Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 123


__ADS_3

Seusai sarapan, Nathan segera pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada di meja makan. Nathan sangat kesal dengan kakaknya karena tidak mau meminjamkan mobilnya. Akhirnya Nathan pergi menggunakan motornya.


“Yuk Mas, kita berangkat sekarang saja.” Ajak Delia pada suaminya.


Hari ini Delia meminta suaminya untuk mengantar ke distronya. Memang Delia tidak pernah meliburkan karyawaannya meskipun hari minggu karena hari minggu adalah hari yang ramai pembeli. Bukan Delia tidak meliburkan karyawannya, tapi dia memberi jadwal shift pada karyawannya yang bekerja di hari minggu. Dan hari ini memang Delia tidak ada acara, jadi dia memutuskan untuk datang ke distronya dengan meminta ditemani oleh suaminya.


Sesampainya di distro, Delia segera masuk dan suaminya masih memarkirkan mobilnya. Terlihat memang sangat ramai distronya hari ini.


“Maaf Nyonya, ada salah satu pelanggan yang sepertinya sedang membeli beberapa baju dalam jumlah banyak. Orangnya juga sedang kebingungan memilih baju yang akan dibeli.” Ucap salah satu karyawan Delia.


“Baiklah, antar aku menemuinya.”


Kemudian Delia segera menemui pelanggan itu dengan ditemani oleh karyawannya. Delia melihat pelanggannya itu adalah seorang gadis yang masih berusia sekitar 20 tahunan dan seumuran dengan Nathan.


“Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Delia.


“Oh Maaf Bu, saya sedang kebingungan mencari baju mana yang akan saya beli. Karena Papi saya baru saja membukakan toko pakaian. Dan menurut rekomendasi dari teman saya kalau di distro Ibu ini barangnya sangat bagus tapi saya bingung memilihnya.” Ucap gadis cantik bermata sipit itu.


“Oh begitu, baiklah mari saya bantu cari Nona. Apa Nona datang sendirian?” Tanya Delia.


“Tidak. Saya bersama Papi saya, tapi Papi masih ke toilet.”


“Sudah selesai Stef?” Tanya seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Delia dan gadis yang akan membeli baju tadi.


“Belum Pi, ini kebetulan ada pemiliknya langsung jadi Stefi bisa meminta bantuannya.” Jawab gadis yang ternyata bernama Stefi.


Seketika arah pandang Delia menuju seorang pria paruh baya yang sepertinya ayah dari gadis bernama Stefi itu. Delia terdiam, sepertinya dia sangat mengenal pria itu. Meskipun rambutnya sudah memutih, tapi dia masih ingat betul siapa pria paruh baya bermata sipit itu.


“Koko Yudhi?” lirih Delia.


“Delia?”

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka berdua berpelukan. Delia tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang dulu pernah memberinya pekerjaan dan menganggapnya sebagai kakaknya sendiri. Begitu pun dengan Yudhi yang tidak menyangka akan bertemu dengan Delia. setahunya, terakhir setelah menghadiri pernikahan Delia dulu. Delia tinggal menetap di kota J. namun sekarang tinggal di kota B lagi.


“Ehm.. Sayang!” ucap Radit yang dengan suara dingin dan segera memeluk tubuh istrinya.


Meskipun usianya tidak muda lagi, tapi Radit tetap saja cemburu jika ada pria lain yang dekat dengan istrinya seperti sekarang ini. Bahkan Radit dapat melihat tadi istrinya berpelukan dengan pria bermata sipit itu. Delia hanya bisa memutar bola matanya malas dengan tingkah suaminya yang sudah tua tapi masih cemburuan.


***


Sementara itu kini Kay sedang duduk di sebuah café yang masih sangat sepi. Bagaimana tidak sepi, kalau café itu saja baru buka. Sebenarnya café yang diketahui milik temannya sendiri itu biasanya mulai buka jam 11 siang harus buka lebih awal jam 9 karena permintaan Kay. Kay bingung harus pergi kemana untuk menghindari Vito. Jadi dia lebih memilih merepotkan temannya saja agar segera membuka cafenya.


Kay tidak peduli meskipun hanya minum air putih, yang penting dia bisa keluar dari rumahnya untuk menghindari kakaknya. Baru saja Kay bisa bernafas lega setelah menum segelas air putih di depannya, kini orang yang sedang dia hindari justru duduk di hadapannya.


“Aku tahu kamu menghindari kakak kan Kay?” Tanya Vito.


“Ya sudah tidak perlu juga Kay menjawabnya kalau Kak Vito sudah tahu.” Jawab Kay datar.


“Kay, maafkan sikap kakak semalam. Kakak mengaku salah.” Ucap Vito kemudian.


“Syukurlah kalau Kak Vito sadar.” Jawab Kay yang masih jutek.


“Kamu tahu kan Kay kalau kakak seperti ini karena tidak mau kalau kamu nanti disakiti oleh laki-laki. Apalagi yang baru kamu kenal.” Ucap Vito kemudian.


“Kay sudah dewasa Kak. Bagaimana Kay tahu jika laki-laki yang dekat dengan Kay akan menyakiti Kay apa tidak kalau Kay belum pernah mengalaminya sama sekali. Tolonglah Kak jangan egois seperti ini. Selama ini aku juga selalu cerita semua kegiatan atau apapun yang aku alami ke Kak Vito. Jadi misalkan ada sesuatu yang buruk terjadi pasti aku juga akan ceritakan ke Kak Vito.”


“Tapi Kay,-“


“Kakak saja yang selama ini tidak pernah menceritakan semua kegiatan atau apapun pada Kay, Kay juga tidak pernah mempermasalahkannya. Bahkan Kak Vito sudah mempunyai kekasih tidak pernah menceritakan pada Kay.” Ucap Kay.


“Kamu tahu nggak Kay apa alasan kakak nggak pernah cerita sesuatu pada kamu?” Tanya Vito.


“Apapun alasan Kak Vito, yang aku minta agar kakak jangan ego-“ ucapan Kay terpotong.

__ADS_1


“Karena kamu adalah duniaku Kay! Jadi buat apa aku menceritakan tentang kamu pada diri kamu sendiri.” Ucap Vito tegas.


Deg


Entahlah Kay harus bersikap bagaimana saat mendengar perkataan Vito baru saja. Sedikit banyak Kay merasa besar kepala saat Vito menganggap dirinya adalah dunianya. Namun rasa besar kepalanya perlahan pudar saat mengingat bahwa Vito sudah memiliki kekasih. Dan karena hubungan mereka berdua hanya sebatas adik dan kakak.


“Ya mungkin dulu sebelum Kak Vito menjalin hubungan dengan Melly.” Ucap Kay lirih.


“Maaf aku tidak bisa menceritakan sekarang tentang Melly. Tapi suatu saat aku akan menceritakannya. Yang perlu kamu tahu dan kamu ingat bahwa sejak dulu duniaku hanya kamu Kay. Aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada kamu Kay. Baiklah aku ijinkan kamu untuk dekat atau menjalin hubungan dengan seorang pria seperti yang kamu inginkan. Tapi dengan syarat.” Ucap Vito dan membuat Kay mengernyit heran.


“Syarat?” Tanya Kay.


“Iya. Kakak harap kamu tetap menceritakan pada kakak tentang siapa pria yang sedang dekat dengan kamu. Kamu juga harus mengenalkannya pada kakak. Kakak harap kamu setuju dengan syarat ini.”


“baiklah Kak.” Ucap Kay menyetujui syarat dari Vito.


Namun entah kenapa dalam diri Kay yang seharusnya dia senang saat sudah mendapatkan ijin dari Vito tapi justru dia semakin sedih. Apalagi saat Vito tadi mengatakan bahwa dirinya adalah dunianya. Apa sebenarnya yang dimaksud Vito.


Sedangkan Vito harus berbesar hati untuk membiarkan Kay dekat dengan pria lain selain dirinya dan keluarganya tentunya. Benar kata Kay bahwa dirinya tidak boleh egois. Karena dirinya juga sedang menjalin hubungan dengan Melly. Tapi suatu saat nanti Vito akan menceritakan pada Kay bagaimana hubungan sesungguhnya antara dirinya dengan Melly. Jauh dalam lubuk hati terdalamnya Vito saat ini tetap tidak ikhlas jika Kay nantinya akan mempunyai kekasih.


Lagi-lagi Vito menghela nafasnya panjang. Dia teringat dengan pesan Papanya sebelum pergi Thailand beberapa tahun lalu. Saat itu Papanya meminta Vito agar selalu menjaga dan melindungi Kay seperti adiknya sendiri, mengingat usianya yang sudah tua. Dan Vito pun mengiyakan permintaan Papanya. Namun saat ini Vito rasanya sedang perang batin. Andai Papanya tidak menyuruhnya untuk menganggap Kay sebagai adiknya, mungkin sudah lama Vito sudah menyatakan perasaan cintanya pada Kay.


“Nanti sore Kakak akan pulang ke kota J. ingat pesan kakak ya Kay?”


“Iya, Kak.”


“Ya sudah kakak pergi dulu. Jaga diri kamu baik-baik.” Ucap Vito sambil mengacak rambut Kay kemudian pergi.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2