
“Mas? Sudah sele-“
Bugh
Bugh
“Mas!!! Stop!!!” teriak Kay dan segera menghentikan aksi brutal suaminya.
“Rey kamu nggak apa-apa?” Tanya Kay.
Rey yang kini sedang mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat serangan mendadak dari Vito tampak terdiam.
Hari ini Rey juga baru saja sampai kota J setelah dari kota B. dan tidak sengaja saat dia akan pulang, Rey melihat Kay sedang duduk seorang diri. Rey menghampiri Kay dan berbasa-basi menanyakan keadaannya. Rey juga menanyakan Kay dari mana dan dengan siapa. Namun saat Kay belum selesai menjawab semua pertanyaan Rey, tiba-tiba saja Vito menyerangnya saat Rey menoleh ke belakang.
“Ayo kita pulang!” ajak Vito tanpa mempedulikan Rey.
“Tapi Mas, Rey terluka.” Ucap Kay.
“Kamu mau pulang atau disini?” Tanya Vito tegas.
Akhirnya mau tidak mau Kay harus pulang mengikuti suaminya. Kay tahu saat ini suaminya sedang emosi tingkat dewa akibat kesalah paahaman.
“Rey, maaf!” lirih Kay saat dia sudah berjalan menjauhi Rey.
Rey tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia juga segera pulang ke apartemennya. Untuk mengobati luka pada sudut bibirnya.
Sementara itu Vito dan Kay kini sudah berada di dalam mobil. Tidak ada percakapan diantara keduanya. Emosi Vito masih membuncah di dadanya. Sedangkan Kay masih takut dengan kemarahan Vito yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Setelah beberapa saat, mereka berdua tiba di apartemen, Vito segera keluar dari mobil dengan diikuti langkah kaki Kay. Vito juga masih terdiam. Demikian juga Kay.
Kini mereka sudah berada di dalam apartemen. Vito masuk ke kamar, sementara Kay menuju dapur untuk mengambil minuman. Karena sejak tadi tenggorokan Kay sangat kering namun tidak berani mengatakan pada Vito.
Selesai minum, Kay menyusul suaminya ke dalam kamar. Disana tidak ada orang sama sekali. Namun setelah itu terdengar suara gemericik air dari balik pintu kamar mandi. ternyata Vito sedang mandi. kay segera menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka, Vito keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk sebats pinggangnya.
__ADS_1
“Ini Mas, bajunya sudah Kay siapkan.” Ucap Kay dan sekarang giliran Kay yang mandi.
Vito tidak menjawab ataupun mengangguk. Dia masih diam kemudian memakai baju yang sudah disiapkan Kay. Setelah itu Vito keluar kamar dengan memegang ponselnya dan mencari aplikasi layanan delivery makanan.
Tidak lama kemudian bel apartemennya berbunyi. Vito segera membukakan pintu, ternyata pesanan makanannya sudah datang. Setelah itu Vito membawa makanannya ke meja makan, dan memakannya sendirian.
Kay yang sudah selesai mandi, keluar dari kamar untuk mencari keberadaan suaminya. Kay akan mengajak suaminya berbicara untuk membahas keslah pahaman tadi. namun saat Kay sudah menemukan suaminya di meja makan, Vito segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Kay.
“Mas, aku ingin menjelaskan tentang Rey-“
“Nggak ada yang dijelaskan lagi. Makanlah!” ucap Vito singkat.
Kay tertunduk sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara tangisnya. Tidak menyangka tentang perubahan sikap suaminya yang tiba-tiba hanya karena kesalah pahaman. Kay mengangkat kepalanya saat merasa suaminya sudah tidak berada di dapur. Kemudian Kay berjalan mendekati meja makan. Ternyata disana sudah ada makanan.
Kay segera membuka kotak makanan itu. Sebenarnya sejak tadi perutnya sudah sangat lapar. Namun saat sudah ada makanan di depannya, mendadak ***** makannya hilang.
Kay kembali menutup kotak makan itu. Dia hanya meminum segelas air putih saja kemudian pergi meninggalkan meja makan. Sekarang Kay sudah duduk di sofa ruang tamu. Kay memilih tempat itu karena takut suaminya tidak mau melihatnya jika berada di dalam kamar yang sama.
Pandangan Kay tertuju pada meja kecil yang berada di sudut ruangan. Disana ada sebuah figura yang berisi foto dirinya dengan sang suami saat masih duduk di bangku SMA. Kay tersenyum saat melihat foto yang kini sudah ada dalam genggamannya. Kay masih ingat, foto itu diambil saat dirinya sedang liburan sekolah dengan ditemani Vito. Setelah puas memandangi foto itu, Kay meletakkannya kembali ke tempat semula.
Kay melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Namun suaminya belum juga keluar kamar untuk mengajaknya pulang. Mau Tanya pun Kay masih belum berani. Akhirnya Kay merebahkan tubuhnya di sofa. Dan tidak lama kemudian matanya tertutup rapat.
Kebiasaan Vito sejak masih sendiri dan tinggal di apartemen, dia selalu menghabiskan waktunya di ruang kerjanya jika tidak ada janji bertemu dengan teman-temannya. Dan Vito akan keluar dari ruang kerjanya jika matanya sudah mengantuk. Dan itu sudah larut malam. Seperti saat ini, dia melihat jam dinding pada ruang kerjanya sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dia segera menutup laptopnya dan keluar dari ruang kerjanya.
Langkah Vito yang akan masuk ke kamar terhenti saat melihat lampu ruang tamunya masih menyala. Dia bermaksud untuk mematikan lampu tapi dia sangat terkejut dengan sosok wanita yang kini sedang terlelap di sofa dengan posisi yang sangat tidak nyaman.
“Astaga!!!” ucap Vito sambil mengacak rambutnya frustasi.
Vito teringat kalau sekarang dia sudah mempunyai seorang istri. Dan dia juga ingat kejadian beberapa waktu yang lalu. Vito merutuki kebodohannya karena sejak tadi mengacuhkan Kay hanya karena istrinya tadi bertemu dengan mantan kekasihnya. Sebelum Vito menghampiri istrinya, dia berjalan ke dapur. Vito melihat kotak makan yang masih utuh belum tersentuh sama sekali.
“Kenapa kamu tidak makan Kay?” Tanya batin Vito.
Kemudian Vito menghampiri istrinya ke ruang tamu. Dia akan memindahkan istrinya ke dalam kamar. Tapi saat Vito akan menggendong Kay, tiba-tiba saja Kay terbangun.
“Ehm, Mas! Maaf aku ketiduran. Apa kita akan pulang sekarang?” Tanya Kay dengan berusaha mengembalikan kesadarannya.
Vito menggelengkan kepalanya. Dia merasa sangat menyesal telah mendiamkan istrinya sejak tadi.
__ADS_1
“Malam ini kita tidur disini saja. Besok pagi kita pulang. Sekarang lebih baik kita tidur ke kamar.” Ucap Vito.
Kay hanya mengangguk dan mengikuti langkah suaminya. Tiba-tiba Vito mendengar suara perut Kay berbunyi. Kay tertunduk karena malu. Kemudian Vito membatalkan niatnya masuk kamar. Vito menuntun Kay ke meja makan.
“Mas?” Tanya Kay bingung.
“Makanlah dulu. Pasti kamu lapar kan?” perintah Vito.
“Tapi Kay tadi-“
“Makanlah. Aku akan menunggu disini. Ini makanannya juga masih enak kok.” Ucap Vito kemudian.
Akhirnya Kay makan makanan yang tadi sudah sempat ia lihat. Karena memang perutnya sangat lapar, Kay menghabiskan makanan itu sampai bersih tak terssisa. Vito yang melihatnya tersenyum tipis.
Kini Vito dan Kay sudah berada di dalam kamar. Kay sudah merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Tampak Vito sedang memeluk tubuh Kay. Tapi Kay hanya terdiam.
“Tidurlah. Maafkan aku!” ucap Vito.
Kay mendongak saat mendengar perminta maafan suaminya. Bukannya dia yang harusnya minta maaf, kenapa malah suaminya yang minta maaf.
“Harusnya aku yang minta maaf Mas, karena-“
“Tidurlah! Ini sudah malam. Aku juga sudah sangat mengantuk.” Ucap Vito.
Kay mengangguk samar kemudian tidur dalam pelukan suaminya.
.
.
.
*TBC
Maaf bgt baru bisa kasih double up jam segini. smg masih ada yg melek dan jangan lupa votenya ya😘😘✌️
like, komen, gift juga selalu ditunggu😂😍
__ADS_1
Happy reading🤗🤗