Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 67 Rencana Honeymoon


__ADS_3

Dan akhirnya terjadi lagi pergulatan panas antara Radit dan Delia untuk pertama kalinya di apartemen mereka. Sungguh Radit tidak ada bosan-bosannya menikmati setiap lekuk tubuh indah istrinya. Kalau saja dirinya tadi tidak mendengar bunyi perut sang istri, dia tidak akan mengakhiri kenikmatan itu.


Meskipun Delia tadi sangat malu, namun Radit juga bisa memakluminya karena dia juga tahu kalau istrinya tadi memang belum makan.


Setelah pergulatan mereka selesai, Delia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Hal itu membuat Radit heran.


“sayang, kenapa malah pakai selimut lagi?”


“oh.. itu, aku malu mas. Mas mandi dulu ya. Setelah itu aku.” Ucap Delia malu-malu


“hei kenapa malu? Padahal aku sudah melihat semuanya. Luar dalam aku udah mengabsennya” goda Radit dan Delia menutup wajahnya dengan selimut karena sangat malu dengan ucapan vulgar suaminya.


Setelah itu, tanpa aba-aba Radit dengan cepat menyingkap selimut yang dipakai istrinya. Mata Radit berbinar melihat melihat hasil maha karyanya yang begitu banyak di tubuh istrinya. Warna merah hampir keunguan itu menjadi sebuah kebanggaan Radit tersendiri.


Radit segera menggendong tubuh langsing istrinya ke kamar mandi. Delia berteriak meronta pun tak dihiraukan lagi. Radit segera mendudukkan istrinya ke dalam bath up. Kemudian disusul olehnya.


“mas mau ngapain?”


“mau mandi lah sayang”


“tapi kan kita bisa mandi sendiri-sendiri”


“ingat ya. Mulai saat ini kamu wajib memandikan suami kamu”


“Apa???” Delia membelalakkan matanya tak percaya dengan permintaan suaminya.


“kamu mau jadi istri durhaka?” ancam Radit


Akhirnya Delia hanya bisa pasrah dan nurut dengan suaminya. Awalnya Delia memang diminta untuk memandikan suaminya. Namun saat dirasa sudah cukup menyabuni dan menggosok-gosok tubuh suaminya, Delia berniat ingin mandi sendiri pakai shower namun Radit mencegahnya. Radit bergantian memandikan istrinya.


Sebenarnya Delia sudah menolaknya tapi Radit tidak bisa menerima penolakan.


Lagi-lagi Delia hanya bisa pasrah. Biarkan sajalah, Cuma mandi saja sebentar. Begitu pikir Delia. namun siapa sangka suaminya itu berulah lagi.


Saat Radit membasuh tubuh bagian depan dengan busa sabun, justru Radit terpancing dengan dua buah sintal favoritnya. Radit malah bermain-main di tempat itu. Delia pun lama-lama juga terangsang. Dan akhirnya terjadi lagi season ke dua dari permainan mereka dengan latar tempat di dalam bath up.


Mereka berdua keluar dari kamar mandi. Raut wajah Delia sungguh sebal sekali dengan tingkah laku suaminya yang seperti tidak ada puasnya. Sedangkan Radit hanya senyum-senyum saja melihat wajah cemberut istrinya.


Saat Delia sedang mengeringkan rambutnya, Radit meraih ponselnya untuk memesan makanan. Karena memang istrinya sudah kelaparan setelah digempur habis-habisan bahkan dua season sekaligus. (ingat ya 2 season bukan 2 ronde. 1 season terdiri dari beberapa ronde. Nah kalau 2 season?? Itung sendiri dah 😂😂).


Tak lama kemudian bel apartemen berbunyi. Radit membukanya dan ternyata pesanan makanan mereka sudah datang. Setelah menutup pintu, Radit membawa box makanan itu ke meja makan yang ada di dapur.


Delia keluar dari kamar dan pergi ke dapur karena suaminya ada di sana.


“mas biar aku saja yang menyiapkan”

__ADS_1


“nggak apa-apa ko’ aku bisa sayang. Kamu duduk saja biar aku ambilkan piringnya”


Delia sangat bahagia sekali memiliki suami yang sangat mencintainya dan sangat memperhatikannya. Dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.


“maksih ya mas” ucap Delia ketika Radit sudah duduk disampingnya.


“maksih buat apa?”


“maksih sudah mencintaiku”


Radit memegang tangan istrinya. Dia mengatakan pada istrinya agar tidak mengatakan itu lagi karena mereka berdua sama-sama saling mencintai. Dan mereka berdua memang sudah ditakdirkan berjodoh. Akhirnya mereka menikmati makan malamnya dengan lahap karena memang tenaga keduanya benar-benar terkuras habis.


Setelah selesai makan, kini Delia yang membereskan sisa-sisa makanannya. Dia membuang box makanan kemudian mencuci piring di wastafel. Saat sedang mencuci piring, Radit menghampirinya, memeluknya dari belakang. Radit mencium aroma vanilla dari parfum yang menempel pada tubuh istrinya. Radit mengecup leher jenjang istrinya.


“ihh mas aku geli nih”


“mana yang geli?” Tanya Radit tapi tidak juga melepaskan pelukannya dan masih saja mengendus aroma tubuh istrinya tepatnya di area leher.


Delia dengan cepat mencuci tangannya dan segera melepaskan cengkraman tangan suaminya yang masih melingkar di perutnya. Setelah terlepas, Delia meninggalkan suaminya.


“sayang mau kemana?”


“nyucinya kan udah selesai mas, ngapain juga lama-lama disana?” Radit berjalan mengekori istrinya menuju ruang tamu.


“ya siapa tau mau mencoba main di dapur sayang” goda Radit


“apa salahnya mesum sama istri sendiri. Habisnya aku udah kecanduan sama tubuh istriku yang cantik ini” ucap Radit sambil memeluk istrinya yang kini sudah duduk di sofa ruang tamu.


Mereka berdua menikmati quality time di depan televisi. Sengaja Radit tidak mengajak istrinya keluar untuk jalan-jalan. Lagian istrinya kelihatan juga sedang malas untuk keluar. Jadi lebih baik bersantai saja di apartemen. Radit tiduran di sofa sambil memeluk istrinya yang juga tiduran dengan lengan Radit sebagai bantalan kepalanya.


“sayang, kamu punya rencana ingin honeymoon kemana?”


“terserah mas Radit saja, aku ngikut mau honeymoon kemana”


“hmm… oke lah. Aku usahakan minggu depan kita akan pergi. Aku akan mengosongkan jadwal meeting beberapa hari selama kita pergi”


“memangnya mas Radit sudah ada rencana mau pergi kemana?”


“Belum. tapi aku sudah ada gambaran tempat yang bagus untuk kita honeymoon nanti. Tapi kamu jangan tanya dimana, karena aku ingin memberi kejutan buat istriku ini” ucap Radit sambil mencubit hidung istrinya. Dan Delia seketika cemberut, namun Radit malah mencubit kedua pipi istrinya karena gemas.


“mas besok aku sudah bekerja” ucap Delia tiba-tiba


“bukannya kamu masih cuti sayang?”


“sebenarnya masih mas, tapi minggu depan kan kita baru bisa honeymoon jadi lebih baik aku masuk kerja besok aja. Sisa cutiku aku ambil buat kita honeymoon nanti”

__ADS_1


“baiklah terserah kamu saja.”


Akhirnya mereka menikmati malam hanya di dalam apartemen saja. Setelah bosan menonton tv, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk ke kamar.


Sebenarnya mereka berdua belum mengantuk, jadi mereka kembali bermesraan di dalam kamar yang tempatnya lebih nyaman dan luas daripada di sofa.


Radit tiduran terlentang dengan tangannya dipakai sebagai bantalan kepala istrinya. Mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau.


“sayang, sejak kapan kamu jatuh cinta sama aku?” Tanya Radit pada Delia


“kenapa mas Tanya itu?” justru Delia sangat malu untuk menjawabnya


“aku ingin tahu saja. Coba ceritakan kapan istriku yang sangat cantic ini mulai jatuh cinta dengan makhluk tampan yang sekarang menjadi suamimu ini”


“ih narsis”


“bukan narsis sayang. Tapi memang kenyataannya. Ayo ceritakan, aku akan mendengarnya”


“ehmm…. Sebenarnya aku nggak tahu pasti kapan aku mulai jatuh cinta pada mas Radit, tapi saat pertama kali kita ketemu, saat mas Radit menumpahkan semangkok bakso itu, aku menatap mata mas Radit dengan tatapan berbeda. Aku merasakan jantungku ini berdebar tak seperti biasanya. Berdebar sangat kencang. Namun setelah tahu kenyataannya bahwa mas Radit adalah kekasih dari sahabatku sendiri.”


“terus apa yang akan kamu lakukan saat itu setelah mengetahui bahwa aku kekasih sahabatmu sendiri?”


“ya aku berusaha menghindari mas Radit setiap kali kita bertemu”


“kenapa kamu nggak mengungkapkan saja perasaan kamu saja sayang?”


“mas jangan ngawur deh. Aku nggak sejahat itu mau merebut kekasih sahabatku sendiri. Lagian belum tentu juga mas Radit mencintaiku”


“kata siapa?”


“maksud mas Radit?” Delia mendongakkan kepalanya ke atas, melihat ke arah suaminya.


“iya. Mungkin mulai dari pertama kita bertemu, aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu. Namun aku juga tidak bisa meninggalkan dia begitu saja” ucap Radit sambil menerawang mengingat masa lalunya.


“bahkan aku sangat cemburu saat kamu diantar jemput, bahkan jalan dengan bang Ade. Entahlah aku sangat bingung dengan perasaanku saat itu.”


Delia hanya mendengarkan cerita suaminya. Dia menarik kesimpulan bahwa meskipun saat itu dirinya dan suaminya sudah memiliki perasaan yang sama, namun tidak semudah itu mereka bisa bersatu. Mereka harus terus berjuang melewati segala rintangan. Yang pada akhirnya sekarang, baik dirinya maupun Radit sudah sama-sama saling memiliki. Memang rencana Tuhan itu sangat indah bila sudah pada waktunya untuk tiba.


Akhirnya setelah perbincangan mereka, tanpa terasa waktu sudah hampir larut malam. Kemudian mereka berdua tertidur saling berpelukan dan saling menghangatkan. Tanpa ada kegiatan panas-panas lagi ckckckck


😂😂


*TBC


Author ingetin lagi. ini hari senin jangan pelit kasih vote'nya. ok👌👌 jempolnya juga penting lohhh

__ADS_1


*salam sayang dr _author newbie_💕💕


__ADS_2