
Setelah mendapat informasi tentang Viviane. Radit segera pulang. Karena sudah saatnya menjemput istrinya.
Dalam perjalanan, Radit masih memikirkan hubungan apa yang dimiliki oleh Viviane, Angga, dan Om Wijaya. Pasalanya kemarin dia juga bertemu Viviane di acara pesta ulang tahun perusahaan om Wijaya. Radit masih saja menyuruh orang untuk terus memantau semua kegiatan Viviane. Dan orang suruhan Zakki juga belum memberikan kabar tentang pelaku penculikan istrinya. Memang sih waktu yang diminta untuk menyelidiki kasus itu masih tinggal satu hari lagi. Besok Radit akan mendapatkan mendapatkan informasi itu.
Saat ini Radit sudah di depan kantor. beberapa saat menunggu istrinya, akhirnya Delia sudah masuk mobil.
“kita makan diluar aja ya sayang?”
“iya mas”
“kamu mau makan dimana?”
“di ujung gang sebelum masuk kompleks apartemen aja mas”
Radit bingung dengan istrinya. Ditanyain mau makan dimana, jawabnya di ujung gang sebelum masuk kompleks apartemen. Memangnya disana ada restaurant.
“memangnya ada resto baru ya sayang disana? Setahuku ko’ nggak ada”
“emang nggak ada mas”
“terus mau makan apa kalau disana nggak ada restaurant?”
“ck.. mas ini ketinggalan informasi. Disana kan ada angkringan khas jogja mas. Penjualnya di pinggir jalan, dan yang makan disana duduk lesehan. Aku pingin banget makan sate kerangnya” ucap delia sambil menelan ludahnya membayangkan makan sate kerang.
“nggak salah nih sayang? Sejak kapan kamu tahu ada angkringan disana? Apa kamu pernah makan disana? Dengan siapa?” Radit sudah memasang wajah jutek mode on.
“ish… aku belum pernah makan disana. Tadi siang aku pingin banget makan sate kerang terus aku searching kuliner di feed instagram. Eh ketemu angkringan itu, deket lagi sama apartemen kita” ucap Delia dengan berbinar.
Akhirnya mau tidak mau Radit menuruti keinginan istrinya. Radit pun sama, seumur hidupnya belum pernah makan di tempat outdoor yang beralaskan tikar. Bahkan kebersihan makanan itu terjamin apa tidak. Tapi dilihat dari banyaknya pemebeli, sepertinya makanan yang dijual disini enak.
Setelah duduk di tempat lesehan yang sudah tersedia, kini Radit dan Delia menikmati makanannya. Radit tadi memesan dua bungkus nasi bakar dan beberapa sate kerang. Radit membuka nasi bakar yang dibungkus dengan daun pisang kemudian memakannya.
Sementara Delia hanya memakan sate kerangnya saja tanpa nasi. Radit yang awalnya hanya makan sebungkus nasi bakar dengan ukuran kepalan kecil sepertinya masih kurang kenyang. Diliriknya nasi yang masih satu bungkus dan masih utuh.
“ayo sayang dimakan nasinya”
“nggak mas. Aku kan tadi bilang pengen sate kerang saja nggak pakai nasi”
“ya sudah aku makan saja daripada mubadzir” Delia mengangguk dan tersenyum melihat suaminya yang sangat menikmati makanannya. Padahal tadi seperti ogah-ogahan saat diajak makan disini.
Setelah selesai makan dan membayarnya, Radit dan Delia segera pulang.
Sesampainya di apartemen mereka berdua segera mandi. sampai saat ini mereka masih mandi bersama. Entah itu hanya sekadar mandi atau ditambah adegan ++, mereka tetap mandi bersama setiap hari.
Setelah mandi, Delia keluar dulu dari kamar mandi. karena tadi dia belum menyiapakn baju ganti untuk dirinya dan suaminya.
Saat ini Radit hanya melilitkan handuk di tubuhnya. Sembari menunggu istrinya menyiapkan baju, Radit mengecek ponselnya. Setelah itu dia mendengar istrinya memanggil.
__ADS_1
“mas”
Radit menoleh dan alangkah terkejutnya dia melihat istrinya memakai lingerie berwarna hitam. Tidak biasanya Delia seperti itu. Kemudian Delia melangkah mendekati suaminya.
“mas… bolehkah aku meminta terlebih dulu?” bisiknya tepat di telinga Radit sambil berjinjit.
Dan Radit mendengar suara sensual dari bibir istrinya sudah tidak tahan. Dan segeralah diangkat tubuh Delia ke atas ranjang. Terjadilah pergulatan panas mereka malam ini dengan Delia yang memulainya terlebih dahulu. Bahkan Delia lah yang lebih mendominasi permainannya.
“makasih sayang” ucap Radit sambil mengecup kening istrinya. Kemudian mereka terlelap ke alam mimpi bersama.
Keesokan harinya Radit terbangun dari tidurnya. Dia meraba sekelilingnya. Dia tidur sendiri. Kemana istrinya. Biasanya setiap pagi dia mendengar ucapan selamat pagi dari istrinya disertai dengan morning kiss. Namun tidak dengan pagi ini.
“hooeekkk….hoooeekkk”
Samar-samar Radit mendengar suara seseorang sedang muntah di dalam kamar mandi. Radit terkejut dan segera lari ke kamar mandi sebelumnya dia memakai boxernya terlebih dulu.
“sayang kamu kenapa?”
Delia hanya diam saja karena perutnya masih terasa seperti diaduk-aduk dan kembali memuntahkan isinya. Radit memijat tengkuk istrinya dengan pelan. Dia tidak tega melihat wajah pucat istrinya. Setelah dirasa sudah berkurang mualnya, Delia membasuh mulutnya kemudian keluar dari kamar mandi diikuti oleh Radit.
“sayang kamu pucat sekali” ucap Radit cemas
“nggak apa-apa mas, mungkin hanya masuk angin saja”
"tunggu ya aku buatkan teh hangat dulu” Delia mengagguk
Beberapa saat kemudian kini Radit sudah bersiap untuk pergi ke kantor. setelah perdebatan alot antara dirinya dan istrinya tentang melarangnya untuk pergi kerja dulu, akhirnya mau tidak mau Delia menuruti keinginan suaminya.
Radit memijat keningnya pusing dengan pekerjaannya. Setelah meeting, dia berniat untuk pulang karena khawatir dengan keadaan istrinya, namun Kevin melarangnya karena akan ada meeting lagi nanti usai makan siang.
Sementara itu Delia yang sudah merasa enakan. Dia bangun dan segera menuju dapur. Tiba-tiba saja dia ingin memasak rendang. Dia ingin membuat kejutan untuk suaminya. Delia memasak makan siang untuk dimakan bersama suaminya nanti di kantor.
**
Radit melihat jam yang melingkar di tangannya. Sebentar lagi waktunya makan siang. Bagaimana keadaan istrinya sekarang. Dia meraih ponselnya dan akan menelepon istrinya namun diurungkan setelah mendengar ketukan pintu.
“masuk!”
Radit sangat terkejut dengan seseorang yang masuk ke dalam ruangannya. Bagaimana caranya tadi orang itu bisa masuk keruangannya begitu saja.
“Radit” panggil Viviane lirih.
“ada apa kamu kesini?” sinis Radit
“aku ingin bicara denganmu dit”
“sudah tidak ada lagi yang kita bicarakan jadi untuk apa kamu menemuiku?” Radit emosi dengan kedatangan Viviane.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan dugaan bahwa Viviane lah yang menculik istrinya.
“maafkan aku dit!”
“maaf untuk apa?”
“maafkan atas semua kesalahanku selama ini”
Amarah Radit sudah berada di ubun-ubun. Viviane meminta maaf atas kesalahannya. Itu berarti dia yang tega menculik istrinya.
“jadi kamu lah pelakunya?? Kamu orang yang menculik Delia??” Viviane terkejut dengan tuduhan Radit.
“apa maksud kamu dit?”
“kamu jangan pura-pura bodoh. Jadi selama ini dalang dari penculikan sekaligus penganiaya Delia adalah kamu”
“aku tidak mengerti maksud kamu dit. Aku tidak pernah melakukan perbuatan itu” Viviane segera menghampiri Radit dan memeluknya begitu saja.
“lepaskan! Kamu jangan seperti ini Vi!”
“aku nggak akan melepaskan kalau kamu masih tidak mempercayaiku bahwa aku tidak pernah menculik dan menganiaya Delia”
Tanpa mereka berdua sadari ada orang yang diam-diam mengambil foto Radit dan Viviane saat berpelukan.
“bukan aku dit yang menculik Delia. please kamu percaya aku”
Radit dapat melihat sorot mata Viviane yang tidak memperlihatkan kebohongan. Jujur saja Radit masih mengingat sorot mata itu, karena dirinya dulu menjalin hubungan cukup lama dengan Viviane. Radit berusaha melepaskan pelukan Viviane dan mengatur nafasnya.
“katakan padaku, ada hubungan apa antara kamu dengan om Wijaya?”
“Dit? Kamu tahu?” sedetik kemudian Viiviane belum sempat menjawab pertanyaan Radit, dia tiba-tiba saja pingsan. Dengan cepat Radit menangkap tubuh Viviane agar tidak terjatuh.
Sementara orang yang berada di balik pintu menutup rapat mulutnya dengan telapak tangan. Air matanya mengalir begitu saja kala melihat pemandangan di depan matanya.
Sedangkan Angga saat ini sedang mengepalkan tangannya kuat saat membaca pesan dari seseorang yang tidak ia kenal. Pesan itu berisi foto kekasihnya sedang berpelukan dengan mantannya.
.
.
.
*TBC
Halooo semuanya... padahal hari minggu biasanya aku libur up lho tp ngg tau tiba² ada setan yg merasuki aku & nyuruh aku up😂😂. ngg apa² deh nyenengin kalian semua yg udah setia ngikutin ceritaku ini🤗🤗
Happy Sunday all😘😘😘
__ADS_1
.
*_author newbie_💕💕