
Vito menghentikan langkahnya saat melihat Rey tengah berada di depan ruang operasi. Vito memastikan lagi pada Bram apakah saat ini dirinya tidak salah mendatangi orang. Tapi Bram mengatakan benar. Vitntao mencoba menginga-ingat tentang foto wanita yang diduga adalah pelaku yang mencoba membunuh istrinya. Ya, Vito ingat. Dia pernag melihat wanita itu saat pernikahannya dulu. Jadi, wanita yang bernama Stefi adalah istri Rey dan juga pelaku percobaan pembunuhan pada Kay.
“Tuan, apa Tuan mengenali pria itu?” Tanya Bram penasaran.
Vito masih bergeming. Dia masih memikirkan istri Rey yang mencoba membunuh istrinya. Atas dasar apa wanita itu sampai tega melakukan perbuatan keji itu. Bukankah dia juga sudah menikah bahkan sebentar lagi menikah. Tanpa menjawab pertanyaan Bram, Vito segera menghampiri Rey dan akan mengatakan semuanya. Namun langkah Vito terhenti saat seorang dokter baru saja keluar dari ruangan operasi.
“Mohon maaf Tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain. Istri anda tidak bisa terselamatkan karena pasca operasi, pasien mengalami komplikasi. Untuk anak anda, masih harus kami inkubasi dulu.” Ucap Dokter.
Vito dan Bram mendengar itu semua. Mereka berdua juga melihat bagaimana raut muka Rey saat mendengar istrinya meninggal. Rey terduduk kembali di depan ruang operasi itu. Bahkan dia tidak melihat saat jenazah istrinya dipindahkan ke kamar jenazah.
“Maafkan aku Stef! Aku memang suami yang tidak berguna.” Gumam Rey yang didengar Vito, karena saat ini Vito sudah berada di samping Rey.
Merasa ada seseorang sedang berdiri disampingnya, Rey mendongak. Dia tidak percaya kalau Vito ada di rumah sakit ini.
“Kamu?” ucap Rey heran.
“Aku turut berduka cita.” Ucap Vito.
Namun Rey tidak lagi mempedulikan Vito karena saat ini dia harus mengurus jenazah istrinya untuk segera dimakamkan. Vito pun perlahan meninggalkan rumah sakit bersama Bram. Mungkin bukan saat yang tepat untuk menceritakan semuanya pada Rey di saat seperti ini.
Keesokan harinya Vito dan Bram mendatangi rumah Rey. Selain untuk mengucapkan berbelasungkawa, Vito juga ingin mengatakan apa yang telah diperbuat oleh mendiang istri Rey. Meskipun Vito sudah memaafkan kesalahan wanita itu, tapi Rey berhak tahu semuanya.
“Aku turut berduka cita atas meninggalnya istri kamu Rey.” Ucap Vito.
“Terima kasih.” Jawab Rey datar.
Mereka bedua masih terdiam. Vito masih bingung bagaimana cara mengawali pembicaraan ini pada Rey. Dia sepertinya tidak tega karena melihat wajah Rey yang masih terlihat sedih.
“Ada apa kamu datang kesini?” Tanya Rey datar.
“Aku kesini untuk mengucapkan rasa belasungkawa pada kamu atas meninggalnya istri kamu. Dan ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu.” Ucap Vito.
“Apa maksud kamu?” Tanya Rey.
Akhirnya Vito menceritakan semuanya pada Rey. Tentang peristiwa penusukan yang terjadi pada Kay di salah satu café di kota B beberapa bulan lalu. Vito mengatakan kalau Kay aman karena Bram dengan sigap melindunginya. Awalnya Rey sangat terkejut mendengarnya. Tapi setelah itu dia heran, kenapa Vito menceritakan padanya. Vito menarik nafasnya dalam, dia mengatakan kalau orang yang melakukan percobaan pembunuhan itu adalah orang suruhan dari dari Stefi.
Wajah Rey memucat. Dia tidak percaya kalau istrinya sampai bertindak seperti itu pada wanita yang masih dia cintai. Setahu Rey, Stefi adalah wanita yang berhati lembut dan tidak mungkin melakukan perbuatan keji itu.
__ADS_1
“Ini semua memang salahku.” Ucap Rey sendu.
“Apa maksud kamu?” Tanya Vito.
Sebelum menceritakan, Rey terlebih dulu meminta maaf pada Vito karena selama ini masih menyimpan perasaannya pada istrinya. Kemudian Rey menceritakan kalau selama masa kehamilan Stefi, Rey sama sekali tidak pernah peduli. Bahkan dia menganggap kehamilan Stefi adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Rey juga menceritakan setelah Stefi melahirkan, dia sepakat akan bercerai dengan istrinya. Dan ternyata benar, pernikahannya berakhir. Namun maut lah yang memisahkannya.
Mungkin Stefi menganggap semua itu adalah kesalahan Kay. karena Kay, suaminya tidak pernah sama sekali memperhatikan janin dalam kandungannya. Stefi sangat yakin kalau suaminya masih mencintai Kay. jadi dari situlah dia ingin mencoba membunuh Kay karena sakit hati.
“Aku minta maaf. Aku janji tidak akan mengusik keluarga kamu lagi. Aku akan fokus membesarkan anakku. Apakah kamu mau memaafkan aku?” ucap Rey.
“Baiklah. Aku pegang janji kamu.” Jawab Vito.
Akhirnya setelah mendatangi kediaman Rey, hari itu juga Vito dan Bram memutuskan untuk pulang ke kota J. Vito merasa lega karena satu persatu masalahnya teratasi. Setelah ini dia akan bersiap-siap menyambut kelahiran anak pertamanya dari seorang istri yang sangat dia cintai.
***
Kini Vito sudah menginjakkan lagi kakinya di kota J. dia menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk memenuhi rongga-rongga paru-parunya. Dia sangat merindukan istrinya yang selama dua hari ini ia tinggalkan. Setelah itu Vito dan Bram segera pulang ke rumah.
Vito masuk ke dalam rumah. Namun suasana rumah terlihat sepi. Kemana penghuni rumahnya saat sore begini. Kalau Papanya sudah pasti ada di resto. Tapi kemana istrinya.
“harum sekali istriku.” Ucap Vito sambil memeluk Kay dari belakang.
“Mas? Ko’ nggak kasih kabar kalau sudah pulang?” Tanya Kay.
“Kejutan dong Sayang.” Jawab Vito sambil terus mengendus aroma wangi dari rambut istrinya.
“Mas mandi dulu ya, biar aku siapin air hangat.” Ucap Kay dan Vito mengangguk tersenyum.
Kay berdiri dan berniat akan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat buat suaminya mandi. tapi tiba-tiba saja Kay meringis sambil memegangi perutnya.
“aww,, sshhhh”
“Sayang, kamu kenapa? Mana yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit sekarang.” ucap Vito panik.
“Mas tenang ya, jangan ikutan panik. Sebentar lagi hilang ko’ rasa sakitnya. Ini hanya kontraksi palsu.” Ucap Kay berusaha tenang.
“Tapi kamu kesakitan Sayang. Sejak kapan kamu seperti ini?” Tanya Vito.
__ADS_1
Kay memegang lengan suaminya dengan lembut dan mengajak duduk di bibir ranjang. Kay mengatakan kalau dia mengalami kontraksi palsu sejak kemarin. Dan berdasarkan informasi tentang kehamilan yang di abaca, ini hanya kontraksi palsu. Dan itu biasa terjadi pada kehamilan yang mendekati proses persalinan.
“Tuh kan Mas, sekarang aku sudah tidak merasakn sakit lagi. Sekarang aku siapkan air hangat dulu buat Mas mandi.” ucap Kay kemudian.
“Nggak usah Sayang. Aku bisa siapkan sendiri. Kamu istirahat saja. Dan aku minta satu hal Sayang.” Ucap Vito.
“Apa Mas?” Tanya Kay.
“Nanti melahirkannya operasi saja ya Sayang. Aku nggak mau lihat kamu kesakitan seperti tadi. dan pastinya akan lebih parah dari ini.” bujuk Vito, dan Kay menggelang ssambil tersenyum.
“Mas, aku ingin berusaha melahirkan secara normal dulu. Kalau Mas takut, aku nggak maslah jika Mas nggak bisa menemani aku nanti. Biar Mom saja yang menemani.” Ucap Kay kemudian dan Vito hanya bisa pasrah.
***
Sementara itu di salah satu club terkenal di kota J, tampak Evan sedang menikmati malamnya sambil menenggak minuman beralkohol.
“Hai Sayang, bagaimana tentang penawaranku tempo hari? Apakah kamu sudah memikirkannya.” Ucap seorang wanita yang baru saja datang dan bergelayut manja pada Evan.
“Aku nggak mau. Aku belum siap jadi gembel.” Jawab Evan.
“Oh come on baby! Bukannya kamu sangat menginginkan wanita itu? Begitu juga aku yang sangat menginginkan pria itu. Jadi kita bisa bekerja sama.” Ucap si wanita lagi.
.
.
.
*TBC
Mohon bersabar ya... authornya msh suka muter²😂😂✌️✌️
jgn lupa utk selalu tinggalkan jejaknya. ok👌👌 lope u full😘😘😘😘😘😘😘😘😘
yang blm mampir ke sequel novel Mencintai Kekasih Sahabatku yuk buruan baca. dan ikutin GA nya. lumayan kan nanti reader yg beruntung akan dapat pulsa 50k lho. yuk buruan dibaca karena sebentar lagi mau tamat.💕💕🤗🤗
__ADS_1