Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 104


__ADS_3

Hari ini Radit ada meeting dengan perusahaan Vera yang kebetulan diadakan di kantor Vera. Radit teringat dengan janjinya pada sang istri bahwa dirinya tidak akan menemui Vera lagi. Maka dari itu Radit mengutus Kevin untuk mewakilinya meeting dengan Vera. Awalnya Kevin tidak mengerti kenapa atasannya menyuruhnya dan tidak menghadiri langsung. Radit mengatakan bahwa masih ada urusan yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan. Akhirnya Kevin mengangguk menuruti perintah atasannya.


Sebenarnya Radit di kantor pun juga tidak terlalu disibukkan dengan pekerjaan. Dia hanya mengecek beberapa dokumen dan menandatanganinya saja. Radit juga akan berencana mengajak istrinya makan siang. Tadi pagi sudah mengatakan pada istrinya bahwa sepulang Kay dari sekolah menyuruhnya untuk datang ke kantor saja. Tapi Delia menolaknya. Dengan alasan setelah menjemput Kay, dia akan mampir ke resto Gio karena Vito sangat rindu dengan Kay. Dan kebetulan juga Vito sekolahnya pulang lebih awal. Delia mengajak suaminya untuk sekalian makan siang di restonya Gio saja. Jadi nanti saat jam makan siang Radit tinggal datang ke resto.


Radit hanya bisa menuruti kemauan istrinya. Mengingat anak dari mantan rivalnya itu sangat sayang sekali dengan Kay. Dan Radit juga sudah tidak pernah cemburu lagi jika istrinya berhubungan dengan Gio. Radit dapat melihat memang keduanya sudah seperti adik kakak. Selain itu Radit juga sangat ingat dengan pengorbanan Gio pada istri dan anaknya dulu. Hanya saja Radit dan Gio jarang bertemu dan jarang berkomunikasi.


“kak Vito!!!” teriak Kay saat baru saja turun dari mobil dan melihat Vito sudah ada di resto


“halo Kay!!” Vito juga tak kalah senang saat melihat Kay.


Jarak usia Kay dan Vito terpaut 5 tahun. Vito juga sudah menganggap Kay seperti adiknya sendiri karena sejak kecil mereka sudah terbiasa bersama.


Delia melihat kedekatan Vito dan Kay juga merasa sangat senang. Hubungan mereka berdua sangat akrab dari kecil. Vito memang ingin memiliki seorang adik. Namun karena papanya tidak ingin menikah lagi entah apa alasannya, jadi hanya Kay yang bisa dia anggap seperti adiknya sendiri.


“hai mommy” sapa Vito pada Delia sambil mencium tangan Delia


“hai Vito sayang. Papa lagi sibuk?”


“iya. Dari tadi Papa sibuk. Untung saja ada om Fandi yang menemani Vito main”


Delia melirik ke meja yang ditunjuk oleh Vito. Dan disana memang benar ada Fandi. Delia tersenyum sambil mengangguk pada Fandi. Kemudian Vito menggandeng tangan Kay menuju meja Fandi dan Delia mengikutinya.


Semenjak kejadian saat Fandi menolong dirinya saat di pesta tempo hari, dan mengetahui bahwa Fandi adalah adik kandung Gio, Delia lama-lama menjalin hubungan pertemanan dengan Fandi.


“siang Del”


“siang juga Fan. Tumben kamu disini?”


“iya. Tadi ada urusan sebentar sama bang Gio. Kalau kamu?”


“tuh lihat aja, keponakan kamu katanya kangen sama Kay. Dan sekalian mau makan siang juga sama daddynya Kay”


“oh gitu”


Delia dan Fandi duduk di meja yang sama sambil memperhatikan Vito dan Kay bermain. Mereka berdua juga mengobrol ringan sambil sesekali tertawa. Jam makan siang sudah tiba, Radit sudah berada di resto milik Gio. Dari jauh Radit dapat melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang tidak dia kenal. Memang istrinya tidak berduaan, karena masih ada Vito dan Kay disamping istrinya yang sedang bermain gadget.


Radit mengepalkan tangannya kuat saat melihat istrinya tengah asyik berbicara dengan pria lain dan sambil tersenyum. Radit melangkahkan kakinya menuju meja dimana istrinya berada.


“ehm..”

__ADS_1


“eh mas sudah datang?”


“asyik ya ngobrolnya sampai nggak tahu suaminya datang” bisik Radit pelan di telinga istrinya


“apa’an sih” balas Delia berbisik juga.


“mas kenalin ini Fandi, adiknya mas Gio yang tempo hari aku ceritain”


Fandi hanya mengangguk tersenyum pada Radit. tapi Radit hanya mengangguk tanpa senyum. Memang keduanya saat itu sama-sama hadir dalam pesta ulang tahun perusahaan Vera tapi Radit dan Fandi belum saling mengenal.


“ayo mas duduk. Tadi aku sudah pesan makanannya”


Radit melirik ke arah Fandi seperti mengisyaratkan bahwa dirinya tidak ingin berada di meja yang sama dengan Fandi. Sedangkan Fandi yang tahu maksudnya, dia segera beranjak dari duduknya.


“ehm, Del aku ke ruangannya bang Gio dulu ya. Kalian makan siang saja dulu. Permisi tuan Radit”


“hmm”


Fandi segera masuk ke ruangan Gio dan diikuti oleh Vito dan Kay. Sebenarnya Delia sudah mencegah Kay pergi ikut Vito tapi tidak mau. Katanya dia juga ingin bertemu dengan papa Gio.


Kini hanya ada Radit dan Delia saja dan sedang menunggun pesanan makanannya datang.


“apa’an sih mas? Nggak usah mikir macem-macem deh lagian mas lihat sendiri kan aku sama Fandi juga tidak berduaan dan tidak di tempat yang sepi juga”


“sama saja. Fandi itu masih muda dan juga tampan. Siapa tahu kamu akan lebih tertarik dengannya”


“mas jangan asal deh kalau bicara. Aku beda dengan Vera. Lagian itu juga tergantung dari wanitanya juga. kalau aku seperti Vera mungkin aku sudah berbuat hal yang sama dengannya bahkan bukan hanya Fandi yang aku goda tapi mas Gio dulu” cibir Delia tidak terima


Radit terdiam dengan ucapan istrinya baru saja. Memang benar itu semua tergantung dari si wanitanya. Jika si wanita tidak menggoda dulu, tidak mungkin seorang pria akan tergoda. Tapi dirinya menolak keras saat Vera berusaha menggodanya. Dia tidak tergoda sama sekali.


“sudah sudah aku tidak akan bahas lagi. Lagian aku sudah memenuhi janjiku kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan Vera. Aku sudah mengutus Kevin kalau ada meeting dengan Vera. Kamu percaya kan?”


Delia mendengus kesal. Entah kenapa Delia masih tidak terima saat mendengar nama wanita itu diucapkan oleh suaminya.


Akhirnya setelah penasan makanan mereka datang, Radit dan Delia segera menikmati makan siangnya. Tidak ada lagi pembicaraan antara mereka. Hanya terdengar dentingan sendok dengan piring.


Setelah makan siang selesai Delia dan Radit pulang. Kebetualan Kay diantar keluar oleh Gio jadi Delia tidak perlu mendatangi ruangan Gio untuk menjemput Kay.


“mas Gio terima kasih ya makan siangnya”

__ADS_1


“iya sama-sama”


“Gi, thanks ya. Aku pulang dulu” ucap Radit bas-basi pada Gio dan Gio hanya mengangguk.


***


Kini usia kandungan Delia sudah tujuh bulan. Perutnya sudah kelihatan sangat besar. Saat ini Radit sedang brbaring disamping istrinya sambil mengusap lembut perut istrinya.


“mas kakiku rasanya pegal sekali”


Radit segera bangun dan mengambil minyak urut untuk memijat kaki istrinya. Delia sangat terharu melihat suaminya yang selalu siaga selama dirinya hamil.


“mas?” panggil Delia pelan dan Radit melihat istrinya


“ada apa sayang? Apa terlalu keras aku mijitnya?”


“nggak ko’ mas. Aku mau bilang sesuatu”


“apa sayang? Katakana saja”


“aku ingin mas Radit berjanji”


“maksudnya?”


“aku mohon mas Radit jaga Kay dan calon anak kedua kita ini jika sudah lahir nanti”


“sudah pasti itu sayang. Aku akan menjaga kalian semua”


“Aku hanya ingin mas Radit jaga Kay dan adiknya dengan baik”


Radit menghentikan kegiatan memijit kaki istrinya. Dia segera merengkuh tubuh istrinya. Dia merasakan sesak di dadanya seolah istrinya akan pergi meninggalkannya.


“sayang jangan bicara seperti itu. Aku berjanji akan menjaga kamu dan kedua anak kita dengan baik”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2