Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 125


__ADS_3

Niat Kay tadi ingin memnjawab ucapan Mommynya, namun dia tidak tahu kalau Vito juga ada disana sedang duduk disamping Mommynya. Tidak tahu kenapa saat melihat tatapan Vito, Kay merasa bersalah.


“Kak Vito?” lirih Kay terkejut.


Sementara itu Vito hanya tersenyum tipis menanggapi Kay yang terlihat kaget dengan kehadirannya di ruang keluarga bersama Mommynya. Meskipun ada rasa sesak yang di hatinya saat melihat binary mata bahagia Kay saat Kay menanggapi omongan Nathan bahwa dia habis berkencan.


“Apakah secepat itu Kay jadian dengan Rey?” batin Vito.


“Ehm, Kay pamit ke kamar dulu!” ucap Kay kemudian.


Setelah beberapa saat kemudian Vito juga pamit ke kamarnya. Dia akan bersiap diri untuk pulang. Rencana pulangnya ke kota J yang semula 2 jam lagi, Vito memutuskan untuk mengubah jadwal penerbangannya. Beruntungnya, ada jadwal penerbangan satu jam lagi. Vito ingin secepatnya pulang, karena dia tidak kuat jika berlama-lama berhadapan dengan Kay yang semakin membuat hati dan pikirannya kacau.


Vito menghubungi Melly kalau jadwal kepulangannya dimajukan. Dan Melly akhirnya ikut pulang bersama Vito juga.


Setelah selesai bersiap, Vito segera bermaitan pada Mommy dan Daddynya yang kebetulan sedang bersantai di taman belakang.


“Dad, Mom, Vito mau pamit pulang sekarang.”


“Loh, bukannya kamu bilang tadi 2 jam lagi pesawatnya take off?” Tanya Delia penasaran.


“Iya Mom, Vito cari jadwal yang lebih cepat karena masih ada urusan.” Jawab Vito.


“Kamu sendirian?” Tanya Radit.


“Nggak Dad, sama Melly juga.”


Akhirnya setelah berpamitan, Vito segera pergi meninggalkan rumah kedua orang tua angkatnya. Tadi Delia sempat akan membangunkan Kay biar sekalian ikut mengantar kakaknya ke bandara. Namun, Vito melarangnya. Dia tidak ingin mengganggu istirahat Delia. tapi bukan itu sebenarnya alasan Vito.


Vito bertemu dengan Melly di bandara. Mereka berdua segera naik ke pesawat. Tampak Melly sangat senang sekali. Karena dia bisa berduaan dan bermesraan dengan Vito saat di dalam pesawat nanti.


Sore harinya, Kay terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam yang menempel pada dinding kamarnya sangat terkejut. Bukankah sore ini kakaknya akan pulang ke kota J. bahkan sekarang dia bangun terlambat. Padahal tadi dia hanya ingin istirahat sebentar karena akan ikut mengantar kakaknya ke bandara.


Tanpa mencuci mukanya, Kay segera berlari menuruni anak tangga. Dia berharap Vito belum berangkat. Atau setidaknya Vito menunda kepulangannya karena menunggu dirinya yang masih tidur.

__ADS_1


“Ish, kakak ini masih ileran sudah turun saja.” Protes Nathan saat melihat kakaknya masih berantakan wajahnya.


Dan dengan santainya Kay malah duduk bergabung disamping Nathan. Sontak Nathan bergidig ngeri dengan tingkah kakaknya yang menurutnya jorok.


“Kak Vito mana Dad?” Tanya Kay pada daddynya.


“sudah pulang.” Jawab Radit.


Kay kecewa saat mendengar jawaban daddynya. Kenapa Vito pulang tidak memberitahunya.


“tadi kakak kamu buru-buru Kay. Bahkan jadwal keberangkatannya saja dimajukan. Mommy tadi juga mau bangunin kamu tapi kakak kamu melarangnya. Katanya nggak enak ganggu istirahat kamu.”


Setelah mendengar penjelasan Mommynya, dengan lesu Kay naik lagi menuju kamarnya. Dia segera masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya. Beberapa saat kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Vito.


Kay menghubungi Vito via video call. Dia akan protes pada kakaknya kenapa pulang tidak berpamitan padanya terlebih dulu. Panggilan pertama segera diangkat. Namun Kay sangat terkejut karena yang menerima panggilan itu bukanlah pemilik ponsel yang sesungguhnya, melainkan Melly. Terlihat Melly sedang berada di sebuah apartemen yang tak lain apartemen Vito.


“Hai Kay!” sapa Melly.


“Oh dia masih mandi. maaf ya Kay tadi ponsel Kak Vito ada di meja ruang tamu jadi aku angkat saja pas ada panggilan video yang ternyata itu kamu.” Terang Melly.


“Oh nggak apa-apa ko’ Mel. Kalian baru tiba?”


“Iya. Ini lagi nungguin Kak Vito sekalian mau ngajak ke rumah karena Papa mengundang makan malam.”


“Siapa Mel?” Tanya Vito yang baru saja keluar dari kamar. Kay dapat melihat penampilan kakaknya yang terlihat masih segar dengan penampilan yang sudah rapi.


Kay terdiam. Mengingat perkataan Mommynya kalau kakaknya mempercepat kepulangannya karena ada urusan mendadak. Jadi urusan mendadak itu adalah menghadiri undangan makan malam dari Papanya Melly.


“Kay?” panggil Vito saat ponselnya sudah diberikan oleh Melly.


“Eh iya Kak. Ya sudah nanti saja Kak hubungi kakak lagi.” Pamit Kay kemudian dengan cepat memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah itu Kay merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kenapa akhir-akhir ini hatinya merasakan sesak saat melihat kedekatan kakaknya dengan Melly. Ada apa dengan dirinya.

__ADS_1


Memang Kay mengakui bahwa dirinya sangat bodoh untuk urusan hati. Dia sangat kurang berpengalaman jika membahas tentang perasaan. Padahal baru saja tadi siang dia sedang masa pendekatan dengan Rey, namun rasanya biasa saja. Tidak ada sesuatu yang menggetarkan hatinya saat dekat dengan Rey. Memang saat pertama bertemu dengan Rey dulu dia sedikit gugup. Tapi sepertinya rasa gugupnya itu bukan karena sedang jatuh cinta. Tapi karena saat itu adalah untuk pertama kalinya Kay berkenalan dengan seorang pria.


Beberapa minggu berlalu. Semenjak Vito mengijinkan Kay untuk dekat dengan lelaki, semenjak itulah Kay juga sudah kembali ceria seperti biasa. Dia juga tak segan-segan untuk menceritakan kedekatannya dengan Rey. Meskipun hubungan yang dilakukan oleh Kay dengan Rey adalah hubungan jarak jauh atau LDR. Karena seperti diketahui bahwa Rey tinggal di kota yang sama dengan Vito.


Vito juga tampak tenang dan selalu mendengarkan dengan baik jika Kay sedang menceritakan tentang Rey. Meskipun dalam hati Vito sangat cemburu. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin dia melarangnya lagi dengan alasan karena mencintainya. Apa yang akan dikatakan oleh papanya jika mengetahui bahwa dirinya mencintai seseorang yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Padahal sebenarnya hal itu sah-sah saja jika terjadi, karena antara dirinya dan Kay sama sekali tidak ada hubungan darah. Tapi Vito juga tidak mau diibaratkan seperti pagar makan tanaman.


Beberapa hari kemudian, Kay sedang sibuk mempersiapkan sesuatu. Kay seperti sedang membungkus sebuah benda yang sepertinya menjadi sebuah kado. Ya, besok adalah hari ulang tahun Vito. Besok rencananya Kay akan terbang ke kota J untuk memberi kejutan pada kakaknya di hari ulang tahunnya yang tepat ke 29. Kay akan datang kesana sendirian karena kedua orang tuanya sangat sibuk.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kay sudah terbang ke kota J. dia sangat senang karena akan memberi kejutan pada kakaknya. Kay sudah membayangkan, pasti Vito nanti sangat terkejut dan tidak menyangka dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


Sesampainya di bandara. Kay melihat jam di tangannya menunjukkan masih pukul 9 pagi. Tidak masalah jika tadi malam Kay tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada kakaknya. Setidaknya akan dia ganti dengan surprise seperti pagi ini.


Kay memutuskan untuk datang ke kantor kakaknya saja. Ini adalah pertama kalinya Kay menginjakkan kakinya di kantor Vito. Kay sendiri sejak tadi sangat gugup sekali saat membayangkan akan bertemu dengan kakaknya.


Setelah menanyakan dimana letak ruangan Vito pada salah satu resepsionis. Kay segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Vito. Kay sangat yakin saat melihat ruangan yang bertuliskan “CEO’s ROOM” tidak mungkin jika itu bukan ruangan kakaknya. Dengan percaya diri Kay perlahan membuka pintu itu.


Ceklek


Mulut kay sudah terbuka namun suaranya tidak bisa keluar karena tertahan dengan pemandangan yang saat ini dia lihat tepat di depan mata.


“Kak?” panggilanya dengan suara yang sangat lirih namun air matanya mengalir begitu deras.


.


.


.


*TBC


Yang blm kasih votenya author tunggu loh😂😂✌️


Like dan giftnya juga😍😍

__ADS_1


__ADS_2