Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 95


__ADS_3

Entah kenapa saat melihat istrinya tidur tiba-tiba membuat sesuatu dalam tubuh Radit bergejolak. Ditambah lagi dengan baju tidur istrinya yang berbahan tipis membuatnya semakin ingin menerkam saja.


Kini sepasang suami istri itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah kurang lebih satu jam melakukan acara mandi plus-plusnya. Badan Radit sudah Nampak segar kembali. Namun berbeda dengan Delia. beberapa rapa langkah dari kamar mandi tiba-tiba perutnya seperti diaduk-aduk dan ingin segera memuntahkan isinya. Dia segera kembali masuk ke kamar mandi dengan cepat. Radit begitui terkejut saat mendengar istrinya sudah ada di kamar mandi sedang muntah-muntah.


“sayang…” Radit cemas dan bingung apa yang akan dilakukan. Dia hanya memijit pelan tengkuk Delia.


“apa aku tadi menyakitimu?”


Radit merasa semakin khawatir karena istrinya masih belum berhenti memuntahkan isi perutnya. Yang dia pikirkan hanya kegiatannya tadi sebelum istrinya mengalami mual dan muntah seperti ini. Padahal dia tadi bermain sangat lembut dan pelan-pelan sekali. Apa itu bisa mengakibatkan istrinya muntah-muntah seperti ini.


Mendengar pertanyaan dari sang suami, Delia hanya menggeleng pelan. Beberapa saat kemudian Delia sudah berhenti memuntahkan isi perutnya. Radit dengan cepat menggendong istrinya dan menidurkannya di tempat tidur.


“tunggu disini dulu ya, aku akan minta Bi Marni buatin teh hangat”


Radit segera keluar dari kamar dan akan meminta bantuan Bi Marni untuk membuatkan teh hangat. Namun saat di depan pintu kamar, Kay sudah ada dalam gendongan baby sitternya dengan wajah yang sembab. Sepertinya dia habis menangis.


“Daddy…. Daddy kay kangen daddy….” Radit menerima uluran tangan Kay dan segera menggendongnya.


“Kay kenapa Bi?”


“Kay sejak tadi menangis mencari mommy dan daddynya tuan. Maaf saya lancang tadi saya sudah mengetuk pintu tapi-“


“ya sudah biarkan Kay saya ajak masuk ke kamar. Saya minta tolong Bi Santi bilangin ke Bi Marni untuk membuatkan istri saya teh hangat. Karena sejak tadi istri saya muntah-muntah terus”


potong Radit cepat karena merasa malu. Benar saja dirinya dan istrinya tidak mendengar ketukan pintu kamarnya, kan memang lagi ada acara mandi plus-plus. Beruntung sekali otak Radit berpikir cepat bahwa istrinya sedang muntah-muntah, sehingga bisa menjadi alasan kalau tidak mendengar suara ketukan pintu lantaran sedang menunggui istrinya di kamar mandi.


“baik tuan” Bi Santi mengangguk cepat dan segera turun ke lantai bawah untuk melaksanakan perintah majikannya.


“mommy… kay kangen mommy…” Kay merengek dan segera duduk di sisi Delia sambil memeluknya.


“maafkan mommy ya sayang. Mommy lagi sakit”

__ADS_1


Delia merasa berdosa sekali karena telah meninggalkan Kay dalam waktu yang cukup lama. Tadi sore dia hanya menemani Kay bermain sebentar kemudian masuk ke kamar dan tiba-tiba tertidur. Selanjutnya bangun tidur pun sudah disambut oleh suaminya dengan ajakan mandi plus-plus yang memakan waktu tidak sebentar. Pantas saja anaknya menangis karena tidak melihat mommynya menampakkan wajahnya.


Beberapa saat kemudian Bi Marni sudah datang dengan membawa minuman hangat seperti yang dipesan oleh Radit.


“diminum dulu nyonya jahe hangatnya. Maaf bibi membuatkan jahe hangat bukan teh hangat karena jahe dapat menetralisir rasa mual”


“terima kasih ya Bi”


Setelah dirasa perutnya sudah mulai normal kembali dan tidak mual-mual, Radit mengajak istrinya makan malam. Karena memang sudah saatnya untuk makan malam.


Tadi Radit meminta Bi Marni untuk membawa makan malamnya ke kamar saja karena Radit tidak tega mengajak istrinya turun ditambah badan istrinya masih terlihat lemas.


Sementara itu Kay sudah tidur sejak beberapa menit yang lalu. Entah karena benar-benar kangen dengan mommynya atau karena kecapekan menangis, hingga dia bisa tidur dengan cepat.


Selesai makan, Delia kembali lagi untuk tidur dengan Kay. Malam ini Delia membiarkan anaknya untuk tidur satu kamar dengan dengannya. Dan Radit juga menyetujuinya.


Sedangkan Radit, setelah makan malam dia masuk ke ruang kerjanya. Karena masih ada beberapa pekerjaannya yang belum terselesaikan.


***


Perubahan tubuh istrinya tidak membuatnya jelak namun semakin terlihat cantic dan seksi menurut Radit. entahlah auranya atau apa, saat melihat istrinya dengan perut buncitnya membuat gairah Radit semakin naik. Apalagi dalam keadaan telanjang. Ckckck….😂😂


Radit bersyukur di usia kandungan istrinya yang menginjak trimester kedua ini, Delia sudah tidak mual-mual lagi seperti trimester pertama. Memang sih masih mual hanya saja intensitasnya yang sudah berkurang.


Hari ini Radit pulang kerja seperti biasanya. Tapi sebelum pulang tadi dia mampir ke took mainan sebentar untuk membelikan Kay boneka. Radit tahu kalau setiap pulang bekerja pasti putri cantiknya yang pertama kali menyambutnya. Jadi mumpung hari ini dia tidak lembur jadi mau memberikan kejutan pada putrinya dengan membelikan boneka.


Benar saja, saat Radit baru melangkahkan kakinya masuk ke rumah, Kay sudah meneriakinya sambil berlari. Itulah pemandangan setiap hari yang dilihat Radit.


Kay sangat senang sekali melihat daddynya pulang dengan membawakan boneka. Padahal sebenarnya di kamar Kay sudah banyak sekali boneka yang berjejer memenuhi kamarnya. Namun tetap saja, namanya anak kecil pasti sangat senang dengan sesuatu yang baru.


“selamat sore mas” ucap Delia yang juga menyambut kedatangan suaminya.

__ADS_1


Radit sejak tadi hanya fokus pada putri kecilnya yang sangat kegirangan dengan boneka barunya, hingga melupakan sosok di belakang putrinya yang sedang tersenyum manis. Radit menelan salivanya kasar. Lagi-lagi saat melihat perut buncit istrinya, sesuatu itu bergejolak lagi.


“sore sayang. Cantik sekali kamu hari ini”


“hari ini saja mas? Kemarin-kemarin aku jelek gitu?” Delia sudah mengerucutkan bibirnya


“bu..bukan maksudku bukan gitu. Tiap hari kamu semakin cantik. Apalagi perut kamu semakin buncit membuatku ingin terus menerkammu” bisik Radit di akhir kalimatnya sambil mengerlingkan matanya.


“mas ih mesum”


Delia segera meraih tas kerja suaminya dan masuk ke kamar diikuti oleh Radit yang sambil menggendong Kay.


Dari jauh di ruangan yang sama, dua orang wanita sedang tersenyum melihat keharmonisan rumah tangga majikannya. Kedua wanita itu juga ikut merasakan kebahagiaan keluarga kecil Radit dan Delia.


***


Selesai Radit membersihkan diri, kini dia sudah berada di mejaq makan ditemani oleh istri dan anak tercintanya untuk makan malam. Kay yang usianya sudah tiga tahun lebih sudah bisa makan sendiri meskipun sedikit belepotan. Delia juga dengan sabar mengelap sisa-sisa makanan yang tertinggal di sekitar mulut Kay.


“sayang, minggu depan ada acara pesta ulang tahun perusahaan salah satu rekan bisnisku. Aku diundang, kamu ikut ya?”


“iya mas. Kay gimana? Apa kita ajak saja?”


“jangan. Lebih baik kita bawa titipkan Kay ke mama saja sekalian sama Bi Santi. Aku nggak mau nanti disana kamu kerepotan jagain Kay yang sangat aktif”


“baiklah mas kalau begitu”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Jangan lupa mampir dan dukung novel kedua aku dong " CINTA SANG MANTAN CASSANOVA" tinggalkan jejak sebnyak2nya ya😂✌️✌️


__ADS_2