Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 258


__ADS_3

Malam harinya Barra mengajak Carissa pulang ke kota J. selain keadaan Carissa sudah baik-baik saja, Barra juga tidak ingin berlama-lama disini kalau hanya membuat phobia sang istri datang lagi. Alana dan Charles sebenarnya tidak setuju dengan keinginan Barra yang lebih memilih pulang terlebih dulu mengajak istrinya. Namun Barra berusaha untuk meyakinkan kalau lebih baik istrinya istirahat di rumah saja. Dan meminta mertuanya untuk tetap menikmati liburannya.


“Sayang, maafkan Mama kalau kejadiannya bakal seperti ini.” ucap Alana saat Carissa dan Barra sudah membawa kopernya.


“Sudahlah Ma. Mama nggak perlu merasa bersalah seperti ini. Viera baik-baik saja. Dan Viera pulang lebih dulu hanya karena tidak ingin membuat Mas Barra semakin khawatir.” Balas Carissa.


“Mas, bagaimana kalau kita juga ikut pulang saja sekalian?” pinta Alana pada suaminya.


“Jangan Ma!! Ini kan liburan Mama dan Papa. Tenang saja Viera baik-baik saja kok. Mama dan Papa percaya sama kami.” Sergah Carissa cepat.


Setelah melakoni sedikit adegan drama antara Carissa dan Alana, akhirnya Barra berpamitan pada mertuanya untuk pulang ke kota J terlebih dulu. Sedangkan Xavier sejak tadi tidak tampak batang hidungnya. Entah kemana, Barra pun tidak peduli.


Kini Barra dan Carissa sudah berada dalam pesawat yang baru saja lepas landas. Carissa tampak bergelayut manja pada lengan Barra. Setelah seharian kemarin tidak bertemu dengan sang suami, membuat perempuan berparas cantik nan kalem itu semakin manja. Entah karena hormon dari menstruasinya yang menyebabkan dia seperti itu, atau memang Carissa adalah sosok yang sangat manja.


Barra yang melihat istrinya seperti semakin gemas. Andai saja sang istri sedang tidak kedatangan tamu bulanannya, pasti dirinya akan menunda keberangkatannya dan memilih untuk mampir ke hotel dulu untuk menuntaskan hasratnya. Namun sayang sekali dia harus bersabar terlebih dulu. Bukankah buah kesabaran adalah kenikmatan yang tiada tara.


Setelah melalui perjalanan udara kurang lebih satu jam, akhirnya Barra dan Carissa sudah tiba di kota J. mereka sampai sekitar pukul 10 malam dan memilih langsung pulang.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja?” Tanya Barra saat berada dalam taksi yang mereka tumpangi.


“Iya Mas. Aku baik-baik saja. Aku hanya masih ngantuk saja.” Jawab Carissa.


Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di rumah. Mereka segera masuk ke kamar dan membersihkan tubuh masing-masih dan berganti pakaian. Carissa juga langsung merebahkan tubuhnya di atas Kasur empuknya. Demikian juga Barra ikut menyusul sang istri.


Keesokan harinya tepatnya sore hari, Alana, Charles, dan juga Xavier sudah tiba di rumah. Mungkin liburan mereka terkesan tidak begitu menyenangkan setelah ada kejadian buruk yang menimpa anak perempuannya. Alana mengembangkan senyumnya saat melihat anak dan menantunya sedang berada di dapur. Carissa yang sedang memasak untuk menu makan malam dengan Barra yang selalu menempel, membuat mereka berdua tidak menyadari kedatangan orang tuanya.


“Oh, jadi kalian memilih pulang lebih dulu karena tidak ingin kemesraan kalian terganggu oleh kami.” Celetuk Charles tiba-tiba.


“Ma, Pa!” Seru Barra dan Carissa bersamaan.

__ADS_1


“Maaf Ma, Pa kita nggak tahu kalau Mama dan Papa sudah pulang.” Ucap Carissa.


“Iya, kalian terlalu sibuk dengan kemesraan kalian sendiri. Ya sudah kalian lanjutkan dulu. Mama dan Papa akan kea mar dulu.” Ucap Alana dan diangguki oleh keduanya.


Malam pun tiba. Kini mereka berlima sudah berada di ruang makan untuk makan malam bersama. Kedua pasangan itu tampak menikmati makan malamnya. Sedangkan Xavier masih diam saja. Bahkan semenjak kejadian kemarin, Xavier cenderung diam. Dia juga irit bicara dengan Carissa. Mungkin laki-laki itu masih dihantui rasa bersalah atas kejadian yang menimpa adiknya.


Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga seperti biasa. Sedangkan Xavier memilih untuk masuk kamar. namun langkah kakinya terhenti kala mendengar suara bel rumahnya. Karena posisi Xavier yang sedang berdiri, dia memilih untuk membukakan pintu.


“Om, Tante! Silakan masuk!” ucap Xavier saat melihat Kay, Vito, dan juga Jenny datang ke rumah.


Kay dan Vito yang mendengar kabar menantunya baru saja tertimpa musibah saat liburan juga dibuat sangat khawatir. Dan malam ini baru bisa melihat keadaan sang menantu.


Xavier pun mengurungkan niatnya masuk kamar karena ada tamu. Kemudian dia memanggi semua orang yang sedang di ruang keluarga. Alana dan Charles pun tidak menyangka dengan kedatangan besannya.


“Bagaimana keadaan kamu Sayang?” Tanya Kay khawatir.


Kay juga sedikit banyak mengetahui tentang phobia Carissa.


“Carissa baik-baik saja Ma. Terima kasih perhatiannya.” Jawab Carissa.


Kay dan Vito merasa lega setelah mendengar kalau Carissa baik-baik saja. Alana dan suaminya pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan besannya. Mereka kemudian terlibat beberapa obrolan ringan. Sedangkan Xavier yang merasa bosan, memilih untuk keluar dan duduk di teras rumah.


“Kak, kenapa malah disini?” Tanya Jenny yang tiba-tiba saja ikut keluar.


“Kenapa kamu malah kesini?” Tanya Xavier dan mengalihkan pertanyaan Jenny.


“Aku ingin cari angin saja. Apa kakak masih memikirkan kejadian yang menimpa Kak Carissa?” Tanya Jenny karena saat di dalam tadi dia mendengar sedikit tentang kronologi kejadian yang menimpa Carissa meski tidak sepenuhnya menyalahkan Xavier.


“Oh, jadi kamu sudah tahu.” Jawab Xavier datar.

__ADS_1


“Ya tahu sedikit. Tante Alana hanya cerita sedikit kok dan tidak menyalahkan kakak. Kakak nggak usah merasa bersalah seperti itu, namanya juga musibah. Kak Xavier kan juga belum tahu yang sebenarnya sebelumnya.” Ucap Jenny berusaha mengusir kegundahan hati laki-laki yang sedang duduk disampingnya.


“Terima kasih. Tapi sepertinya kakak kamu masih memendam kemarahannya padaku.” ucap Xavier sambil menatap ke depan.


“Kakak jangan khawatir. Maklum karena Kak Barra sangat mencintai Kak Carissa. Lama-lama juga akan baik lagi seperti semula.” Jawab Jenny.


Xavier merasa hatinya sedikit tenang dengan kehadiran Jenny yang berusaha meredam kekalutan hatinya. Dan Jenny pun demikian, dia ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Xavier saat ini.


Beberapa hari setelah kejadian itu, kini Barra sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Carissa juga sudah kembali ke butiknya. Carissa juga ada waktu untuk membawakan makan siang ke kantor suaminya sekaligus makan siang bersama.


“Sayang, apa tamu kamu sudah pulang?” Tanya Barra setelah selesai makan siang.


“Tamu siapa Mas?” Tanya Carissa bingung.


“Ck, tamu bulanan kamu. Bukannya ini sudah hari ke 8?” Tanya Barra sambil berdecak dan membuat wajah Carissa bersemu merah.


“Ehm, sepertinya nanti sore sudah bersih Mas.” Jawab Carissa dengan gugup karena membayangkan apa yang akan terjadi.


“Ya sudah. Nanti malam kita pulang ke rumah Mama ya. Dan mungkin kita akan tinggal disana beberapa hari.” Ucap Barra dan diangguki oleh Carissa.


“Dan jangan lupa siapkan nanti malam yang special buat suami kamu ini.” Ucap Barra sambil mengerling nakal menyorot mata Carissa.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Maaf nggak janji ya kalau nanti bisa doble up🙏🙏


Happy reading🤗😘😘


__ADS_2