Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 47 Melupakan


__ADS_3

Radit kini sudah memarkirkan mobilnya di apartemen Delia. Melihat Delia yang tertidur di sampingnya membuat Radit bingung. Kasihan mau membangunkannya. Tidak mungkin juga dia menggendongnya.


Tadi setelah Radit menemukan Delia sedang menangis di pinggi jalan, Radit mengajak Delia untuk masuk ke mobil. Dia akan mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan, mereka berdua hanya diam saja tidak percakapan. Radit yang sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Delia masih terisak. Radit membiarkannya, mungkin dengan menangis akan mengurangi beban sakit yang sedang dia rasakan saat ini. Puas menangis akhirnya Delia tertidur. Terdengar suara dengkurang halusnya dan masih tersisa sedikit isakan lirih. Radit mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang bahkan bisa dikatakan sangat pelan, biar Delia bisa nyenyak tidurnya.


Sungguh hati Radit sangat sakit sekali melihat Delia sesedih itu. Apakah Delia benar-benar mencintai Surya hingga membuatnya sangat terpukul saat melihat kebusukan Surya dengan mata kepalanya sendiri. Tapi bagaimanapun perasaan Delia terhadap Surya, Radit tidak akan membiarkan mereka berdua kembali menjalani hubungan.


Lama Radit menunggu Delia yang masih tidur di dalam mobilnya, akhirnya Delia perlahan menggerakkan tubuhnya. Mungkin merasa posisi tidurnya kurang nyaman karena sambil duduk, hingga Delia terbangun. Delia mengucek matanya dan melihat sekitar, dia ada dimana sekarang. Saat menoleh ke kanan ternyata ada Radit. dia sangat terkejut.


“eh… maaf..maaf..” ucap Delia gugup sambil tangannya memegang handle pintu berusaha keluar, namun terkunci.


“ssttt…. Nggak usah takut. Aku nggak ngapa-ngapain kamu. Kamu tenang aja Del” Radit berusaha menenangkan Delia yang sedang ketakutan.


Akhirnya Delia diam dan sudah merasa sedikit tenang. Tiba-tiba saja Delia mengingat kejadian apa yang tadi dialaminya, dimana dia melihat perbuatan terkutuknya Angga. Delia kembali menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


“sstt…. Hei udah dong Del sstt… udah jangan nangis lagi” Radit kembali menenangkan.


“ma..maafin aku. Maafin aku saat itu-“


“udah..udah… sekarang ayo aku antar masuk. Ini sudah hampir jam 1 dini hari lho”


Akhirnya Delia mengangguk. Dia juga tidak enak karena sudah merepotkan Radit.


“aku masuk sendiri aja”


“jangan! Ini sudah larut malam, dan sepi. Ayo aku antar!”


Akhirnya Radit mengantar Delia hingga ke kamar apartemen. Radit sangat khawatir dengan keadaan Delia saat ini. Pasti dia masih sangat terpukul. Sesampainya di depan pintu,

__ADS_1


“makasih.. dan maaf-“ Delia berusaha meminta maaf pada Radit namun lagi-lagi Radit tidak mau mendengarkannya.


“kamu langsung istirahat ya. Aku langsung pulang ya. Jangan nangis lagi biar cantiknya nggak hilang” pamit Radit sambil berusaha mencairkan suasana hati Delia.


Delia hanya mengangguk dan tersenyum tipis meskipun matanya sangat sembab. Setelah itu dia masuk dan Radit pulang.


Delia segera tidur tanpa mengganti pakaian dan membersihkan diri. Karena dia merasa sangat lelah. Bahkan untu memegang ponselnya juga malas. Pasti disana banyak sekali notif yang masuk. Delia tidak peduli karena dia yakin pasti Angga terus berusaha menghubunginya.


Sedangkan Angga, semenjak kejadian tadi dia segera mengejar Angel. Namun tidak menemukannya. Pikirannya sangat kacau. Dia sangat tidak menyangka Angel memergokinya saat sedang bergumul dengan jalangnya.


“shittt!!!” angga memukul setir mobilnya dan mengumpat. Tepatnya mengumpat kebodohannya sendiri.


“ayo dong Ngel angkat telepon gue. Gue mau ngejelasin semuanya” gumamnya di dalam mobil yang masih berhenti di depan cafenya.


Setelah kejadian tadi Angga segera memakai bajunya dan buru-buru keluar untuk mengejar Angel. Namun sebelumnya dia mengambil beberapa lembaran uang seratus ribuan dan melemparkan ke muka wanita yang berada di dalam ruangannya yang sedang kebingungan mencari bajunya.


“tuh gue kasih loe bonus banyak banget. Setelah itu loe pergi dari sini dan jangan pernah lagi menampakkan muka loe di hadapan gue!!” peringatnya dan segera pergi.


Saat sudah sampai Apartemen Angel, Angga segera masuk. Dia menekan-nekan bel namun tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Dimana Angel. Apakah dia di dalam dan sudah tahu kalau dirinya datang dan tidak mau membukakan pintu. Atau Angel tidak ada di dalam. Lantas kemana Angel pergi. Angga masih saja menekan bel. Namun sayang usahanya sia-sia, tidak membuahkan hasil. Pintu apartemen Angel tidak terbuka. Akhirnya Angga pulang. Besok pagi saja dia kembali lagi.


***


Keesokan harinya Delia sudah terbangun dari tidurnya. Dia segera mandi, karena merasa badannya sangat lengket. Setelah itu dia ke dapur untuk membuat susu. Karena dia belum merasa lapar jadi lebih baik membuat susu saja dulu.


Hari ini Delia tidak ingin keluar kemana-kemana. Dia ingin istirahat saja. Delia sudah tidak ingin mengingat kejadian tentang Angga semalam. Dia akan berusaha melupakan Angga dari hidupnya. Dia tidak mau mengenal Angga lagi. Sungguh Delia sangat membencinya. Memang hatinya belum seutuhnya terbuka untuk Angga, tapi yang membuat Delia sakit adalah Angga sudah menghianati kepercayaan yang selama ini dia berikan. Sebelum Delia nanti membuka hatinya untuk Angga, lebih baik dia berusaha untuk mempercayai Angga dulu sebagai bukti bahwa Angga benar-benar serius padanya. Namun setelah sekian lama Delia memberi kepercayaan pada Angga, ternyata dengan mudahnya dia menghianati kepercayaan itu.


Saat ini Angga suda berada di basement apartemen Angel. Dia akan menemui Angelnya dan akan meminta maaf. Angga yakin pasti Angel ada di dalam. Dia segera keluar dari mobil. Saat berjalan, tiba-tiba ada yang mencekal tangannya dari belakang.

__ADS_1


“bugh…”


satu pukulan mendarat tepat di wajah Angga hingga mengeluarkan sedikit darah. Angga sangat kaget mengapa tiba-tiba ada yang memukulnya, dan yang membuat lebih kaget lagi yang memukulnya adalah Radit.


“dittt!! Apa-apaan sih loe?”


Bugh…bugh…. Radit kembali lagi memukul wajah Angga.


“siallll! Apa maksud loe tiba-tiba mukul gue???” bentak Angga sambil memegangi luka di wajahnya.


“loe jangan lagi ganggu Delia. Pergi loe dari hidup Delia?”


“Delia siapa maksud loe? Terus ngapain loe berada di apartemen Angel?”


Radit menarik kerah baju Angga. “perlu loe tau, Angel mu itu adalah Delia. Gadis yang selama ini gue cari. Gadis yang selama ini mendiami hati gue. Jadi gue harap loe jauhin Delia mulai sekarang juga”


“Apa???” Angga membelalakkan matanya tidak percaya bahwa Angel kekasihnya itu adalah orang yang sama yang selama ini dicari oleh sahabatnya sendiri. Sedetik kemudian Angga tersenyum sinis pada Radit.


“sayangnya gue nggak peduli. Angel akan tetap menjadi milikku selamanya” Angga sudah melepaskan diri dari cengkraman Radit.


“yakin loe stelah Delia melihat kebejatan loe kemarin, dia masih maafin loe?” ejek Radit


“ohhh… jangan-jangan ini semua udah loe rencanain buat ngejebak gue. Biar kamu bisa merebut Angel dari gue. Licik sekali cara loe. Cuihhh!!” Angga meludah


“hahaha…. Benar sekali tebakan loe. Gue memang sudah menggunakan cara licik itu. Namun sayang Delia tidak mempercayai gue saat gue nunjukin foto-foto loe sama jalang loe. Dia masih percaya sama loe, dia yakin loe nggak seperti itu. Tapi apa?? Semalam dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, tanpa campur tangan dari gue” Angga terdiam mencerna semua kata-kata yang keluar dari mulut Radit.


“lebih baik loe pergi segera dari sini! Gue nggak akan biarin Delia menangis lagi hanya karena bajingan kaya’ loe. Pergi cepat!!!” bentak Radit mengusir Angga.

__ADS_1


*TBC


*_author newbie_💕💕


__ADS_2