
Kini Vito sudah berjalan keluar dari ruangannya. Masih dengan menampakkan aura kemarahannya, Vito masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi meninggalkan kantor. sesampaainya di apartemennya, Vito segera masuk ke dalam kamar mandi. dia mengisi bathup dengan air hangat. Dia ingin berendam agar otaknya bisa rileks.
Saat Vito berendam, pikirannya masih mengingat perbuatan Melly tadi. Sungguh dia tidak menyangka akan perbuatan Melly. Selama ini dia mengenal Melly adalah wanita yang baik dan sopan. Karena dia juga berasal dari keluarga yang terhormat. Tapi siapa sangka bahwa perbuatannya sangat tidak terhormat. Memang dirinya tidak pernah mencintai Melly tapi kejadian tadi sangat tidak bisa dipercaya oleh Vito.
Kini yang harus dipikirkan Vito adalah mencari sekretaris baru yang akan menggantikan Melly. Tadi Vito sudah mengirim email ke bagian HRD agar memecat Melly dan beberapa cleaning servis yang ikut menjadi lawan main Melly. Awalnya orang HRD terkejut dengan perintah atasannya.
Karena semua karyawan tahu kalau Melly adalah kekasih dari atasannya. Namun Vito tidak mau tahu tentang rasa penasaran dari karyawannya.
Beberapa saat kemudian Vito telah menyelesaikan kegiatan mandinya. Setelah berganti pakaian, Vito duduk di atas tempat tidurnya. Terdengar dering ponselnya, ternyata panggilan daari Kay. Vito menerima panggilan itu.
“Malam Kak!” sapa Kay.
“Hmm malam juga.” jawab Vito datar.
“Kakak apa kabar?” Tanya Kay.
“Baik. Kenapa tidak pernah menghubungi kakak? Apa karena kamu sudah bahagia jadi kamu melupakan kakak Kay?” Tanya Vito tiba-tiba dan meninggikan suaranya.
Vito dapat melihat wajah terkejut Kay di balik layar kamera pnselnya. Ya, mereka sedang melakukan panggilan Video. Kay masih terdiam mencerna perkataan Vito.
“Kenapa diam Kay? Mana janji kamu yang akan menceritakan kedekatan kamu dengan Rey. Sampai kamu mau bertunangan dengan Rey pun kamu tidak memberitahuku. Tahu gitu dulu aku nggak ijinin kamu dekat dengan pria manapun kalau ujung-ujungnya seperti ini. Aku nyesel Kay membiarkan kamu dekat dengan pria lain.” Ungkap Vito panjang lebar.
Rasanya Kay hari ini salah menghubungi Vito. Dia tidak tahu kalau keadaan kakaknya sedang jauh dari kata baik-baik saja. Niat Kay menghubungi Vito hanya untuk menanyakan kabar dan dia juga sangat merindukan kakaknya itu. Tapi apa tanggapan yang diberikan oleh kakaknya. Kay juga tidak menyangka kalau Vito mengetahui kabar bahwa dirinya akan bertunangan dengan Rey.
“Maaf Kak! Kak Vito jangan bicara seperti-“ ucap Kay terpotong.
Tut tut tut…
Vito segera memutuskan panggilannya. Dia benar-benar sangat kacau hari ini. Kemudian Vito melempar ponsel ke atas Kasur dan menutup wajahnya dengan bantal. Mungkin saat ini lebih baik dia istiraahat. Agar semuaa masalah yang terjadi hari ini menghilang dari ingatannya.
Kay meneteskan air matanya sambil menatap ponselnya. Dia tidak percaya tentang baru saja yang terjadi. Ada apa dengan Vito? Baru kali ini Kay melihat kakaknya marah. Bahkan yang lebih fatal lagi Vito meminta mengakhiri hubungan kakak adik yang sudah lama mereka jalin.
“Nggak. Aku nggak mau Kak Vito ninggalin aku.” Kay terisak pilu.
Beberapa kali Kay menghubungi Vito tapi sama sekali tidak ada jawaban. Kay bingung harus berbuat apa. Jarak mereka
juga sedang berjauhan.
***
__ADS_1
Keesokan paginya Vito bangun dengan badan yang sedikit rileks. Tidak tegang seperti kemarin. Tapi dia juga tidak melupakan semua masalah yang sudah terjadi. Setidaknya jika hari ini badannya sudah kembali rileks, dia dapat memikirkan solusi yang baik untuk masalahnya.
Hari ini Vito memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. dia sangat yakin kalau Melly akan bersujud meminta maaf padanya. Vito tidak sudi melihat wajah Melly lagi. Jadi dia memutuskan untuk di rumah saja.
Setelah mandi dan Vito membuka pintu apartemennya karena ada kurir datang membawa pesanan makanannya. Setelah sarapan, Vito masuk ke dalam ruang kerjanya. Saat ini yang harus dia pikirkan adalah perusahaannya. Dia harus mencari solusi bagaimana cara mendapatkan pengganti Melly dalam waktu singkat.
Vito melihat daftar kontak di ponselnya. Dia akan menghubungi satu per satu temannya untuk dimintai bantuan. Namun, tanpa sengaja Vito melihat story whatsapp Arsa yang mengatkan.
“Lembur terus!! Diperalat big boss. Lebih baik nganggur gini aja bisa molor sepuasnya”
Setelah melihat story yang ditulis Arsa, terbesit ide Vito untuk merekrut Arsa bekerja dengannya. Karena selama ini yang Vito tahu bahwa Arsa bekerja sebagai asisten bosnya. Jadi apa salahnya mengajaknya bekerja di perusahaannya.
Tutttt
“Halo! Tumben Vit ada angin apa kamu hubungi aku?” Tanya Arsa dengan malas. Karena dia sedang malas-malasan di atas ranjang emouknya.
“besok kamu datang ke kantorku!” ucap Vito.
“Nggak ah malas. Ngapain juga?” jawab Arsa.
“Mulai besok kamu kerja di kantorku!”
Tut tut tut
Keesokan harinya seperti yang dikatakan oleh Vito semalaam, kini Arsa datang ke kantor Vito dengan pakaian santai. Arsa masih mengira ucapan Vito semalam hanya bercanda. Jadi dia dtang ke kantor dengan baju santai, buat jaga-jaga kalau saja memang Vito hanya bercanda.
Ceklek
“Ada apa kamu nyuruh aku kesini?” Tanya Arsa yang baru saja memasuki ruang kerja Vito.
Vito mengernyit heran dengan pria yang empat tahun lemih muda darinya itu datang ke kantornya dengan pakaian seperti orang mau piknik saja.
“Aku nyuruh kamu kesini untuk kerja denganku, bukan untuk ngajak piknik.”
“Ck… aku nggak suka gaya bercanda kamu.” Ucap Arsa tak percaya.
Akhirnya Vito meminta Arsa untuk duduk. Vito menjelaskan maksudnya bahwa memang Vito sedang membutuhkan seseorang untuk membantu meringankan pekerjaannya, lebih tepatnya Vito sedang membutuhkan asisten sekaligus sekretaris. Arsa sangat terkejut saat dimintai oleh Vito agar bekerja di kantornya. Pasalnya pria berusia 25 tahun itu yang selama dua hari ini menyandang gelar pengangguran, akhirnya dapat kembali bekerja. Arsa menerima pekerjaan itu dengan senang hati. Dan mulai besok dia sudah mulai bekerja.
Seminggu berlalu sejak Vito mengatakan pada Kay agar tidak menganggap dirinya lagi sebagai kakaknya, semenjak saat itu Kay berubah menjadi murung. Kegiatan sehari-harinya ia lakukan tanpa semangat. Kedua orang tuanya pun tidak berani ikut campur. Karena baik Delia maupun Radit sulit sekali menghubungi Vito untuk menagjaknya berbicara baik-baik.
__ADS_1
Dengan berubahnya sikap Kay seperti itu, membuat hubungannya dengan Rey juga sedikit berubah. Rey tidak terima dengan perubahan kekasihnya hanya karena masalah sepele. Rey menganggap Kay terlalu kekanak-kanakan.
Padahal Rey juga sudah menasehati Kay agar bisa berpikir lebih dewasa lagi karena tidak selamanya dia bergantung dengan Vito yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri. Namun tetap saja Kay keras kepala. Dia selalu memikirkan Vito.
Keseharian Kay diisi dengan kesibukannya di butik. Kay lebih memilih menyibukkan diri dengan bekerja daripada selalu mengingat Vito. Toh Vito pun sepertinya serius dengan ucapannnya tempo hari. Yang benar-benar tidak mau dianggap sebagai kakak lagi. Padahal Kay tidak tahu saja kalau Vito saat ini benar-benar sangat sibuk dengan perusahaannya.
“Non Kay, ini makanan yang Non pesan tadi” ucap Desi masuk ke dalam ruangan Kay.
“taruh di meja saja Des, aku masih sibuk.” Jawab Kay yang masih fokus dengan designnya.
Desi dapat melihat bahwa akhir-akhir ini Kay terlihat kurang sehat. Wajahnya terlihat sangat pucat dan sepertinya kurang istirahat. Tiap kali ditanya Desi, Kay selalu menjawab baik-baik saja. Akhirnya Desi hanya bisa diam saja.
Setelah meletakkan ayam geprek pesanan Kay, Desi segera pamit keluar dari ruangan Kay. Namun belum sampai membuka pintu tiba-tiba saja,
Bruk
“Non!!!!” teriak Desi panik saat melihat Kay tiba-tiba jatuh pingsan.
Desi segera meminta tolong pada karyawan lainnya untuk membawa Kay ke rumah sakit. Kemudian Desi menghubungi orang tua Kay bahwa saat ini Kay dilarikan ke rumah sakit.
***
Saat ini Vito sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen penting. Sejak tadi ponselnya bergetar namun dia abaikan. Karena baginya pekerjaannya saat ini yang lebih penting.
Ceklek
“Apa kamu tidak bisa masuk tanpa mengetuk pintu terlebih-“ ucap Vito terpotong karena Arsa tiba-tiba masuk dengan wajah panik.
“Kay…Kay dilarikan ke rumah sakit!!” ucap Arsa panic.
“Apa???”
.
.
.
*TBC
__ADS_1