
“Papa saya memiliki golongan darah AB dok!”.
Ucap seseorang dan membuat semua orang menoleh. Kemudian Xavier segera menuju ruang perawatan Omanya yang kebetulan sedang sakit dan dirawat di rumah sakit ini. Xavier melangkahkan kakinya cepat untuk memanggil Papanya.
Xavier tergesa-gesa menuju ruangan Carissa bersama Papanya sebelum mendonorkan darahnya. Karena Papanya sedikit heran saat anaknya meminta dirinya untuk mendonorkan darahnya untuk teman Xavier. Selama ini Charles tidak pernah mendengar Xavier dekat dengan seorang perempuan. Namun raut mukanya begitu cemas saat ada salah satu temannya sedang membutuhkna donor darah yang kebetulan sama dengan golongan darahnya. Terlebih teman Xavier adalah perempuan.
Wajah Charles seketika memucat saat melihat seorang perempuan terbaring di atas brankar rumah sakit dengan mata terpejam dan wajah yang pucat pasi.
“Ayo Pa buruan. Carissa secepatnya harus mendapatkan donor darah.” Ucap Xavier.
Namun Cherles menulikan pendengarannya. Pria paruh baya itu justru melangkah mendekati Carissa. Kemudian membelai wajah Carissa dengan tangan bergetar. Xavier semakin dibuat heran dengan sikap Papanya.
“Li…Liora. Viera!” gumamnya lirih dengan sudut air mata yang sudah berair.
Sedetik kemudian Charles segera keluar dari ruangan Carissa dan menuju ruangan dimana darahnya akan diambil. Nyawa Charles seolah ingin ikut melayang saat melihat wajah Carissa. Senang dan sedih bercampur jadi satu. Yang terpenting saat ini dirinya harus segera menyelamatkan nyawa Carissa.
Beberapa saat setelah pengambilan darah, dokter segera melakukan operasi terhadap Carissa sekaligus melakukan pengangkatan janin dalam rahimnya. Sementara itu Barra dan Xavier setia menunggu jalannya operasi pada Carissa. Sedangkan Vito dan Jenny menuju ruangan dimana Kay dirawat.
Sementara di sebuah taman rumah sakit yang tidak terlalu ramai sedang ada tiga orang duduk di sebuah kursi saling berhadapan. Satu seorang laki-laki dan dua diantaranya adalah sepasang suami istri.
Sejak tadi Silvia dan Adnan dilanda bingung dan cemas saat seorang pria di hadapannya masih terdiam dengan tatapan tajam.
“Katakan pada saya, siapa perempuan itu?” Tanya Charles.
“Dia anak saya Tuan.” Jawab Silvia dengan suara lirih dan bergetar.
__ADS_1
“Katakan dengan jujur!” ucap Charles tajam.
Adnan mengusap lembut tangan istrinya yanh terlihat ketakutan. Dia yakin kalau istrinya tidak mau kehilangan Carissa. Tapi Adnan sudah bertekat untuk mengungkapkan kebenaran.
“Maaf Tuan. Memang Carissa bukan anak kandung kami.” Ucap Adnan dan membuat Silvia menoleh ke arah suaminya.
“Kami yang menemukan Carissa sekitar 21 tahun yang lalu saat kami sedang berlibur.” Ucap Adnan.
Charles yang sejak tadi nada bicaranya tegas dan tajam, perlahan pria itu terlihat rapuh. Dia sangat yakin kalau Carissa adalah salah satu anaknya yang dinyatakan meninggal bersama sang istri saat sedang perjalanan bisnis dan pesawat yang ditumpangi oleh istrinya dengan salah satu anak kembarnya mengalami kecelakaan.
“Maafkan kami Tuan. Kami tidak pernah berniat buruk pada Carissa yang sudah saya anggap seperti anak kami sendiri. Saat itu saya melihat ada pesawat kecelakaan dan jatuh di atas perairan dekat pantai dimana kami sedang berlibur. Kami melihat tangis seorang balita sekitar berusia 3 tahun yang hampir tersapu ombak. Sepertinya balita itu memang lolos dari maut setelah terombang ambing oleh ombak lautan. Dan tidak jauh dari tempat balita itu ada seorang wanita yang saya tidak tahu keadaannya masih hidup atau sudah meninggal. Kami hanya berusaha menyelamatkan balita itu sebelum pasukan relawan datang. Hingga akhirnya kami membawanya ke rumah sakit setelah itu kami membawanya pulang. Maafkan kami, karena saat itu kami mengakui Carissa kecil sebagai anak kami. Karena pernikahan kami belum dikarunia anak. Jadi kami berniat akan merawatnya.” Ucap Adnan panjang lebar.
Charles terdiam mendengarkan cerita Adnan. Dia sudah bisa memastikan kalau Carissa adalah salah satu anak kembarnya. Ditambah lagi Silvia mengeluarkan sebuah kalung dari dalam dompetnya yang sepertinya memang sengaja dia simpan disana. Dalam kalung itu ada liontin bertuliskan inisial “x2”.
“Kamu dimana Liora? Apakah kamu masih hidup?” Tanya batin Charles setelah mendengar cerita Adnan.
Memang saat terjadi kecelakaan itu Charles sedang berada di luar kota. Dia berjanji akan menyusul istrinya yang memang rutin 6 bulan sekali pergi untuk menilik bisnisnya sekakigus liburan. Saat itu Liora hanya mengajak Xaviera karena sang kakak sedang sakit dan ditinggal bersama Oma dan Opanya.
Dan saat Charles pergi ke tempat dimana istrinya mengalami kecelakaan. Dia harus menerima kenyataan pahit bahwa istri dan anaknya dinyatakan meninggal. Namun pihak relawan tidak menemukan jasad Liora dan Xaviera karena sebagian korban juga ada yang sudah tenggelam di lautan dan tidak bisa ditemukan. Dari kejadian itulah membuat jiwa Charles sangat terguncang.
“Kalung ini memang benar milik salah satu anak kembar saya. Terima kasih kalian sudah merawat anak saya dengan baik selama ini.” ucap Cahrles.
Beberapa jam kemudian operasi Carissa sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Kini Carissa sudah dipidahkan ke ruang rawat inap, namun masih belum sadarkan diri.
Barra memutuskan untuk pulang setelah mengetahui kabar Carissa sudah berhasil menjalani operasinya. Dan kini hanya ada kedua orang tua angkat Carissa, Charles, dan juga Xavier yang berada di samping Carissa.
__ADS_1
“Viera. Papa sangat merindukan kamu Nak.” Ucap Charles memandang sendu wajah Carissa.
“Viera siapa Pa?” Tanya Xavier bingung karena memang dia belum tahu apa-apa.
“Xavier, dia adalah Xaviera. Saudara kembar kamu yang telah lama hilang.” Ucap Charles.
Xavier semakin tidak mengerti dengan ucapan Papanya. Karena memang selama ini dia tidak pernah tahu kalau dirinya memiliki saudara kembar. Karena Papanya ataupun keluarga lainnya tidak pernah memberitahunya. Setahu Xavier, Papanya tidak pernaha membahas tentang keluarganya semenjak Mamanya meninggal saat usianya masih 3 tahun.
“Apa maksud Papa? Xavier nggak ngerti Pa.” Tanya Xavier.
“Maafkan Papa yang tidak pernah memberitahu kamu kalau kamu memiliki saudara kembar. Dan dia adalah Xaviera adik kamu.” Ucap Charles.
Xavier sangat terkejut mendengarnya. Jadi selama ini dia memiliki saudara kembar. Bahkan saudaranya adalah seseorang yang sangat dekat dengannya. Xavier baru sadar kalau dulu saat pertama kali bertemu dengan Carissa, dia seperti pernah bertemu dengan perempuan itu sebelumnya. Bahkan dia juga ikut merasakan hal aneh jika Csrissa sedang mengalami masalah. Jadi semua itu adalah ikatan batin antara dirinya dan Carissa. Karena mereka saudara kembar.
“Benarkah Pa dia adalah adik Xavier?” Tanya Xavier dan mendapat anggukan kepala dari Papanya.
.
.
.
*TBC
Hmmmm sudah terjawabkan...😁😁😍😍
__ADS_1