Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 83 Resign


__ADS_3

Rasa dingin menyeruak masuk ke dalam tubuhnya. Viviane segera beranjak dari guyuran air shower yang masih mengalir deras itu. Bibirnya membiru serta kulitnya pucat pasi akibat terlalu lama terkena air.


Dia harus kuat. Tidak boleh lemah. Setelah ini dia harus pergi jauh dari kota ini. Kota yang belum lama ia singgahi namun menorehkan banyak luka. Entah siapa yang membuat luka itu.


Viviane meraih handuknya. Dia segera mengeringkan rambutnya. Dia mengambil piyama tidurnya untuk segera beristirahat. Sejak tadi Angga menghubunginya namun Viviane enggan untuk menyentuh ponselnya. Kepalanya tiba-tiba berdenyut, sangat pusing. Apakah ini efek karena terlalu lama berada di bawah guyuran air. Ditamabah dirinya juga belum makan malam. Namun Viviane enggan makan malam saat ini.


Viviane berjalan keluar kamar untuk mengubah pascode pada pintu apartemennya. Kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya. Setelah itu dia tidur.


**


Sejak tadi Angga menghubungi kekasihnya namun tidak bisa. Dia sangat khawatir dengan keadaannya. Mamanya juga menanyakan keberadaan calon menantunya tapi Angga juga bingung. Mau meninggalkan acarapun tidak bisa. Dan setelah acara selesai, Angga baru bisa mendatangi apartemen Viviane.


Kini Angga sudah berada di depan unit apartemen Viviane. Sejak tadi dia sudah menekan bel namun tidak ada tanda-tanda pintu terbuka. Sebenarnya Angga tahu passcodenya namun, dia memilih untuk tidak masuk sebelum Viviane sendiri yang membukakannya.


Namun Angga semakin khawatir saat Viviane tidak juga membuka pintu. Akhirnya Angga menekan beberapa passcode yang dia sudah tahu untuk bisa masuk ke unit apartemen kekasihnya. Satu kali memasukkan kode tapi gagal. Angga mengulanginya, dan lagi-lagi gagal.


Apa mungkin Viviane mengganti pascodenya. Tapi kenapa dia menggantinya. Ada apa sebenarnya. Karena waktu yang sudah larut malam dia dan badan Angga yang sudah sangat payah, akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Mungkin besok pagi dia akan kembali lagi kesini.


Keesokan harinya Viviane terbangun dengan badan yang sedikit lemas. Kepalanya masih pusing dan tiba-tiba perutnya juga kram.


Melihat jam yang ada di atas nakas menunjukkan waktu yang masih pagi, Viviane segera masuk ke kamar mandi. dia harus segera mandi setelah itu berangkat ke kantor. dia harus pergi ke kantor lebih awal agar tidak bertemu Angga. Sudah dipastikan Angga nanti akan menjemputnya.


Setelah selesai semua, Viviane segera keluar apartemen dan mencari taksi untuk berangkat ke kantornya. Meski badannya tidak fit, dia tetap memaksakan diri untuk pergi bekerja.


Karena hari ini dia akan mengajukan mutasi kerja. Entahlah apakah nanti atasannya akan mengabulkan permintaannya itu. Kalaupun tidak diperbolehkan, dengan berat hati dia akan resign.


Sedangkan Angga, semalam tidurnya sudah larut malam kini dia sudah terbangun dengan kepala yang tersa berat. Dia segera mandi dan pergi ke apartemen Viviane. Dia yakin pasti Viviane belum berangkat ke kantor.


Dengan pikiran yang masih berkecamuk, Angga mengendarai mobilnya sedikit cepat agar segera sampai di apartemen Viviane. Namun lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak pada Angga. Unit apartemn Viviane masih sama seperti semalam. Tidak bisa dibuka dengan passcode yang ia tahu. Ditelepon pun ponsel Viviane tidak aktif.


Angga memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya. Beberapa saat kemudian ponselnya bordering. Dia sangat senang, dia mengira itu panggilan dari Viviane. Tapi id pemanggil itu buka Viviane melainkan papanya. Dengan lesu Angga mengangkat panggilan dari papanya.


“ya pa?”


“…..”


“di apartemen Viviane”

__ADS_1


“…..”


“hmm iya”


Dengan berat hati Angga harus meninggalkan apartemen Viviane karena tiba-tiba papanya meneleponnya untuk datang ke kantor menggantikannya meeting. Sementara itu papanya tersenyum penuh arti setelah mengakhiri panggilannya.


Sedangkan Viviane hari ini ijin untuk pulang karena sejak tadi kepalanya sangat pusing. Meskipun dia sudah minum obat tapi tidak menjadikannya membaik, justru semakin pusing dan perutnya juga masih kram.


Setelah taksi turun di depan apartemennya, Viviane segera masuk. Dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit di kepala serta perutnya. Viviane memasukkan passcode pintu unit apartemennya yang sudah ia ganti.


Klik


Pintu terbuka dan Viviane segera masuk. Namun, tiba-tiba tubuhnya ada yang memeluk dan mendorong dari belakang. Dan dengan cepat Viviane masuk ke dalam bersamaan dengan orang yang mendorongnya tadi.


“Om?” Viviane sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa om Wijaya yang tak lain papa Angga bisa berada di dalam apartemennya.


“hai Retha sayang”


“om mau apa?” Viviane perlahan mundur saat Wijaya melangkahkan kakinya mendekati Viviane.


“om kangen banget sama kamu sayang”


“hei jangan takut sayang. Om nggak akan nyakitin kamu. Om akan menyenangkan kamu”


“aku nggak mau! Pergi sekarang juga!!”


“apa kamu lebih memilih Surya anak om daripada papanya?” Wijaya tidak terima bila Viviane lebih memilih Surya daripada dirinya.


“aku nggak milih keduanya! Aku mohon om pergi dari sini!” teriak Viviane disertai isakannya.


Viviane mendorong tubuh Wijaya agar segera keluar. Namun bukannya keluar, Wijaya justru mendekap erat tubuh Viviane. Dengan penuh amarah, dia meraup bibir Viviane. Bibir yang sudah menjadi candu, bibir yang sangat memuaskan birahinya. Dulu dirinya menikmati bibir itu dengan lembut, namun kini kelembutan itu sekan sirna dan berganti dengan siksaan.


Wijaya tidak terima. Selama ini tidak mendapatkan kabar dari Viviane. Namun saat pesta kemarin dia mengetahui bahwa wanita yang dirindukannya memiliki hubungan dengan Surya putra kandungnya sendiri.


Wijaya semakin kasar ******* bibir Viviane. Bahkan dia sampai menggigitnya. Dengan cepat Wijaya mendorong tubuh lemah Viviane ke sofa ruang tamu. Dia membuka paksa kancing blazer Viviane. Kemudian dia meneguk kesegaran pada buah yang ada pada tubuh Viviane. Lagi-lagi dia melakukannya dengan kasar tanpa belas kasih.


Viviane yang keadaannya semakin lemah tidak mampu lagi untuk melawan kebrutalan Wijaya. Air matanya mengalir deras. Wijaya pun tidak mempedulikan itu. Karena saat ini amarah sedang menguasai dirinya. Wijaya tidak akan melepaskan Viviane begitu saja. Dia tidak akan memberikan tambang emasnya dengan Cuma-Cuma pada seseorang walaupun itu pada Surya, putranya sendiri.

__ADS_1


Wijaya dengan cepat membuka kancing celananya yang berbahan kain. Dia mengeluarkan senjata pamungkasnya yang sejak tadi sudah berdiri kokoh. Kemudian Wijaya menaikkan rok yang dipakai Viviane. Dia menarik ****** ***** Viviane tapi tidak sampai terlepas.


Wijaya memberikan sedikit pelumas pada senjatanya dengan ludahnya sendiri. Detik berikutnya dia segera mendorong kuat senjatanya untuk masuk ke liang Viviane dengan sekali hentakan.


Viviane merasakan sakit yang teramat dalam. Bahkan kini perutnya semakin terasa diremas-remas. Suaranya sudah tak mamou ia keluarkan. Hanya air mata yang masih mengalir deras.


Wijaya terus menghujamnya tanpa ampun. Dia tidak mempedulikan Viviane yang sedang kesakitan.


“arghhhhh Rethaaaa!” teriak Wijaya di ujung klimaksnya dengan menyebut nama orang yang sedang berada di bawahnya.


Wijaya membenahi pakaiannya setelah melepaskan penyatuannya tadi. Kemudian dia segera pergi meninggalakn Viviane yang masih tergolek lemah di atas sofa.


Viviane tidak bisa bergerak. Seluruh badannya sakit, namun hatinya tak kalah sakit. Setelah itu dia merasakan seperti ada sesuatu yang mengalir di sela-sela pahanya. Sedetik kemudian dia menutup matanya.


***


Di dalam ruangan kerjanya, saat ini Radit sedang mengernyitkan keningnya setelah beberapa saat lalu mendapat pesan dari seseorang. Pesan itu berupa foto Viviane yang sedang dipeluk oleh seorang pria di depan sebuah unit apartemen.


Awalnya foto itu tidak jelas tentang siapa pria yang seperti sedang memeluk Viviane. Namun pada pesan terakhir, foto itu dengan jelas memperlihatkan bahwa pria itu adalah Om Wijaya. Papa dari Surya. Orang yang selama ini dia anggap seperti papanya sendiri.


“ada hubungan apa sebenarnya antara Viviane dengan Om Wijaya?”


.


.


.


*TBC


Aku kasih doble up ya.. semoga tidak lupa utk meninggalkan jempolnya👍👍


Happy weekend😘


follow my ig: dee_k9191


.

__ADS_1


.


*_author newbie_💕💕


__ADS_2