Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 266


__ADS_3

Kini Barra dan Carissa sudah berada di ruang makan. Mereka sedang menikmati makan siang itu meski terlambat. Carissa yang sejak tadi sudah sangat kelaparan, dia makan dengan porsi yang sedikit banyak. Barra hanya mengulum senyum melihat istrinya makan banyak tidak seperti biasanya.


“Nambah lagi ya Sayang?” tawar Barra dan Carissa menghentikan kunyahannya.


“Mas mau meledekku karena makanku banyak?” tanya Carissa setelah menelan makanannya.


“Nggak Sayang. Kan di dalam perut kamu ada anakku yang juga membutuhkan nutrisi.” Kilah Barra takut istrinya marah.


“Ini anak kita bukan anak Mas saja.” Jawab Carissa dengan mode jutek.


“Iya anak kita maksudku. Ya sudah mau nambah lagi?” tanya Barra dan Carissa menggeleng walau sebenarnya ingin.


Selesai makan siang. Hari itu juga Barra membawa istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka berdua. Selama perjalanan ke rumah sakit, mereka sama-sama merasa bahagia karena sebentar lagi akan menjadi orang tua.


Sesampainya di rumah sakit. Mereka berdua segera menuju poli kandungan. Barra segera mendaftar dan setelah itu menunggu giliran untuk dipanggil.


Tak lama kemudian nama Carissa dipanggil oleh salah satu perawat yang membantu dokter kandungan tersebut.


“Selamat sore Ibu, Bapak!” sapa dokter cantik bermata sipit barname tag dr. Nova, Sp Og.


“Selamat siang juga Dok. Saya mau memeriksakan kandungan saya.” Jawab Carissa.


“Baiklah silakan anda kesini” Ucap dokter itu sambil menunjuk brankar.


Perawat yang membantu dokter Nova segera memberi gel pada perut Carissa sebelum dilakukan pemeriksaan USG. Barra pun hanya diam dan melihat apa yang tengah dilakukanoleh dokter dan perawat itu terhadap istrinya. Karena ini adalah pertama kali baginya.


“Nah, alat ini akan mendeteksi keberadaan janin dalam kandungan Ibu. Bapak, silakan lihat ke arah monitor itu.” Ucap Dokter Nova.


Barra segera melihat ke arah monitor sesuai perintah. Namun dia juga tidak mengerti karena hanya ada bulatan.


“Ibu , Bapak yang bulatan ini adalah kantung janin. Dan kantung janin Ibu ini ada dua itu berarti saat ini Ibu sedang mengandung janin kembar. Dan usianya masih 4 minggu jadi belum terlihat jelas. Hanya sebesar biji kacang.” Ucap Dokter Nova.


Carissa dan Barra saling pandang. Mereka berdua masih belum percaya dengan kabar kehamilan itu dan kini dikejutkan lagi dengan kehamilan kembar. Carissa meneteskan air matanya. dia sangat bahagia mendapat kepercayaan dengan mengandung anak kembar. Ternyata Tuhan telah menggantikan janin yang telah gugur saat itu dengan digantikan dua sekaligus.


Selesai melakukan pemeriksaan, Carissa segera turun dari brankar dan kembali duduk di kursi bersama Barra untuk mendengarkan penjelasn dari Dokter Nova.

__ADS_1


“Ini saya berikan beberapa resep untuk ditebus di apotek. Saran saya agar Ibu jangan terlalu capek. Karena mengandung bayi kembar itu lebih berat tapi anda jangan takut. Dan biasanya porsi makan juga akan bertambah karena ada dua nyawa yang membutuhkan nutrisi dalam perut anda.” Ucap Dokter Nova.


“Terima kasih Dok.” Jawab Carissa dan Barra.


Setelah menebus obat dan beberapa vitamin, Barra dan Carissa segera pulang.


Kabar kehamilan Carissa sudah sampai ke telinga kedua orang tua mereka. Mereka pun juga ikut bahagia mendengarnya. Terlebih Carissa sedang hamil anak kembar. Dan Barra berencana akan mengadakan makan malam di rumahnya dengan mengundang semua anggota keluarganya untuk acara syukuran kehamilan istrinya.


Hari itu pun tiba. Semua anggota keluarga Barra dan Carissa saat ini sedang berkumpul di rumah Barra. Meski rumahnya tidak sebesar rumah orang tuanya, namun masih cukup untuk menampung semua keluarga besar baik dari pihak Carissa maupun Barra sendiri.


“Selamat ya Sayang atas kehamilan kamu.” Ucap Kay memeluk menantunya.


“Iya Ma. Terima kasih.” Jawab Carissa.


Begitu juga dengan Alana yang tak kalah bahagia. Mama kandung Carissa itu sangat protektif sekali terlebih dirinya juga sudah berpengalaman hamil kembar. Jadi Alana banyak memberikan nasehat-nasehat tentang menjaga kehamilan bayi kembar.


Semua orang yang hadir ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Barra dan Carissa saat ini. tak terkecuali Jenny dan Xavier. Jujur saja Jenny juga ingin merasakan kebahagiaan itu. Bukan hamil, namun hidup bahagia dengan pasangan halal. Tapi entahlah, sampai saat ini Xavier terkesan masih menggantungkan hubungannya. Walau mereka semakin hari semakin dekat.


Kedekatan antara Jenny dan Xavier pun sampai saat ini belum diketahui oleh kedua orang tua masing-masing. Yang orang tua mereka ketahui hanya dekat sebagai saudara saja. Tidak lebih dari itu.


Jenny ingat dengan peringatan kakaknya saat itu yang melarangnya menjalin hubungan dengan Xavier. Entah apa itu alasannya namun hal itu semakin membuat pikiran Jenny tak menentu. Karena selama ini yang dia tahu bahwa Xavier adalah laki-laki baik dan tidak pernah macam-macam.


Sedangkan Barra sejak tadi diam-diam mencuri pandang pada kedekatan adiknya dan kakak iparnya. Meski Barra berusaha bersikap biasa, namun dia tetap tidak setuju jika benar nanti mereka berdua sampai menikah. Barra juga belum tahu pasti sejauh apa hubungan keduanya.


“Kami semua ikut bahagia dengan kabar kehamilan Carissa ini. Papa harap kalian bisa menjaga amanat dari Tuhan ini dengan baik. Selalu rukun dalam membina rumah tangga kalian.” Ucap Charles.


“Iya Pa. terima kasih atas nasehatnya. Barra janji akan selalu menjaga istri dan anak-anak Barra dengan baik.” Jawab Barra.


***


Dua minggu setelah kabar kehamilan Carissa, kini usia kandungannya sudah menginjak 6 minggu. Carissa tidak mengalami gejala apapun dalam proses kehamilannya ini. dia sangat beruntung. Namun porsi makannya yang semakin bertamabah. Dan itu bagi Barra tidak masalah.


“Sayang, weekend nanti Mama mengajak kita ke kota B karena ada acara ulang tahun Shakila, anak Om Nathan. Apa kamu bisa melakukan perjalanan udara?” tanya Barra.


“Bisa Mas. Nanti aku akan tanya dulu pada Dokter Nova. Lagipula aku tidak ada keluhan apa-apa. Oh iya Mas. Bukankah Mas mau ngajak aku makan malam dengan salah satu klien Mas?” tanya Carissa mengingatkan.

__ADS_1


“Astaga iya. Aku hampir lupa. Kalau gitu setelah makan malam saja kita berangkatnya. Biar Mama, Papa, dan Jenny yang berangkat terlebih dulu.” Ucap Barra dan diangguki oleh Carissa.


Weekend pun tiba. Kini Barra dan Carissa sedang berada di sebuah restaurant untuk makan malam bersama klian Barra yang tak lain adalah Tuan Kenzo. sudah 10 menit Barra menunggu Tuan Kenzo namun sampai saat ini tak kunjung datang.


“Selamat malam. Maaf terlambat.” Ucap seorang pria yang baru saja datang bersama seorang perempuan cantik.


“Oh tidak apa-apa Tuan Kenzo. silakan duduk.” Ucap Barra.


“Perkenalkan istri saya Pelangi.” Ucap Tuan Kenzo memperkenalkan istrinya.


Kemudian Barra menyambut uluran tangan dari istri Tuan Kenzo, begitu juga dengan Carissa. Setelah itu mereka berempat segera menikmati makan malamnya.


Carissa melihat perempuan yang bernama Pelangi itu tampak aneh. Karena sejak tadi perempuan itu sepertinya tidak nyaman dengan pakaiannya yang sedang dipakai saat ini. padahal menurut Carissa, perempuan yang bernama Pelangi itu tampak anggun dan feminim.


Di saat sedang makan, tiba-tiba saja ponsel Barra bergetar ada panggilan masuk dari mamanya. Barra meminta ijin untuk menjauh sebentar guna mengangkat panggilan dari mamanya.


“Iya Ma. Ada apa?” tanya Barra.


“…..”


“Iya habis makan malam Barra dan Carissa segera berangkat.” Jawab Barra.


“…..”


“Apa? Jenny nggak bisa dihubungi? Bukankah dia berangkat sama Mama?” tanya Barra.


“…..”


“Ya, setelah ini Barra akan pulang cari Jenny.” Ucap Barra dan segera mengakhiri panggilannya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2