
Setelah makan siang di kantor suaminya, Carissa kembali lagi ke butiknya. Perempuan itu kini sedang tampak sibuk memainkan gedgetnya. Entah dapat bisikan dari mana, saat ini jari jemari Carissa telah berselancar ke situs jual beli online untuk mencari sesuatu yang baru saja dia dapatkan melalui browser tentang cara menyenangkan suami.
Sebenarnya Carissa adalah perempuan yang sangat polos dan tidak tahu menahu tentang hal ini. tapi apa salahnya dia belajar apalagi untuk suaminya sendiri. Jadi saat ini Carissa sedang melihat-lihat beberapa macam bentuk dan model lingerie yang akan dia pakai untuk menyenangkan suaminya nanti malam.
Klik. Carissa sudah mendapatkan sesuai dengan seleranya. Dan sebentar lagi pesanannya juga akan segera datang. Carissa harap-harap cemas. Dia membayangkan bagaimana nanti malam memakainya. Apakah suaminya akan terkejut dan menertawakannya atau suaminya tidak suka dengan modelnya. Arghh teriak batin Carissa yang sudah berpikir yang tidak-tidak.
Dan tepat sekali 2 jam kemudian ada kurir yang mengantar pesanannya. Carissa segera membawanya pulang dan bersiap meengemasi beberapa bajunya karena akan menginap di rumah mertuanya.
Tepat jam pulang kantor, Barra langsung pulang untuk menjemput istrinya lalu mengajaknya pulang ke rumah Mamanya. Sebelumnya mereka berdua sudah berpamitan pada Alana dan Charles.
“Sayang, kenapa tangan kamu dingin sekali?” Tanya Barra saat sedang dalam perjalanan.
“Masa sih Mas? Mungkin karena AC.” Kilah Carissa. Padahal sejak tadi dia gugup membayangkan pertempurannya nanti malam.
“O gitu. Ya sudah aku matiin saja AC nya. Oh iya. Kamu sudah bersih beneran kan?” Tanya Barra memastikan dan membuat wajah Carissa semakin memerah.
“Su sudah Mas.” Jawab Carissa gugup.
Memang sepulang dari butik tadi dia sudah mengecek lagi kalau darah menstruasinya sudah berhenti. Jadi dia juga bisa memastikan kalau nanti malam pasti akan terjadi. Setelah itu dia melihat lingerie yang sudah dibelinya. Carissa merinding membayangkannya. Dan tidak yakin akan memakainya. Karena dia sudah bertekat, maka dia segera mencuci lingerie berbahan satin itu sebentar kemudian setelah kering dia memasukkannya ke dalam tas yang akan dibawa untuk menginap di rumah mertuanya.
“Hei kenapa melamun gitu? Apa kamu sudah tidak sabar?” Tanya Barra sambil terkekeh.
“Apa sih Mas. Nggak kok.” Jawab Carissa sambil membuang muka.
Setelah sampai rumah mertuanya, Carissa disambut antusias oleh Kay. Kemudian mereka semua berkumpul di meja makan setelah membersihkan diri. Mereka makan malam sambil terlibat obrolan ringan. Dan setelah makan malam seperti biasa berkumpul di ruang keluarga. Namun Carissa hanya singgah sebentar saja karena setelah itu dia meminta ijin masuk ke kamar terlebih dulu. Barra juga sepertinya sedang berbicara penting dengan Papanya karena sekarang dia sudah berada dalam ruang kerja Papanya.
Carissa saat ini sedang mondar-mandir dalam kamarnya. Dia tampak gugup saat memandangi lingerie yang sedang dalam genggamannya. Akhirnya dia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya pelan. Langkah kakinya menuju ruang ganti untuk memakai baju haram itu.
Carissa sudah memakai lingerie namun dibalut dengan baju tidur kimononya. Karena dia merasa kedinginan. Waktu beranjak malam, begitu juga Carissa yang sedang menunggu suaminya tak kunjung masuk ke kamar. padahal sudah jam 10 malam.
__ADS_1
Cklek
Terdengar suara Barra membuka pintu membuat Carissa terkesiap. Namun dia justru pura-pura tidur dengan posisi membelakangi. Barra menghembuskan nafasnya kasar saat melihat istrinya sudah tidur duluan. Salah dia juga karena terlalu lama bicara dengan Papanya.
Akhirnya Barra memutuskan untuk mengganti pakaiannya dan segera menyusul istrinya tidur. Mungkin malam ini bukan malam keberuntungannya. Begitulah yang ada dalam pikiran Barra. Sedangkan Carissa sudah melepas tali kimononya agar nanti saat dia pura-pura berpindah posisi, suaminya akan melihat lingerie yang digunakan.karena Carissa sangat malu jika harus memulainya terlebih dulu.
Barra masih belum bisa memejamkan matanya. dia melirik istrinya yang tidur pulas semakin gusar. Padahal sejak di ruangan kerja Papanya dia sudah membayangkan kegiatan panasnya bersama Carissa.
Saat Barra sudah hampir putus asa dan dia berniat akan menyusul istrinya ke alam mimpi, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan Carissa yang sedang membalikkan tubuhnya tepat mengahadap dirinya dengan tali kimono yang sudah terlepas dan menampakkan keseksian tubuh Carissa yang dibalut dengan lingerie berwarna hitam.
Barra susah payah menelan salivanya. Jadi sejak tadi istrinya sudah menyiapkan semua itu. Sekarang Barra jadi ragu. Apakah akan melakukan saat ini juga saat Carissa sudah tidur. Tapi kalau tidak dilakukan sekarang, sesuatu yang ada di balik celananya sudah meronta-ronta.
Ngghhh
Carissa melenguh karena tidurnya tidak nyaman saat Barra sedang mengusap pipi mulusnya. Padahal jantung Carissa saat ini sudah mau meloncat keluar. Barra mengecup sekilap bibir tipis istrinya. Dan reaksinya ternyata Carissa mengerjapkan matanya.
Barra serasa mendapat angin segar. Dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
“Sayang, lingerie kamu sangat menggoda.” Bisiknya pelan sambil meraba perut Carissa.
“Mas?” ucap Carissa dengan suara tertahan.
Mata Carissa sudah terbuka lebar saat tangan Barra sudah berselancar di dalam lingerie itu. Barra sudah mengusap dua buah kenyal kesukaannya. Suara Carissa tertahan karena jujur saja dia sudah terbakar gai rah.
“Sayang jangan ditahan. Keluarkan saja!” perintah Barra.
“I iya Mas hmmppp…”
Barra langsung menyambar bibir istrinya dengan lembut. Namun kelembutan itu hanya sementara dan kini berganti ciuman yang menuntut dan sangat rakus. Tidak hanya itu, tangan Barra sudah mulai aktif menjelajahi tubuh sek si Carissa yang hanya memakai lingerie saja. Barra sudah tidak tahan. Dengan sekali tarikan, lingerie itu sudah terlepas. Setelah puas bermain-main di bagian atas. Barra kini menuruni liang surga Carissa. Selain jari jemarinya aktif disana, lidah Barra juga ikut bekerja sama dalam simphony yang indah. Lidah memang tidak bertulang, namun kekuatannya bisa sampai mengangkat pa ha Carissa yang sedang menikmati permainan itu.
__ADS_1
Dan akhirnya malam ini adalah malam yang sangat indah bagi Barra dan Carissa. Meskipun bukan yang pertama kali bagi keduanya, setidaknya mereka melakukan itu paada orang yang sama. Mereka berdua kini sudah menjadi pasangan yang saling memiliki dan mencintai. Dalam cucuran keringat kenikmatan itu mereka berdua berjanji akan selalu setia dalam menggapai mahligai rumah tangga yang bahagia sampai maut memisahkan.
“Sayang. Terima kasih malam ini. I Love U.” ucap Barra sambil mengecup bibir Carissa.
“I Love U too Mas.” Jawab Carissa dan memberanikan diri membalas kecupan di bibir suaminya.
“Sudah berani sekarang istriku. Bahkan tadi sengaja membuka tali kimono untuk memancingku hmmm?” ucap Barra dan membuat Carissa membelalakkan matanya terkejut.
“Mmm Mas tahu?” Tanya Carissa gugup.
“Tahu lah. Tapi aku suka dengan cara kamu yang malu-malu seperti itu.” Jawab Barra tersenyum.
Carissa menutup muka dengan menggunakan kedua telapak tangannya karena sangat malu.
“Nambah satu lagi dong Sayang!” bisik Barra dan dia segera kembali melanjtkan aksinya tanpa meminta persetujuan dari Carissa terlebih dulu.
.
.
.
*TBC
Happy reading🤣🤣🤗🤗🤗
Gesss mau tanya nih. misal othor buat sequel ceritanya Jenny setuju nggak sih? soalnya novel ini akan tamat dalam waktu dekat.
Othor mo fokus sm novel Pelangi's Love Story dulu. sudah pada baca belum sih? nanti ada Barra juga loh disana.
__ADS_1