Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 254


__ADS_3

Saat ini ada lima orang sedang duduk di ruang makan untuk sarapan bersama sebelum memulai aktivitasnya masing-masing. Dan dari lima orang tersebut raut mukanya berbeda-beda. Dan disini Xavier lah yang menampakkan wajah mendung.


Bagaimana tidak. Pagi ini dia ada jadwal meeting dan harus berangkat awal, namun saat di meja makan dirinya dibuat kesal karena harus menunggu penghuni rumah lainnya yang belum kumpul yakni Carissa dan Barra. Menurut aturan yang dibuat Charles, tidak boleh mendahului makan sebelum semua penghuni rumah berkumpul semua. Alhasil Xavier terpaksa mendatangi kamar sang adik karena terlalu lama berada di kamar.


“Kenapa Kak kok wajahnya ditekuk gitu?” Tanya Carissa tak merasa berdosa.


Sedangkan Xavier hanya memberengut kesal dan kembali melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan sang adik.


“Ngapain juga sih buru-buru lagian kamu kan pemimpin meetingnya Sayang.” Ucap Alana.


“Bagaimanapun juga kan Xavier harus memberi contoh yang baik Ma.” Jawab Xavier.


Charles dan Alana saling lirik. Mereka berdua sangat salut dengan sifat kepemimpinan anak laki-lakinya. Namun saat melihat raut wajah pasangan pengantin baru yang berbeda dari biasanya, Charles dan Alana tersenyum tipis. Apakah telah terjadi sesuatu diantar mereka. Hanya Barra dan Carissa yang tahu.


Selesai sarapan, ketiga pria penghuni rumah itu segera pergi ke kantor untuk memulai aktivitasnya masing-masing. Hari ini adalah hari yang paling behagia buat Barra dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meskipun semalam dirinya gagal tempur, itu tak menjadikan masalah baginya. Yang terpenting Barra sangat bahagia dengan hubungannya dengan sang istri yang semakin membaik. Bahkan Barra masih mengingat rasa manis dari bibir sang istri saat tadi pagi sebelum keluar kamar.


***


Hari ini adalah hari dimana butik baru Carissa dibuka. Dalam peresmian butik barunya ini Carissa juga turut mengundang beberapa temannya sesame designer. Dan tak terlewatkan juga ibu mertua dan adik iparnya.


“Selamat ya Kak atas pembukaan butik barunya. Semoga makin sukses.” Ucap Jenny.


“Terima kasih.” Jawab Carissa.


Semua tamu sudah berkumpul disana. Memang acaranya tidak terlalu resmi. Hanya berisi ucapan terima kasih dari Carissa atas kehadiran tamu undangan. Setelah itu acara potong pita, dan diakhiri dengan ramah tamah.


Semua tamu undangan tidak menyangka kalau designer muda yang hasil designnya sering memenangkan kontes peragaan busana ternyata adalah putri salah satu pengusaha terkenal dan terkaya yaitu Charles Darandra.


Acara itu berlangsung sangat meriah. Carissa juga tidak menyangka kalau acara pembukaan butiknya ini semeriah ini. bahkan Papanya sampai mencarikan sponsor untuk mempromosikan hasil rancangannya.


“Pa, terima kasih banyak atas semua ini.” ucap Carissa sambil memeluk Papanya.


“Apapun akan Papa lakukan demi putri cantik Papa ini.” Jawab Charles.


Setelah semua anggota keluarga memberikan selamat untuk Carissa, acara selanjutnya yitu bersantai. Tamu undangan bebas melakukan apa saja sambil menikmati hidangan yang tersedia. Namun beberapa designer yang masih membutuhkan ilmu, mereka melihat-lihat hasil design baju Carissa sambil melakukan wawancara kecil terhadap Carissa.


Setelah selesai menajwab beberapa pertanyaan dari tamu undangannya, Carissa mencari keberadaan sang suami yang sejak tadi tidak kelihatan. Carissa berjalan mengelilingi beberapa orang untuk mencari suaminya.


Deg

__ADS_1


Tiba-tiba saja hati Carissa berdenyut saat melihat sang suami sedang berbicara dengan seorang perempuan cantik. Tidak hanya itu, suaminya juga tampak akrab dan sesekali menynggingkan senyumnya saat sedang bicara. Carissa mengurungkan niatnya menhampiri sang suami saat melihat ada seorang wanita paruh baya menghampiri sang suami dan Barra mencium tangan wanita itu.


Carissa memilih mundur dan bergabung dengan anggota keluarga yang lain karena hatinya sedang tidak baik-baik saja.


“Kenapa kamu seperti itu Mas, setelah aku membuka hatiku untukmu.” Batin Carissa.


Sementara itu Xavier yang juga hadir dalam acara, dia sejak tadi menyunggingkan senyumnya kala melihat kehadiran perempuan cantik yang selama ini tanpa dia sadari telah mengisi hatinya. Perempuan itu tampak anggun dengan gaun yang tertutup.


“Ternyata dia masih mengingat pesanku.” Batin Xavier.


Setelah itu Xavier menghampiri Jenny yang kebetulan sedang sendiri dan sambil melihat-lihat koleksi gaun pengantin Carissa.


“Ehm, ada apa dengan gaun pengantin itu? Sejak tadi dilihatin terus.” Tanya Xavier.


“Bagus sekali gaunnya. Aku ingin memakai gaun itu jika nanti menikah.” Jawab Jenny tanpa melihat si penanya.


“Memangnya sudah ada calonnya?” Tanya Xavier.


“Belum sih, tapi sudah tampak hilalnya.” Jawab Jenny sambil terkekeh dan Xavier pun ikut tersenyum.


“Oh ya. Siapakah pria yang beruntung itu?” Tanya Xavier lagi penasaran.


“Entahlah, laki-laki itu telah rela melepas sweaternya hanya demi menutup tubuhku yang terbuka.” Jawab Jenny sambil membayangkan wajah Xavier.


Xavier tidak lagi bertanya. Karena jujur saja saat ini hatinya sangat berbunga-bunga setelah mendengar jawaban Jenny. Sedangkan Jenny merasakan ada yang aneh dengan dirinya yang tiba-tiba saja nyerocos tanpa rem dan tanpa melihat orang di sebelahnya yang telah memberikan beberapa pertanyaan.


“Kak Xavier!!!” pekik Jenny sambil menutup mulutnya terkejut.


Sedangkan Xavier hanya tersenyum sambil menampakkan barisan gigi putihnya. Jenny tidak bisa berkutik lagi. Dia sangat malu dengan apa yang baru saja diucapkan.


“Maaf Kak. Aku permisi dulu.” Ucap Jenny dan segera pergi namun lengannya dicekal oleh Xavier.


“Apakah sweaterku masih kamu simpan?” tanay Xavier.


“Ah iya Kak. Besok aku kembalikan. Maaf.” Jawab Jenny.


“Nggak usah dikembalikan. Buat kamu saja, itung-itung obat kangen.” Jawab Xavier dan Jenny tak mempedulikan Xavier lagi.


Back to Barra dan Carissa.

__ADS_1


Acara pun selesai. sejak tadi Barra belum menemui sang istri. Setelah mengantar pulang seorang perempuan dan wanita paruh baya sampai depan, kini Barra baru menghampiri sang istri.


“Sayang, aku cari ternyata disini.” Ucap Barra tanpa dosa.


Carissa hanya diam saja dan mengacuhkan suaminya. Barra mengerutkan keningnya saat melihat sikap dingin istrinya.


“Ada apa lagi ini ya Tuhan. Apa arti kode itu. Dan apa kesalahanku.” Tanya batin Barra.


“Oh iya Sayang, tadi aku nggak sengaja bertemu Clara. Ternyata mamanya juga ikut kamu undang. Aku tadi ingin mengenalkan kamu padanya tapi dia buru-buru pulang.” Ucap Barra.


“Buru-buru pulang kok ngobrolnya santai dan sangat asyik gitu.” Gumam Carissa dalam hati.


Fix, istrinya sedang marah. Karena lagi-lagi Carissa terdiam saat Barra mengajaknya berbicara. tapi Barra juga sangat gemas melihat bibir manyun sang istri kalau sedang marah seperti ini.


Acarapun selesai. Barra dan Carissa kini dalam perjalanan pulang. Carissa masih memasang mode ngambeknya level 10. Barra pun yang tak tahan diacuhkan seperti itu, dia memutar balik mobilnya yang sebentar lagi akan sampai rumah. Barra melajukan mobilnya mencari tempat yang sepi. Carissa tampak bingung saat suaminya tidak jadi pulang.


“Mau kemana sih Mas? Aku capek.” Ucap Carissa.


“Tuh kan bisa ngomong juga.” batin Barra.


Kini Barra sudah mengehntikan mobilnya di tepi jalan yang tampak sepi. Setelah itu dia melepas sabuk pengamannya.


“Ngapain berhenti disini?” Tanya Carissa kesal.


“Sekarang kamu sudah bicarakan. Beda dengan tadi yang ditanya diam terus.” Ucap Barra dengan suara datar dan membuat Carissa sedikit tersentak.


“Kenapa? Ada apa? Katakan jika aku salah Sayang, jangan kebiasaan diam seperti ini.” Tanya Barra.


“Aku nggak suka Mas akrab dengan perempuan tadi.” jawab Carissa singkat kemudian membuang muka.


Barra masih tampak berpikir tentang siapa perempuan yang dimaksud istrinya. Setelah tahu bahwa dirinya tadi hanya ngobrol dengan Clara, Barra menyunggingkan senyumnya.


Klik


Dengan cepat Barra melepas sabuk pengaman Carissa dan segera manarik tubuhnya hingga Carissa kini sudah duduk di pangkuan Barra. Tak perlu menunggu lama, Barra langsung menyambar bibir Carissa.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2