Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 107


__ADS_3

#flashback on


Setelah Radit mengadakan meeting dengan salah satu kliennya di sebuah restaurant, Radit segera pulang. Kali ini Radit hanya seorang diri tanpa ditemani oleh Kevin. Namun saat sampai di parkiran, tanpa sengaja Radit melihat dan mendengar seorang wanita dan pria sedang bertengkar. Radit mendengar cacian yang dilontarkan oleh si wanita pada prianya. Hingga si pria melayangkan tamparan keras pada pipi wanitanya. Tidak cukup sampai disitu, sip ria menarik kuat baju wanita itu hingga sobek.


Radit yang tidak tahan dengan pemandangan itu segera menghampirinya dan berniat akan menolong.


“hei tuan, anda jangan beraninya main kekerasan dengan wanita”


“anda siapa? Anda tidak berhak menghalangi saya apalagi membela ****** seperti dia”


Radit yang tersulut emosi karena prua itu merendahkan seorang wanita, segera melayangkan bogemannya pada pria itu. Hingga terjadilah perkelahian antara Radit dan pria itu.


“cukup!!” ucap wanita yang terisak sambil memegang bajunya yang sudah sobek akibat ulah prianya.


Radit menghentikan perkelahiannya karena mendengar suara yang yang tidak asing baginya.


“mulai sekarang, aku putuskan pertunangan kita Olivera Anastasya. Aku tidak mau lagi berhubungan dengan ****** sepertimu” ucap pria itu dan segera pergi.


Radit tidak percaya bahwa wanita itu adalah Vera. Atas dasar kemanusiaan, Radit segera melepas jasnya dan memakaikannya pada Vera.


“apa anda baik-baik saja nona?”


Vera hanya mengangguk sambil menunduk menutupi wajahnya yang memar akibat tamparan dari Dave yang tak lain adalah tunangannya.


“mari saya antar pulang nona”


Kini Vera sudah berada di dalam mobil Radit. vera hanya terdiam sambil terisak. Radit bingung bagaimana cara menenangkan Vera.


Tiba-tiba saja Vera naik ke pangkuan Radit dan memeluknya erat. Radit sangat terkejut dan berusaha melepaskan Vera.


“nona apa yang anda lakukan?”


Vera segera mencium bibir Radit. tidak hanya mencium, Vera berusha ******* bibir Radit. tapi Radit menolaknya, Vera tidak menyerah dengan ushanya. Dia masih berusaha mencium Radit. Dengan kasar dihempaskannya tubuh Vera hingga turun dari pangkuannya.


“kamu sudah gila ya??” bentak Radit


“iya aku gila. Aku sudah tergila-gila padamu”


Radit segera keluar dari mobilnya dan menelepon Kevin. Dia meminta Kevin untuk mengantar Vera pulang. Sesampainya Kevin, Radit memintanya agar memindah tubuh Vera yang sudah pingsan dalam mobilnya ke dalam mobil Kevin. Kevin sangat terkejut dengan keadaan Vera yang sangat berantakan dengan pakaian yang sudah sobek.

__ADS_1


“kamu jangan berpikiran macam-macam. Aku dan Vera tidak melakukan apa-apa”


Kevin hanya mengangguk patuh tapi dia juga melihat ada noda bekas lipstick pada kemeja Radit namun Kevin tidak berani menanyakannya.


#flashback off


Saat ini pikiran Radit benar-benar kacau. Dia sedang duduk termenung di ruang tunggu IGD. Beberapa saat yang lalu saat istrinya menyaksikan dan mendengarkan langsung apa yang sedang dibicarakan dengan Vera, Radit berusaha menjelaskan pada istrinya. Namun istrinya telah pergi terlebih. Saat Radit akan mengejar istrinya, tiba-tiba Vera mencekal tangannya.


“sampai kapanpun saya tetap mencintai anda tuan Radit”


Tanpa menjawab, Radit menghempaskan tangan Vera hingga dia terjatuh. Dia berjanji akan membuat perhitungan dengan Vera karena telah berani bermain api dengannya. Radit segera keluar mengejar istrinya. Namun saat laangkah kakinya sudah keluar dari ruangannya, Radit sangat terkejut melihat istrinya sudah pingsan dalam pelukan Kevin dengan darang yang sudah mengalir dari sela-sela paha istrinya.


Ceklek


Pintu ruangan IGD terbuka. Radit segera beranjak dan menghampiri dokter yang telah memeriksa istrinya.


“bagaiman keadaan istri saya dok?” Tanya Radit


“saya ingin berbicara dengan anda. Anda bisa ikut ke ruangan saya”


Saat ini Radit berjalan gontai mengikuti langkah kaki dokter menuju ruangannya. Radit sangat cemas sekali dengan keadaan istrinya.


“keadaan istri anda saat ini sangat kritis. Istri anda mengalami komplikasi. Dari observasi saya lihat jantung istri anda sangat lemah dan tekanan darahnya tinggi. Maaf terpaksa saya harus mengeluarkan bayi dalam kandungan istri anda meskipun resikonya sangaat besar”


“bayi dalam kanduangan istri anda kekurangan pasukan oksigen. Maka dari itu saya akan melakukan oprasi Caesar. Dan otomatis bayi anda lahir dalam keadaan premature. Dan kebanyakan bayi premature ada organ tubuhnya yang belum tumbuh sempurna terutama paru-parunya. Sedangkan untuk Ibunya semoga pasca oprasi nanti keadaan jantungnya bisa normal kembali. Untuk itu anda doakan saja ada keajaiban”


Duarrr


Dunia Radit benar-benar hancur. Jika jantung istrinya semakin melemah pasca oprasi itu berarti kemungkinan besar dia akan kehilangan istrinya. Dia tidak sanggup jika ini benar-benar terjadi.


“lakukan saja yang terbaik dok. Saya minta selamtkan anak dan istri saya” ucap Radit sendu.


Dokter itu mengangguk dan segera meninggalkan ruangannya untuk segera melakukan tindakan pada Delia. Radit berjalan keluar dari ruangan dokter dengan perasaan yang sangat hancur. Dia menyesali perbuatannya. Meskipun tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Vera, namun dia tetap salah tidak dari awal menceritakan kejadian yang sesungguhnya pada istrinya.


Radit duduk termenung di ruang tunggu. Pikirannya sangat kalut. Dalam hati dia terus berdoa untuk keselamatan istri dan anaknya. Saat dirinya tengah tertunduk lemah tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri di hadapannya. Pria itu menarik kerah baju Radit kemudian memberikan bogem mentah pada Radit.


Bugh bugh bugh….


“kalau sampai terjadi sesuatu dengan Delia, aku tidak akan memaafkan kamu”

__ADS_1


Bugh bugh


“sudah tuan Gio, anda jangan main hakim sendiri”


Kevin datang dan segera melerai perkelahian antara Radit dan Gio. Tapi sayangnya Radit hanya diam saja tanpa membalas serangan Gio.


Gio tersulut emosi saat mendengar kabar bahwa Delia dilarikan ke rumah sakit. Begitu sampai rumah sakit Gio bertemu dengan Kevin. Dan Kevin menceritakan tentang apa yang dilihat tadi bahwa istri atasannya itu pingsan saat berada di kantor saat setelah melihat suaminya bersama wanita yang bernama Vera. Gio segera mencari keberadaan Radit. dia yakin Delia seperti itu karena ulah suaminya. Saat ini Gio sudah berhasil diamankan oleh Kevin.


“bilang kalau kamu sudah nggak cinta sama Delia Dit!!! Aku sanggup menjaganya, aku sanggup memberinya kebahagiaan. Bukan kamu sakiti seperti ini”


Kini ganti Radit yang menarik kerah baju Gio.


“sampai kapanpun Delia istriku. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh ke pelukan orang lain terutama kamu”


“tapi apa bedanya kalau kamu selalu menyakitinya?”


“aku nggak menyakitinya. Ini semua salah paham”


“ada apa ini?” tiba-tiba papa Radit datang dan menyaksikan keributan yang terjadi antara Radit dan Gio.


Setelah papa Radit menasehati keduanya, akhirnya mereka berdua bisa terdiam namun masih enggan untuk saling bertegur sapa. Sekarang yang terpenting adalah berdoa untuk keselamatan Delia dan bayinya.


Beberapa saat kemudian mama Radit dan kedua orang tua


Delia datang. Mereka semua sangat terkejut saat mendengar Delia dilarikan di rumah sakit. Sementara Radit sejak tadi hanya terdiam dengan penampilan yang sangat berantakan dan wajah penuh lebam akibat serangan dari Gio.


Radit berdiri dia memberi isyarat pada Kevin untuk mengikutinya. Karena dia tidak mungkin membicarakan sesuatu di depan keluarganya. Hingga kini dia sudah berada di tempat yang cukup sepi.


“ada apa tuan?”


“hancurkan perusahaan milik Vera. Tarik semua investor yang menanamkan saham di perusahaannya. Cari semua kebusukan Vera!” titah Radit pada Kevin dengan penuh amarah.


“baik tuan”


Setelah itu Radit kembali menuju ruang tunggu dimana istrinya melakukan oprasi Caesar. Semua keluarga masih terdiam dan tidak berani bertanya apapun pada Radit. mereka hanya bisa mendoakan keselamatan pada Delia dan anaknya.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2