Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 79 Kecewa


__ADS_3

Setelah melepas rindu dengan seluruh anggota keluarganya Delia segera masuk ke kamarnya. Delia memasuki kamar yang telah tidak pernah dia singgahi semenjak dirinya menikah.


Delia merasakan kamarnya masih sama seperti dulu, tetap nyaman. Dia keluar menuju balkon kamar. Delia duduk di kursi menyandarkan punggungnya sambil melihat ke arah langit.


Sejenak ingatannya kembali pada masa lalu dimana saat itu Radit yang sebentar lagi akan menikah dengan sahabatnya. Dan dia juga tidak tahu kalau pernikahan mereka gagal. Padahal di tempat yang sekarang ini dirinya pernah mendoakan kebahagiaan untuk Radit dan Viviane.


Namun kenyataannya sekarng justru dirinya yang dinikahi oleh Radit. Delia tersenyum karena merasa unik perjalanannya untuk bertemu dengan jodohnya.


Dalam hati Delia juga mendoakan untuk kebahagiaan sahabatnya. Semoga suatu saat kalau bertemu langsung dengan Viviane, tidak ada dendam pada hati sahabatnya itu.


Angin malam berhembus semakin lama menusuk kulit hingga ke tulang. Delia beranjak dari duduknya dan segera masuk ke kamarnya. Namun saat akan menutup pintu, Delia melihat di seberang jalan depan rumahnya ada mobil berhenti seperti sedang mengawasinya. Dan saat Delia ingin memastikan itu mobil siapa, mobil itu segera menutup kaca jendelanya dan pergi.


“mungkin orang yang nggak sengaja berhenti. Aku juga nggak tahu itu mobil siapa” gumam Delia kemudian menutup pintu dan segera tidur.


Delia merebahkan tubuhnya. Dia merindukan suaminya. Tidak bersama selama beberapa jam saja sudah membuatnya rindu. Kemudian Delia mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya. Panggilan pertama tidak terjawab. Kemudian panggilan kedua baru diterima oleh suaminya.


“halo mas?” Delia mengernyit karena terdengar suara music yang begitu keras.


“…..”


“halo… mas? Lagi dimana ko’ berisik sekali?”


“…..”


Kemudian Delia menutup panggilannya. Delia khawatir dengan apa yang dilakukan suaminya. Karena Dia mendengar suara music yang begitu keras. Tidak biasanya suaminya pergi ke tempat dengan adanya suara music yang begitu keras. Delia mengetik pesan menanyakan keberadaan suaminya.


“mas lagi dimana?”


Beberapa menit menunggu balasan namun suaminya tak juga membalas pesan. Delia berusaha menelepon namun panggilannya tidak dijawab. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja karena sudah malam dan dia juga ngantuk. Besok saja dia akan menelepon suaminya.


Keesokan harinya, setelah bangun tidur Delia segera turun dan pergi ke dapur untuk membantu ibunya memasak. Setelah selesai memasak dia mandi. Kemudian sarapan bersama anggota keluarganya.


***


Delia saat ini sedang menggendong keponakannya untuk berjemur. Dia sangat gemas dengan melihat keponakannya yang sangat lucu itu.


“semoga cepat nyusul ya tante” goda Anin kakak ipar Delia


“doa in aja ya kak”


“iya pasti. Yang penting rajin buatnya”


“apaan sih kak” mereka berdua tertawa bersama dan saling bercanda.


Anin juga banyak menceritakan tentang susah senangnya saat hamil. Delia sangat antusias dengan cerita kakak iparnya. Dia berharap segera mendapatkan momongan. Meskipun kedua orang tua dan mertuanya tidak terlalu menuntut untuk segera memiliki anak.

__ADS_1


Setelah selesai menemani keponakannya berjemur, Delia segera masuk ke rumah karena memang sudah siang.


Delia masuk kamarnya dan mengambil ponselnya. Dia melihat ada beberapa panggilan dari suaminya. Kemudian dia menelepon balik.


“halo mas? Maaf tadi aku sedang berjemur dengan keponakan baru kita”


“……”


“kenapa mas?”


“……”


“ya sudah nggak apa-apa nanti aku akan pulang sore saja”


Delia menutup teleponnya setelah suaminya mengatakan bahwa tidak bisa menjemput karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya. Delia sedikit kecewa pada suaminya. Dia juga belum sempat menanyakan tentang apa yang dilakukan oleh suaminya tadi malam.


Sore harinya Delia memutuskan untuk pulang ke kota J. dia tidak bisa berlama-lama di kota B karena besok juga sudah bekerja. Saat ini Ade sedang mengantar adik kesayangannya ke bandara. Sejak tadi Ade melihat raut muka adiknya berbeda tidak seperti biasanya.


“kenapa de’?”


“nggak kenapa-napa ko’ bang”


Sebenarnya Ade tahu kalau adiknya sedang ada yang dipikirkan. Hanya saja dia tidak mau ikut campur terlalu dalam jika itu mengenai rumah tangga adiknya.


“sekarang kamu sudah bersuami. Usahakan saling terbuka jik ada masalah. Jangan dipendam sendiri biar tidak ada kesalah pahaman”


Kini Delia suadah berada di dalam pesawat. Tadi siang saat Radit meneleponnya bilang bahwa akan menjemput dirinya di bandara. Delia hanya mengiyakan saja. Dan dia akan mengabarkan pada suaminya nanti saja saat sudah tiba di bandara kota J.


Beberapa saat kemudian Delia sudah turun dari pesawat. Sebelum dia menghubungi suaminya Delia ingin ke toilet dulu.


Namun saat keluar dari toilet ada dua orang pria berbadan besar menghadangnya. Delia sangat kaget dan ketakutan. Kedua pria itu tiba-tiba menarik tangan Delia dan menyeretnya keluar dari toilet. Delia berteriak meminta tolong, namun sepertinya tidak ada orang yang mendengar karena sangat sepi.


Saat sudah diluar toilet Delia berusaha melepaskan diri genggaman kedua pria tersebut.


Bugh…bugh…


Tiba-tiba seseorang datang menyerang kedua pria yang akan berbuat jahat padanya. Dan perkelahian pun tak dapat dihindarkan. Kedua pria itu kalah dengan serangan satu orang yang tadi hendak menolong Delia.


Setelah kedua pria berbadan besar itu kabur, Delia hendak membantu seseorang yang telah menolongnya dan ingin berterima kasih. Namun dia sangat terkejut saat melihat siapa orang yang telah menolongnya.


“Om Wijaya??” sungguh Delia tidak menyangka bahwa pria paruh baya seumuran papa mertuanya sangat pandai bela diri melawan dua orang preman sekaligus.


“Nak Delia?”


“ko’ om bisa ada disini?”

__ADS_1


“iya tadi om baru saja datang. Dan saat akan ke toilet tidak sengaja dengar orang minta tolong. Apa nak Delia baik-baik saja?”


“saya baik-baik saja om. terima kasih banyak sebelumnya”


Kemudian Delia duduk di ruang tunggu ditemani oleh om Wijaya. Delia sudah bilang bahwa dirinya sebentar lagi akan dijemput suaminya jadi tidak perlu ditemani. Namun, om Wijaya sangat khawatir jadi memutuskan untuk menemani Delia sampai Radit datang.


“sayang?”


Radit datang dengan perasaan sangat khawatir setelah tadi istrinya menceritakan sedikit masalah yang baru saja dialaminya.


“mas”


“apa kamu baik-baik saja?”


“aku baik-baik saja mas. Untungnya tadi ada om Wijaya yang menolong” Radit bingung dengan pernyataan istrinya.


Kemudian Delia menoleh ke arah seseorang yang sedang duduk sibuk memainkan ponselnya.


Delia mengatakan bahwa tadi tidak sengaja bertemu dengan om Wijaya dan beliau lah yang menolongnya. Akhirnya Radit mengucapkan terima kasih pada Om Wijaya karena telah menolong istrinya. Kemudian mereka berdua berpamita untuk pulang lebih dulu.


Kini Delia dan Radit sudah berada di dalam mobil.


“sayang aku kangen banget sama kamu”


“aku juga mas” jawab delia datar


“kamu kenapa? Maafkan aku karena memang pekerjaaanku tidak bisa ditinggalkan” Radit berusaha untuk meyakinkan istrinya bahwa dirinya memang benar-benar sibuk dengan pekerjaannya yang sedikit ada masalah namun dia tidak menceritakan pada istrinya agar istrinya tidak ikut memikirkan.


Sementara Delia yang sejak tadi ingin menanyakan tentang keberadaannya suaminya saat malam hari dirinya menelepon. Tapi lidah Delia seakan keluh dan tidak jadi bertanya. Mungkin lain waktu saja akan menanyakan langsung pada waktu yang tepat.


Sesampainya di apartemen, mereka berdua segera masuk ke kamar. Radit segera menyiapkan air hangat dalam bath tube untuk mandi. Radit ingin mengajak istrinya mandi bersama. Selain dia sangat merindukan istrinya, dia juga ingin melepaskan sejenak beban dalam pikirannya.


“sayang ayo kita mandi dulu, airnya sudah aku siapkan”


Delia hanya mengangguk patuh dan segera mengikuti suaminya masuk ke kamar mandi.


.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2