
***Mohon maaf sebelumnya jika di eps ini tidak sesuai dengan ekspektasi reader semua. Sumpah authornya ga bisa bikin adegan seperti yang kalian harapkan. Kalau kurang greget silakan berimajinasi sendiri dan kalau kurang berkenan diskip aja gpp***
...###Happy Reading###...
Kini Radit telah merebahkan tubuh Delia di atas ranjang. Jangan ditanya bagaimana perasaan Delia sekarang. Badannya memanas dan jantungnya berdebar kencang. Dia sangat gugup. Entah bayangan kesakitan seperti apa yang saat ini ada di otaknya. Seketika mukanya memerah.
“Sayang? Kamu sakit? Aku nggak akan memaksa kalau kamu memang belum siap?” Tanya Radit sambil menatap intens mata istrinya yang saat ini posisinya menghadap Delia yang sedang telentang.
“ng…nggak mas. Aku belum sakit eh nggak sakit” Dengan cepat Delia meralat ucapannya. Dan Radit menahan senyumnya. Dia merasa lucu saja dengan istrinya. Belum apa-apa bayangannya sudah traveling.
“tenang sayang… aku akan bermain sepelan dan selembut mungkin.” Ucap Radit meyakinkan istrinya sambil membelai wajah cantik istrinya.
Kemudian Radit mengecup kening Delia. setelah itu turun ke mata, pipi kanan dan kiri, kemudian mengecup bibirnya berulang kali.
Sesaat tatapan mata mereka bertemu. Tatapan mata yang lembut penuh kasih dan sayang. Tatapan yang saling menghanyutkan bagi keduanya. Sekali lagi Radit mengecup bibir Delia. seolah saling mengerti kode dari kedua mata pasang mata yang saling menatap itu, Radit mulai menyapu bibir istrinya dengan lembut.
Dia mengulanginya lagi. Namun kali ini lidah Radit menerobos bibir Delia agar terbuka. Dan tanpa dipaksa, Delia mempersilahkan si pemberi kenikmatan untuk mengeksplor setiap rongga dalam mulutnya lebih dalam lagi. Lama mereka saling mengu**lum, melu**mat, dan mencecap. Kini Radit melepas pagutannya dan beralih turun ke leher jenjang Delia.
Tanpa mereka sadari, baju yang tadinya masih melekat dalam tubuh mereka kini sudah berserakan di bawah ranjang mereka. Radit benar-benar menghipnotis istrinya. Segala rasa gugup dan ketakutan yang sebelumnya Delia alami tadi kini menghilang entah kemana. Karena yang ada sekarang adalah rasa nikmat dan bahagia yang seakan menerbangkan Delia hingga membumbung tinggi ke angkasa. Desahan-desahan lembut yang keluar dari bibir manis Delia tanpa dia sadari, membuat gairah Radit semakin meninggi.
Setelah merasa cukup saling menghangatkan, kini Radit akan segera memulai penyatuannya. Dia memberi sedikit rangsangan pada inti tubuh istrinya. Radit membelai lembut bagian inti itu. Delia yang baru pertama kali mengalami ini, ada rasa yang aneh yang dia rasakan saat ini. Namun rasa itu tidak bisa diungkapkan.
Belaian lembut dari tangan Radit kini ritmenya semakin dipercepat, hingga suara indah dari Delia keluar begitu saja. Radit menghentikan belaiannya itu dan sekilas mengecup bibir manis istrinya. Kemudian dia berangsur menundukkan kepalanya menuju inti tubuh istrinya.
__ADS_1
Delia begitu terkejut dengan apa yang akan dilakukan suaminya. Dia menahan kepala suaminya dan memberi kode gelengan kepala agar tidak melakukan itu. Namun keinginan Radit tidak bisa dibantah. Dia menyapukan bibirnya pada inti itu, dan seketika Delia meremas kuat rambut suaminya. Dia merasakan lebih aneh lagi dengan rasa ini. Ada rasa geli bercampur nikmat atau entahlah Delia bingung untuk menggambarkannya.
Radit masih terus aktif bermain pada inti itu. Lama kelamaan Delia menikmati permainan itu hingga dia membuka lebar pahanya. Kini tak hanya bibir Radit saja yang aktif, namun belaian tangannya juga ikut bekerja sama dengan bibir itu. Kedua organ itu bekerja sama dengan baik pada inti Delia.
Delia sudah merasa berada di puncak. Hingga dia tidak kuat lagi menahan gejolak dalam tubuhnya yang ingin segera dikeluarkan. Radit mengerti dengan kode tubuh istrinya, dia lebih mempercepat lagi belaian itu yang kini berubah gerakan cepat dan menuntut.
Dan akhirnya Delia mencengkeram kuat sprei dan seluruh tubuhnya mengejang. Delia mengeluarkannya. Rasa ini sungguh rasa yang baru ia tahu. Rasa nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Radit bangun dan membenarkan posisinya. Dia memegang si pemilik kenikmatan selanjutnya untuk menuju rumah yang akan memberikan kebahagiaan. Delia terkejut dengan ukuran itu. Dia sedikit ragu dan menggeleng pelan. Apakah bisa intinya dimasuki dengan ukuran yang besar seperti itu. Namun Radit bisa meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.
Erangan dan rintihan yang keluar dari mulut Delia di saat Radit baru mulai penyatuannya dengan beberapa kali hentakan dan dorongan. Namun lama-lama rasa sakit yang Delia rasakan tadi menghilang dan berganti kemikmatan yang lebih dari segalanya.
Entah berapa kali mereka mengalami pelepasan. Rasanya sepasang pengantin baru itu sudah lupa akan waktu yang sudah menjelang sore. Waktu berjam-jam bagi mereka seakan masih kurang. Namun mereka harus menjedanya karena mau bagaimanapun juga mereka juga harus mengisi tenaganya.
Setelah pelepasan yang terakhir, Radit melihat ada noda bercak darah di sprei putih ranjangnya dia sangat bahagia sekali. Radit mengecup kening istrinya.
Akhirnya mereka berdua menutup tubuh polosnya di bawah selimut dan tidur dan tidur saling berpelukan.
Dan terjadilah hari itu, Siang Pertama bagi pasangan pengantin baru Delia dan Radit yang sempat tertunda malam pertamanya.
***
Semenjak pertemuan antara dua orang yang sama-sama patah hati ditinggal menikah oleh orang yang dia cintai, yaitu Viviane dan Angga. Kini hubungan keduanya semakin dekat.
__ADS_1
Mereka berdua saling menceritakan masa lalu mereka. Saat Viviane yang mengatakan bahwa dirinya ditinggal menikah oleh Radit, akhirnya dia menceritakan kronologinya. Dan sepenuhnya tidak menyalahkan Radit namun juga tidak menyalahkan Viviane.
Dia hanya memberi nasehat pada Viviane agar berhenti dan melupakan Radit. karena tidak baik mengganggu hubungan seseorang yang sudah berkeluarga. Viviane berusaha ikhlas denga apa yang disampaikan Angga. Namun dalam hati kecilnya masih ingin menemui Radit sekali saja. Dia ingin meminta maaf tidak lebih.
Dan begitu juga dengan Angga. Dia menceritakan semua kisahnya bagaiman bertemu dengan Delia hingga mereka menjalin hubungan. Viviane tidak terima saat Angga menceritakan kebejatannya yang hampir memperkosa Delia. namun melihat sorot mata Angga yang penuh penyesalan, akhirnya dia pun menyadari kalau dirinya juga penuh dosa.
Dari situlah mereka berdua menjalin pertemanan dengan baik. Teman yang saling mendukung. Entah nanti kedepannya seperti apa.
Waktu Viviane untuk berada di Indonesia tidaklah lama. Jadi sehari sebelum dia balik ke Singapore dia ingin menemui Radit walau hanya sekali. Namun kenyataan pahit lagi-lagi dia terima. Bukan Radit yang ia temui melainkan mamanya. Dan mamanya pun seolah menunjukkan rasa benci pada dirinya walau memang sebenarnya dia pantas untuk dibenci. Namun niatnya ingin bertemu Radit adalah ingin meminta maaf tidak lebih dari itu. Tetap saja mama Radit tidak mendengarnya. Yang ada hanya berisi larangan-larangan agar tidak merusak ataupun mengganggu rumah tangga anaknya. Akhirnya Viviane memutuskan untuk pergi.
Keesokan harinya Viviane sudah harus kembali bekerja ke Singapore dan dia diantar oleh Angga yang kebetulan akan balik juga ke kota J. meskipun pesawat yang mereka tumpangi tidak sama.
Viviane menghela nafasnya, kepulangannya ke Indonesia ternyata tidak membawa kebahagiaan bagi dirinya. Namun dia berusaha menguatkan hatinya untuk ikhlas.
“jangan lupa kabari aku ya kalau sudah sampai” ucap Angga seolah mengerti kesedihan yang saat ini masih mendera dalam hati Viviane.
“ok makasih” Viviane berusaha tersenyum. Dan dia melangkahkan kakinya menjauhi Angga.
“Vian!!!!” panggil Angga berlari mengejar Viviane. Angga mengecup singkat kening Viviane yang membuat Viviane sangat terkejut sekaligus hatinya sedikit menghangat.
“take care” Viviane mengangguk dan tersenyum.
*TBC
__ADS_1
*happy weekend teman² semua. tetap save healthy ya😘😘
_author newbie_💕💕