
Malam ini Kay sedang duduk di sebuah café sendirian. Dia sedang menunggu Vito. Rencananya Kay akan minta traktiran pada Vito karena hari ini adalah hari ulang tahunnya Vito. Kay mencoba bersikap biasa dan melupakan kejadian tadi pagi yang dilakukan oleh Vito dan Melly. Kay teringat ucapan Arsa tadi siang saat dirinya menceritakan tentang Vito.
#Flashback on
“Kay, kamu nggak jatuh cinta pada Vito kan?”
Kay terdiam mendapat pertanyaan dari kakaknya. Bukannya tidak mau mengakui tapi jujur Kay memang tidak tahu apa itu yang namanya cinta. Karena selama hidupnya dia tidak pernah merasakan jatuh cinta. Lalu Kay hanya bisa menggeleng pelan. Entahlah Arsa mengerti atau tidak dari maksud gelengan kepalanya itu.
“Ya biarkanlah Kay Vito seperti itu. Lagian sama pacarnya sendiri kan. Kamu kayak lagi mergokin pacar kamu selingkuh saja.” Jawab Arsa tanpa beban.
“Ya, aku terkejut aja Kak. Nggak nyangka kalau Kak Vito seperti itu gaya pacarannya.” Ucap kay.
“Disini itu kota metropolitan Kay, gaya pacaran seperti itu sudah wajar. Jadi kamu nggak usah kaget jika lihat hal seperti itu lagi. Tapi jangan sekali-kali kamu ngelakuin itu ya!” ancam Arsa pada Kay.
“Loh kenapa Kak?” protes Kay.
“Pokoknya jangan. Awas saja kalau kamu lakuin itu sama cowok kamu. Kamu boleh seperti itu kalau sudah menikah nanti.”
“Jangankan ngelakuin. Punya cowok aja nggak pernah.” Kesal Kay.
Arsa hanya tersenyum melihat Kay yang cemberut. Jujur saja Arsa juga selalu menjaga Kay dari dulu tapi tidak seposesif Vito. Arsa sebenarnya ingin memberikan kesempatan buat Kay agar bisa berkenalan dengan laki-laki lain. Tapi dia kalah dengan Vito. Arsa juga merasa aneh dengan sikap posesifnya pada Kay. Arsa kira dulu Vito mempunyai perasaan pada Kay. Tapi setelah Kay baru saja menceritakan bahwa Vito sudah mempunyai kekasih. Jadi rasa penasarannya pun tidak terbukti. Vito posesif pada kay memang benar-benar menganggapnya adik.
“ya sudah jangan sedih lagi. Wajar kalau kamu kaget karena kamu belum pernah mengalaminya. Tapi ingat pesan kakak tadi ya?. Nah sekarang lebih baik kamu istirahat aja dulu.” Ucap Arsa kemudian.
Setelah itu Kay keluar dari kamar kakaknya dan masuk ke kamarnya sendiri. Kay melihat ponselnya yang ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Vito. Akhirnya Kay mengirim pesan pada Vito untuk mengajaknya bertemu nanti malam.
#Flashback off
“Kay?” sapa Vito yang baru saja datang.
“Eh Kak Vito. Selamat ulang tahun ya Kak!” ucap Kay sambil menjabat tangan Vito dan cipika-cipiki.
Vito heran dengan sikap Kay saat ini. Sikapnya beda sekali dengan tadi pagi saat dia memergoki dirinya tengah berciuman dengan Melly. Vito melihat sendiri kalau Kay menangis saat melihat kejadian itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Kay tadi pagi, Vito benar-benar frustasi dan sangat menyesal telah melakukan itu dengan Melly. Tapi saat beberapa kali melakukan panggilan pada Kay dan tidak ada jawaban, Vito sedikit menarik susut bibirnya tersenyum. Apakah Kay cemburu saat melihatnya tadi. Kalau benar ia cemburu berarti Kay juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Kini mereka berdua sudah duduk. Kay terlihat biasa saja. Dia sedang asyik memilih menu makanan dan minuman yang akan dia pesan.
“Kay, terima kasih ya kadonya tadi.” Ucap Vito pelan.
“Iya Kak sama-sama.” Jawab Kay tapi matanya masih fokus dengan buku menu makanan.
Vito jadi bingung bagaimana cara meminta maaf tentang kejadian tadi pagi. Sementara Kay terlihat cuek begitu.
“Kay, maafkan kejadian tadi pagi ya. Sebenarnya itu tidak seperti yang kamu bayang-“
“Oh Kak Vito tenang saja. Justru aku yang minta maaf karena datang di waktu yang tidak tepat.”
“Maksud kamu? Kamu nggak marah Kay?” Tanya Vito memastikan.
Mendengar pertanyaan Vito membuat Kay tergelak. Dan itu semakin membuat Vito bingung. Apa maksud Kay sebenarnya. Padahal jelas-jelas tadi paagi melihat Kay menangis.
“Nggak lah Kak. Ngapain juga aku marah. Wajar kalau Kak Vito melakukan itu. Kan Melly memang pacar Kak Vito. Terus soal tadi kalau Kak Vito melihat aku menangis. Itu karena aku kaget saja. Kak Vito tahu kan kalau aku tidak pernah punya pacar. Jadi sedikit terkejut saja melihat adegan itu.” Terang Kay panjang lebar.
Pupus sudah harapan Vito. Vito berharap bukan itu jawaban Kay. Vito berharap Kay mengakui bahwa dia tadi benar-benar marah karena cemburu. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.
“Kamu tidak cemburu Kay?” pancing Vito.
“Cemburu?” Tanya Kay sambil tergelak lagi.
“Kak Vito apa-apaan sih. Masak aku cemburu pada Melly. Secara Melly adalah pacar Kak Vito. Dan Kay hanya adik Kak Vito.” Lanjut Kay.
Akhirnya Vito hanya bisa terdiam. Dia sudah tidak mampu berbicara lagi. Memang kenyataannya seperti itu. Dia dengan Kay hubungannya hanya sebatas kakak dan adik. Kemudian setelah itu makanan yang mereka pesan datang. Keduanya terlihat seperti biasa lagi. Tapi sama-sama sedang memikirkan sesuatu. Jika Vito kecewa dengan sikap Kay, sedangkan Kay bingung dengan perasaannya sendiri.
“Kak, terima kasih ya traktirannya. Dan maaf sepertinya aku harus pamit terlebih dulu.” Ucap Kay setelah meminum jus alpukatnya.
“Loh kenapa buru-buru Kay?” Tanya Vito heran.
__ADS_1
“Ehm, aku sudah ada janji sama Rey” ucap Kay sambil melirik seorang pria yang sejak tadi sudah menunggunya. Dan duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari tempat duduknya sekarang.
Vito mengikuti arah pandang Kay dan melihat sosok pria yang sedang tersenyum manis pada Kay. Vito mengepalkan tangannya kuat. Dia sangat cemburu melihat Kay juga menyambut senyuman Rey. Vito tidak menyangka kalau Kay sudah berjanji dengan pria yang bernama Rey itu.
Akhirnya mau tidak mau Vito membiarkan Kay pergi dengan Rey. Kemudian Vito menghubungi seseorang agar mengikuti kemana Rey dan Kay pergi. Meskipun Vito sudah mengetahui beberapa informasi tentang Rey. Vito tahu kalau Rey adalah pria baik-baik jadi tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk pada Kay. Namun tetap saja dia akan selalu mengawasi mereka berdua.
Beberapa bulan berlalu. Hubungan Vito dan Kay seperti biasanya. Kay juga sering menceritakan kedekatannya dengan Rey. Bahkan Kay juga menceritakan bahwa dirinya sudah resmi berpacaran dengan Rey. Vito dapat melihat aura bahagia Kay saat sudah resmi berpacaran dengan Rey. Sedangkan Vito harus menahan kuat rasa sesak di dadanya saat melihat Kay jalan dengan Rey.
Sedangkan Melly, semenjak dia berciuman dengan Vito saat menyambut hari ulang tahunnya Vito bulan lalu, smenjaka saat itu Melly selalu memperlihatkan keagresifannya pada Vito. Tapi justru Vito selalu menghindarinya. Bagi Vito kejadian itu adalah kesalahan terbesarnya. Dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan melakukan itu lagi.
Melly terlihat begitu sangat kesal dengan perubahan sikap Vito padanya. Jujur saja Melly ingin sekali mengulang kejadian itu. Bahkan kalau bisa lebih dari itu. Tapi kenyataan pahitlah yang ia terima. Vito selalu mempunyai banyak alasan jika Melly menampakkan sinyal ingin melakukan kegiatan mesumnya.
***
Hari ini mood Vito benar-benar jelek. Semalam tanpa sengaja saat dia sedang berselancar di media sosialnya, dia membuka akun Instagram yang sudah lama tidak pernah ia kunjungi. Saat pertama kali membukanya, di beranda pertama yang muncul adalah foto-foto Kay. Seharusnya dia senag bukan jika melihat foto-foto Kay. Tapi Vito sangat kesal. Karena di akun instaagram Kay banyak sekali foto-fotonya bersama Rey.
Bahkan disana ada foto Kay dan Rey sedang makan bersama Mommy dan Daddynya. Vito benar-benar kesal. Akhir-akhir ini sangaat sibuk dengan urusan kantor, jadi dia melewatkan informasi tentang Kay.
Pagi ini Vito berangkat ke kantor pagi-pagi sekali. Lebih baik dia menyibukkan diri daripada memikirkan rasa cemburunya pada Kay. Vito melihat jam tangannya masih menunjukkan pukul 06.30. waktu yang tidak normal untuk datang ke kantor.
Saat akan sampai ruangannya, Vito melihat sekelilingnya masih tampak sepi. Bahkan cleaning servis beberpa ada yang belum datang. Vito tetap berjalan memasuki ruangannya. Dan sebelum membuka knop pintu, Vito dikejutkan dengan salah satu cleaning servis laki-laki yang baru saja keluar dari ruangannya. Vito bukan terkejut dengan keluarnya laki-laki yang sedang membawa alat pel itu, melainkan terkejut dengan ekspresi wajah cleaning servis itu.
“Pa..pagi Tuan Vito!” sapanya dengan suara gemetar.
.
.
.
*TBC
Jangan bosan utk meninggalkan jejak kalian ya.. like, komen, gift, dan votenya.
__ADS_1
.
O iya, please jgn tuntut author untuk double up ya🙏🙏 krna author jg sibuk di dunia nyata. insyallh seminggu sekali aku akan kasih double up atau crazy up. ok👌👌😍😍😘😍😘