyangka akan menemukan bidadari terjatuh di toilet. Setelah berusaha menormalkan degupan jantungnya pria tersebut segera kembali masuk ke dalam ballroom.


Sementara itu Radit saat menunggu istrinya di dekat pintu masuk, tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik yang menhampirinya.


“selamat malam Tuan Radit. terima kasih sudah hadir”


“terima kasih. Kenapa anda berdiri disini?”


“oh itu saya masih menunggu is-“


“ayo kita masuk saja Tuan Radit. kebetulan acaranya akan segera dimulai”


Dengan cepat Vera menarik tangan Radit dan mengajaknya untuk bergabung dengan rekan bisnis lainnya tanpa menunggu persetujuan Radit. kini Radit sudah bergabung dengan rekan bisnis lainnya. Sambil sesekali pandangannya menuju pintu masuk untuk melihat istrinya. Dia takut nanti istrinya kesusahan mencari dirinya.


Kini Delia sudah masuk ke dalam ballroom hotel setelah selesai dari toilet. Dia mencari keberadaan suaminya yang tadi mengatakan akan menunggu dekat pintu masuk tapi nyatanya sang suami tidak ada disana.


Dengan kondisi ballroom sangat ramai, Delia kesusahan mencari suaminya. Dia terus saja melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang. Barangkali saja suaminya ada disana.


Beberapa langkah kemudian, Delia bisa menemukan suaminya. Meskipun kini suaminya dalam posisi membelakinginya sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya. Tapi tunggu dulu, Delia merasa ada sesuatu yang aneh. Dia sangat hafal dengan postur tubuh suaminya. Namun, siapakah wanita yang saat ini sama-sama berdiri di samping suaminya dan dengan berani menggandeng lengan suaminya.

__ADS_1


Delia merasakan seperti mimpi namun ini kenyataan. Apakah selama ini suaminya seperti itu saat diluar tanpa dirinya. Tanpa terasa kedua sudut matanya sudah berair.


“mas?” panggilnya lirih.


Meskipun demikian Radit sangat hafal dengan suara itu. Dia segera menoleh ke sumber suara. Sementara si wanita itu juga mengikuti Radit menoleh dan tidak melepas gandengan tangannya.


“sayang?” Radit heran melihat istrinya berdiri terpaku sambil matanya sudah berkaca-kaca. Radit melangkahkan kaki menghampiri istrinya. Dan dia sadar bahwa tangannya sedang ada yang menggandengnya. Radit melihat siapa pemilik tangan yang dengan berani menggandeng tanpa ijin itu.


“maaf nona Vera, bisa anda lepas tangan anda?” ucapnya dingin


“oh maaf” Vera dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dan sangat terkejut dengan sikap dingin Radit.


“sayang. Maafkan aku. itu tidak seperti yang kamu kira” Delia hanya diam saja.


“ehm.. Tuan Radit siapa wanita itu?” Tanya Vera masih penasaran.


“perkenalkan. Wanita cantik ini adalah istri saya”


Duarrr….


Bagai disambar petir, Vera sangat terkejut mengetahui sebuah fakta bahwa rekan bisnisnya sekaligus orang yang dia kagumi ternyata sudah memiliki istri.


Sementara Delia sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan suaminya yang mengakatkan bahwa dirinya cantik dan Radit memperkenalkan dirinya pada wanita yang dengan berani menggandeng lengan suaminya.


Kemudian Delia berbalik arah, melangkah keluar dari ballroom.


“sayang tunggu!”


Radit mengejar istrinya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Sunday😍😍💕


__ADS_2