
Hari itu juga setelah penjelasan dari dokter keluarga yang mengatakan bahwa kemungkinan Delia hamil, Radit segera membawa istrinya pergi ke rumah sakit.
Untung saja acara ulang tahun Kayola hanya acara kecil yang dihadiri keluarga saja. Jadi tidak masalah bagi Radit untuk segera memeriksakan keadaan istrinya.
Kini Radit dan Delia sudah berada di dalam mobil. Wajah Delia sudah tidak sepucat saat sebelum pingsan tadi karena dokter sudah memberikannya obat.
“pelan-pelan mas nyetirnya”
“iya, sayang ini pelan ko’. Aku hanya tidak sabar ingin memastikan kamu benar hamil atau tidak”
Akhirnya Delia hanya bisa menghela nafas pelan. Dia sebenarnya juga sangat bahagia bahwa kini sedang hamil anak kedua. Pantas saja akhir-akhir ini dia merasa badannya sering capek dan lemas. Dan Delia baru sadar bahwa sudah satu bulan dia tidak mendapatkan tamu bulanannya.
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit.
“sayang, ayo aku gendong saja”
“mas Radit apa-apaan sih. Aku masih bisa jalan sendiri” sungut Delia
“aku takut kamu kenapa-napa”
“mas Radit percaya deh sama aku kalau aku baik-baik saja”
Akhirnya Radit terpaksa mengikuti kemauan istrinya. Tapi Radit tetap khawatir dengan keadaan sang istri. Takut jika istrinya nanti pingsan lagi. Radit menuntun istrinya berjalan. Dan jangan ditanya bagaimana ekspresi wajah Delia dengan kelakuan suaminya yang begitu keterlaluan. Seolah-olah dirinya ini adalah orang pesakitan yang tidak mampu berjalan sendiri.
Tidak perlu menunggu waktu lama, kini Delia sudah berada di dalam ruang pemeriksaan spesialis obgin.
“selamat siang Bu? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya dokter laki-laki spesialis obgin
“selamat siang juga dok. Saya mau periksa kandungan saya, apa benar saya hamil atau tidak”
“baiklah silakan Ibu tidur disana, saya akan memeriksanya” ucap dokter setelah mengajukan beberapa pertanyaan pada Delia.
Akhirnya Delia tidur di bed yang sudah tersedia di dalam ruangan itu dan diikuti oleh Radit.
Perawat asisten dokter sudah membuka baju Delia untuk segera diolesi gel.
“tunggu sus, suster mau apain istri saya?”
“maaf Pak ini dikasih gel sebelum diperiksa”
“jangan disini. Saya nggak mau tubuh istri saya dilihat oleh lawan jenis selain saya”
__ADS_1
Delia dan suster itu melongo tak percaya dengan tingkah Radit.
“apa sudah siap?” Tanya dokter yang sudah masuk bilik pemeriksaan USG
“dokter mau ngapain?” Radit menghalangi tubuh istrinya yang bajunya sudah terbuka bagian perut. Sedangkan sang dokter bingung dengan sikap Radit yang sangat aneh baginya.
“saya mau memeriksa kandungan istri anda”
“dengan dokter melihat perut istri saya?”
“maaf Pak, memang prosedurnya seperti itu. Bukankah anda sudah berpengalaman sebelumnya saat anak pertama anda dulu?” seketika raut penyesalan Nampak di wajah Radit mengingat dirinya tidak bisa menemani sang istri saat mengandung anak pertamanya dulu.
Delia memegang lembut tangan suaminya dan mengangguk pelan seolah memberi isyarat agar suaminya bisa mengontro emosinya dan menurut dengan perintah dokter.
“baiklah” ucap Radit kemudian.
Setelah perawat mengolesi gel pada perut Delia, dokter segera memeriksa kandungan Delia.
“Coba bapak dan ibu lihat pada layar monitor, di dalam perut Ibu memang ada kantong janinnya jadi benar saat ini Ibu Delia sedang hamil. Dan usia kandungannya menginjak 6 minggu. Sekali lagi selamat ya Pak, Bu” ucap dokter sambil tersenyum
Radit sangat bahagia sekali bahwa istrinya kini tengah mengandung anak keduanya. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin disampaikan namun ditahannya. Dia tidak ingin semakin membuat dokter curiga seakan dirinya tidak pernah mengetahui pemeriksaan USG. Walaupun kenyataannya seperti itu.
“baik dok terima kasih”
Akhirnya kini Delia dan Radit sudah berada di dalam mobil stelah tadi menebus beberapa obat.
“sayang terima kasih ya. Aku janji akan selalu ada buat kamu selama mengandung. Aku ingin menebus kesalahanku saat kamu hamil Kayola dulu” ucap radit sendu sambil mengelus perut istrinya yang masih datar.
“mas jangan bilang seperti itu. Itu sudah masa lalu. Yang penting sekarang aku sangat bahagia dengan hadirnya calon buah hati kita yang kedua” balas Delia pada suaminya. Kemudian Radit melajukan mobilnya setelah mengecup kening Delia.
Saat ini semua keluarga sedang menunggu kedatangan Radit dan Delia dengan perasaan harap-harap cemas. Sementara Gio dan Vito sudah pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan yang sangat penting.
“bagaimana de’?” Tanya Ibu Delia saat melihat anak dan menantunya baru memasuki rumah.
“Delia benar hamil bu, dan usia kandungannya saat ini menginjak 6 minggu”
Semua orang yang ada di ruang tamu sangat bahagia mendengar kabar kehamilan kedua delia. para orang tua menyarankan agar Delia tidak kecapekan lebih baik mencari seorang baby sitter untuk merawat Kayola. Karena mau bagaimanapun juga Kayola yang masih berusia 3 tahun masih membutuhkan pengawasan ekstra.
Radit dan Delia akhirnya menyetujui usulan orang tuanya. Dan mempercayakan mama Radit untuk mencari baby sitter buat Kayola.
Semenjak saat Radit menemukan Delia kembali dan saat itu usia Kayola masih dua bulan, Radit sudah tidak memperbolehkan Delia untuk bekerja lagi. Karena Radit ingin istrinya fokus pada anaknya saja dan tentu juga dirinya.
__ADS_1
Delia saat itu menuruti kemauan suaminya karena memang Kayola sangat membutuhkan sosok dirinya. Delia juga meminta pada suaminya jika nanti usia Kayola sudah lima tahun, dia ingin bekerja kembali namun bukan kembali bekerja di perusahaan pers seperti dulu. Delia ingin berjualan online lagi seperti saat dia masih kuliah dulu. Radit mengiyakan. Namun sekarang disaat usia Kayola masih 3 tahun dan sudah hamil lagi, sepertinya Delia akan mengurungkan niatnya untuk berjualan online dulu.
“Kay dimana bu?” Tanya Delia saat sedang berkumpul di ruang tamu
“tidur sama kakaknya. Kecapekan bermain kayaknya” ucap Ibunya dan Delia hanya mengangguk.
Saat ini waktu sudah menginjak sore hari. Semua keluarga satu per satu pulang ke rumah masing-masing.
Semenjak satu tahun yang lalu, kedua orang tua Delia sudah menetap di kota J karena pekerjaan ayah Delia sudah berpindah tempat di kota J. sementara Ade dan istrinya yang menempati rumah di kota B. sejak beberapa hari yang lalu sedang cuti dan bertepatan dengan ulang tahun keponakannya, jadi dia memutuskan untuk berlibur ke kota J bersama istri dan anaknya.
**
“hmm… bau anak daddy harum banget” ucap Radit sambil menggendong Kayola setelah dimandikan.
“maacih daddy” celoteh Kay
Sore ini setelah Kayola bangun tidur Radit segera memandikannya. Dia tidak membiarkan istrinya yang memandikan. Karena tidak mau kalau istrinya nanti kelelahan.
“hai mommy” sapa Kayola yang sudah terlihat segar
“hai anak mommy. Cantik sekali sih anak mommy”
“ii..iya kalena daddy nyang mandiin”
“sayang kamu sudah bangun?” Tanya Radit pada istrinya sambil membawakan botol susu buat Kayola.
“mas maksih ya, udah mandiin Kay, tadi aku capek banget sampai ketiduran”
Radit hanya mengangguk dan tersenyum.
.
.
.
*TBC
Jangan lupa ikutin juga cerita babang Angga ya man teman. "Cinta Sang Mantan Cassanova"
*_author newbie_💕💕
__ADS_1