
Semenjak kejadian itu. Dimana Radit menunjukkan kebenaran tentang Surya, Radit sudah tidak pernah sama sekali menemui Delia. Dia ingat akan kalimat terakhir yang terlontar dari mulut Delia bahwa Delia sangat membencinya dan dia tidak mau bertemu lagi dengannya.
Sedangkan Delia saat itu langsung memblokir nomor Radit. Dia sangat kecewa dengan apa yang telah Radit lakukan padanya. Dan bahkan sampai saat ini pun hubungannya dengan Angga baik-baik saja. Tidak ada sesuatu hal yang seolah membuktikan tentang apa yang pernah ditunjukkan oleh Radit. Maka dari itu Delia sangat membenci Radit. Karena dia sudah lancang mengadu domba hubungannya dengan Angga.
***
“Del besok weekend hang out yuk bareng teman-teman yang lain!” ajak Fadhil di sela-sela pekerjaannya
“Dimana kak? Nggak apa-apa sih aku juga lagi free”
“Tumben kamu weekend malah free. Emang kemana tuh pacar kamu?”
“Seminggu ini dia bilang sibuk. Ya udah berarti aku bisa hang out sama teman-teman dong”
“nah gitu dong, biarpun sekali yang penting kamu pernah jalan sama teman-teman. Oh ya barangkali kamu punya rekomendasi tempat yang asyik gitu?”
Delia berpikir sejenak. “ehm gimana kalau di cafenya kak Angga aja?”
“Yee... Itu sama aja kamu weekend berduaan dong”
“Enggak kak, kan kak Angga lagi sibuk diluar kota jadi dia nggak ada di cafe. Kalau weekend disana ada band-band baru yang manggung lho kak”
“hmmm... Boleh deh siapa tahu ada personel band yang cantik”
“Dasar!!”
Setelah memberi tahu pada teman-temannya melalui grup chat tentang acara weekend besok, mereka melanjutkan lagi pekerjaannya.
__ADS_1
Di tempat lain Radit sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya. Dia lebih memilih menyibukkan diri daripada selalu terbayang rasa bersalah pada Delia. Sebenarnya dia ingin sekali menemui Delia untuk meminta maaf secara langsung. Namun dia tidak berani. Takut Delia akan semakin marah.
Radit kini sedang menandatangani beberapa berkas pekerjaan.
Tiba-tiba saja dia mengingat pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan Surya. Surya yang saat itu tiba-tiba datang ke kantor Radit berniat mencari bantuan dana untuk perkembangan cafenya. Surya saat itu sudah membawa proposal untuk diberikan pada Radit. Proposal itu berisi tentang pengajuan bantuan dana untuk membuka cabang baru. Radit hanya menerimanya saja tidak langsung menandatanganinya. Meskipun sudah lama berteman tapi kalau urusan pekerjaan Radit harus tetap profesional. Jadi Radit memutuskan untuk melihat perkembangan cafenya dulu, kalau memang sangat ramai maka untuk membuka cabang baru pun tidak masalah. Dan dia pasti akan memyetujuinya. Dan Radit berniat akan mengunjungi cafe Surya besok saat weekend.
Akhirnya weekend pun tiba. Delia dan teman-temannya kini sedang dalam perjalanan ke cafe. Delia tidak memberitahukan pada Angga bahwa dia dan teman-temannya akan menghabiskan malam minggunya ke cafe miliknya. Delia masih ingat pesan Angga kalau dia sangat sibuk jadi Delia memutuskan tidak memeberitahunya.
Kini Delia dan teman-temannya sudah sampai di cafe. Dan saat di parkiran Delia heran melihat mobil Angga terparkir disana. Padahal pamitnya pergi keluar kota. Namun Delia segera menghilangkan pikiran buruknya. Mungkin itu mobil pelanggan cafe yang kebetulan sama. Karena Delia juga tidak begitu mengingat plat mobil Angga. Lagian buat apa juga harus mengingat plat mobil kekasihnya. Kaya' inteligent saja.
Delia sudah berada di dalam cafe. Hari ini cafe sangat ramai sekali, dan kebetulan juga ada bintang tamu dari band yang belakangan ini sedang naik daun. Setelah memesan minuman dan makanan, Delia menikmati lagu-lagu yang dibawakan band tersebut. Kemudian Delia ijin ke teman-tamannya untuk ke toilet sebentar.
Saat akan ke toilet, Delia melewati meja kasir. Dan entah kenapa Delia penasaran dan menanyakan Angga pada penjaga kasir yang sudah kenal Delia.
“Mbak, apa kak Angga ada disini?”
“Oh maksih ya mbak” akhirnya Delia pergi ke toilet sambil memikirkan perkataan mbak penjaga kasir tadi. “setahuku kak Angga tidak punya adik deh. Oh mungkin adik sepupunya. Kalau gitu nanti saja aku ke ruangannya. Kalau sekarang takut ganggu” batin Delia
Delia sudah kembali dari toilet dan melanjutkan obrolannya dengan teman-temannya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Salah satu teman Delia ada yang mengajaknya pulang karena ada keperluan. Jadi mereka semua juga memutuskan untuk pulang juga.
“Kak Fadhil, aku nggak ikut pulang bareng ya”
“terus kamu pulang sama siapa Del?”
“aku nanti minta antar kak Angga saja. Ternyata dia ada disini”
“lho bukannya kata kamu dia diluar kota?” tanya Fadhil curiga
__ADS_1
“Sudah pulang kak. Ya udah kalian hati-hati ya pulangnya”
Semuanya menganggukkan kepala dan segera pulang. Kemudian Delia pergi ke ruangan Angga. Sekalian ingin memberi kejutan kalau dia disini.
Delia berjalan menuju ruangan Angga, namun sebelum dekat dengan pintu yang akan dituju Delia mendengar suara-suara aneh dari ruangan Angga. Terdengar suara seorang laki-laki dan perempuan saling bersahutan seakan-akan ingin menggapai sesuatu. Delia semakin merinding mendengarnya. Dengan tangan gemetaran Delia meraih gagang pintu dan membukanya.
“ceklek” Delia membelalakkan matanya sambil membekap mulutnya. Dia sangat tidak percaya dengan pemandangan yang dilihat saat ini. Ternyata suara aneh itu adalah suara pemilik dari ruangan itu yang tak lain adalah Angga.
Delia melihat Angga sedang berpacu dalam kenikmatan dengan seorang perempuan yang sama-sama tidak memakai sehelai benang pun. Posisi Angga yang berdiri sambil terus memacu gerakan maju mundur pada lawannya yang duduk mengang***kang di atas meja kerja Angga. Sambil terus memacu gerakannya, terlihat Angga juga melu***mat bibir perempuan itu dan sesekali menji**lati pu**ting.
Seluruh tubuh Delia terasa lemas hingga dia tak mampu untuk melangkah pergi. Isakan lirih Delia sambil menutup mulutnya kini berubah menjadi sesenggukan yang tidak lirih lagi. Sampai-sampai mengganggu konsentrasi dua insan yang saat ini sedang bertarung mencapai klimaks.
“Angellllll!!” Angga tidak percaya apa yang dilihatnya saat ini. Dan Delia berusaha menguatkan diri untuk menjauh pergi dari ruangan terkutuk itu. Angga segera melepaskan diri dari sarangnya dan segera memakai baju.
Saat Angel keluar dari ruangan Angga tanpa sengaja dia menabrak Radit yang berjalan menuju ruangan Angga.
“Delia???” Radit tidak percaya akan bertemu Delia disini. Namun, kenapa Delia menangis?. Delia terus saja melangkahkan kakinya pulang. Sedangkan Radit tetap masuk ke ruangan Surya untuk memastikan sesuatu. Dan saat Radit sudah ada di depan ruangan Surya yang terbuka, dia melihat Surya yang sedang memakai celana dengan tubuh bagian atas yang masih terbuka. Dan disampingnya ada perempuan telanjang yang sepertinya sedang kebingungan mencari pakaiannya. Radit segera memalingkan muka, dan tidak jadi masuk. Lebih baik dia mengejar Delia.
Saat sudah diluar, Radit tidak melihat keberadaan Delia disana. Kemudian Radit menuju parkiran untuk mencari Delia menggunakan mobilnya.
Radit menyusuri jalan sekitar cafe, dan tidak jauh dari cafe dia melihat Delia yang sedang berjalan sendiri sambil menangis. Radit menghentikan mobilnya dan berjalan mengikuti langkah kaki Delia.
“Del???” panggil Radit dan mendekati Delia. Delia menghentikan langkahnya dan tiba-tiba Radit merengkuh tubuh Delia untuk menenangkannya. Delia tidak menolak juga tidak membalas pelukan Radit. Tapi dia malah menangis dengan kencang.
*TBC
masih suka nggak sih sama crita ini? jgn lupa like komen vote rate bintang 5 ya jgn bintang 7😂😂 nanti mabok😂😂
__ADS_1
*salam sayang dr _author newbie_💕💕