
Sesuai dengan jadwal penerbangan, hari ini Radit sudah menuju ke bandara ditemani oleh Viviane. Selama perjalanan menuju bandara tadi Radit hanya diam saja sibuk dengan pikiran dan perasaannya yang sedang kacau. Viviane yang melihat keterdiaman Radit merasa aneh dan bingung. Karena tidak biasanya Radit seperti itu, biasanya juga dia yang lebih bawel daripada Viviane.
"Ehm... sayang ada yang ketinggalan nggak" tanya Viviane tiba-tiba. "nggak ada" jawabnya cuek.
"aku ada salah ya sama kamu, dari tadi ko' diem terus" tanya Viviane lagi. Setelah itu Radit menyadari bahwa dari tadi dia nyuekin. Dia merasa bersalah, karena masih ada Delia dalam pikirannya. "hmmm nggak apa-apa, cuma mikirin pekerjaan saja" ucapnya berbohongn
Kini mereka sudah berada di depan gerbang keberangkatan. Viviane memeluk erat Radit tanda perpisahannya. “Hati-hati ya sayang... Aku pasti akan kangen banget deh sama kamu. Karena kamu bakal lama pulangnya” rajuk Viviane karena daritadi melihat perubahan sikap sang kekasih, dia berniat mencairkan suasana. “hmmm....iya” jawab Radit singkat sambil mengacak rambut Viviane disertai kecupan lembut di keningnya. “ya udah aku pergi dulu ya, kamu baik-baik disini” pamit Radit. “siap sayangku... Aku akan baik-baik saja karena aku sudah tidak sabar menanti hari bahagia kita 3 bulan lagi” jawab Viviane antusias.
Sementara Radit mengingat akan janjinya pada Viviane yang dia ucapkan sendiri beberapa jam yang lalu sebelum ke bandara, hati Radit terasa diremas-remas karena teringat dengan Delia. Kacau lagi hatinya. Sesaat dia membayangkan bagaimana nanti dengan perasaan Delia saat mengetahui dirinya akan bertunangan dengan Viviane? akankah pertunangannya nanti melukai perasaan Delia? Apa yang harus Radit lakukan. Mau maju salah, mundur pun salah. Mau maju untuk tetap melangsungkan pertunangannya dengan Viviane, pasti akan melukai perasaan Deliam Sebaliknya, jika mundur dan membatalkan pertunangannya maka Viviane lah yang akan sakit hati. Radit sangat frustasi dengan perasaannya sendiri.
Akhirnya Radit hanya mengangguk sebagai jawaban dari pernyataan Viviane dan segera pergi menuju pesawat.
Dan setelah mengantar kepergian Radit, Viviane berniat akan pergi ke rumahnya Delia, tetapi tidak jadi karena tadi dia sudah ada janji dengan temannya untuk mampir sebentar ke rumahnya.
Kini Viviane sudah berada dalam apartemennya. Daritadi dia menghubungi Delia melalui panggilan suara karena pesannya tidak dibalas ataupun dibaca sama sekali. Lama melakukan panggilan telepon, tidak juga ada tanda-tanda panggilan diterima. Akhirnya Viviane akhirnya menyerah.
Dalam hatinya bertanya, kemana Delia? Tidak biasanya dia mengabaikan pesannya bahkan tidak mengangkat teleponnya. Viviane semakin gelisah. Takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. Tapi tadi dia sempat datang ke apartemen untuk memberikan baju pesanannya. Terus kemana dia sekarang?
#flashback on
Tadi setelah Radit pamit pada Viviane untuk keluar sebentar, waktu balik lagi ke apartemen dia membawa makan siang untuk berdua sambil membawa paper bag dengan logo dee_ta olshop.
__ADS_1
“lho... Sayang kamu ko' bawa paper bag itu? Dari mana” tanya Viviane. “ oh ini, aku tadi ketemu Delia di basement apartemen, terus dia kasih ini ke aku katanya buat kamu” bohong Radit, karena nyatanya paper bag itu tadi tanpa sengaja dijatuhkan oleh Delia saat dia shock mendengarkan dirinya sedang bercengkrama dengan Viviane. “oh gt” jawab Viviane singkat tetapi masih merasa aneh. Kenapa sudah sampai di basement ko' tidak langsung masuk saja, malah dikasihkan ke Radit.
#flashback off
Lelah memikirkan Delia, akhirnya dia tidur. Mungkin besok dia akan menemuinya saat di kampus.
Berbeda dengan Radit yang kini sudah berada di kota J. Tempat dimana dia bekerja membantu memajukan perusahaan sang ayah. Semenjak dari kepulangannya konsentrasi Radit terpecah antara pekerjaan, Viviane, dan Delia. Tapi sepertinya Delia lah yang mendominasi memenuhi pikirannya saat ini.
Radit tidak menyangka bahwa Delia yang selama ini menjadi sahabat kekasihnya itu menaruh hati padanya. Padahal dia sempat men'judge bahwa dia adalah cewek matre dan ganjen pada laki-laki. Karena itu yang dilihat oleh Radit dengan mata kepalanya sendiri. Tapi sekarang kenyataannya apa. Dia mengakui bahwa dia telah jatuh cinta pada dirinya. Mengingat itu membuat Radit senyum-senyum sendiri tidak jelas.
Rasanya di dalam perut dan kepalanya saat ini sedang banyak kupu-kupu yang terbang. Dan tiba-tiba ingat perkataan terkhir Delia bahwa dia berharap tidak bertemu dengan dirinya lagi. Apa-apaan itu. Radit rasanya tidak terima, dan merasakan sesak dalam dadanya seakan-akan tidak rela kalau Delia benar-benar menjauhinya.
Keesokan harinya Viviane seperti biasanya pergi ke kampus karena ada jadwal bimbingan skripsi. Sebenarnya tidak hanya itu saja, dia juga akan menemui sahabatnya, Delia.
Di tengah kesibukannya, Delia tidak menyadari kehadiran Viviane.
“dorrr..... Sibuk banget ya non?” teriak Viviane mengagetkan.
“ehhh iya, maaf lagi fokus jadi nggak tau ada kamu” jawab Delia pura-pura terkejut. Padahal sebelumnya dia sudah tau akan kedatangan Viviane. Hanya saja dia berusaha untuk mengindar, sesuai dengan apa yang diucapkan pada Radit kemarin.
“Tumben nih, mana bodyguard kamu? Buruan sana pergi. Aku nggak mau ya jadi obat nyamuk kalian” Delia berusaha basa-basi
__ADS_1
“Tenang aja, dia uda balik ke kota J ko''' jawab Viviane.
Sejenak Delia ingat tentang apa yang dikatakannya kemarin, bahwa dirinya berharap tidak bertemu dengan Radit lagi. Dan benar saja, dia mengabulkan perkataannya dengan pergi jauh dan berharap tidak bertemu dengan dirinya. Delia merasakan dadanya sesak saat mengetahui kepergian Radit. Entah kenapa, padahal dia sendiri yang berharap tidak akan bertemu lagi.
“Helloooo.... Malah bengong nih anak!!” teriak Viviane menyadarkan
“uups sorry... Maklum banyak orderan nih jadi bingung” kilah Delia
“Oh iya, mksih ya bajunya kemari. Btw, kenapa nggak langsung masuk aja Del kemarin? Malah kamu titipkan Radit?” tanya Viviane. “oh itu, soalnya aku mendadak dapat telpon dari ibu suruh cepetan pulang” jawab Delia. “oh berarti Radit mengatakan seperti itu pada Viviane” batin Delia.
“Oh iya del, aku punya kabar bahagia lhoo!” “emang apa'an? Awas kalau nggak bahagia beneran” jawan Delia
“kalau ini beneran kabar bahagia Del. Karena Radit 3 bulan lagi akan pulang” jawab Viviane
“yahhh bahagia dari mananya? Malah lama gitu pulangnya. Biasanya kan tuh bodyguard kamu sebulan sekali pulangnya” sela Delia
“Dengerin dulu dong aku belum selesai ngomongnya. 3 bulan lagi aku dan Radit akan bertunangan”
Duaaarrrrrrrr....!!!
*maaf bila banyak typo dimana-mana🙏🙏
__ADS_1
*jangan lupa jempolnya ya...👍👍
Salam _author newbie_ 😘😍