Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 52 Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

#Flashback on


Beberapa hari ini Radit pergi keluar kota untuk meninjau proyek barunya. Sebenarnya dia berat untuk pergi karena tidak bisa bertemu dengan Delia. Meskipun hubungan mereka statusnya belum jelas, namun Radit tidak memperdulikannya. Toh selama ini Delia juga merespon dengan baik perlakuannya.


Radit berusaha menyelesaikan pekerjaannya hari ini agar nanti malam bisa segera pulang. Karena dia sudah sangat merindukan Delia. Tetapi diluar dugaannya, pekerjaannya selesai sebelum waktu yang ia targetkan. Mungkin sekitar pukul 6 malam dia sudah berada di rumah. Radit sangat senang sekali. Dia berencana akan memberi kejutan pada Delia kalau dia sudah pulang dan akan mengajaknya makan malam. Tujuan Radit mengajak Delia makan malam karena dia akan mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya bahwa dia sangat mencintai Delia.


Pesawat Radit baru saja mendarat. Dia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 5 sore. Waktu Delia baru keluar kantor. mungkin kurang lebih 1 jam Radit sampai rumahnya. Radit merogoh ponsel di saku jasnya. Dia ingin menelepon Delia agar mempersiapkan diri untuk makan malam bersamanya. Radit sudah tersenyum membayangkan wajah bingung Delia yang disuruh bersiap untuk makan malam, Delia mungkin semakin bingung karena setahunya Radit sedang keluar kota. Tidak menunggu lama akhirnya Radit menelepon Delia.


Panggilan pertama tidak ada jawaban. Mungkin Delia tidak mendengar bunyi nada dering ponselnya. Kemudian Radit menelepon lagi.


“yaa ha..halo?” radit bingung kenapa yang mengangkat bukan Delia tetapi suara seorang laki-laki


“halo kamu siapa?” Tanya Radit ketus


“maaf pak Radit. saya Fadhil” jawab Fadhil terbata karena takut dengan bentakan Radit


Fadhil tadi pulang kerja agak terlambat karena pekerjaannya belum selesai. Saat dia sudah selesai tiba-tiba mendengar suara nada dering ponsel. Fadhil bingung itu ponsel siapa karena dia merasa bukan ponselnya yang berdering. Panggilan pertama berakhir. Kemudian terdengar lagi panggilan kedua.


Fadhil mencari sumber suara tersebut akhirnya menemukannya pada meja kerja Delia. Ponsel Delia tertinggal. Fadhil melihat id pemanggil itu “Radit” dia segera mengangkatnya karena dia merasa kenal dengan id itu. Delia juga pernah bilang kalau dia sering jalan dengan Radit namun Delia tidak memberitahukan tentang status hubungannya.


“kenapa ponsel Delia ada pada kamu? Apa kamu sedang bersamanya?” Tanya Radit mengintimidasi


“oh tidak pak. Sepertinya ponsel Delia tertinggal. Dia sudah pulang” jelas Fadhil. Radit bingung kalau ponsel Delia sekarang tertinggal, bagaimana dia akan memberikan kejutan.


“apa aku boleh minta tolong?” akhirnya Radit menemukan ide


“baik pak. Apa yang bisa saya bantu?”


“tolong kamu ke apartemen Delia sekarang. Kamu kasihkan ponselnya”


“baik pak”

__ADS_1


Radit segera mematikan ponselnya dan dia melanjutkan perjalanannya untuk pulang terlebih dahulu. Kali ini Radit tidak menyetir sendiri. Tadi di bandara dia sudah dijemput sopir pribadinya.


Radit kembali menelepon Delia. Dia mengira pasti Fadhil sudah mengembalikan ponselnya.


“halo Del?”


“halo maaf pak. Ini saya sedang menuju unit apartemen Delia. Sebentar lagi sampai” jawab Fadhil cepat sebelum Radit memarahinya. Namun seiring langkah kaki Fadhil mendekati unit apartemen Delia, Fadhil sayup-sayup mendengar suara twriakan wanita minta tolong. Beruntungnya panggilan Radit belum terputus.


Fadhil sudah di depan pintu dan melihat pintu yang sedikit terbuka semakin cemas. Ditambah suara minta tolong terdengar jelas yaitu suara Delia.


“pak Delia dalam bahaya” ucap Fadhil sebelum masuk ke dalam. Fadhil lupa menutup panggilannya dan meletakkan ponsel Delia dalam saku jaketnya.


Fadhil sangat terkejut melihat Delia sudah berada di bawah kungkungan seorang laki-laki dengan pakaian yang acak-acakan.


“toloooong!” teriak Delia


“bugh…bugh…bugh….! Brengsek loe! Bajingan loe! Bugh..bugh…bugh….”


Darah Radit mendidih. Dia sangat marah. Meskipun belum tahu jelas apa yang sedang terjadi dengan Delia. Dia segera putar arah dan tancap gas menuju apartemen Delia.


#Flashback off


Fadhil memukul Angga dengan membabi buta sehingga Angga sudah tidak bisa melawan lagi. Karena fokus menghajar Angga, Fadhil sampai lupa untuk menolong Delia.


“tolong!” lirih Delia yang menghentikan aksi brutal Fadhil. Angga segera keluar melarikan diri dengan sisa tenaga yang dia punya.


“astaga Del!!”


Fadhil sangat terkejut dengan kondisi Delia. Rambut acak-acakan, kemeja terbuka dan ada sedikit darah yang mengalir dari bibirnya karena Angga menggigitnya. Beruntungnya dengan sigap Fadhil melepas jaketnya untuk menutupi tubuh Delia.


15 menit kemudian Radit sudah tiba di unit apartemen Delia. Hatinya benar-benar hancur melihat kondisi Delia saat ini. Tubuhnya meringkuk di sofa dengan jaket yang menutupinya. Dan melihat Fadhil yang masih berada disana. Fadhil bingung bagaimana cara menenangkan Delia. Dia hanya diam saja sambil menunggu kedatangan Radit.

__ADS_1


“Del…” panggil lirih Radit mendekat ke arah Delia


“tolooongg!! Pergi!! Jangan sentuh aku!! Tolooong!!” Delia menangis histeris dan berteriak.


Hati Radit semakin sakit melihat Delia seperti itu. Radit melihat bekas luka di bibir Delia, dan di lehernya ada bekas tanda merah. Radit tahu apa yang sudah terjadi dengan Delia. Dia juga tahu siapa lelaki bajingan yang melakukan ini semua. Karena sewaktu Radit tadi masuk basement apartemen, ada mobil yang baru saja keluar. Radit tahu itu mobil siapa.


“tenang Del, ini aku Radit” bujuk Radit karena Delia terus saja menangis


“pergi!! Jangan mendekat! Aku kotor!” Radit semakin hancur mendengar kesakitan Delia.


Tanpa persetujuan Delia Radit langsung memeluknya. Berusaha memberikan ketenangan. Meskipun Delia meronta-ronta sambil meracau tidak jelas.


“Del.. tenang Del… aku disini. Aku akan melindungimu. Please Del… aku nggak akan pergi dari kamu” ucap Radit berusaha menenangkan Delia sambil menekan kuat rasa sedih di hatinya.


Akhirnya Delia berhenti menangis meski hanya tersisa isakannya. Mungkin karena merasa nyaman dengan pelukan Radit.


Fadhil berjalan dari dapur memberikan minum pada Delia. Dia juga sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Delia. Seseorang yang sudah dia anggap adiknya sendiri.


Radit menerima minum dari Fadhil dan memberikannya pada Delia. Setelah merasa sedikit tenang, Radit menggendong Delia ke dalam kamarnya agar dia beristirahat. Radit menutup tubuh Delia dengan selimut. Akhirnya dia tertidur.


Radit keluar dari kamar Delia dan menuju ruang tamu yang sudah ada Fadhil disana.


“maaf pak saya telat menolong Delia” ucap Fadhil


“nggak apa-apa. Justru aku berterima kasih karena kamu sudah menolongnya. Aku nggak tau kalau kamu tadi tidak kesini”


“maaf pak. Saya juga nggak tahu pasti apa yang sudah dilakukan oleh mantan Delia. Yang saya tahu tadi hanya kemeja Delia saja yang terbuka. Saya cepat-cepat menutupnya dengan jaket saya” ucap Fadhil


Radit hanya mengangguk. Entah kenapa meskipun radit sangat sedih, namun sedikit di hatinya ada rasa bahagia karena Surya tidak sampai memperkosa Delia. Bukan maksud Radit menginginkan Delia masih dalam keadaan virgin, dia akan menerima Delia apa adanya tanpa memandang kesuciannya. Namun jika tadi Delia berahsil diperkosa oleh Surya, Radit tidak akan pernah memaafkan Surya sampai kapanpun. Dia akan membalas kebejatan yang Surya lakukan pada orang yang sangat dia cintai.


*TBC

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2