Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 94


__ADS_3

Hari ini baby sitter buat Kayola akan datang. Sebenarnya Delia tidak terlalu membutuhkan baby sitter. Cukup dirinya sendiri dan dibantu oleh Bi Marni sebenarnya tidak masalah.


Bi Marni pembantu yang membersihkan Villa keluarga Delia di kota M telah menjadi pembantu di rumah Delia satu tahun yang lalu. Tugas Bi Marni hanya membersihkan rumah dan juga terkadang memasak. Namun kadang kala juga membantu merawat Kayola saat usianya masih 2 tahun.


Jadi pikir Delia tidak terlalu membutuhkan baby sitter untuk merawat Kayola yang sudah berusia 3 tahun. Namun, Radit menolak alasan Delia dan lebih memihak pada saran mertuanya. Bi Marni usianya sudah tidak muda lagi jadi sangat kurang sopan jika sudah memberi tugas membersihkan rumah dan terkadang memasak, harus ditambah lagi dengan merawat Kayola.


Niat Ibu Delia menyarankan untuk mencari baby sitter tidak hanya untuk merawat Kayola saja, tapi untuk membantunya nanti saat Delia melahirkan anak keduanya. Jadi Radit sangat menyetujui usulan mertuanya. Dan hari ini, baby sitter yang telah direkomendasikan buat Kayola akan datang.


Ting tong….


Bel ruamh berbunyi. Kemudian Bi Marni membukakan pintu dan mempersilakan tamunya masuk.


“Delia dan Radit ada Bi?” Tanya Ibu Delia yang baru saja masuk dengan seorang wanita.


“Nyonya Delia sedang di kamarnya non Kay. Kalau Tuan Radit di kantor”


“baiklah. Minta tolong bibi panggilakan Delia ya”


“Baik nyonya”


Beberapa saat kemudian Delia sudah datang ke ruang tamu sambil menuntun Kayola yang sambil membawa boneka kesayangannya.


“Ibu… mau datang ko’ ngg telepon dede’ dulu?”


“sudah beberapa kali ibu telepon kamu tapi tidak juga kamu angkat” kesal Ibu Delia


“hehehe…. Ponsel dede’ di kamar kayaknya. Soalnya sejak tadi asyik sama Kay”


“Ya sudah ini kenalin Bi Santi baby sitter yang akan membantu kamu merawat Kay”


Delia mengangguk tersenyum pada mbak Santi. Kemudian mereka berjabat tangan memperkenalkan diri.

__ADS_1


Bi Santi adalah salah satu baby sitter yang diambil dari salah satu agen penyedia jasa khusus baby sitter. Usianya 42 tahun. Dia sudah berpengalaman menjadi baby sitter kurang lebih 10 tahun. Kinerjanya juga cukup bagus. Sangat telaten dan sabar dalam merawat anak kecil. Dan yang penting penyayang terhadap anak kecil karena sifatnya yang keibuan.


Meskipun Delia belum sepenuhnya tahu tentang bagaimana kerjanya Bi Santi nanti, tapi dengan melihatnya saja Delia yakin bahwa nanti Kay juga cocok dengan pola asuhnya.


Sekarang saja dia sudah meladeni Kay yang sedang berceloteh dan Kay sudah terlihat akrab.


Ibu Delia bersyukur melihat kedekatan Bi Santi dengan cucunya. Pilihannya tepat. Memang Ibu Delia sengaja memilih baby sitter yang usianya matang karena dirinya tidak ingin terjadi sesuatu hal jika baby sitter yang dibawanya seusia Delia. bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti akan terpesona dengan menantunya. Zaman sekarang kan sedang viral pelakor dengan berbagai macam kedok. Maka dari itu Ibu Delia tidak ingin itu terjadi.


“mari Bi, saya antar ke kamar Bi Santi” ucap Delia dan diangguki oleh Bi Santi.


Delia memberikan kamar buat baby sitternya dekat dengan kamar Kay yang berada di lantai dua. Delia memang sudah menyiapkannya kemarin. Namun sepertinya Bi Santi terlihat kurang setuju karena baginya terlalu bagus kamarnya. Apalagi berada di lantai dua bukan satu lantai dengan pembantu.


“ini terlalu bagus buat saya Nyonya”


“tidak apa-apa Bi. Kalau Bi Santi tidurnya di kamar yang ada di lantai bawah bagaimana jika bisa melihat Kay? Takutnya saya juga tidak sempat karena memang kondisi saya yang terkadang lemas hamil anak kedua ini”


Bi Santi seketika tersentak kaget. Memang sebelumnya dia belum tahu kalau majikannya ini sedang hamil muda. Jadi dia pikir lebih baik kamarnya di lantai bawah saja. Dan dia pikir Kay tidurnya juga masih dengan orang tuanya. Ternyata tidak. Sejak usia dua setengah tahu Kay sudah diajari tidur sendiri tapi tetap dengan pengawasan orang tuanya.


“tidak apa-apa bi”


Kini waktu sudah sore. Saat ini Delia sudah berada di dalam kamarnya setelah tadi habis menemani Kay bermain sebentar. Delia mengambil ponselnya. Dia ingin menelepon suaminya untuk memberitahu bahwa baby sitter Kay sudah datang. Namun panggilannya tak kunjung mendapat jawaban dari sang suami hingga 3x. akhirnya Delia memberitahunya melalui pesan.


Mungkin suaminya sedang sangat sibuk atau sedang ada meeting. Delia meletakkan ponselnya di atas nakas. Dan tiba-tiba saja rasa kantuk menyerangnya. Padhal tadi siang sudah tidur. Sekarng sudah sore pun dia masih mengantuk. Karena sudah tidak bisa ditahan lagi akhirnya Delia tidur.


***


Radit melihat jam tangannya menunjukkan pukul 17.30. dia baru saja keluar dari ruangan meeting. Radit lupa tidak mengabarkan pada istrinya kalu akan pulat telat. Kemudian dia meraih ponsel yang ada di saku jasnya. Ternyata ada panggilan sampai 3x dari istrinya. Dia lupa karena tadi mengubah ponselnya dalam mode hening. Sambil berjalan, Radit tersenyum melihat pesan dari istrinya. Dia tidak membalasnya karena sebentar lagi pulang.


“mari Tuan Radit saya permisi pulang dulu” ucap seorang wanita yang berjalan mendahului Radit


“iya silakan Nona Vera” balas Radit sambil mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Kemudian Radit melanjutkan langkahnya untuk segera pulang. Hari ini Radit pulang dengan mengendarai mobil sendiri. Biasanya Kevin yang selalu setia mengantar dan menjemputnya. Tapi hari ini tidak.


Akhir-akhir ini Radit memang sering membawa mobil sendiri ke kantor. dia tidak ingin terlalu merepotkan Kevin. Mengingat istri Kevin yang sedang hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan, jadi Radit memberi waktu banyak pada Kevin untuk siap siaga saat istrinya melahirkan nanti tanpa ada beban memikirkan untuk mengantar jemput dirinya.


Radit kini sudah sampai di rumah. Dia masuk ke dalam rumah dengan disambut oleh tawa sang putri kesayangan. Seketika rasa lelah karena seharian bekerja hilang begitu saja saat melihat tawa sang putri cantiknya.


Radit melihat seorang wanita sekitar umur 40 tahunan yang sedang menemani Kay bermain. Radit tahu bahwa itu adalah baby sitter yang tadi sudah diceritakan istrinya. Setelah saling memperkenalkan diri sebentar, Radit segera naik ke lantai atas.


Radit masuk kamarnya. Dan pemandangan yang dilihat adalah istrinya yang sedang tidur dengan posisi membelakanginya. Istrinya tidur hanya memakai baju tidur tanpa berbahan tipis. Seketika membuat Radit menelan salivanya kasar.


Radit meletakkan tas kerjanya dan melepas sepatunya. Kemudian naik ke ranjang mendekati istrinya yang sedang tidur.


“sayang bangun!!” bisiknya pelan tepat di telinga Delia


Delia melenguh pelan sambil perlahan membuka matanya.


“eh.. Mas Radit sudah pulang. Maaf mas aku ketiduran”


“hmm… nggak apa-apaa. Sayang temenin suamimu ini mandi ya” Delia membelalakkan matanya kaget.


“tapi mas aku sudah mand-mmmmhhhh”


Radit segera membungkam mulut istrinya dengan bibirnya. Dan sedetik kemudian Radit menggendong istrinya masuk ke kamar mandi.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2