
Hari ini adalah hari pertama Viviane bekerja di negaranya sendiri. Lebih tepatnya di kota J. dia tidak menyangka akhirnya dia bisa kembali lagi ke negaranya. Tapi kali ini bukan karena liburan melainkan bekerja. Dan selamanya dia akan berada disini. Di negara asalnya.
Sejenak ingatan Viviane menerawang ke masa lalu. Andai saja hubungannya dengan Radit saat itu masih bisa diperbaiki, mungkin saat ini kekasihnya akan sangat bahagia dengan kepulangannya kesini. Namun buru-buru Viviane menghilangkan pemikiran itu. Tidak, dia tidak boleh memikirkan Radit lagi karena sekarang ada hati yang harus dijaga yaitu Angga. Seseorang yang selama ini telah membantunya move on dari Radit. bahkan Angga sendiri juga berusaha mengikhlaskan mantan kekasihnya.
Sungguh Angga adalah lelaki yang berhati baik meskipun masa lalunya sangat buruk. Namun apakah masa lalu seseorang itu menentukan bagaiman masa depannya kelak. Tidak, selagi kita bisa berubah dan memperbaiki diri, kita bisa mewujudkan masa depan kita lebih cerah tanpa harus melihat lagi ke belakang.
Tetapi mungkin suatu saat nanti jika diberi kesempatan, Viviane ingin bertemu dengan Radit secara langsung. dia ingin meminta maaf atas perbuatannya selama ini.
Ting
Bunyil bel apartemen berbunyi. Viviane tahu itu pasti Angga yang datang. Dan benar saja, Angga sudah berpakaian rapi dan terlihat sangat tampan. Angga hari ini berjanji akan mengantar Viviane untuk berangkat kerja di hari pertamanya. Sebenarnya kemarin Viviane sudah menolaknya. Dia bisa berangkat sendiri, namun Angga tetap bersikukuh ingin mengantarnya. Akhirnya Viviane hanya bisa pasrah.
“Selamat pagi… sudah siap tuan putri?” ucap Angga saat Viviane membukakan pintu.
“hmm.. selamat pagi. Aku udah siap. Yuk kita berangkat sekarang”
Akhirnya mereka berdua keluar apartemen. Angga mengantar Viviane ke perusahaan dimana dia bekerja. Setelah itu Angga baru pergi ke kantor papanya.
Akhir-akhir ini Angga juga sudah mulai bekerja di kantor papanya. Meskipun hanya membantu tapi kali ini dia sering menggantikan sang papa jika ditinggal mengurus pekerjaannya di luar kota.
“aku kerja dulu ya” pamit Viviane pada Angga saat mobilnya sudah sampai depan kantor.
“iya sayang hati-hati ya. Semoga harimu menyenangkan di hari pertama kamu bekerja disini”
“makasih” kemudian Angga mencium kening Viviane sebelum Viviane keluar dari mobil.
“nanti pulangnya aku jemput” Viviane hanya mengangguk.
***
Viviane mulai pekerjaan barunya. Sebenarnya bukan pekerjaan baru, melainkan tempat baru. Viviane disambut baik oleh semua karyawan disana. Bukan karena dia karyawan baru, tetapi Viviane sudah memiliki jabatan saat dia baru mulai bekerja. Itu karena saat dia bekerja di Singapore kredibilitasnya sangat bagus sehingga saat mutase ke Indonesia dia sudah memiliki jabatan bukan sekadar karyawan biasa.
Tidak terasa sudah seharian Viviane bekerja. Karena dia merasa nyaman dan senang hingga dia lupa bahwa sekarang sudah jamnya untuk semua karyawan pulang. Viviane melihat ponselnya ada sebuah notif pesan dari Angga sang kekasih. Dia tersenyum membaca pesan Angga. Angga mengatakan bahwa sudah di depan kantor sejak sepuluh menit yang lalu. Akhirnya Viviane segera memberekan berkas-berkasnya dan segera keluar.
“bagaimana hari pertama bekerja?” Tanya Angga saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
“menyenangkan. Semua karyawannya baik”
“syukurlah kalau begitu. Kita makan diluar dulu ya?” Viviane tersenyum dan mengangguk.
Akhirnya kini Angga dan Viviane sudah berada di sebuah restaurant. Angga sudah memesan beberapa menu makanan dan minuman. Kini mereka tingga menunggu pesanan datang.
“sayang, tiga hari lagi ada acara di perusahaan papa”
“acara apa memangnya?”
“ulang tahun perusahaan. Aku akan mengajak kamu ke acara itu”
__ADS_1
“kenapa mengajakku? Aku kan bukan karyawan di perusahaan papa kamu” Viviane bingung.
“aku akan memperkenalkan kamu pada kedua orang tuaku” ucap Angga sambil memegang tangan Viviane.
“ap..apa? apa itu tidak terburu-buru?” Viviane sangat terkejut.
“tidak. Mau nunggu apa lagi? Aku ingin menjalani hubungan ini dengan serius. Apa kamu mau?”
Viviane sangat tidak menyangka dengan niat Angga. Sungguh dia sangat terharu sekaligus sangat bahagia. Hingga dia menteskan air matanya.
“hei kenapa kamu menangis? Apa aku menyinggung kamu?” Angga khawatir melihat Viviane menangis.
“tidak. Aku sangat bahagia mendengar kamu akan mengajakku menemui kedua orang tuamu”
“jadi kamu mau?” Viviane mengangguk setuju. Kemudian Angga memeluknya karena bahagia.
Viviane sangat bahagia, ternyata Angga adalah pria baik yang ingin menjalani hubungan dengan serius dan tidak main-main. Meskipun dia belum melamarnya, setidaknya dia bahagia karena niat Angga ingin memperkenalkan pada keluarganya.
Setelah pesanan mereka datang, mereka segera menikmati makanannya. Beberapa saat kemudian mereka telah selesai. Setelah itu Angga memutuskan untuk mengantar kekasihnya pulang.
Setelah sampai apartemen mereka berdua masuk. Angga duduk di sofa ruang tamu.
“kamu nggak langsung pulang?” Tanya Viviane
“kamu ngusir aku?” angga sudah memasang wajah jutek
“tidak. Jangan ngambek dong. Aku kan hanya bertanya”
“ish… siapa yang ingin bertemu lelaki lain. Kalau kamu nggak pulang ya sudah tunggu dulu disini, akum au mandi dulu sudah gerah badanku dari tadi”
“hmmm” jawab Angga singkat. Dan Viviane hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang kekasih.
Kemudian Viviane segera masuk ke kamar dan mandi. karena sejak tadi badannya terasa sangat lengket. Beberapa saat kemudian Viviane sudah menyelesaikan mandinya. Dia memakai celana pendek sepaha dan kaos oblong kebesaran warna putih. Setelah itu dia keluar kamar. Tidak enak lama-lama meninggalkan kekasihnya menunggu.
Sebelum Viviane menghampiri Angga, dia ke dapur dulu untuk membuatkan minuman. Karena tadi dia lupa belum membuatkan minuman untuk Angga.
“maaf nunggu lama. Nih minumannya juga telat” Viviane menyodorkan segelas coklat dingin pada Angga.
Angga sangat terpana dengan kecantikan Viviane. Walaupun tiap hari juga dia mengakui kecantikan Viviane. Namun kali ini beda. Dengan tampilan yang sederhana tanpa make up, apalagi habis mandi. aroma sabun yang masih menempel pada tubuhnya sangat harum menyeruak memenuhi indra penciumannya.
Viviane duduk di sebelah Angga. Namun Angga belum juga meminum coklat dingin buatannya. Viviane merasa bersalah. Apakah Angga marah menunggunya terlalu lama.
“kenapa? Nggak suka dengan minumannya?”
“kamu minum dulu siapa tahu ada racunnya”
“hah??” Viviane sungguh tidak menyangka bahwa Angga berpikiran buruk terhadapnya.
__ADS_1
“ayo kamu minum” dengan cepat Viviane meminumnya. Dia ingin membuktikan bahwa di dalam minuman itu tidak ada racunnya.
“tuh udah aku minum, nggak ap- mmmhhhhhhh”
Angga dengan cepat membungkam mulut Viviane yang hendak protes. Dia merasakan sisa coklat yang ada di bibir Viviane. Angga menyuruh Viviane meminum coklat dingin tadi hanya akal-akalannya saja. Karena dia sangat tergoda dengan penampilan Viviane.
Mereka berdua kini sama-sama terhanyut dalam pergulatan bibir itu. Semakin lama ciuman mereka yang awalnya lembut kini semakin menuntut. Mereka berdua sudah sama-sama ahli mengingat sepak terjang keduanya dulu yang sudah tidak diragukan lagi.
Ciuman yang semakin memanas membuat Angga secara reflek menelusupkan tangannya ke dalam kaos oblong milik Viviane. Dengan cepat dia mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.
Beberapa saat kemudian tanpa mereka berdua sadari, kini mereka sudah sama-sama polos. Baju yang mereka kenakan sudah teronggok di lantai ruang tamu.
Mereka terus memperdalam ciumannya dan saling meraba satu sama lain. Keduanya sudah terbakar gairah. Mata sayup Angga melihat mata Viviane seolah meminta persetujuan. Dan Viviane mengangguk. Akhirnya mereka berdua melakukannya di atas sofa ruang tamu.
Satu jam kemudian, mereka kini sudah berada di bawah selimut tebal berwarna putih yang ada di dalam kamar Viviane. Mereka berdua saling berpelukan tanpa memakai pakaian.
“sayang aku takut” ucap Viviane sambil bersandar di dada bidang Angga
“takut kenapa?”
“aku takut hamil”
Viviane sangat takut kalu dirinya hamil dengan posisi belum menjadi istri Angga. Mengingat tadi Angga melakukannya tanpa pengaman bahkan ini kedua kalinya mereka berdua berhubungan badan dan mengeluarkan cairannya di dalam rahim Viviane.
“tenang saja, aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu”
Akhirnya Viviane lega mendengar pernyataan dari Angga.Kemudian mereka tertidur karena sudah lelah setelah pergulatan panas tadi.
***
Keesokan harinya saat Radit sedang mengecek beberapa berkas di kantornya, tiba-tiba dia mendapatkan email dari seseorang.
Radit membuka emailnya dan matanya terbelalak tidak percaya. Email itu dari orang suruhannya yang dulu ia tugaskan mencari informasi tentang kedatangan Viviane di acara pernikahannya.
Dan beberapa hari yang lalu Radit menyuruhnya kembali untuk mencari tahu tentang Viviane. Karena setelah orang suruhan Zakki mengatakan kasus penculikan istrinya berhubungan dengan Viviane, Radit tidak hanya mengandalkan orang suruhan Zakki. Dia juga menyuruh orangnya sendiri untuk mengetahui keberadaan Viviane.
Radit tidak percaya saat membaca pesan itu yang mengatakan bahwa saat ini Viviane berada di Indonesia tepatnya di kota yang sama dengannya. Dia harus lebih berhati-hati lagi. Dan segera mengumpulkan bukti-bukti tindak kejahatan Viviane.
.
.
.
*TBC
Jangan lupa like, komen positifnya, dan giftnya😂😂🙈
__ADS_1
Happy friday😍😍💕😘
*_author newbie_💕💕