Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 50 Curhat


__ADS_3

Setelah memutuskan perihal hubungannya dengan Angga, kini Delia sudah berada di apartemennya. Delia menuju dapur untuk mengambil minum. Setelah meminum segelas air putih dingin sesaat Delia merasakan lega karena otaknya kembali dingin pasca perdebatan kecilnya dengan Angga. Delia besyukur bisa lepas dari Angga. Jadi sudah tidak ada beban lagi di hatinya.


Delia membuka kamarnya dan berniat akan mandi, namun tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Dia mengernyit, siapa yang datang. Jangan-jangan Angga. Tapi buat apa dia kesini. Perasaan tadi sudah jelas keputusan yang sudah dia berikan. Akhirnya daripada penasaran, Delia membukakan pintunya.


“Ceklek….”


“eh Radit. tumben?” yang ditanya hanya diam saja tak menjawab. Membuat Delia semakin bingung.


“ada apa Dit?” Tanya Delia lagi


“apa kamu membiarkan tamu berdiri terus di depan pintu?” Tanya Radit


“oh iya maaf silakan masuk” Delia mempersilakan Radit masuk.


“kenapa kamu nggak bales pesanku?” Tanya Radit masih dalam mode jutek


“oh iya sorry tadi ponselku ketinggalan tuh” ucap Delia sambil menunjuk ke arah meja yang ada di hadapan Radit dimana ponselnya berada.


“senang yah hab-“


“kamu bisa tunggu sebentar nggak. Aku mau mandi dulu soalnya gerah banget dari tadi” potong Delia, karena sepertinya sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan Radit. dan Radit hanya menghela nafas panjang menganggukkan kepala.


Bukan Delia tidak mau menjawab pertanyaan Radit, namun saat ini dia perlu untuk menyegarkan badannya dulu biar otaknya juga kembali segar. Delia menebak kemungkinan tadi Radit mengetahui dirinya saat bertemu dengan Angga. Pasalnya setelah dia masuk ke apartemen tidak lama Radit datang. Dan kedatangannya ingin menanyakan tentang pertemuannya dengan Angga. Delia paham mood Radit terlihat buruk saat datang tadi. Tapi tidak tahu apa alasan yang mendasari dia sehingga terlihat dingin dan jutek seperti itu.


Setelah selesai mandi badan Delia sudah kembali segar. Dia segera keluar kamar untuk menemui Radit yang menunggunya di ruang tamu. Tidak enak juga kalau terlalu lama membuat Radit menunggu. Tapi sebelum itu Delia pergi ke dapur dulu untuk membuatkan Radit the hijau karena tadi belum sempat membuatkannya minum.

__ADS_1


“maaf menunggu lama” ucap Delia sambil meletakkan tehnya di meja


“hmm” Radit masih jutek


“tadi kak Angga meminta maaf atas perbuatannya” ucap Delia tiba-tiba seakan tahu maksud Radit


“nggak penting” Radit masih jutek


“dia meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya padaku. Namun aku tidak mempermasalahkan tentang itu-“


“jadi kamu memaafkannya dan mau kembali lagi dengannya” potong Radit tidak terima dengan perkataan Delia


“ishh… dengerin dulu aku belum selesai bicara” kesal Delia, dan Radit hanya mengangguk


“aku tidak mempermasalahkan perbuatan kak Angga. Namun yang membuat aku kecewa adalah kak Angga telah menghianati kepercayaan yang selama ini aku berikan padanya. Apa pun yang dia katakana aku selalu mempercayainya, namun apa yang aku dapat. Dia bilang selama seminggu dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dan dia juga bilang sedang diluar kota. Tapi kenyataannya dia tidak pergi keluar kota. Dia sudah membohongiku. Menghianati kepercayaanku. Jadi lebih baik aku memutuskan hubungan kami.” Jelas Delia panjang lebar.


“Tapi kenapa kamu tidak mempermasalahkan tentang perbuatan Surya yang sudah nyata dia selingkuh dari kamu Del?” Tanya Radit


“ya awalnya aku memang terkejut melihat perbuatan kak Angga di belakangku. Jujur aku sangat jijik melihatnya. Tapi aku tidak merasa sakit hati karena perselingkuhan kak Angga”


“ko’ bisa Del?” Radit semakin bingung dengan penjelasan Delia


“entahlah… lama aku menjalin hubungan dengan kak Angga, aku sudah berusaha membuka hatiku untuknya. Namun nyatanya aku belum bisa. Aku berusaha memberikan kepercayaan padanya mungkin suatu saat nanti aku bisa mencintainya. Namun tetap saja aku belum bisa. Kenyataan pahit lagi-lagi terulang. Dulu aku pernah memberikan sebuah kepercayaan pada kekasihku dan aku sangat mencintainya, namun dengan teganya dia menghianatiku. Dia selingkuh di belakangku. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Aku dulu sangat mencintainya setelah kejadian itu aku menutup hatiku rapat-rapat. Dan saat menjalani hubungan dengan kak Angga memang tidak ada cinta di hatiku. Aku hanya merasa nyaman saja dengannya dan satu lagi aku ingin membalas budi karena dia pernah menyelamatkan nyawaku” Delia menjelaskan panjang lebar.


Radit sangat tahu tentang masa lalu Delia, karena mantan kekasihnya yang sahabatnya Delia dulu pernah menceritakan tentang Delia. Dan orang yang dimaksud mantan kekasih Delia itu adalah Satya, sepupunya sendiri.

__ADS_1


“ehm… kamu nggak pulang dit?” Tanya Delia setelah sadar bahwa dia sudah curhat dengan Radit, padahal dia tidak berniat menceritakan masa lalunya.


“kamu ngusir aku”


“eh bukan gitu maksudku. Kalau kamu masih belum mau pulang, biar aku masak dulu sekalian nanti kita makan malam bareng”


“eh jangan Del, nggak usah masak. Gimana kalau kita makan diluar aja? Di sebelah apartemen kamu setahuku ada resto. Kita makan malam disana aja yuk. Kan deket. Jadi kita jalan kaki aja”


Akhirnya Delia menerima ajakan Radit untuk makan malam diluar. Delia setuju saja karena memang jarak resto yang dituju tidak jauh-jauh dari apartemen.


Sesampainya di resto, mereka memesan makanan. Kemudian makan. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Mereka hanya diam sambil menikmati makanannya. Setelah selesai barulah mereka ngobrol ringan.


“jadi semenjak kamu dihianati oleh mantan kamu, sampai saat ini kamu belum juga membuka hati kamu Del?” Tanya Radit ingin memastikan.


Karena Radit dulu pernah mendengar sendiri kalau Delia pernah mencintainya saat dia masih menjadi kekasih Viviane. Dan Delia pun tahu kalau Radit sudah mengetahuinya. Radit ingin memastikan lagi benarkah Delia dulu mencintainya atau hanya obsesi semata.


“belum” jawab Delia ragu. Karena tidak mungkin tidak mengatakan bahwa dia mencintai Radit. delia belum bisa membuka hati untuk Angga karena memang hatinya sudah terbuka untuk Radit. tadi saat mengatakan bahwa dia belum bisa membuka hatinya setelah putus dengan mantan kekasihnya itu semua bohong. Entahlah Delia tidak mau mengakui perasaannya yang sebenarnya. Delia masih ingat bahwa Radit pernah mengatakan bahwa ada orang yang sedang ia tunggu. Jadi Delia lebih baik diam saja.


“ehmmm gitu.. padahal dulu kamu pernah bilang kalau-“


“udah yuk kita pulang. Aku tadi lupa masih ada sedikit berkas yang belum aku selesaiin. Kak Fadhil pasti sudah menunggu emailku” potong Delia cepat.


Dia tidak ingin Radit mengungkit masa lalu itu. Buat apa juga menanyakan lagi kalau nyatanya Radit sedang menunggu seseorang. Radit menghela nafas, setelah itu dia membayar makanannya dan segera pulang.


Radit tidak ikut masuk ke apartemen Delia lagi, karena kelihatannya Delia sedang terburu-buru. Jadi dia memutuskan langsung pulang saja.

__ADS_1


*TBC


*_author newbie_💕💕


__ADS_2