Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 172


__ADS_3

Keesokan harinya Kay sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit karena memang tidak ada luka serius pada dirinya maupun kandungannya. Sementara Bram belum diperbolehkan pulang sampai luka bekas tusukan di perutnya benar-benar sembuh.


Kay pulang ke rumah orang tuanya dan mungkin akan tinggal disana beberapa hari sampai Bram dinyatakan sembuh dan sudah boleh pulang. Vito juga akan pulang ke kota J jika nanti Bram sudah sembuh. Dia juga akan menyelidiki siapa pelaku yang telah berani mencoba membunuh istrinya.


Saat ini Kay sudah berada di dalam mobil bersama Vito. raut wajah Vito tampak tenang karena keadaan istrinya sudah membaik dan tidak ada yang dikhawatirkan. Tapi pikiran Vito masih tertuju pada si pelaku pembunuhan.


“Mas, kenapa?” Tanya Kay.


“Nggak kenapa-napa Sayang. Apa kamu ada sesuatu yang kamu inginkan?” Tanya Vito berusaha mengalihkan pertanyaan Kay. Dan Kay menggeleng.


Beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi Vito dan Kay sudah sampai di rumah orang tua mereka. Kay segera masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh Vito.


“Sayang, apa kamu sudah sehat? Lalu bagaimana keadaan Bram?” Tanya Delia cemas.


“Kay sudah sehat Mom. Bram juga sudah sehat, hanya perlu menunggu lukanya kering saja.” Jawab Vito.


Setelah itu Vito segera mengajak istrinya masuk ke dalam kamar agar segera beristirahat. Kemudian Vito menemui Daddynya yang tengah sibuk di ruang kerjanya.


“Ada apa Dad?” Tanya Vito saat sudah duduk di kursi berhadapan dengan Radit.


“Daddy tadi sudah dari kantor polisi untuk menyelidiki kasus percobaan pembunuhan yang ditujukan pada Kay. Dan dari hasil rekaman cctv cefe, ada seorang pria yang terlihat sengaja menusuk Kay dengan menggunakan pisau. Tapi sayangnya wajah pelaku sangat sulit dikenali karena dia memakai topi dan masker. Pelaku pun begitu cepat menghilang disaat semua orang sedang berkerumun.” Ucap Radit.


“Apa tidak bisa dilihat dari mana asal si pelaku itu Dad? Harusnya bisa dilihat gerak-garik mencurigakannya saat baru saja masuk café?”


“Itulah yang menyebabkan pihak kepolisian kesulitan. Dalam rekaman cctv itu tiba-tiba saja si pelaku sudah dekat dengan istri kamu dan dengan cepat Bram berlari memeluk Kay.


Sepertinya pelaku sudah meretas sebagian cctv agar tidak bisa dilacak. Apa kamu mencurigai seseorang?” ucap Radit sekaligus bertanya pada Vito.


Vito masih terdiam setelah mendengar penjelasan Daddynya. Terlebih saat mengatakan bahwa Bram sempat memeluk istrinya. Berani sekali dia menyentuh istrinya. Apakah memang dia sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan?


Oh ayolah Vito jangan memikirkan tentang itu. Kalau nggak ada Bram juga pasti Kay sudah mendapat luka tusukan atau bahkan lebih mengerikan.


Vito segera menghilangkan pikiran buruknya pada Bram. Sekarang dia harus mencari tahu siapa pelaku itu. Dan motif apa yang mendasarinya? Saat ini dalam otak Vito hanya ada satu nama yang dia curigai, yaitu Evan. Tapi bukankah Evan sangat menginginkan istrinya. Lantas buat apa dia mencoba membunuh Kay. Tidak dirinya saja. Apakah rencana Evan sudah berubah. Apakah dia sakit hati karena pumutusan hubungan kerjasama sehingga dia lebih memilih membalaskan dendamnya dengan melukai istrinya.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Tanya Radit karena sejak tadi melihat Vito terdiam.

__ADS_1


“Vito nggak tahu Dad siapa yang melakukan ini semua. Tapi apa mungkin itu semua perbuatan Evan. Tapi Vito nggak punya cukup bukti jika menuduhnya.” Jawab Vito.


Vito dan Radit menghembuskan nafasnya kasar. Mereka berdua masih bingung memikirkan siapa pelaku yang sebenarnya.


***


“Bodoh!!! Apa yang kamu lakukan pada Kay? Aku minta kamu untuk menculiknya dan membawa ke villa ini. tidak melukainya. Untung saja yang terluka hanya bodyguardnya. Apa jadinya jika Kay yang terluka?” umpat seorang pria pada orang suruhannya.


“Maaf Tuan. Mohon dengarkan dulu penjelasan saya.” Ucapnya.


“Apalagi yang yang perlu kamu jelaskan? Dasar Bodoh!!” umpatnya lagi.


“Tapi Tuan, saya berani bersumpah. Itu semua bukan perbuatan saya. Sewaktu saya akan menghampiri Nona Kay yang baru saja keluar dari toilet, jalan saya dihalangi oleh seseorang. Dan kejadian itu begitu cepat. Orang yang menghalangi jalan saya itulah yang berusaha menusukkan sebilah pisau ke arah Nona Kay tapi mengenai bodyguardnya.” Terangnya.


“Apa???” tanyanya terkejut.


Evan yang memang sengaja mengikuti Kay pulang ke kota B hanya untuk menemuinya, Evan menyuruh seseorang untuk mengikuti Kay dan menculiknya. Evan juga sudah berpesan pada orang suruhannya agar tidak sampai melukai Kay.


Namun saat Evan mendengar kabar bahwa Kay terluka, dia sangat marah dan menuduh orang suruhannya yang melakukan semua itu. Tapi ternyata bukan. Lalu siapa orang yang tega melakukan percobaan pembunuhan pada wanita yang diam-diam telah mencuri hatinya.


“Aku nggak akan membiarkan siapapun melukai wanitaku.” Gumam Evan.


***


Setelah menebus beberapa obat untu Bram, Desi segera menghampiri Bram yang sedang duduk di ruang tunggu. Setelah itu mengajaknya pulang ke rumah orang tua Kay.


Sejak kedatangan Desi pagi ini sampai diperbolehkan pulang, Bram sama sekali tidak mengucapkan sesuatu. Desi sangat heran, ko’ ada makhluk hidup seperti Bram. Tapi Desi tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting dia sudah melakukan perintah atasannya.


“Mana kunci mobilnya?” Tanya Bram saat sudah sampai tempat parkir.


“Buat apa? Biar aku saja yang nyetir. Kamu kan baru saja sembuh.” Jawab Desi.


“Ya sudah aku pulang naik taksi saja.” Jawab Bram datar dan pergi meninggalkan Desi begitu saja.


“Tunggu!! Ini kuncinya.” Ucap Desi sambil memberikan kunci mobilnya pada Bram.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dengan Bram yang duduk di belakang kemudi. Desi pun ikut cuek saat melihat Bram hanya fokus menyetir dengan pandangan lurus ke depan.


Sesampainya di rumah orang tua Kay, Bram segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Disana sudah ada Vito dan Kay yang menunggunya.


“Bram, bagaimana keadaan kamu?” Tanya Kay.


“Saya sudah sehat Nyonya. Terima kasih.” Jawab Bram.


“Justru aku yang berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan aku.” ucap Kay.


“Itu sudah menja-“


“Aku tunggu kamu di ruang kerja Daddy Bram!” ucap Vito cepat dan segera pergi meninggalakn Bram dan istrinya.


Vito malas sekali mendengarkan ucapan terima kasih istrinya pada Bram. Terlebih mengingat saat Bram memeluk istrinya. Membuat darah Vito mendidih. Mau marah juga tidak sepantasnya. Karena Bram yang telah menyelamatkan istrinya.


Saat ini Vito, Radit, dan juga Bram sudah berada di ruang kerja Radit. Vito sudah menjelaskan pada Bram tentang hasil rekaman cctv saat kejadian naas itu. Bram hanya terdiam dan mencoba berpikir tentang siapa pelaku penusukan itu.


“Beri saya waktu untuk mencari pelaku itu Tuan. Saya janji akan menemukan siapa orang yang telah mencoba membunuh Nyonya Kay.” Ucap Bram yakin.


.


.


.


*TBC


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Gift


Happy reading😘😘🤗


__ADS_2