Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 97


__ADS_3

Olivera Anastasya adalah seorang wanita cantik berusia 30 tahun. Wanita yang lebih akrab dipanggil Vera itu bertubuh langsing bak model dengan kulit putih dan rambutnya yang sedikit ikal dan merupakan seorang pengusaha sukses.


Semenjak Papanya meninggal dua tahun yang lalu membuat Vera harus maju menggantikan posisi sang Papa yang menjabat sebagai direktur. Vera adalah wanita ramah, sopan, dan tentunya sangat cerdas.


Sebelum Papanya tutup usia, Vera sudah bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Dave Anderson. Pria blasteran Amerika Indonesia. Vera sebelumnya sudah menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Dave selama satu tahun hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bertunangan. Namun hubungannya dengan Dave kini seperti menggantung. Keduanya sama-sama disibukkan dengan pekerjaan. Hampir selama lima bulan ini mereka tidak pernah bertukar kabar.


Tepat dua bulan yang lalu, perusahaan Vera menjalin kerjasama dengan perusahaan Radit. dari awal Vera sudah mengenal sosok Radit yang merupakan pengusaha paling sukses dan beritanya sering memenuhi laman majalah bisnis. Namun saat itu Vera belum pernah bertemu secara langsung dengan Radit. Vera hanya tahu bahwa Radit seorang pengusaha sukses, tapi tidak tahu dengan latar belakang Radit yang sebenarnya.


Dua bulan yang lalu adalah pertemuan pertama Vera dengan Radit untuk menjalin kerjasama antar perusahaan. Di awal pertemuan Vera sangat terpesona dengan sosok Radit yang sangat tampan. Selain itu Radit juga humble. Jadi semakin menambah nilai plus bagi Vera. Namun Vera juga sadar bahwa dirinya berstatus sebagai tunangan Dave.


Semakin seringnya bertemu, lama-lama Vera jatuh hati pada sosok Radit. dia tidak mempedulikan statusnya lagi. Toh, Dave juga tidak pernah sama sekali menanyakan kabarnya. Radit pun juga sangat ramah dengannya, hingga Vera menyalah artikan sikap Radit padanya.


Hingga hari ini tiba dimana adalah hari ulang tahun perusahaan Vera. Vera memang mengundang Radit sebagai rekan bisnis. Vera pikir memang Radit akan datang sendiri. Mengingat saat dirinya sering mengadakan meeting ataupu saat santai sebelum atau sesudah meeting dimulai, Vera tidak pernah melihat Radit dengan seorang wanita ataupun hanya sekadar telepon dengan seorang wanita. Jadi Vera menganggap Radit masih single.


Saat pesta ulang tahun pun Vera melihat Radit datang sendirian. Sehingga dia tidak perlu sungkan lagi mengajak Radit untuk bergabung dengan tamu lainnya dengan menggandeng tangan Radit. niatnya ingin lebih dekat dengan Radit.


Ternyata ekspektasi Vera berbanding terbalik dengan realita yang ada. Vera awalnya tidak percaya dengan seorang wanita yang tiba-tiba memanggil seseorang dengan panggilan “mas”. Padahal panggilan itu sah-sah aja bagi siapapun terutama panggilan dari seorang wanita pada suaminya. Tapi yang membuat Vera lebih terkejut adalah panggilan dari wanita itu mendapat balasan dari seorang pria yang berada disampingnya, yang saat ini lengannya dia gandeng.


“sayang”


Vera mempertajam pendengarannya. Apakah benar Radit yang mengucapkan kata “sayang” itu. Dia sedikit tersentak ketika Radit mengatakan agar melepaskan gandengan tangannya dengan suara dingin. Dengan cepat Vera melepaskannya. Vera juga melihat bahwa Radit seperti sangat bersalah pada wanita tersebut. Dan dengan penasaran akhirnya Vera bertanaya.


“ehm.. Tuan Radit siapa wanita itu?”


“perkenalkan. Wanita cantik ini adalah istri saya”


Duarrrrr


Vera seperti terhempas jauh dari langit ke dasar jurang yang paling curam. Sangat menyakitkan. Dan apa itu tadi. Vera sedikit melihat penampilan wanita yang ternyata adalah istri Radit, perutnya sedikit membuncit. Memang sih pakaiannya sedikit longgar, namun tetap kelihatan meskipun sedikit.


Oh Tuhan apalagi ini. Jadi selama ini Vera mengagumi bahkan sudah jatuh hati pada seorang pria bersuami. Dan yang lebih mengejutkan wanita itu tengah hamil.


Vera terlihat seperti orang bodoh. Bisa-bisanya mengagumi seorang pria bersuami, setelah kepergian Radit yang mengejar istrinya, Vera berusaha untuk menenangkan dirinya karena acarnya segera dimulai.


***


Sementara itu Radit mengejar istrinya yang melangkahkan kakinya dengan cepat. Radi khawatir dengan kandungan istrinya.

__ADS_1


“sayang tunggu” dengan nafas terengah-engah akhirnya Radit berhasil menggapai tangan istrinya kemudian memeluknya dari belakang.


“ingat, ada nyawa dalam perut kamu. Hati-hati kalau berjalan”


Deg


Delia baru ingat kalau dirinya tengah hamil. Namun dirinya tidak bisa melupakan tentang apa yang baru saja terjadi antara suaminya dengan wanita itu.


“lepaskan” delia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya


“sayang, maafin aku. aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Vera”


“cih… sampai menyebutkan nama wanita itu” ucap Delia dalam hati


“aku tadi nggak sadar kalau tangan Vera menggandeng lenganku”


“aku mau ke rumah mama sekarang” ucap Delia tanpa mempedulikan perkataan suaminya.


Sementara itu Radit menghembuskan nafasnya kasar. Dia sangat tahu bahwa istrinya sedang marah padanya. Jadi lebih baik diam saja dulu. Biarkan emosinya mereda.


Dalam mobil keduanya sama-sama diam. Delia hanya menatap lurus ke depan, sedangkan Radit fokus menyetir.


Beberapa menit kemudia mereka sudah sampai di rumah oma dan opanya Kay. Delia segera keluar dari mobil tanpa menunggu suaminya membukakan pintu. Dan segera masuk.


“loh ko’ sudah pulang?” Tanya mama Radit bingung karena masih sore


“Delia nggak enak badan ma” jawab Delia sambil mencium tangan mama mertuanya.


“Kay dimana ma?”


“ada di kamar sama bi Santi”


“ya sudah Delia ke kamar Kay dulu ya ma”


Alma hanya mengangguk. Dia merasa ada yang tidak beres dengan menantunya. Sedetik kemudian pandangannya tertuju pada seorang pria yang baru saja melangkah masuk ke dalam rumah dengan keadaan lesu. Bukan prihatin dengan keadaan anaknya, tapi Alma justru memelototkan matanya pada Radit seakan mengisyartkan arti untuk meminta penjelasan tentang apa yang terjadi dengan menantunya.


“ma…” ucap Radit memelas. Dia sangat yakin pasti setelah ini tubuhnya akan babak beluk dihajar oleh mamanya.

__ADS_1


“duduk!” dengan terpaksa akhirnya Radit duduk di hadapan mamanya.


“mau cerita atau tidak”


Radit menarik nafas dalam dan menghembuskan kasar. Dia harrus menguatkan diri bagaimana efeknya setelah menceritakan kejadian yang sesungguhnya.


“tadi Delia-“


“Nyonya… Tuan Radit, maaf Nyonya Delia pingsan di kamar non Kay” ucap Bi santi tiba-tiba dengan wajah yang sangat panik.


“apa???” jawab Radit dan mamanyaa bersamaan.


Radit segera berlari menuju kamar Kay dimana Delia pingsan. Radit sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Dia sudah berada di kamar Kay.


“sayang.. bangun sayang” Radit berusaha membangunkan istrinya yang menutup mata dengan posisi tubuhnya sudah ditidurkan di ranjang kecil milik Kay.


“mommy bangunnn…. Daddy mommy kenyapa?” Kay menangis melihat mommynya tidak membuka mata.


Bi Santi dengan cepat menggendong Kay dan mengajaknya keluar. Dan mama Radit sudah tiba di kamar Kay.


“lebih baik kamu pindahkan istrimu ke kamar, mama sudah memanggil dokter dan sebentar lagi dokter akan tiba”


Beberapa saat setelah dokter pribadi keluarga memeriksa Delia, Radit yang ditemani oleh mamanya segera menanyakan keadaan Delia.


“bagaimana keadaan istri saya dok?”


“Nyonya Delia tekanaan darahnya sangaat rendah. Beliau butuh istirahat yang cukup biar janinnya tidak ikut kena dampaknyaa. Dan yang paling penting jangan sampai Nyonya Delia stress. Karena sangat mempengaruhi perkembangan janinnya”


Radit hanya mengangguk dengan apa yang diucapkan oleh dokter. Sementara itu Alma sudah menatap horror pada Radit.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2