
Entahlah Kay saat ini merasa ada yang berbeda dengan hatinya saat mendengar perkataan adiknya. Benarkah kak Vitonya sudah mempunyai kekasih. Kalau benar bagaimana dengan dirinya nanti. Pasti nanti Vito akan sangat sibuk sekali dengan kekasihnya dan akan melupakan dirinya. Jujur saja Kay sudah terbiasa dengan sikap protektif yang diberikan oleh Vito selama ini. Meskipun mereka tinggal berjauhan, tapi Kay merasa Vito terus memperhatikannya.
Sementara itu Vito merasa berbeda saat Kay yang tadinya menggandeng tangannya seketika melepaskannya. Dia bingung kenapa Kay tiba-tiba seperti itu. Hingga saat dalam mobil pun Kay mendiamkannya. Vito yang berusaha mencairkan suasana, Kay tetap saja acuh. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya itu.
Beberapa jam kemudian, acara yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kay datang bersama kedua orang tuanya dan juga Nathan menuju aula perusahaan Vito. Kay mala mini tampil sangat cantik. Siapa yang yang melihat penampilan Kay pasti akan terpesona akan kecantikannya. Khususnya kaum adam.
Vito sangat bahagia melihat kedatangan Kay bersama keluarganya. Sungguh dia merasa memiliki keluarga yang utuh dengan hadir di tengah-tengah keluarga Kay. Sebenarnya Vito berharap sekali Papanya ikut datang ke acara peresmian perusahaan yang sudah ia rintis sendiri itu. Namun, Vito tidak mau egois. Mengingat kondisi Papanya saat ini yang sedang sakit, jadi dia tidak mau memaksa Papanya untuk hadir. Cukup ditemani oleh keluarga Omnya yaitu Om Fandi, Vito sudah sangat senang.
“Selamat ya Sayang!” ucap Delia sambil memeluk Vito.
Kemudian bergantian Radit yang memeluk Vito. Dan berlanjut Nathan. Terakhir Kay yang mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat pada Vito. Vito sedikit tertegun saat melihat penampilan adiknya mala mini. Baru kali ini Vito melihat Kay berpenampilan layaknya wanita dewasa. Sangat cantik dan juga elegan.
“Selamat ya Kak!” ucap Kay kemudian memeluk Vito.
Saat kay memeluk tubuhnya. Tiba-tiba saja aroma parfum yang tercium dalam tubuh Kay seketika membuat hasrat kelelakian Vito bangkit. Vito sangat terkejut dengan dirinya sendiri. Semakin dia menghirup aroma tubuh Kay, Vito semakin menggila.
“Ehm… permisi!” ucap seorang wanita yang kini sedang berdiri disamping Kay dan Vito. Seketika Kay mendorong dan melepaskan pelukaannya.
“Ma… af, Melly??” ucap Kay tertahan dan kemudian terkejut dengan kehadiran seseorang yang sangat ia kenal.
“Kay???” ucap wanita itu yang juga sangat terkejut. Kemudian keduanya berpelukan.
“Kalian saling kenal??” Tanya Vito yang sangat bingung melihat Kay dan Melly sedang berpelukan.
“Kenallah Kak. Dia Melly, sahabat aku saat masih SMA dulu. Iya nggak Mel? Kamu makin cantik saja Mel” ucap Kay semangat.
“Kamu juga makin cantik Kay. Kamu juga diundang sama Kak Vito?” Tanya Melly.
“Iya. Kan dia kakakku masak nggak diundang.” Ucap Kay dengan cemberut yang dibuat-buat.
“Oh jadi Kay yang dimaksud Kak Vito adalah kamu. Wah aku nggak nyangka sahabatku sendiri yang nantinya akan jadi keluargaku juga.” ucap Melly antusias.
“Maksud kamu jadi keluarga apa ya Mel? Tanya Kay bingung.
“Ya, aku kan sekretarisnya Kak Vito sekaaligus kekasihnya. Jadi kita nanti akan jadi saudara. Ya kan Kak?” ucap Melly sambil melirik Vito.
__ADS_1
Deg
Kay sangat terkejut saat mendengar penuturan dari sahabatnya sendiri. Kay tidak percaya kalau Kak Vitonya memang sudah memiliki kekasih. Raut muka Kay yang tadinya ceria kini berubah menjadi murung. Dengan berusaha menampilkan senyumnya, Kay berpamitan pada Vito untuk segera bergabung dengan keluarganya.
Kemudian Melly segera mengajak Vito untuk menemui dan menyambut kedatangan tamu undangan yang baru saja hadir. Nampak sekali Melly yang sangat manja dengan menggandeng lengan Vito. Tapi Vito tiba-tiba saja memikirkan sikap Kay yang tiba-tiba saja berubah.
Kini acara sudah dimulai. Kay dapat melihat Melly yang selalu berada disamping Vito. Bahkan saat Vito melakukan potong pita, Melly juga senantiasa menggandeng tangan Vito. Entahlah kenapa Kay merasa sangat sesak melihat kedekatan kakaknya dengan sahabatnya.
Kay adalah wanita yang sangat pintar dan berprestasi ketika masih duduk di bangku sekolah. Bahkan sampai kuliah pun diajuga merupakan mahasiswa yang sangat berprestasi. Namun, untuk masalah hati dan perasaan. Pengalaman Kay sangat minim. Seumur hidupnya dia tidak pernah yang namanya pacaran. Lelaki yang mendekatinya saja tidak berani. Entah apa alasannya. Setahunya saat dia masih duduk di bangku SMA pernah ada seorang laki-laki yang mendekatinya namun kemudian lelaki itu pergi karena takut dengan kakaknya yang tak lain Vito.
“Kamu jangan coba-coba dekat dengan laki-laki Kay. Kamu nggak tahu dia laki-laki yang baik atau bukan.” Ucap Vito kala itu.
Semenjak Vito memberi ultimatum pada Kay agar tidak dekat dengan laki-laki, semenjak itu juga laki-laki yang akan mendekati Kay seolah takut. Karena tanpa sepengetahuan Kay, Vito telah menyuruh seseorang untuk mengawasi Kay agar tidak dekat dengan laki-laki. Vito tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa adiknya.
Namun, saat Kay menginjak bangku kuliah, dia pikir akan merasakan yang namanya mempunyai seorang kekasih seperti kebanyakan teman-temannya. Meskipun dia sudah jauh dari kakaknya. Namun tetap saja tidak ada seorang lelaki yang berani mendekatinya. Hingga sampai saat ini Kay masih belum pernah yang namanya pacaran.
Setelah acara potong pita selesai. Kini para tamu undangan dipersilakan menikmati hidangan makanan yang sudah tersedia. Kay mengambil segelas minuman kemudian berjalan sedikit menjauh dari keramaian. Dia ingin mendinginkan hatinya sejenak. Entah bagaimana bisa hatinya bisa panas saat melihat kemesraan antara Vito dan Melly.
“Sendirian saja Nona?” sapa seseorang yang kini sedang berdiri diamping Kay.
“Ah iya. Cari udara segar saja.” Jawab Kay.
“Aku Kayola. Panggil Kay saja.” Ucap Kay menyambut uluran tangan Rey sambil tersenyum manis.
“Kay. Nama yang cantik seperti orangnya.”
Kemudian mereka berdua berbincang-bincang sambil bergurau. Wajah murung Kay kini kembali ceria saat sedang bergurau dengan Rey. Lelaki pertama yang mengajaknya berkenalan. Kay sendiri merasa sangat senang akhirnya ada lelaki yang mau mendekatinya. Setelah itu saling bertkar nomor ponsel, Rey memutuskan untuk undur diri karena tiba-tiba saja ada telepon mendadak.
Selepas kepergian Rey, Nampak Kay senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya. Dia sangat senang sekali bisa berkenalan dengan Rey. Terlihat Rey orangnya sangat baik, sopan, dan juga tampan.
“Siapa dia?” ucap suara baritone yang tiba-tiba saja ada disamping Kay.
“Kak Vito?? Bikin Kay kaget saja sih. Kenapa kakak bisa ada disini. Nanti dicariin orang-orang lho!”
“Siapa dia?” Tanya Vito lagi dan mengabaikan pertanyaan Kay.
__ADS_1
“Oh itu tadi. Teman baru Kay kak. Namanya Rey. Kakak tahu nggak dia adalah lelaki pertama dalam hidup Kay yang berani mengajak Kay berkenalan loh” ucap kay dengan antusias.
“Kamu masih ingat kan apa yang pernah aku bilang?”
“maksudnya Kak?”
“kamu jangan sembarangan dekat dengan laki-laki yang tidak kamu kenal. Belum tentu dia adalah laki-laki baik.”
“Tapi Rey orangnya sangat baik dan sopan Kak. Ehm.. dan juga tampan.” Ucap Kay dan memelankan suaranya saat menyebut Rey tampan.
“Kakak nggak mau tahu ya Kay, pokoknya kamu jangan dekat dengan laki-laki yang belum pernah kamu kenal!!”
“Tapi Kak, Rey itu-“
“Cukup!! Kamu berani membantah ya sekarang?” bentak Vito pada Kay setelah itu pergi begitu saja meninggalkan Kay.
Kay sangat terkejut saat pertama kalinya mendengar Vito membentaknya. Tanpa terasa air mata Kay tiba-tiba mengalir begitu saja.
.
.
.
*TBC
Wah...wah...wah kak pito mulai berulah nih. kakak macam apa itu?😂😂
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya:
✔️ Like
✔️ komen +
✔️ gift
__ADS_1
✔️ vote
✔️ rate bintang 5