Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 176


__ADS_3

Wanita itu segera pergi meninggalkan Evan dengan hati yang dongkol. Pasalnya pria yang ia temui beberapa bulan lalu di salah satu club di kota J, ternyata sedang mengincar seorang wanita bersuami yang dia juga mengenalnya. Namun wanita tersebut sangat kesal karena Evan tidak mau diajak bekerja sama.


#Flashback on.


Setelah Evan mendapat ancaman dari Vito yang akan mengakuisisi perusahaannya, pria itu tampak frustasi. Malamnya dia pergi ke salah satu club di kota J untuk menghilangkan penatnya.


“Hai! Sendirian aja nih?” Tanya seorang wanita yang baru saja menghampiri Evan.


“Hmm..” jawab Evan singkat.


Evan yang kala itu sedang duduk di depan meja bartender sambil menggak minuman berkadar lakohol tinggi, terasa malas sekali menanggapi seorang wanita yang yang sedang mendekatinya. Saat ini di otak Evan hanya ada satu nama yaitu Kay. Evan bingung bagaimana caranya mendapatkan Kay setelah mendapat ancaman dari Vito. padahal saat ini di rumahnya ada seorang istri yang sedang menunggunya. Tapi Evan sama sekali tidak pernah menganggapnya sebagai istri, melainkan pemuas nafsunya saja. Dan entah kenapa dengan Kay, selain mengingankan wanita itu sebagai pemuas nafsunya, tapi Evan juga diam-diam menyukai Kay.


“Perkenalkan namaku Melly. Kalau kamu?” Tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada Evan.


“Evan.” Jawab Evan singkat tanpa membalas uluran tangan Melly.


Melly merasa diacuhkan dengan pria tampan di sebelahnya itu. Tapi dia memilih bersabar demi mendapatkan rupiah.


Evan terus menuang minuman itu ke dalam gelasnya hingga membuatnya mabuk. Dan saat kesadarannya mulai hilang, Evan meracaukan nama Kay. Dari situlah Melly sangat penasaran. Kemudian Melly membawa Evan ke salah satu kamar yang tersedia dalam club itu. Melly mulai melancarkan aksinya dan dia mengaku pada Evan kalau dirinya adalah Kay. Melly juga belum tahu pasti siapa Kay yang dimaksud oleh Evan.


Semenjak saat itulah Melly mulai mendekati Evan dan mengorek informasi tentang wanita yang pernah disebut oleh Evan. Dan ternyata benar. Kay yang dimaksud oleh Evan adalah mantan sahabatnya dan juga istri dari mantan kekasihnya. Melly pun lantas menceritakan pada Evan kalau dia juga mengingankan Vito kembali padanya dan mengajak bekerja sama dengan Evan.


#Flashback off


***


Semenjak Kay merasakan kontraksi palsu yang juga diketahui oleh suaminya, semenjak itu Kay tidak diijinkan lagi melakukan segala aktivitas apapun. Untuk butiknya, dia pasrahkan semua pada Desi. Delia juga berjanji akan datang ke kota J seminggu sebelum HPL Kay. Wanita paruh baya itu tidak ingin melewatkan kelahiran cucu pertama dari anak sulungnya. Kay pun juga merasa senang.


Hari ini weekend. Vito ingin seharian di rumah menemani istrinya dalam menikmati masa kehamilannya yang sudah menjelang lahiran.


Kay pagi-pagi sekali sudah bangun. Dia segera mencuci muka dan menggosok giginya. Setelah itu membangunkan suaminya.


“Mas, ayo bangun!” ucap Kay sambil mengguncang pelan tubuh Vito.


“nanti saja Sayang. Masih ngantuk nih.” Jawab Vito malas masih menutup matanya.

__ADS_1


“Katanya mau nemenin aku jogging? Kok malas bangun sih Mas. Ya udah tidur aja. Aku mau minta temenin Bram saja.” Ucap Kay dan pergi meninggalkan suaminya.


Grep


Vito membuka matanya seketika dan segera memeluk tubuh istrinya yang hendak keluar kamar. Kay tersenyum geli melihat tingkah suaminya setelah mendapat ancaman.


“Kamu jangan macam-macam ya Sayang. Kalau sampai kamu berani jalan dengan Bram. Aku pastikan akan membunuh pria sialan itu.” Ucap Vito menggerutu.


“Loh, kan sudah biasa Kay ditemani sama Bram. Dia kan bodyguard aku Mas. Mas lupa?” Tanya Kay.


“Sudah jangan bahas pria lain kalau sedang dengan aku. tunggu sebentar, aku mau cuci muka dulu.” Ucap Vito dan segera beranjak ke kamar mandi.


Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi. Kini Kay dan Vito sudah bersiap untuk jalan-jalan sekitar kompleks perumahan. Kay selalu ingat dengan kata-kata mommynya kalau di usia kehamilan tua seperti ini sangat bagus digunakan untuk jalan-jalan agar nanti proses persalinannya lancar. Terlebih Kay menginginkan persalinan secara normal.


Kini Kay dan Vito sudah kaluar dari gerbang rumahnya dan segera jalan-jalan sekitar kompleks. Udara di pagi yang belum terkontaminasi dengan polusi udara sangat bagus untuk kesehatan. Kay berjalan pelan di samping suaminya. Vito melihat perut istrinya yang begitu besar merasa sedikit kasihan karena Kay seperti sudah kesusahan melakukan semua aktivitasnya.


“Sayang, apa nggak istirahat dulu? Nggak capek?” Tanya Vito.


“nggak begitu capek Mas. Tapi boleh juga kalau kita duduk dulu di bangku taman itu.” Ucap Kay sambil menunjuk sebuah bangku yang ada di taman.


Kay duduk di bangku taman sambil menunggu suaminya membelikan air mineral. Kay bersyukur sekali memiliki suami yang selalu siaga seperti Vito. tapi entah kenapa akhir-akhir ini dirinya merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya tapi dia tidak bisa mengungkapkannya. Apakah itu hal wajar yang dihadapi wanita hamil menjelang kelahirannya. Kay juga tidak tahu. Yang terpenting Kay selalu berdoa untuk keselamatan dirinta dan keluarganya.


Sesampainya di rumah, Kay juga melihat Bram yang ternyata juga habis olahraga. Vito dengan cepat mengajak istrinya masuk ke dalam rumah karena tidak ingin istrinya melihat tubuh atletis milik Bram.


“Mas, pelan-pelan dong! Aku mau berbicara sebentar dengan Bram.” Ucap Kay merasa aneh dengan tingkah suaminya.


“Nanti saja. Sekarang lebih baik kita mandi dulu setelah itu sarapan bersama.” Ucap Vito kemudian.


Akhirnya Kay hanya menuruti suaminya. Entah apa alasan suaminya mengajak dirinya masuk dengan terburu-buru. Padahal dirinya tadi hanya ingin mengatakan pada Bram untuk menyuruhnya datang ke butik menemani Desi yang sedang sendirian. Karena kalau weekend seperti ini butik sangat ramai.


***


Hari ini hari senin. Seperti biasa Vito akan kembali beraktivitas dengan pekerjaan kantornya. Setelah dua hari di rumah hanya menemani sang istri, rasanya Vito masih ingin sekali di rumah menghabiskan waktunya bersama sang istri.


Kay bangun tidur sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa sakit. Kay masih menganggap kalau ini hanya kontraksi palsu. Dia berusaha untuk tenang dan tidak panik.

__ADS_1


“Sayang, kenapa wajah kamu pucat?” Tanya Vito saat berada di meja makan.


“Aku nggak apa-apa Mas. Tadi aku kembali merasakan kontraksi palsu.” Jawab Kay jujur.


Vito segera meraih ponselnya dan menghubungi Arsa kalau hari ini dia akan mengantar istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.


“Mas, aku nggak apa-apa. Mas pergi ke kantor saja.” Ucap Kay yang juga merasa cemas. Tapi entah karena apa. Dia juga kembali merasakan perutnya sakit.


Vito hanya diam saja. Dia menyuruh istrinya melanjutkan sarapannya. Tapi Kay merasa tidak nafsu makan. Setelah itu Vito meminta Bram mengantarnya ke rumah sakit. Kay hanya pasrah. Mungkin ada benarnya memeriksakan kandungannya sekarang, walaupun HPL masih kurang 3 minggu lagi.


Dalam perjalanan ke rumah sakit, Kay terus mengusap perutnya untuk menetralisir rasa sakit yang kadang datang dan hilang. Sementara Kay melihat suaminya yang sepertinya sibuk dengan ponselnya. Kadang menerima telepon, kadang membalas pesan yang masuk.


Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di rumah sakit. Vito meminta Bram berhenti di seberang jalan saja karena untuk menuju parkiran ke poli kandungan membutuhkan waktu lama. Jadi Vito mempersingkat waktunya dengan meminta berhenti di seberang jalan.


“Ayo Sayang. Tadi aku sudah daftar online ke poli kandungan.” Ajak Vito pada Kay.


Mereka berdua keluar dari mobil dan segera menyeberang jalan. Kebetulan jalannya tidak begitu ramai. Sementara Bram, segera memarkirkan mobilnya ke dalam.


“Sayang, sebentar. Sepertinya ponselku ketinggalan di dalam mobil. Kamu tunggu sebentar saja ya, itu Bram keburu masuk parkiran.” Ucap Vito. dan Kay mengangguk kemudian memilih berjalan menepi.


Namun, tanpa diduga, di saat jalanan masih lengang dan tidak ada pengendara yang lalu lalang. Ada sebuah mobil dengan kecepatan penuh menerobos jalanan di depan rumah sakit.


Ckittttttt


Brakkk


Arghhhhhh


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Tenang jgn panik!! tinggalkan jejaknya dulu like, komen, gift, dan vote nya. ok👌👌


Kabooooooorrrrrrr🏃🏃🏃🏃🏃🙏🙏✌️✌️😘🤗


__ADS_2