Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 225


__ADS_3

#Flashback on


Xavier adalah salah satu tamu yang ikut hadir dalam acara pertunangan Dhefin dan Carissa karena dia adalah salah satu rekan bisnis Dhefin.


Sejak tadi Xavier terus saja memperhatikan Carissa yang sedang bersanding dengan Dhefin, calon tunangannya. Entah kenapa Xavier merasakan bahwa Carissa seperti sedang tidak nyaman dalam acara pertunangannya ini. tiba-tiba saja ada seorang perempuan datang mendekati Dhefin kemudian mengajak Dhefin keluar dari acara. Xavier terus memperhatikan Carissa. Sampai Carissa juga memutuskan keluar dari acara tersebut, Xavier juga mengikutinya.


Tanpa diketahui oleh Carissa, Xavier sudah berdiri di belakangnya dan ikut mendengarkan semua apa yang diucapkan oleh Dhefin dengan seseorang yang bernama Astrid. Xavier segera menarik Carissa saat perempuan itu sudah tidak tahan dengan kenyataan pahit yang didengar.


Xavier melakukan itu semua karena dia melihat orang tua Carissa yang sedang berjalan ke arahnya sepertinya sedang mencari keberadaan Carissa dan Dhefin.


#Flashback off


Saat ini Carissa sedang duduk di kursi sebuah taman yang ada di seberang hotel. Sejak tadi dia menangis tergugu di samping Xavier.


“Kenapa kamu membawaku keluar tadi?” Tanya Carissa di tengah isakannya.


“Aku nggak mau kamu berbuat sesuatu dengan cara mengotori diri kamu sendiri.” Jawab Xavier tenang.


“Apa maksud kamu?” Tanya Carissa lagi.


“Biarkan kedua orang tua kamu yang menyelesaikan itu semua. Aku yakin saat ini orang-orang disana sedang dihebohkan oleh perbuatan mantan kekasih kamu.” Jawab Xavier.


Karena saat Xavier telah berhasil membawa Carissa keluar dari hotel, dia melihat beberapa tamu undangan yang sebagian dia kenal telah keluar dari hotel. Itu berarti acara pertunangan Carissa dan Dhefin gagal.


Carissa hanya bisa terdiam. Sekarang dia baru menyadari bahwa selama ini ada yang mengganjal hatinya saat Dhefin mendadak untuk melaksanakan acara pertunangan. Dan ternyata apa yang pernah dikatakan oleh Barra dulu memang benar adanya. Kenapa tidak sejak dari dulu dia mempercayai perkataan Barra. Tapi nasi sudah menjadi bubur.


Beruntungnya dia tidak jadi bertunangan dengan Dhefin.


Saat ini Carissa sudah tidak memiliki lagi keinginan untuk menjalin kasih dengan siapa pun. Dirinya sudah cacat, sekaligus telah dihianati oleh kekasihnya sendiri. Dan soal Barra, meskipun laki-laki itu akan mempertanggung jawabkan perbuatannya, Carissa tidak akan mau karena dia sudah sangat membencinya.


Sementara itu di dalam ballroom hotel dimana acara pesta pertunangan Dhefin dan Carissa telah tampak sepi. Acara tersebut sudah dinyatakan batal oleh kedua orang tua Carissa setelah mengetahui pembicaraan Dhefin dengan seorang wanita yang tengah mengandung anak Dhefin.


Rey dan juga istrinya sangat malu dengan perbuatan Dhefin yang telah mencoreng nama baik keluarganya. Rey juga sudah meminta maaf pada kedua orang tua Carissa atas perbuatan putranya.


Setelah itu Rey dan istrinya berpamitan untuk pulang, dengan diikuti oleh Dhefin yang tengah menundukkan kepalanya dengan pipi yang masih merah bekas tamparan papanya.

__ADS_1


“Kemana Carissa sekarang Pa?” Tanya Silvia cemas.


“Mungkin dia sudah tahu semuanya Ma, dan sekarang dia sedang ingin sendiri. Papa tadi sudah mengirim pesan padanya” Jawab Adnan.


Akhirnya kedua orang tua Carissa juga segera meninggalkan ballroom hotel yang sudah tampak sepi itu. Mereka berdua sebenarnya juga sangat malu dengan adanya berita yang telah membuat acara pertunangan anaknya gagal. Tapi mereka bersyukur karena acara itu belum terjadi. Bagaimana jika sudah terjadi dan tahu bahwa selama ini Dhefin telah berselingkuh dari anaknya.


***


Saat ini Carissa sudah berada di sebuah café di pinggir kota ditemani oleh Xavier. Saat Carissa sudah merasa tenang, Xavier menawarkan diri untuk mengantar Carissa pulang, tapi dia menolaknya. Dan disinilah mereka sekarang. atas permintaan Carissa sendiri juga dia minta ditemani oleh Xavier untuk singgah dulu di sebuah café.


“Terima kasih!” ucap Carissa tiba-tiba.


“Buat apa?” Tanya Xavier bingung.


“Buat semuanya tadi.” jawab Carissa.


“Enak aja Cuma ucapan terima kasih. Semua itu tidak gratis Nona.” Ucap Xavier lagi.


“Lalu kamu minta imbalan apa?”


“Santai Nona santai, aku hanya bercanda. Aku hanya minta kita bisa berteman baik saja, bersahabat gitu.” Tambah Xavier dan membuat Carissa tampak lega mendengarnya.


“Yahh syukur-syukur bisa jadi cowok kamu juga nggak nolak sih.” Tambahnya dan seketika mendapat cubitan keras dari Carissa.


Awwww…


Carissa hanya mencebik kesal. Dia juga tidak peduli dengan Xavier yang masih meringis memegangi perutnya yang habis dia cubit. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Carissa merasa sedikit lega sejak Xavier menemani dan menghiburnya.


Karena waktu sudah malam, akhirnya Xavier mengantar Carissa untuk segera pulang. Dia tidak mau membuat kedua orang tua Carissa cemas karena anaknya tak kunjung pulang.


***


Keesokan harinya, Barra sudah siap untuk berangkat ke kantor. tapi raut mukanya terlihat sangat kacau. Barra masih merasakan sesak pada hatinya dan belum bisa menerima kenyataan bahwa perempuan yang dicintainya sudah bertunangan dengan orang lain.


Semua orang yang berada di meja makan juga ikut merasakan kesedihan Barra. Mereka diam saja dan tidak ingin mengajak bicara Barra yang sedang bersedih. Terutama Kay.

__ADS_1


Selasai makan, Barra segera beranjak dari duduknya dan segera pergi ke kantor tanpa mengcapkan sesuatu. Bahkan dia sampai melupakan untuk berpamitan pada mamanya.


“Bagaimana Pa?” Tanya Kay pada Vito.


“Kamu nggak usah ikut khawatir. Kalau memang Barra dan Carissa berjodoh pasti mereka akan dipersatukan. Lagi pula Carissa masih bertunangan belum menikah.” Jawab Vito.


Kemudian Vito mengecup kening istrinya dan segera berangkat ke kantor, disusul dengan Jenny yang ikut satu mobil dengan papanya.


Saat ini Barra sedang meeting dengan Xavier. Sejak tadi dia hanya melamun dan tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Xavier menghembuskan nafasnya kasar saat melihat Barra yang tidak professional. Untung saja yang meeting dirinya, bukan papanya. Entah apa yang akan dilakukan oleh papanya jika melihat sikap Barra tidak professional seperti sekarang ini.


“Aku kira kamu tadi malam ikut hadir dalam acara pertunangan Dhefin.” Ucap Xavier tiba-tiba.


Xavier mencoba untuk memahami Barra yang sepertinya sedang ada masalah. Meskipun dia tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya.


“Nggak penting.” Jawab Barra cuek.


“Oops aku lupa kalau dia sudah bukan sahabat kamu lagi.” Jawab Xavier dengan nada meledek.


Xavier tahu kalau Dhefinlah yang telah merebut kekasih Barra. Jadi diantara Barra dan Dhefin hubungannya sudah tidak lagi sebagai sahabat. Bahkan mungkin menjadi musuh. Xavier tidak tahu kalau Barra sedang galau karena ditinggal Carissa bertunangan dengan Dhefin.


“Tapi memang Dhefin tidak pantas bersanding dengan perempuan seperti Carissa, mengingat perangai Dhefin yang seperti itu. Dan aku sangat lega saat acara itu batal.” Ucap Xavier seketika membuat Barra mendongakkan wajahnya pada Xavier.


“Maksud kamu, apanya yang batal?” Tanya Barra penasaran.


“Iya acara pertunangan Dhefin dan Carissa gagal. Karena mantan kekasih kamu datang ke acara itu dan meminta pertanggung jawaban pada Dhefin atas anak yang sedang dikandungnya.” Jawab Xavier.


“Terima kasih Xav atas informasinya.” Jawab Barra dan segera pergi meninggalkan Xavier yang kebingungan.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Makcih banyak utk komennya pd eps sebelumnya. author jd makin semangat deh. plus makin lope lope sm kalian semua😍😍💕💕💕


__ADS_2