
Melly yang tadi sempat terkejut saat Vito menyebut namanya dengan nama wanita lain, seketika dia merasa lega karena nama yang disebut adalah nama Kay yang tak lain adalah adik Vito sendiri. Melly berpikir mungkin Vito sedang mengkhawatirkan sesuatu pada Kay. Tapi dia diam saja tidak mau terlalu mencampuri urusan pribadi Vito.
Satu bulan berlalu. Hubungan pertemanan antara Kay dan Rey semakin dekat. Meskipun mereka belum bertemu lagi, namun komunikasi diantara keduanya sangat baik. Rey sering berkirim pesan dengan Kay. Tak jarang juga Rey juga biasanya menelepon Kay di saat sedang tidak sibuk.
Sedangkan Vito juga sudah memperbaiki hubungannya dengan Kay. Meskipun Vito jarang sekali menghubungi Kay, setidaknya Kay sudah tidak marah lagi dengannya.
Hari ini Rey datang ke kota B. dia akan menghadiri pernikahan salah satu temannya sekaligus memberi kejutan untuk menemui Kay.
Sedangkan Kay kini seperti biasa sedang sibuk di butiknya. Hari ini pekerjaanya tidak terlalu padat. Karena pesanan gaun pengantin sudah selesai ia kerjakan dan sudah diambil oleh si pemiliknya beberapa hari yang lalu. Kania juga memberi undangan padanya agar datang ke pesta pernikahannya. Kay bingung memilih baju mana yang akan dia pakai nanti.
Ceklek
“Surprise!!!!” ucap seorang pria yang tiba-tiba masuk ke ruangan Kay tanpa mengetuk pintu.
“Kak Vito!!!” teriak Kay segera berdiri dan memeluk Vito.
“kakak datang ko’ nggak bilang sih?”
“kalau bilang bukan surprise dong namanya”
Akhirnya mereka kini sudah duduk di sofa yang ada di ruanagn Kay. Vito menyampaikan kedatangannya karena menemani Melly menghadiri pesta pernikahan sepupunya. Kay yang tadinya sangat senang dengan kedatangan Vito yang mendadak, kini berubah murung. Ternyata Vito datang bukan karena ingin memberi kejutan yang sesungguhnya padanya. Tapi Vito menemani kekasihnya.
Entah mengapa tiap kali Vito membahas nama Melly yang tak lain sahabatnya saat masih sekolah dulu, perasaan Kay jadi tak menentu. Selama ini Vito selalu tahu tentang apa saja yang dia lalui. Kay selalu menceritakan pada Vito. Namun berbanding terbalik. Vito sama sekali tidak pernah menceritakan apapun pada dirinya. Seakan Vito menutupi segala sasuatu pada Kay. Dan bahkan saat Vito mempunyai kekasih, dia tidak tahu kalau saja tidak datang ke acara pesta peresmian perusahaan Vito tempo hari.
“Sekarang Melly kemana Kak?” Tanya Kay ingin tahu.
“Oh dia sekarang sedang di rumah sepupunya. Bentar lagi pasti ngajak makan siang. Sekalian yuk Kay kita makan siang bareng Melly.” Ajak Vito.
“Maaf banget Kak. Kebetulan aku ada janji dengan klien yang memesan baju designku.” Tolak Kay secara halus.
“yah, sayang sekali padahal aku ingin makan bareng kamu lho Kay. Masak tega sih kamu nolak ajakanku.”
“Maaf banget ya Kak. Memang aku sudah ada janji.”
“Ya sudah nggak apa-apa. Nanti malam setelah menemani Melly aku akan ke rumah. Aku tidur disana saja.”
“Iya Kak, nanti aku bilangi ke Mommy.”
Setelah itu vito memutuskan untuk pergi karena Melly sudah menelepon untuk mengajak makan siang. Kay menghela nafas panjang saat melihat kepergian Vito. Sebenarnya Kay hanya beralasan untuk menolak ajakan makan siang dari Vito. Kay tidak ingin menganggu makan siang romantis antara Vito dan Melly. Dia juga nggak mau dijadikan obat nyamuk.
Malam pun tiba. Kay sudah bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan Kania. Salah satu pelanggan setia yang sudah memesan baju pengantin padanya. Kay terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun yang ia kenakan saat ini.
“Mom, Dad, Kay berangkat dulu ya.”
__ADS_1
“Iya, hati-hati ya Sayang.” Ucap Radit.
“Vito nanti jadi nginap disini?” Tanya Delia.
“Iya, Mom.”
“Buruan sana pergi Kak. Aku doain semoga dapat gebetan” goda Nathan. Namun Kay sama sekali tak menanggapi ucapan adiknya.
Kini Kay sudah tiba di sebuah hotel mewah di kota B. Kay berjalan menuju ballroom dimana acara diadakan. Tampak semua orang melihat kecantikan Kay. Bahkan kaum adam yang melihatnya sangat terpesona.
“Kay!!!!” teriak seseorang dari belakang.
“Melly??” Kay sangat terkejut dengan keberadaan Melly dalam acara yang sama.
“Hei kita bertemu lagi. Apa kamu temannya Kak Kania, Kay?” Tanya Melly.
“bukan. Nona Kania adalah pelanggan setia butikku dan dia juga yang memesan baju pengantin di butikku.” Jawab Kay.
“Wah, Pantas Kak Kania terlihat sangat cantik. Baju pengantinnya saja yang mendesign seorang wanita cantik seperti kamu.”
“Ah kamu bisa saja Mel.”
Kay tidak menyangka jika Kania adalah sepupu Melly. Berarti Vito juga ada disini. Karena tadi dia mengatakan akan menemani Melly. Lantas dimana Vito sekarang.
“Kak Vito!” panggil Melly. Dan Vito datang menghampiri Melly.
Deg
Lagi-lagi Kay merasakan sesak di dadanya saat Vito memanggil Sayang pada Melly. Bukankah itu hal yang wajar yang diucapkan oleh sepasang kekasih. Namun kenapa Kay seakan tidak suka mendengarnya.
“Kak, ternyata baju pengantin yang dipakai Kak Kania itu rancanagn Kay loh. Iya kan Kay?” ucap Melly sambil melirik Kay.
Vito sangat terkejut dengan seorang wanita yang sejak tadi berdiri disampingnya. Dia tidak menyangka kalau Kay juga hadir di pesta ini. Vito melihat Kay terdiam dia merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Apalagi dirinya baru saja memanggil Melly dengan sebutan “sayang”.
“Eh Kay kamu juga diundang.”
“Iya, Kak. Oh iya aku ke Nona Kania dulu ya.” Ucap Kay kemudian meninggalkan Vito dan Melly.
Setelah memberi selamat pada mempelai pengantin, Kay mengambil minuman dan duduk di salah satu kursi yang telah disediakan. Kay menyesap minumannya sambil melihat kemeriahan pesta. Kay juga dapat melihat kemesraan Vito dengan Melly.
“Cantik! Sendirian saja nih?” Tanya suara bariton yang tiba-tiba berdiri disamping Kay. Dan Kay pun menoleh.
“Rey!!!” Kay sangat terkejut.
__ADS_1
Rey yang merupakan teman si mempelai pria juga tak kalah terkejut saat baru saja kakinya memasuki ballroom hotel dan melihat Kay juga berada disana. Setelah memberi ucapan selamat pada mempelai pengantin, Rey mencari keberadaan Kay. Dan disinilah Rey menemukan Kay yang sedang duduk seorang diri sambil menyesap minumannya.
Keduanya kini sedang berbincang-bincang sambil menikmati hidangan tersedia. Semakin lama, tamu undangan yang hadir juga semakin banyak. Rey mengajak Kay untuk keluar dari hotel dan menuju taman yang masih berada di depan hotel. Mereka berdua sangat asyik melanjutkan obrolan di taman. Nampak wajah kay yang begitu hangat dan tersenyum saat bercanda dengan Kay.
Sedangkan Nampak seseorang yang terlihat sangat marah saat melihat Kay dengan seorang pria sedang bercanda gurau dan duduk berdampingan. Orang itu adalah Vito.
Sejak tadi Vito mencari keberadaan Kay. Dia juga melihat satu-per satu tamu undangan tapi tetap tidak menemukan Kay. Akhirnya Vito meminta ijin pada Melly dan keluar sebentar. Tapi tidak mengatakan akan mencari Kay.
Dan disinilah Vito. Dia sangat marah saat melihat Kay sedang tertawa lepas dengan seorang pria yang sama saat ia temui dulu saat di pesta peresmian perusahaannya. Dengan penuh amarah, Vito berjalan cepat menghampiri Kay.
“Kay!! Ikut aku!!” ucap Vito tegas dan menarik tangan Kay.
“Hei bung, tidak bisakah kau bersikap lembut pada wanita?” protes Rey pada Vito.
“Bukan urusan kamu” jawab Vito tegas.
Dengan penuh amarah Vito berjalan cepat sambil menggenggam tangan Kay menjauh dari hotel.
“Apa-apaan sih Kak? Lepasin!! Tanganku sakit!!” teriak Kay.
Kemudian Vito merasa bersalah karena telah menyakiti Kay. Dia segera melepas genggaman tangannya.
“Aku sudah berapa kali bilang ke kamu Kay, jangan dekat dengan pria lain yang sama sekali belum pernah kamu kenal.”
“Kak Vito nggak bisa begini terus sama Kay. Kay sudah dewasa Kak. Mau sampai kapan Kak Vito melarang Kay untuk tidak dekat dengan laki-laki? Kak Vito jangan egois!”
“Aku nggak egois Kay. Aku hanya menjalankan amanah Papa agar menjaga kamu.”
“Menjaga yang seperti apa Kak? Bahkan selama ini tidak pernah ada laki-laki yang mendekati Kay. Kay juga ingin merasakan cinta dari seorang laki-laki seperti kebanyakan teman Kay. Tapi Kak Vito selalu saja memberi ancaman pada tiap laki-laki yang mendekatiku.”
Vito tersentak kaget saat mendengar ucapan Kay. Jadi Kay sudah tahu kalau selama ini yang mengancam tiap laki-laki yang mendekati Kay.
“Maaf Kay, buka seperti itu. Aku…aku hanya ingin.”
“Cukup!! Kakak bisa seenaknya menjalani hubungan dengan wanita lain, tapi melarang aku dekat dengan laki-laki. Aku benci sama Kakak!!”
Kay dengan cepat berlari meninggalkan Vito sambil sesekali tangaannya mengusap air mata yang sejak tadi mengalir deras.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Jangan lupa tinggalkan jejaknya👌👌😘😘