Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 58 Apartemen Baru


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara pertunangan sederhana antara Radit dan Delia, Radit dan kedua orang tuanya memutuskan untuk pulang kembali ke kota J. bukan berarti Radit ingin meninggalkan Delia, namun memang pekerjaannya yang sangat padat tidak bisa dia tinggalkan terlalu lama.


Sedangkan Delia akan kembali bekerja lagi setelah Radit mencarikan apartemen baru untuknya. Saat itu Radit meminta agar Delia lebih baik pindah apartemen saja. Tidak masalah jauh dari tempat kerjanya, karena Radit yang akan mengantar dan menjemputnya saat bekerja. Dan Radit akan mencari apartemen yang dekat dengan rumahnya. Keinginan Radit pun mendapat sambutan baik oleh kedua orang tuanya termasuk orang tua Delia.


Beberapa hari setelah kepulangan Radit ke kota J. hari ini dia mengabarkan pada Delia bahwa dia sudah mendapatkan apartemen yang baru. Dan Radit akan menjemputnya besok. Delia yang mendengar kabar itu sangat senang sekali akhirnya dia bisa kembali lagi bekerja. Rasanya tidak enak juga kalau terlalu lama cuti. Hari itu juga Delia segera bersiap-siap mengemasi pakaiannya.


Keesokan harinya Radit sudah tiba di kota B untuk menjemput Delia. Delia berpamitan pada kedua orang tuanya. Ibunya sangat sedih harus berpisah lagi dengan anak gadisnya. Namun mau bagaimana lagi, Delia juga harus kembali bekerja.


“Jaga diri baik-baik ya de’?”


“iya bu” Delia berpelukan denga ayah dan ibunya


“nak Radit, Ibu titip jaga Delia baik-baik ya?”


“Iya bu. Radit pasti akan menjaga Delia dengan baik” ucap Radit pada calon mertuanya. Sekarang Radit sudah tidak memanggil orang tua Delia dengan sebutan om dan tante lagi, melainkan ayah dan ibu. Itu semua permintaan dari ibunya Delia sendiri.


Setelah itu Radit dan Delia segera masuk ke pesawat. Di dalam pesawat, Radit dan Delia duduk berdampingan. Radit sejak tadi memegang tangan Delia. rasanya Radit sangat bahagia sekali, kini Delia sudah ada dalam genggamannya.


Perempuan yang beberapa tahun lalu telah mencuri perhatiannya, kini sudah menjadi miliknya meskipun statusnya masih bertunangan. Namun Radit sangat yakin pasti akan membawa Delia hingga ke pelaminan.


Sedangkan Delia yang mendapat perlakuan seperti itu dari Radit hatinya menghangat. Delia tidak munafik, memang sejak dulu hingga sekarang perasaannya terhadap Radit tidak pernah berubah. Hanya Radit yang selalu ada di hatinya.


Pesawat yang ditumpangi Radit dan Delia sudah landing di kota J. Delia akhirnya bisa menghirup udara lagi di kota ini. Kota yang sempat ia tinggalkan hampr 2 minggu lebih. Dia sudah sangat merindukan kesibukannya dalam bekerja, dan pastinya merindukan teman-temannya.


“kita makan dulu atau langsung ke apartemen Del?”


“emm… langsung ke apartemen aja ya. Soalnya aku masih kenyang”


“oke” ucap Radit dan melanjutkan mengendarai mobilnya.


Sekitar 30 menit perjalanan dari bandara, akhirnya Radit dan Delia sampai di apartemen baru milik Delia. Radit segera membawa koper yang Delia bawa untuk menuju ke unit apartemennya.

__ADS_1


“cklek” mereka berdua masuk.


Delia membelalakkan matanya melihat apartemen barunya. Karena beda sekali dengan apartemen yang sebelumnya. Yang sekarang terdapat 2 kamar tidur, ruang tamu yang luasnya dua kali lipat ruang tamunya dulu. Dapur dengan berbagai alat memasak yang lengkap daan meja makan. Ada satu lagi sebuah ruangan yang kelihatannya seperti ruang kerja.


“Dit ini apartemen siapa?” Tanya Delia bingung, dan Radit hanya menanggapinya dengan tersenyum.


“Ini apartemen kita”


“hah?? Kita? Kita akan tinggal bersama??”


“iya. Tapi nanti setelah kita sudah sah. Kenapa? Kamu mau kita tingga bersama sekarang?” goda Radit, seketika itu Delia langsung mencubit perut Radit.


“aww… sakit!”


“rasain tuh” Delia menjulurkan lidahnya pada Radit yang masih kesakitan dan meninggalkannya untuk meliha-lihat ruangan yang lain.


Delia membuka jendela yang menghubungkan langsung dengan balkon. Delia sangat takjub, karena hanya dengan membuka jendela dia bisa melihat keindahan kota J dari atas. Apalagi kalau malam hari pasti sangat bagus lagi.


“Apa kamu suka dengan apartemen ini sayang?” Tanya Radit tiba-tiba saja sudah ada di belakang Delia sambil memeluknya dari belakang.


“kenapa diam? Apa kamu tidak menyukai apartemen ini?” ucap Radit lagi setengah berbisik tepat di telinga Delia.


“eh..ehm aku suka. Aku sangat menyukainya ko’ Dit.” Ucap Delia sangat gugup.


Radit membalikkan tubuh Delia hingga kini mereka saling berhadapan.


“Apa kamu suka dengan apartemen ini sayang?” Radit mengulang lagi pertanyaannya.


“ii..iiya aku suka” jawab Delia semakin gugup dan tidak menatap Radit


“kalau bicara itu lihat orang yang mengajak bicara!”

__ADS_1


Perlahan-lahan Delia memberanikan diri menatap Radit. radit teringat tatapan mata Delia sama seperti saat pertama kali dia mengenal Delia dulu. Tatapan takut namun sangat mendamba bagi Radit. Radit memegang dagu Delia agar Delia terus memandangnya.


“mulai sekarang jangan memanggilku Radit. aku memanggilmu sayang begitupun juga kamu”


“eh? Ta..tapi aku malu” ucap Delia sambil memalingkan mukanya karena dia benar-benar gugup.


Radit mengernyit heran dengan jawaban Delia.


“malu? Kamu malu menjadi kekasihku?” ucap Radit dengan suara tegas.


“bukan gitu. Aku panggil ma..mas aja ya? Mas Radit?” ucap Delia pelan. Dan Radit tersenyum mendengarnya.


“hmmm… manis juga. mas? Oke tidak masalah”


Radit memegang dagu Delia lagi, dia mencondongkan sedikit kepalanya. Entahlah seperti magnet, Radit ingin sekali mencium bibir Delia. namun Delia segera bertindak cepat. Dia mendorong dada Radit.


“ehhmmm… lebih baik aku memebrekan pakaianku dulu. Setelah itu kita makan malam.” Ucap Delia segera meninggalkan Radit yang masih terdiam.


“hampir saja kelepasan. Sabar Dit!! Nunggu sah dulu” Radit mengusap wajahnya dengan kasar. Setelah itu dia menunggu Delia di ruang tamu.


Sebulan berlalu. Sejak kembalinya Delia ke kota J, Delia sudah kembali bekerja seperti biasa. Radit pun menepati janjinya yang akan selalu menjaga dan melindungi Delia. bahkan Radit harus rela menjadi sopir pribadi Delia.


Setelah pertunangan mereka satu bulan yang lalu, akhirnya Radit dan Delia memutuskan hari pernikahan yang telah mereka berdua sepakati yaitu bulan depan. Mereka berdua ingin merayakan acara pernikahannya di kota kelahiran mereka masing-masing yaitu kota yang sama di kota B.


***


Hari yang ditunggu Viviane sebentar lagi akan tiba. Beberapa hari lagi dia akan melaksanakan wisuda. Viviane sangat bahagia sekali, akhirnya dia mampu menyelesaikan studinya tepat waktu. Dan sudah ada perusahaan yang siap merekrutnya.


Hari ini Viviane sedang dalam perjalanan menuju Changi International Airport. Dia tidak sedang akan bepergian atau pulang ke negaranya, namun akan menjemput kedua orang tuanya. Viviane sengaja meminta kedua orang tuanya terbang ke Singapore untuk mendampinginya saat wisuda nanti.


“Sebenarnya selain kedua orang tuaku, aku juga berharap kamu yang mendampingiku di saat wisuda nanti” batin Viviane sambil membayangkan Radit.

__ADS_1


*TBC


*_author newbie_💕💕


__ADS_2