Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 122


__ADS_3

Kay segera pergi menuju tempat dimana mobilnya ia parkir. Dia sudah berada di dalam mobil namun belum juga menyalakan mesinnya. Dia masih terdiam memikirkan sikap berlebihan Vito. Kay tahu kalau sejak dulu Vito sangat pretektif padanya. Tapi kali ini sungguh keterlaluan. Jauh di dalam lubuk hatinya dia juga ingin hidup normal dengan memiliki seorang tambatan hati. Ia ingin sekali merasakan jatuh cinta. Tapi kakaknya selalu saja menjadi bayang-bayang.


Setelah dapat meredam emosinya, Kay segera menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan hotel. Ia ingin segera pulang dan tidur. Tanpa sepengetahuan Kay, sejak tadi Vito mengawasi adiknya dari jauh. Lagi-lagi dia merasa bersalah dan menyesal setelah apa yang dilakukan pada Kay. Namun Vito tetap pada pendiriannya. Dia tidak akan membiarkan pria mana pun mendekatinya. Kemudian Vito juga mengikuti Kay pulang.


Sesampainya di rumah Kay langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia mengacuhkan kedua orang tuanya yang sedang bersantai di ruang tengah. Radit juga dapat melihat wajah sembab putrinya. Delia dan Radit saling pandang saat melihat sikap Kay. Baru kali ini mereka melihat Kay mengacuhkannya. Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki masuk.


“Malam Mom, Dad!” sapa Vito yang baru saja sampai.


“Eh Vito, sudah selesai sayang acaranya? Mommy kangen banget sama kamu.” Ucap Delia sambil memeluk Vito.


“Sudah, Mom”


“Kamu datangnya ko’ hampir barengan sama Kay?” Tanya Radit.


“Oh, iya Dad. Kebetulan acara yang kami hadiri sama. Yang menikah ternyata kakak sepupu Melly. Dan kakak sepupu Melly yang memesan gaun pengantin pada Kay.” Ucap Vito.


“Oh begitu. Berarti kalian tadi juga ketemu?” Tanya Radit lagi.


“Iya, Dad.”


“Terus kenapa Kay sikapnya berbeda setelah pulang dari pesta. Kalau kamu tadi ketemu sama Kay, berarti kamu tahu apa yang terjadi dengan Kay?” Tanya Radit penuh intimidasi.


“Oh, kalau soal itu Vito kurang tahu Dad. Mom, Dad bolehkan Vito ijin untuk istirahat dulu?” pamit Vito karena tidak ingin dicurigai oleh Daddynya.


Sementara itu Delia juga segera masuk ke dalam kamarnya karena dia juga merasa ngantuk. Tapi tidak dengan Radit. dia merasa sedikit curiga dengan Vito. Sepertinya Vito sedang menyembunyikan sesuatu yang ada hubungannya dengan perubahan sikap Kay tadi. Radit masih berdiam diri memikirkan sesuatu.


Sedangkan Vito, malam ini dia tidak bisa tidur. Dia ingin sekali menemui Kay dan meminta maaf. Tapi bagaimana caranya. Pasti masih sangat marah padanya. Kemudian Vito memutuskan untuk keluar dari kamar dan memilih pergi ke teras depan rumah. Vito mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Terlihat Vito sangaat serius saat berbicara dengan seseorang di balik telepon itu.


“Kamu selidiki siapa pria itu. Dan jangan biarkan dia menggangu atau mendekati Kay.” Ucap Vito dan memutuskan panggilannya.


“Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Kay? Apa ada yang menyakiti Kay?” ucap Radit yang tiba-tiba muncul di belakang Vito.


Radit tadi melihat Vito yang keluar dari kamarnya. Dia berniat ingin menanyakan apa yang telah terjadi dengan Kay. Namun belum sempat langkah kakinya mendekati Vito, Radit samar-samar mendengar Vito sedang berbicara dengan seseorang melalui panggulan telepon. Dan Radit juga mendengar kalau Vito sedang meminta seseorang untuk menyelidiki seseorang dan seseorang itu ada hubungannya dengan Kay.

__ADS_1


Vito sungguh tidak menyangka kalau Daddynya tiba-tiba muncul di belakangnya dan mendengarkan apa yang dia bicarakan tadi. Vito kebingungan bagaimana cara menjawab pertanyaan Daddynya.


“Dad? Belum tidur?” Tanya Vito berusaha agar tidak gugup.


“Belum. Dad nggak bisa tidur karena memikirkan Kay.” Jawab Radit.


“memangnya ada apa dengan Kay Dad?”


“justru Dad akan bertanya dengan kamu. Ada apa dengan Kay? Apa ada yang menyakiti Kay? Katakan pada Daddy. Tadi Dad melihat Kay habis menangis.”


Vito menghela nafasnya panjang. Lebih baik dia mengatakan yang sesungguhnya agar tidak dicurigai lagi sama Daddynya.


“Maaf Dad. Tadi saat di pesta Vito melihat Kay sedang berduaan dengan seorang pria. Lalu Vito menghampiri Kay dan mengajak bicara pada Kay agar tidak dekat dengan sembarangan pria.” Jelas Vito.


“Berduaan? Di tempat sepi? Apa benar yang kamu katakan?”


“Ehm.. bukan di tempat sepi Dad, di taman depan hotel. Hanya saja mereka berduaan.”


“Vito, Daddy sangat tahu kalau kamu sejak kecil sangat menyayangi Kay. Sekarang Kay sudah 24 tahun. Dia sudah dewasa. Jadi, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan. Dad yakin kalau Kay tahu mana yang benar dan mana yang salah.” Ucap Radit panjang lebar.


“Biarkan saja, kalau tidak seperti itu bagaimana Kay akan mengenal pria. Biar dia jadikan itu semua pengalaman. Kamu nggak usah khawatir, Dad juga akan mengawasi Kay. Biarkan dia berdekatan dengan seorang pria. Lagian kamu juga sudah memiliki kekasih. Kalau kamu fokus pada Kay, nanti hubungan kamu dam kekasih kamu akan berantakan.”


“Sudah malam, lebih baik kamu segera tidur.” Ucap Radit dan pergi meinggalkan Vito yang masih terdiam.


Vito tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dadynya baru saja. Tidak mungkin Vito lepas tangan begitu saja dan membiarkan Kay untuk menjalin hubungan dengan seorang pria. Mungkin untuk kali ini lebih baik Vito mengiyakan ucapan Daddynya. Tapi dia harus tetap bekerja di belakang. Dia akan tetap mengawasi Kay.


Keesokan paginya. Kay sudah terbangun dari tidurnya.setelah membersihkan diri, dia segera turun dan bergabung dengan keluarganya untuk sarapan bersama.


“Pagi Mom, Dad!” sapa Kay pada kedua orang tuanya.


“Pagi Sayang.”


“Kak aku boleh pinjam mobil kamu nggak?” Tanya Nathan tiba-tiba.

__ADS_1


Dan saat Kay akan menjawab pertanyaan Nathan dan akan meminjamkan mobilnya, Kay melihat Vito yang tengah berjalan menuju meja makan. Lebih baik Kay hari ini keluar saja daripada harus berada satu rumah dengan Vito.


“Nggak bisa. Mau aku pakai keluar.”


“Kemana sih Kak? Lagian ini hari minggu loh. Nggak biasanya juga kakak keluar di hari minggu.”


“Bukan urusan kamu.”


“Hayo pasti mau janjian sama gebetan baru ya?” goda Nathan.


“Nah tuh tahu.” Ucap Kay sambil mengambil makanan dan acuh pada Vito yang baru saja duduk.


Vito yang mendengar bahwa Kay aka nada janji bertemu dengan gebetan barunya, seketika Vito mengepalkan tangannya kuat. Jangan-jangan kay akan bertemu dengan pria yang bernama Rey, yang sempat berduaan dengan Kay semalam.


“Kamu sudah punya pacar Kay?” Tanya Delia antusias.


“doakan saja ya Mom. Masih pdkt sih.” jawab Kay asal.


Semua orang yang mendengar ucapan Kay terlihat sangat senang. Akhirnya Kay punya kekasih juga, meskipun masih tahap pdkt. Setidaknya Kay adalah wanita normal yang masih tertarik dengan pria. Namun berbeda dengan Vito yang tampak diam saja. Dia sangat marah mendengar ucapan Kay. Dan perubahan wajah Vito dapat terlihat jelas oleh Daddynya. Dan membuat Radit sangat penasaran.


“Mungkinkah Vito mencintai Kay?” batin Radit bertanya.


“Mom, Dad, Kay pergi dulu ya.” Ucap Kay dan segera pergi meninggalkan meja makan.


“Mom, Dad, Vito juga masih ada urusan. Vito ijin pergi dulu.”


Ketiga orang yang berada di meja makan sangat bingung dengan sikap Kay dan Vito.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2