
Hari ini hari yang bahagia bagi Angga dan Viviane pasalnya perusahaan papa Angga sedang merayakan ulang tahun yang ke 30 tahun. Perusahaan yang memproduksi berbagai jenis makanan kemasan itu sudah terkenal hingga pelosok negeri.
Perusahaan yang dikelola oleh Wijaya yang tak lain adalah papa dari Dewangga Surya Wijaya itu dibangun dari nol sebelum Angga lahir ke dunia ini. Tak ayal sepak terjang seorang Wijaya sangat terkenal sebagai pengusaha sukses di negerinya.
Dan bertepatan dengan ulang tahun perusahaan saat ini, Angga akan memperkenalkan Viviane, sosok wanita pengisi hatinya sejak beberapa bulan yang lalu.
Sebelumnya Angga sudah menceritakan pada kedua orang tuanya tentang Viviane, namun kedua orang tua Angga secara langsung belum pernah bertemu dengan calon menantunya. Kedua orang tua Angga senang mendengar kabar bahagia dari putra semata wayangnya itu.
Sejak siang tadi Viviane sudah berada di sebuah salon terkenal di kota J. Angga ingin kekasihnya itu tampil sempurna. Meskipun Viviane sebernarnya sudah cantik, namun tetap saja Angga ingin memperlakukan Viviane bak tuan putri.
“ehm…”
Viviane sudah berada di depan Angga yang sedang menunggunya sambil memainkan ponselnya. Angga tidak percaya dengan sosok wanita yang saat ini sedang berdiri di depannya. Apakah benar itu Viviane kekasihnya. Angga sangat terpukau dengan kecantikan Viviane saat ini. Dengan gaun panjang tanpa lengan berwarna biru, dan rambut pirangnya yang panjang sepunggung digerai indah membuat penampilan Viviane semakin sempurna.
"sayang!!” panggil Viviane sekali lagi karena Angga hanya bengong saja sejak tadi.
“eh iya. Kamu cantik sekali”
“makasih” Viviane tersenyum malu.
Akhirnya mereka berdua segera pergi ke hotel dimana acara diadakan. Sejak tadi angga tak henti-hentinya memegang tangan Viviane dan menciuminya. Angga benar-benar sangat bahagia sebentar lagi dia akan menjadikan Viviane miliknya.
Angga berjanji setelah dia memperkenalkan Viviane pada orang tuanya, dia akan melamar Viviane. Namun dia tidak memberitahukan pada Viviane. Dia ingin memberikan kejutan.
Kini mereka berdua sudah tiba di hotel. Angga menggandeng tangan Viviane untuk masuk menuju hotel.
Acaranya belum dimulai. Angga masih berbincang-bincang dengan rekan bisnis papanya. Kemudian Viviane pamit sebentar pada Angga untuk mengambil minuman sebentar karena dia merasa sangat haus.
Tamu undangan yang hadir sangat banyak, jadi suasananya sangat ramai. Viviane mengaambil segelas minuman dan segera meminumnya. Saat dia akan meletakkan gelas kosongnya tak sengaja pandangannya bertemu dengan seseorang.
Deg
“tidak mungkin” batin Viviane.
Keduanya seperti terkejut namun entah bagaimana sikap keduanya menghadapi keterkejutan itu. Viviane segera pergi kembali dimana Angga berada.
“sudah sayang?” Tanya Angga
“sudah” Viviane mengangguk tersenyum.
“sebentar lagi acara akan dimulai. Setelah papa memberikan sambutan, kita akan kesana menemuinya bersama mama” Viviane hanya mengangguk.
Acara pun dimulai, kini MC sudah membuka acaranya, kemudian MC tersebut mempersilahkan pada papa Angga untuk memberikan sambutan. Saat nama papa Angga disebut, Viviane tidak begitu mendengarkan. Pikirannya kacau dengan seseorang yang tak sengaja ditemuinya di tempat ini. Angga memeluk pinggang Viviane dengan mesra.
Terdengar tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan yang hadir saat papa Angga sudah berada di atas panggung.
“selamat malam hadirin semuanya”
__ADS_1
Duarrrrr
Pandangan Viviane sontak beralih pada seseorang yang baru saja mengucapkan salam. Tubuh Viviane gemetaran seolah seluruh tulangnya rapuh dan tak dapat berpijak lagi. Matanya sudah berkaca-kaca. Hawa panas seketika menyerang tubuhnya. Angga semakin mengeratkan pelukannya, namun Angga tidak mengerti apa yang sedang terjadi dengan Viviane saat ini.
Kedua pasang mata itu saling bersitatap. Ya sepasang mata Viviane dan sepasang mata seseorang yang sedang berdiri di atas panggung.
“sayang?” panggil Angga pelan
“sayang, maaf aku harus pergi. Tiba-tiba aku nggak enak badan” Viviane berusaha melepaskan diri dari pelukan Angga.
“kamu kenapa? Ayo aku antar pulang” Angga sangat khawatir pasalnya wajah Viviane saat ini sangat pucat.
“tidak. Aku bisa pulang sendiri. Kamu disini saja nanti orang tuamu mencari”
“tapi-“
Viviane segera berlari keluar. Dia tidak ingin berlama-lama lagi berada dalam hotel ini. Angga pun terkejut dengan sikap Viviane. Dia berusaha mengejarnya.
Saat ini Viviane terus berlari keluar dari hotel. Dia harus pergi secepatnya.
Brukkkk
Tanpa sengaja Viviane menabrak seseorang yang baru saja datang untuk menghadiri acara yang sama.
“maaf-, Radit??”
Keduanya saling memanggil nama masing-masing dan sama-sama terkejut. Namun Viviane saat ini harus segera pergi sebelum Angga mengetahuinya dan mengantarkannya pulang.
Radit bingung sekaligus terkejut mengapa Viviane bisa berada di acara ini. Belum selesai keterkejutannya, kini Angga sedang berlari dan berhenti tepat di depan Radit dan istrinya. Tadi Delia sangat cemas saat mengetahui suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya. Dan sekarang Delia terkejut saat bertemu dengan Angga. Mengetahui itu, Radit segera memeluk pinggang istrinya untuk menenangkan.
“Ngel!” ucap Angga lirih
“Tuan Angga” panggil seseorang dari belakang. Dia adalah asisten papanya.
Setelah asisten papa Angga menyuruh Angga untuk masuk, akhirnya Angga meninggalkan Radit dan Delia yang masih diam karena terkejut.
Sedangkan Viviane saat ini sudah berada di dalam taksi untuk pulang menuju apartemennya. Sejak tadi air mata Viviane tak henti-hentinya mengalir. Dia terisak lirih di dalam taksi. Tak peduli dengan sopir taksi yang memandangnya dibalik kaca spion.
Setelah beberapa saat akhirnya taksi yang ditumpanginya berhenti tepat di depan apartemen. Setelah membayar, Viviane dengan tergesa-gesa memasuki unit apartemennya.
Kini Viviane sudah masuk kamarnya dia segera meletakkan tasnya, melepas sepatunya. Kemudian dia masuk ke kamar mandi. Viviane menyalakan shower yang ada di kamar mandi itu. Tanpa melepas pakaiannya, Viviane mendudukkan dirinya di bawah guyuran air shower yang dingin.
“arghhhhhh” teriak Viviane sambil menangis.
“Ya tuhan takdir apalagi yang sedang kau berikan padaku. Ampuni aku tuhan” tangis Viviane semakin pilu.
Air matanya luruh bersamaan dengan guyuran air shower yang dingin itu.
__ADS_1
#flashback on
Setahun yang lalu, kebiasaan Viviane yang sering nongkrong di club saat masih menjalani studinya di Singapore, saat itu dia sedang pusing karena uang bulanannyaa semakin menipis. Tapi untuk pergi ke club sekadar minum segelas tequila dia masih mampu.
Dia bingung kemana lagi dirinya mendapatkan uang. Karena bule langganannya sedang pulang ke negaranya.
“Hi girl!” sapa seorang pria yang tiba-tiba duduk di sebelah Viviane.
“Hi!!” balas Viviane
“let me know your name please!”
“I am Retha”
“Wow it's beautiful name. Anyway do you live here?” Tanya pria itu karena melihat Viviane seperti bukan orang asli Singapore.
“No, I come from Indonesia”
“kamu bisa berbahasa Indonesia?” Viviane mengangguk bingung, ternyata pria yang mengajaknya berkenalan bisa berbahasa Indonesia juga.
“Wah menyenangkan sekali. Perkenalkan saya Wijaya. Panggil saja Jaya”
Viviane menelisik wajah pria di hadapannya itu, umurnya yang sudah tidak muda lagi. Namun masih terlihat tampan meski dengan perutnya yang buncit. apakah pantas dia hanya memanggilnya Jaya.
“ma…maksih om Jaya”
“ya aku suka kamu memanggilku dengan sebutan om”
Akhirnya mereka berdua ngobrol. Dari obrolan itu lama-lama mereka berdua dekat hingga berakhir di ranjang panas. Wijaya yang memiliki segalanya dia bisa memberikan semua keinginan Viviane.
Dan semenjak saat itu pula Viviane hanya berhubungan dengan Wijaya. Meskipun jarak mereka berdua berjauhan, namun Wijaya selalu mengusahakan untuk bertemu dengan Retha atau Viviane. Viviane yang sangat membutuhkan uang, Wijaya yang sangat puas dengan pelayanan si daun muda Viviane hingga membuat mereka berdua seperti simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan. Hubungan mereka berdua sangat dekat kurang lebih satu tahun.
#Flashback off
Viviane masih berada di bawah guyuran air shower. Dia tidak menyangka bahwa calon mertuanya adalah orang masa lalu yang pernah menikmati tubuhnya sekaligus mencukupi kebutuhannya. Viviane bertekat setelah ini, dia akan pergi jauh dari kehidupan Angga.
.
.
.
*TBC
happy weekend semuanya😘😘
*_author newbie_💕💕
__ADS_1