Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 174


__ADS_3

Plak


Satu tamparan tepat mengenai pipi Bram. Vito benar-benar marah saat mendengar istrinya sedang menangis. Bram juga belum tahu pasti apa yang telah terjadi dengan Kay saat ditinggal pergi membeli makanan dengan Desi tadi. Bram juga merasa ini adalah kesalahannya karena telah lengah menjaga majikannya.


“Aku nggak akan mengampuni kamu Bram kalau terjadi sesuatu dengan istriku.” Ucap Vito dan bergegas pergi meninggalkan Bram yang hanya diam menunduk.


Desi yang melihat Bram mendapat tamparan dari majikannya juga ikut merasakan ngilu. Tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa.


“Sayang, sudah jangan menangis ya. Aku ada disini.” Ucap Vito menenangkan Kay yang masih sesenggukan di atas tempat tidurnya.


“Mas aku takut.” Ucap Kay.


“Apa kamu cerita sekarang?” Tanya Vito dan Kay mengangguk samar.


Kay mengusap air matanya. kemudian dia menceritakan kejadian dimana saat dirinya sedang menunggu Desi dan Bram keluar membeli makanan. Sebelumnya Kay juga mengatakan kalau ini semua salahnya yang tidak menuruti perkataan Bram, justru menyuruhnya mengantar Desi.


Kemudian Kay menceritakan tentang kemunculan Evan secara tiba-tiba dan duduk di hadapannya. Kay mengatakan semua yang dikatakan oleh Evan tadi. Vito mengeraskan rahangnya. Dia sangat marah dengan kelakuan Evan yang masih berani mengusik istrinya.


“Sudah Sayang, tenang ya. Maafkan aku tidak bisa menjaga kamu. Aku janji ini tidak akan terjadi lagi. Sudah ya, kasian nanti anak kit ajika Mamanya terus menangis.” Bujuk Vito dan Kay pun mengerti.


Vito memeluk istrinya yang masih terdengar isakannya meskipun pelan. Hingga lama-kelamaan dia mendengar dengkuran halus dari istrinya yang berarti Kay sudah tertidur. Pelan-pelan Vito mengurai pelukannya dan menyelimuti tubuh istrinya. Kemudian dia pergi meninggalkan istrinya.


“Bram, ikut aku sekarang juga ke kantor Evan. Dan kamu Desi, tolong jaga istriku. Dia baru saja tidur.” Ucap Vito dan mendapat anggukan kepala dari Bram dan Desi.


Vito memutuskan untuk mendatangi Evan langsung ke kantornya. Dia tidak terima dengan perbuatan Evan yang semakin kurang ajar dengan Kay.


Dengan langkah cepat setelah mobil yang dikendarai Bram tiba di kantor Evan, Vito segera masuk ke ruangan Evan tanpa mengetuk pintu.


Bugh


Bugh

__ADS_1


Vito segera melayangkan bogem mentah tepat mengenai rahang keras milik Evan dan membuat pria itu jatuh tersungkur karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Vito menarik kerah baju Evan hingga membuat pria iytu seketika berdiri.


“Berani-beraninya kamu menyentuh istriku bajingan!!!” umpat Vito sambil mencengkeram kerah baju Evan.


“Oh jadi kamu sduah tahu?” jawab Evan tenang meskipun wajahnya sudah babak belur dan membuat Vito semakin murka.


“Aku nggak akan segan-segan mengakuisisi perusahaan kamu jika kamu masih berulah denganku terutama istriku.” Ucap Vito dengan mendorong tubuh Evan kembali tersungkur.


Namun kali ini punggungnya tepat membentur meja hingga membuat dia meringis kesakitan.


Vito dan Bram segera pergi meninggalkan ruangan Evan. Wajah Evan tampak pias saat mendengar ancaman Vito. kabar perusahaannya yang diambang kebangkrutan saja dia sudah mendapat semprotan dari Papanya. Bagaimana jika Vito benar-benar mengakuisisi perusahaannya. Mungkin Evan akan benar-benar jadi gembel. Mengingat dirinya yang sudah terbiasa hidup dengan bergelimang harta.


***


Semenjak ancaman yang diberikan oleh Vito pada Evan sampai sekarang Evan sudah tidak berani lagi menampakkan wajahnya di hadapan Vito maupun Kay. Bram juga memeprketat penjagaan pada Kay. Karena Kay saat ini sudah aktif datang ke butiknya setelah beberapa minggu yang lalu sudah resmi dibuka.


Dan untuk pelaku penusukan pada Kay tempo lalu, Bram sudah mendapatkan kabar tentang pelakunya tapi sayangnya saat Bram akan menangkap pelakunya yang berada di kota B. pelaku itu kabur begitu saja karena mengetahui keberadaannya tidak aman. Dan naas saat Bram berusaha mengejar ternyata pria itu justru tertabrak sebuah mobil box yang melaju dengan kencang dan membuat pria itu tewas seketika. Tapi Bram berhasil menemukan petunjuk sebuah kartu nama yang ada dalam dompet pria itu.


Saat itu Bram tidak langsung memberitahukan pada Vito kalau dia masih menyelidiki orang yang telah menyuruh menusuk majikannya. Bram hanya mengatakan kalau pelaku sudah tewas saat dirinya melakukan pengejaran. Vito tetap berterima kasih dengan usaha Bram. Namun Vito juga tetap meminta Bram memperketat penjagaannya pada Kay.


“Tuan, ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda.” Ucap Bram pada Vito sebelum berangkat ke kantor.


“Baiklah aku tunggu di ruang kerja.” Jawab Vito.


Kini Bram sudah duduk di hadapan Vito. Bram menyerahkan beberapa dokumen pada Vito tentang pelaku yang telah mencoba membunuh Kay. Vito mengernyit heran saat melihat data pelaku itu adalah seorang wanita yang Vito sama sekali tidak pernah mengenalnya.


“Apa benar wanita ini pelakunya?” Tanya Vito memastikan.


“Iya Tuan. Saya tidak tahu pasti apa motif wanita itu melakukan percobaan pembunuhan terhadap Nyonya Kay. Wanita itu juga tinggal di kota B. dan keadaannya sekarang sedang hamil besar.” Ucap Bram.


“Apa kamu tahu siapa suaaminya?” Tanya Vito.

__ADS_1


“Dari data yang saya dapat, tidak diketahui siapa suami dari wanita itu Tuan.” Jawab Bram.


Setelah itu Vito menyuruh Bram meninggalkan ruangannya. Vito memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing. dia memikirkan siapa wanita yang berani melukai istrinya. Vito juga lupa-lupa ingat seperti pernah bertemu dengan wanita itu tapi entah dimana. Akhirnya Vito memutuskan weekend nanti akan terbang ke kota B untuk mendatangi wanita yang diduga telah berencana membunuh istrinya. Dia juga akan membawa serta pihak kepolisian untuk membantu mengamankan wanita itu.


***


“Sayang, kamu di rumah saja ya. Jangan sekali-kali keluar rumah. Aku janji tidak akan lama pergi.” Pamit Vito pada istrinya.


Ya, hari ini Vito akan terbang ke kota B dengan mengajak Bram. Tapi Vito tidak memberitahu pada istrinya tentang kepergiannya. Vito tidak ingin membuat istrinya terbebani dan akan berdampak buruk pada kandungannya.


“Iya, Mas hati-hati ya.” Jawab Kay.


Setelah itu Vito dan Bram segera terbang ke kota B. dia sangat penasaran dengan wanita itu. Dan sudah tidak sabar untuk menjebloskan wanita itu ke penjara.


“Tuan, berdasarkan informasi yang saya dapat, saat ini wanita itu sedang di rumah sakit karena akan melahirkan.” Ucap Bram saat sudah sampai di kota B.


“Itu lebih bagus. Jadi kita tidak perlu menunggu lama sampai wanita itu melahirkan untuk segera menjebloskannya ke penjara.” Ucap Vito.


Vito meminta Bram untuk segera datang ke rumah sakit mendatangi wanita itu. Vito takut jika wanita itu akan melarikan diri setelah melahirkan nanti.


Beberapa saat kemudian, Vito dan Bram sudah sampai rumah sakit. Setelah menanyakan pada salah satu resepsionis tentang pasien yang sedang melahirkan sambil Bram menunjukkan kartu nama wanita itu, akhirnya si resepsionis memberitahukan ruangan pasien itu. Kebetulan sedang melakukan operasi caesar.


Saat mendengar kata operasi caesar, Vito teringat istrinya yang sempat memintanya mnelahirkan secara normal tapi dirinya menginginkan operasi saja karena dia tidak ingin melihat istrinya kesakitan.


Kini Vito dan Bram sudah mendekati ruangan operasi dimana wanita itu berada. Langkah Vito terhenti saat melihat seorang pria sedang menunduk di depan ruang operasi. Vito menggeleng pelan tidak percaya. Vito sangat mengenali pria itu. Jadi, apakah wanita yang telah mencoba membunuh istrinya adalah istri dari pria yang sedang duduk itu?


“Rey!”


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2