Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 78 Ingin Hamil


__ADS_3

Tok..tok..tok…


“masuk” jawab Angga yang masih fokus dengan layar komputer di depannya.


“maaf Pak, ini kopi pesanannya”


“saya tidak memesan kop- VIVIANE!!!!!!”


Seketika itu Angga beranjak dari duduknya dan segera berlari menghampiri Viviane.


“sayang bagaimana kamu bisa berada disini?”


“surprise dong”


Kemudian Angga mengajak Viviane untuk duduk di sofa ruang kerja. Angga tidak menyangka akan kedatangan kekasihnya. Dia sangat terkejut sekaligus bahagia.


'‘ayo ceritakan kapan kamu tiba? Kenapa kamu tidak bilang aku, biar aku yang menjemputmu di bandara. Terus berapa lama kamu disini?”


“ish… banyak banget pertanyaannya” Viviane cemberut menanggapi berbagai macam pertanyaan dari Angga.


“ya udah kamu jawab yang pertama dulu”


“OK. Aku baru saja tiba. Langsung kesini. Terus kenapa aku nggak bilang? Namanya juga mau kasih kejutan ya nggak boleh bilang-bilang dong” Angga langsung mencubit hidung Viviane.


“udah pinter ngeles ya sekarang. Terus berapa lama kamu disini?” Viviane dengan pura-pura memasang wajah sedih mendengar pertanyaan terakhir Angga.


“hei.. kenapa jadi sedih gitu? Apa pertanyaanku telah menyinggung kamu? Maafin aku sayang” Angga merasa sangat bersalah.


“aku…. sudah nggak boleh kerja disana lagi”


“apa??? Kamu dipecat? Kamu tenang saja sayang. Aku akan mengurus semuanya, agar perusahaan itu berubah pikiran tidak jadi memecat kamu”


“aku nggak mau bekerja disana lagi”


“kenapa? Apa kamu nggak menyesal jika benar-benar dipecat? Itu kan pekerjaan pertama kamu. Kamu nggak bisa begitu saja menerima pemecatan itu”


“tapi aku benar-benar nggak mau bekerja disana lagi. Aku bekerja disini saja”


“apa maksud kamu?” Angga Nampak bingung.


“iya. Aku bekerja disini sayang”


“iya nanti aku carikan pekerjaan disini. Tapi aku nggak terima mereka memecat kamu tanpa alasan”


“siapa yang bilang dipecat sih?”

__ADS_1


“maksud kamu?”


“aku nggak dipecat, aku sudah dimutasi ke Indonesia. Ya tepatnya di kota J ini”


“apa???”


Angga langsung memeluk Viviane, dia sangat bahagia hari ini. Selain kedatangan Viviane yang tiba-tiba, dia juga mendapat kabar bahwa Viviane sudah dipindah tugaskan ke negaranya tepat di kota J. kota dimana dirinya tinggal. Hal itu sangat membuat Angga senang, karena setelah ini dia akan selalu berada di dekat kekasihnya setelah beberapa bulan ini menjalani LDR (Long Distance Relationship).


Setelah mereka berdua berbincang-bincang, akhirnya Angga memutuskan untuk mengaja Viviane keluar makan siang sekaligus mencarikan Viviane apartemen baru.


***


Sementara itu kini Radit sedang berada di bandara dengan istrinya. Hari ini Delia akan pulang ke kota B. sesuai dengan apa yang telah mereka sepakati Delia pulang ke kampung halamannya sendirian tanpa didampingi suaminya.


“sayang, nanti kalau sudah sampai kabari aku secepatnya ya”


“iya mas. Tenang saja” Delia menyadari rasa khawatir pada suaminya. Dia berusaha untuk menenangkan.


“sampaikan salamku pada ayah ibu, bang Ade dan juga kak Anin. Secepatnya aku akan menyelesaikan pekerjaan, agar bisa menjemput kamu kesana”


“sudah mas, nggak perlu dipikirin lagi. Aku nggak apa-apa ko’, iya nanti aku sampaikan salam mas Radit pada keluarga di rumah”


Setelah keduanya saling berpelukan karena akan berpisah selama dua hari, akhirnya Delia memasuki pesawat dan segera terbang ke kota B.


Setelah mengantar istrinya, Radit segera pergi ke kantor. dia ingin menyelesaikan beberapa berkasnya sebelum pergi keluar kota meninjau proyeknya. Radit akan pergi keluar kota ditemani dengan asistennya yaitu Kevin.


Akhirnya dia memutuskan untuk membaca majalah yang tersedia di meja penumpang. Dan saat akan mengambil majalah itu, tiba-tiba tanpa sengaja dia melihat seseorang yang sudah duduk disampingnya.


“Pak Wijaya?” Delia terkejut bahwa sejak tadi disampingnya ada Pak Wijaya


“Iya nak Delia. panggil om saja, kan tidak di kantor”


“oh iya om maaf. Om mau kemana? Maaf Delia tidak tahu kalau om duduk di sebelah saya”


“om ada kerjaan di kota B. iya om tahu kalau nak Delia disini namun om tidak enak mengganggu orang yang sedang melamun” ucapnya sambil sedikit menggodanya.


“eh.. Delia nggak melamun ko’ om”


“om paham ko’ namanya juga masih muda, masih pengantin baru. Oh iya kemana nak Radit ko’ nggak ikut?”


Akhirnya Delia menceritakan pada Om Wijaya tentang kepulangannya yang tanpa didampingi suaminya. Mereka berdua juga ngobrol banyak hingga terlihat semakin akrab. Delia menghormati Om Wijaya seperti menghormati orang tuanya, meskipun Om Wijaya adalah papa dari Angga mantan kekasihnya.


Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat, keduanya berpisah dengan tujuannya masing-masing. Delia segera memesan taksi untuk pulang ke rumah orang tuanya. Di dalam taksi Delia mencari ponselnya untuk menghubungi suaminya. Namun panggilannya sedang sibuk. Sepertinya suaminya sedang menelepon seseorang jadi dia tidak bisa meneleponnya.


“Shittt!! Kenapa delia sedang berada di panggilan lain. Telepon dengan siapa dia? Harusnya sekarang dia sudah sampai rumah” Radit sudah berpikiran yang macam-macam.

__ADS_1


Dia sangat kacau memikirkan istrinya. Padahal sejak tadi Kevin sudah menunggu atasannya itu untuk segera pergi.


“Maaf Pak Radit kita harus berangkat sekarang” ucap Kevin pelan


“kamu bisa nggak nunggu sebentar?” bentak Radit tanpa mengalihkan ponselnya yang masih menempel di telinganya. Radit terus menghubungi istrinya.


Sementara Delia juga terus menghubungi suaminya. Dia akan terus menghubungi suaminya sampai panggilannya tersambung. Dia tidak ingin suaminya khawatir tentang keadaannya.


“telepon sama siapa sih mas Radit dari tadi?” gumam Delia. akhirnya Delia mengirim pesan pada suaminya untuk memberitahukan bahwa dirinya sudah tiba. Namun saat sedang mengetik, ada panggilan masuk dari Radit. Delia yang sedang fokus mengetik tanpa sengaja justru menolak panggilan suaminya.


“sialll!! Beraninya kamu menolak panggilanku” Radit mengumpat, dan kini posisinya sudah di dalam mobil. Kevin yang mendengar atasannya mengumpat hanya bisa menggelengkan kepala.


Tidak lama kemudian ada panggilan masuk dari istrinya. Radit segera menjawab panggilan itu.


“kemana saja dari tadi?? Kamu telepon sama siapa? Berani sekarang menolak panggilan suamimu?” Radit belum sempet mendengar sapaan dari istrinya, dia sudah mara-marah.


“mas?”


“kenapa nggak jawab pertanyaanku?”


“mas. Kalau kamu masih emosi nanti saja teleponnya”


Radit mendengus pelan dan berusaha mengontrol emosinya. Delia masih menunggu suaminya tenang.


“bicaralah” kini Radit sudah sedikit meredam emosinya.


Akhirnya Delia berbicara pada suaminya. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di kota B. dan dia juga mengatakan bahwa sejak tadi dirinya juga menelepon suaminya.


Akhirnya mereka berdua sadar kalau panggilan mereka bertabrakan dan menimbulkan salah paham. Setelah itu mereka mengakhiri panggilannya karena Delia sudah sampai rumah.


Kini Delia sudah berada di rumah orang tuanya. Kedatangan Delia disambut hangat oleh semua anggota keluarganya. Awalnya Ibu delia sedikit khawatir dengan kepulangan anaknya yang sendirian tanpa ditemani oleh suaminya.


Ibunya takut terjadi hal buruk dengan rumah tangga anaknya. Namun, setelah Delia menjelaskan semuanya akhirnya Ibu Delia sangat lega.


Delia sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Setelah beberapa bulan menikah, memang baru sempat kali ini dia pulang. Dan kepulangnnya juga karena mendapat kabar gembira dari abangnya yang kini sudah mempunyai seorang bayi lucu yang sangat tampan.


Sebenarnya dalam hati Delia juga ingin segera hamil, namun dia hanya bisa berusaha dan berdoa karena hanya Tuhan lah yang bisa mewujudkannya.


.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


*_author newbie_😍😍💕💕


__ADS_2