Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 161


__ADS_3

Vito sedang menunggu di ruang tunggu setelah beberapa saat yang lalu membawa istrinya ke rumah sakit. Perasaan Vito benar-benar kacau. Saat ini dia masih belum bisa berpikir jernih. Namun yang pasti saat ini keselamatan istrinyalah yang paling utama. Vito berharap tidak terjadi sesuatu dengan istrinya maupun calon buah hatinya.


“Bagaimana keadaan menantu Papa?” Tanya Gio yang baru saja tiba setelah tadi Vito mengabarkan.


“Pa! Kay masih diperiksa oleh dokter.” Jawab Vito.


Kemudian Gio ikut duduk di sebelah Vito. pria paruh baya itu tampak sangat khawatir dengan keadaan menantu dan calon cucunya. Entah apa yang sebenarnya telah terjadi pada Kay hingga bisa dilarikan ke rumah sakit. Dan melihat keadaaan Vito yang begitu kacau, Gio mengurungkan niatnya untuk menanyakan penyebabnya.


Cklek


Pintu ruangan IGD dibuka. Seketika Vito dan Gio berdiri dan menghampiri dokter yang telah memeriksa Kay.


“Bagaimana keadaan istri saya Dok?” Tanya Vito.


“Istri anda saat ini sedang tidur setelah saya beri obat melalui cairan infus. Dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Untung saja anda segera membawa istri anda ke rumah sakit, karena detak jantungnya tadi sangat lemah. Mungkin akibat shock.” Tutur dokter panjang lebar.


“Terima kasih Dok!” jawab Vito.


Beberapa saat kemudian terlihat beberapa perawat mendorong brankar dimana ada Kay yang sedang tertidur. Vito memandang istrinya sendu. Berjuta perasaan bersalah bersarang dalam hatinya. Andai saja dirinya tidak membentak istrinya seperti tadi, mungkin kejadian seperti saat ini tidak akan pernah ada.


Vito dan Papanya berjalan di belakang perawat yang sedang mendorong brankar Kay menuju ruang rawat inap. Setelah itu beberapa perwata tadi meninggalkan ruangan VVIP dimana Kay dirawat.


“Sayang, maafkan aku!” ucap Vito sambil memegang tangan istrinya dengfan lembut.


Mungkin akibat pengaruh obat, Kay sama sekali tidak merespon apa yang baru saja Vito katakan. Kemudian Vito memutuskan untuk duduk bersama Papanya.


“Ada apa sebenarnya?” Tanya Gio pelan.


“Ini semua salah Vito Pa!” jawab Vito.


“Kalau tidak ada penyebabnya tidak mungkin akan seperti ini.” ucap Gio.

__ADS_1


Vito menghela nafas panjang sebelum menjelaskan semua kejadian pada Papanya. Vito menceritakan awal mula dimana setelah memeriksakan kandungan Kay. Dokter mengatakan bahwa tekanan darah Kay sedikit tinggi. Lantas Vito menanyakan pada istrinya tentang sesuatu yang mungkin sedang mengganjal hati istrinya.


Gio mendengarkan dengan seksama. Setelah itu Vito melanjutkan ceritanya dimana Kay merasa sangat tidak nyaman dengan perbuatan Evan yang merupakan salah satu partner bisnisnya. Dan disitulah Vito meluapkan amarahnya pada Kay hingga akhirnya Kay sangat terkejut dan tiba-tiba pingsan.


“Ini semua salah Vito Pa!” ucap Vito.


“Sudah jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Yang penting istri kamu sudah baik-baik saja. Mulai saat ini lebih baik kamu menjaga jarak dengan Evan.” Ucap Gio.


Gio juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan ankanya. Tapi tidak juga membenarkan perbuatan Vito pada menantunya. Mau bagaimana pun juga suami tidak boleh membentak istrinya apalagi di saat emosi sedang memuncak.


“lebih baik kamu istirahat. Papa tadi sudah menghubungi Mommy kamu juga. mungkin nanti malam akan sampai sini.” ucap Gio kemudian.


“Papa menghubungi Mommy?” Tanya Vito kaget.


Gio tahu sepertinya Vito takut jika Mommy dan Daddynya marah saat mendengar penyebab Kay masuk rumah sakit. Tapi mau bagaimanapun juga Delia dan Radit harus diberitahu kabar ini.


“Tenanglah nggak usah cemas. Semuanya baik-baik saja.” Ucap Gio.


Kay perlahan mengerjapkan matanya. dia melihat sekeliling. Saat akan menggerakkan tangan kirinya ternyata ada selang infus yang tertancap pada pergelangan tangannya. Setelah itu tanpa sengaja tangan kanannya menyentuh sesuatu yang ternyata kepala seseorang yang sedang menelungkup.


“Mas!” panggil Kay lirih.


“sayang, kamu sudah bangun?” ucap Vito dengan terkejut sekaligus lega.


“Aku haus Mas.” Ucap Kay.


Kemudian Vito mengambil segelas air putih untuk diberikan pada istrinya. Perlahan Vito membantu Kay memposisikan tubuhnya agar duduk setelah itu meminum segelas air putih.


“Terima kasih Mas.” Ucap Kay.


“Sayang, maafkan aku. aku tadi benar-benar nggak bermaksud membuat ka-“

__ADS_1


“Sudahlah Mas, nggak apa-apa. Yang penting Kay dan anak kita selamat. Maaf Kay baru bisa jujur pada Mas tentang tadi.” ucap Kay memotong ucapan suaminya.


Vito merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya. Meskipun masih menyimpan penyesalan mendalam, tapi Vito sudah lega karena tidak terjadi sesuatu yang membahayakan pada istri dan calon buah hatinya.


Malam harinya seperti yang dikatakan oleh Papanya, Delia dan Radit sudah tiba di rumah sakit setelah beberapa saat yang lalu pesawat yang mereka tumpangi mendarat di kota J.


Delia sangat khawatir sejak mendengar kabar tentang Kay yang dilarikan ke rumah sakit. Dan saat sudah tiba dan berada di ruang rawat Kay, wanita paruh baya itu sedikit lega karena keadaan anaknya sudah membaik. Setelah berbincang-bincang beberapa saat, Radit mengajak Vito untuk keluar dari ruang rawat Kay. Radit akan menginterogasi menantunya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Kay.


Vito tampak gugup dan takut saat berhadapan dengan Daddynya. Vito juga siap jika Daddynya akan memarahinya.


Namun berbeda dengan Radit. pria itu tampak tenang dan siap mendengarkan bagaimana kronologinya hingga Kay bisa dilarikan ke rumah sakit.


Vito perlahan menceritakan kejadian itu dengan perasaan was-was siap menerima amukan Daddynya. Namun Radit hanya menggut-manggut saja tanpa memberi tanggapan yang pasti.


“Maafkan Vito dad!” ucap Vito.


“Kamu harus berhati-hati dengan Evan. Mungkin dia partner bisnis yang menguntungkan tapi kamu tidak tahu pasti ada maksud lain apa yang disembunyikan oleh Evan dari kamu. Tidak hanya Evan, itu berlaku untuk semua partner bisnis kamu lainnya.” Radit menasehati dan Vito hanya mengangguk paham.


***


Sementara itu seorang pria tampan sedang duduk termenung di balkon kamar apartemnnya. Pria yang sudah berstatus sebagai suami dan calon ayah itu tampak gusar. Setelah perpisahannya dengan sang mentan kekasih beberapa waktu yang telah lama, nyatanya pria itu tidak bisa sepenuhnya melupakan wanita yang sangat ia cintai itu. Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi wajah wanita itu setiap hari bermain-main dalam benaknya.


Arrggghhhhh


Rey mengacak rambutnya frustasi. Dia merutuki nasib buruk yang terjadi pada dirinya. Kenapa bayang-bayang Kay selalu menghantuinya. Ingin sekali dirinya nekat menculik Kay agar wanita itu hanya akan menjadi miliknya. Tapi Rey masih mempunyai akal sehat dan dapat berpikir waras untuk tidak melakukan itu semua. Tapi bagaimana caranya untuk melupakan wanita itu. Rey benar-benar pusing.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2