
Hari ini hari keberangkatan Delia ke kota J untuk menjalani interview syarat sebelum pekerjaan barunya dimulai. Keberangkatannya ke bandara diantar oleh kedua orang tuanya dan abangnya yang kebetulan sedang pulang. Meskipun sebelum berangkat tadi ada sedikit drama di rumah yaitu si ibu yang menangis karena tidak mau ditinggal anak gadisnya. Setelah mendapat pengertian dari abangnya akhirnya ibu Delia bisa mengikhlaskan kepergiannya untuk bekerja di kota J.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya Delia tiba di kota J. Angga sudah sejak tadi menunggu kedatangan Delia. Dia sangat bersemangat untuk menjemput gadis malaikat. Bahkan setengah jam sebelum Delia datang, Angga sudah standby di bandara.
Setelah menyambut kedatangan Angel, kini Angga dan Angel segera pergi meninggalkan bandara menuju apartemen baru milik Angel. Sebenarnya Angga sudah mencarikan apartemen buat Angel, tapi Angel menolaknya dengan halus. Jadi Angel mencari apartemen sendiri melalui online.
“Gimana perjalanannya tadi?” tanya Angga basa-basi
“Menyenangkan kak, serasa lg traveling sendirian” jawab Angel
“Kapan-kapan sama aku travelingnya biar nggak sendirian tapi berduaan” goda Angga, sedangkan Angel hanya tersenyum.
Akhirnya Angel sampai juga di apartemennya. Apartemen yang minimalis hanya ada satu kamar, satu ruang tamu, satu dapur yang terdapat meja makan di dalamnya. Angel memang memilih apartemen yang sederhana yang sesuai dengan kebutuhannya. Bisa saja dia mencari apartemen yang mewah tapi dia tidak mau. Dia ingin belajar mengatur keuanganya sendiri, sesuai apa tidak dengan hasil gaji yang diperoleh nanti bila dia mencari apartemen mewah. Dan yang paling penting, Angel mencari apartemen harus strategis, dekat dengan tempat dimana dia bekerja.
Setelah sampai, Angga hanya mengantarnya sampai di depan saja tidak ikut masuk karena masih ada kepentingan. Dan Angel segera masuk untuk menata barang-barangnya dan segera istirahat.
Keesokan harinya Delia siap menuju sebuah perusahaan pers untuk interview. Jarak dari apartemen dan perusahaan sangat dekat, cukup 10 menit berjalan kaki sudah sampai. Setelah dia selesai menjalani interview sebagai syarat diterimanya bekerja, kini dia dikenalkan dengan seluk beluk perusahaan yang ia naungi bersama teman-teman barunya.
Delia mendapat posisi di bidang redaktur atau editing. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.
Tidak terasa waktu sudah sore, menandakan semua karyawan sudah waktunya pulang. Hari ini Delia sangat senang dengan pekerjaan barunya. Dia juga mempunyai teman-teman baru yang mampu diajak untuk kerja sama dengan baik. Delia segera pulang ke apartemennya. Tapi sebelumnya dia akan mampir dulu sebentar ke supermarket yang ada di depan perusahaan. Delia ingin membeli beberapa bahan makanan untuk disimpan di lemari pendingin. Delia memang memutuskan untuk memasak sendiri saja karena lebih hemat dan efisien daripada harus makan diluar.
Sesampainya di supermarket, dia mengambil troli dan mulai memilih sayuran, dagin, dan buah yang dia butuhkan. Saat sedang memilih daging segar, tidak sengaja ternyata trolinya menghalangi jalan pembeli lain yang juga membawa troli.
“maaf dek, ini trolinya menghalangi jalan” ucap wanita paruh baya
“eh iya maaf bu!” Delia kaget dan segera menggeser trolinya.
“Deliaa??” ucap wanita paruh baya tadi yang merasa kenal dengan suara gadis yang ada di depannya itu. Seketika Delia menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
__ADS_1
“Tante Alma??”
“Deliaaa... Tante tidak menyangka akan bertemu kamu disini. Kamu apa kabar?” tanya tante Alma
“Baik tante. Tante sendiri bagaimana kabarnya?” tanya Delia
Akhirnya mereka berdua ngobrol sambil belanja. Delia tidak menyangka akan bertemu dengan tante Alma, yang tak lain mama Radit. Tante Alma tidak banyak membicarakan tentang Radit, dan Delia pun juga tidak mau bertanya. Delia hanya menceritakan bahwa dirinya baru saja diterima kerja di sebuah perusahaan pers. Setelah obrolan singkatnya, mereka pulang ke rumah masing-masing. Tak lupa tante Alma meminta no ponsel Delia.
Setelah sampai apartemen, Delia segera menata belanjaannya ke lemari pendingin kemudian membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memasak untuk makan malamnya sendiri.
Hari ini Delia tidak menyangka akan bertemu dengan orang masa lalunya. Tapi dia bingung sebenarnya, kalau orang masa lalu berarti dia pernah memilki hubungan dekat. Entahlah apa namanya. Anggap saja orang masa lalu. Delia tidak menyangka kalau tante Alma sudah lama tinggal di kota J. Dia juga sudah lama tidak pernah ke Alma's Boutique. Tadi tante Alma mengatakan bahwa dia pindah kesini karena ingin dekat dengan keluarga, meskipun disini bukan kota kelahirannya. Jadi tidak menutup kemungkinan suatu saat dirinya bisa saja bertemu dengan Radit. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa tante Alma tinggalnya tidak jauh dengan tempat tinggal dirinya saat ini. Delia bingung bagaimana jika suatu saat nanti dirinya bertemu dengan Radit. Apa yang harus ia lakukan. Lama memikirkan sesuatu yang tidak pasti, Delia segera menuju dapur dan segera memasak. Delia ingin memasak nasi goreng seafood karena lebih cepat dan praktis.
***
Saat ini Radit sedang makan malam dengan orang tuanya. Karena tidak banyak pekerjaan yang memaksanya untuk lembur, jadi dia bisa makan bersama dengan orang tuanya. Mereka makan dengan diselingi obrolan ringan.
“Apa sih ma bahas dia lagi” jawab Radit cuek
“Dengerin mama dulu, siapa juga yang bahas Viviane”
“Itu tadi mama bilang apa. Males Radit bahas dia ma”
“Mama kan bilang tadi mama ketemu temen Viviane bukan ketemu Viviane”
Sedangkan papanya hanya menggelengkan kepala melihat anak dan istrinya berdebat.
"Emang siapa yang mama maksud?” tanya Radit kemudian
“Delia” jawab mamanya singkat sambil melanjutkan makannya
__ADS_1
“Apa??? Yang benar ma? Dimana?” Radit sangat penasaran
“Tadi katanya malas, sekarang penasaran. Lagian kenapa juga kamu mau tahu tentang Delia?” tanya mama Radit.
Sedangkan Radit yang merasa sikapnya terlalu berlebihan menanggapi mamanya membahas Delia, dia berusaha menormalkan sikap.
“Nggak. Siapa juga yang penasaran. Radit hanya tanya saja” jawab Radit. Dan mamanya memicingkan mata ke arah sang anak.
“Hayooo ada hubungan apa kamu dengan Delia?”
“Ya sudah kalau mama nggak jawab juga nggak apa-apa. Tidak penting” jawab Radit dan segera meninggalkan meja makan setelah menyelesaikan makannya. Mama dan papanya bingung dengan sikap aneh Radit.
***
Setelah makan malam Radit pergi ke cafe Surya. Dia merasa suntuk.
“kapan sih muka loe nggak cemberut gitu?” tanya Surya
“apaan sih loe? Gue suntuk sama kerjaan aja. Nah loe kenapa senyum-senyum nggak jelas gitu?”
“gue lagi seneng banget soalnya malaikat gue sekarang udah deket sama gue”
Seketika itu Radit merasa merinding karena ucapan Surya.
“Gue cabut dulu ya Sur, gue belum mau mati sekarang”
*TBC
*_author newbie_💕💕
__ADS_1