Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 227


__ADS_3

Barra memutuskan untuk segera pulang dengan kondisi hati dan fisiknya yang memprihatinkan. Kay yang melihat Barra pulang kantor lebih awal sangat terkejut. Ditambah lagi dengan muka Barra sangat jauh dari kata baik.


“Kenapa lagi Bar? Apa yang kamu lakukan? Apa kamu berantem lagi dengan Dhefin? Sudahlah Bar biarkan mereka bahagia kalau memang mereka berjodoh.” Ucap Kay yang kini sudah berada di dalam kamar Barra.


Kay berpikir Barra habis berantem dengan Dhefin lagi karena memperebutkan Carissa. Kay tidak tahu bahwa pertunangan Carissa dan Dhefin semalam gagal.


Meskipun Kay terus mengomel, namun ibu dua anak itu masih mengompres luka lebam pada wajah Barra. Barra pun masih terdiam sejak tadi.


“Pertunangan Carissa dan Dhefin gagal Ma.” Ucap Barra tiba-tiba.


“Awww…. Pelan dong Ma!” Barra meringis saat Kay tiba-tiba menekan wajah Barra dengan handuk.


"Maaf, Mama nggak sengaja. Apa kamu bilang tadi? pertunangan Carissa dan Dhefin gagal?” Tanya Kay dan Barra mengangguk lemah.


Kay sudah selesai mengompres luka Barra. Setelah itu Barra menceritakan semuanya. Bahwa semalam Astrid telah mengacaukan acara pertunangan Carissa dan Dhefin dengan pengakuannya yang tengah hamil anak Dhefin.


Kay menutup mulutnya tak percaya tentang apa yang dilakukan oleh Astrid. Jadi dulu Astrid menjebak Barra hanya untuk mencari petanggung jawaban atas kehamilannya.


“Barra tadi ke rumah Carissa Ma. Tapi dia masih marah dan semakin membenci Barra. Bahkan dia mengancam Barra kalau Barra masih saja menemuinya, dia akan pergi meninggalkan Barra selamanya. Barra bingung Ma harus bagaimana.” Ucap Barra sendu.


“Ya sudah, lebih baik kamu istirahat dulu. Mungkin saat ini memang kondisi Carissa sedang tidak baik. Dia masih butuh waktu sendiri setelah tahu kalau selama ini Dhefin menghianatinya. Biar nanti Mama yang akan mengajaknya bicara setelah keadaannya sudah membaik.” Ucap Kay.


Barra tersenyum tipis ke arah Mamanya. Dia sangat beruntung memiliki seorang ibu yang selalu ada untuknya.


“Terima kasih Ma.” Ucap Barra.


***


Semenjak Barra tidak diijinkan lagi oleh Carissa untuk menemuinya, Barra mengikuti saja saran Mamanya. Dia kembali fokus dengan pekerjaannya. Namun tetap saja pikiran Barra masih dipenuhi dengan nama Carissa.


Semenjak saat itu pula hubungan Barra dan Xavier sedikit rengganga. Barra juga tidak tahu kenapa Xavier bisa semarah itu kalau memang dia tidak memiliki hubungan dengan Carissa. Sedangkan Xavier pun demikian. Entah kenapa dia ikut mersakan penderitaan Carissa saat tahu apa yang telah dilakukan oleh Barra.


Beberapa hari setelah gagalnya pertunangan Carissa. Xavier juga sering bertemu dengan Carissa. Laki-laki itu menemui Carissa karena memang ingin menghiburnya saja. Carissa pun juga terlihat terhibur dengan hadirnya Xavier.


Saat ini Carissa sedang berlibur keluar kota. Dia memilih vacum sementara di butiknya, karena ingin menghilangkan semua kesedihannya. Carissa tidak tahu sampai berapa lama dia akan berlibur. Kedua orang tuanya pun mengijinkannya.

__ADS_1


Selama Carissa berlibur, Kay sering mendatangi butiknya, jadi Kay tidak bisa menemuinya. Kay jadi beranggapan bahwa Carissa sengaja menghindari Barra termasuk juga semua keluarganya. Bahkan Kay tidak putus asa. Dia juga mendatangi rumah orang tua Carissa, namun hasilnya juga masih sama.


Tanpa sepengetahuan Kay, Dhefin juga berusaha menemui mantan kekasihnya untuk meminta maaf kejadian saat itu. Lagi-lagi saat Dhefin akan mendatangi butik Carissa maupun rumahnya, dia juga sering meilhat Kay disana.


“Mama dan anak sama saja. Sukanya merebut milik orang lain. Aku nggak akan membiarkan kamu mendapatkan Carissa Bar, meskipun kamu sudah mendapatkan kesuciannya. Jika aku tidak bisa mendapatkan Carissa lagi, kamu juga tidak akan mendapatkannya.” Gumam Dhefin yang kini sedang berada di dalam mobilnya.


***


Carissa saat ini sedang berada di sebuah resort kecil milik keluarganya. Sudah beberapa minggu ini dia berada di tempat yang menurutnya bisa perlahan menghilangkan rasa sakit di hatinya. Luka di hati Carissa sudah terobati. Dia tidak peduli lagi dengan keadaannya yang sudah tidak sempurna lagi. Bahkan dalam hatinya sudah bertekat tidak akan menjalin sebuah hubungan lagi.


“Non, bibi sudah membuatkan rujak seperti yang Non Rissa minta.” Ucap Bi Siti, art yang tinggal di resort itu.


“Iya, Bi terima kasih. Sebentar lagi aku akan turun.” Jawab Carissa.


Beberapa hari ini nafsu makan Carissa bertambah. Dia juga sering meminta ART untuk membuatkan rujak buah.


Sedangkan Bi Siti sedikit curiga dengan majikannya yang selalu meminta untuk dibuatkan rujak buah. Nafsu makannya pun bertambah. Ditambah lagi, Bi Siti sering mendengar majikannya selalu muntah-muntah setiap pagi. saat ditanya, Carissa hanya menjawab masuk angin karena sering begadang.


Bi Siti tidak mau menduga hal yang tidak-tidak dan belum tentu benar. Karena yang dia tahu kalau majikannya itu belum menikah. Jadi tidak mungkin jika sedang hamil.


Keesokan harinya Carissa memutuskan untuk pulang. Dia juga sudah mengabarkan pada kedua orang tuanya agar menjemputnya di bandara.


Dua jam perjalanan akhirnya Carissa sudah tiba di kota tempat tinggalnya. Dia melihat kedua orang tuanya sudah menunggu kedataangannya. Carissa segera berhambur ke pelukan mama dan papanya.


“Bagaimana kabar kamu Sayang?” Tanya Silvia.


“Rissa baik Ma, Pa.” jawab Carissa.


“Ya sudah ayo kita pulang sekarang.” ajak Adnan kemudian.


***


Sementara itu seorang pria tua sedang duduk di sebuah kursi di belakang rumahnya. Pria itu tampak bersedih. Entah apa yang dipikirkannya.


“Dad! Ternyata Daddy disini. Sejak tadi aku mencari Daddy.” Ucap seorang wanita.

__ADS_1


“Nak, maafkan Daddy. Daddy banyak salah padamu.” Ucap si pria tua itu.


“Daddy jangan bilang seperti itu. Daddy bahkan telah menyelamatkan nyawaku. Daddy juga yang telah merawatku hingga aku bisa berjalan lagi dengan normal.” Jawabnya.


“Setelah Daddy tiada, Daddy harap kamu bisa hidup bahagia.” Ucapnya dengan nada sendu.


“Stt.. Daddy jangan bilang seperti itu. Ayo kita masuk Dad, aku tadi sudah masak kesukaan Daddy.”


***


Dhefin yang selama beberapa minggu ini tidak bisa bertemu dengan Carissa, akhirnya hari ini dia mendapatkan kabar bahwa Carissa sudah pulang dari liburannya. Dhefin sangat senang. Dia akan menemui Carissa hari ini juga untuk meminta maaf.


Sedangkan hubungannya dengan Astrid pun masih belum jelas. Papanya sudah meminta dirinya untuk bertanggung jawab. Namun Dhefin tetap tidak mau, karena dia sama sekali tidak mencintai Astrid. Tapi Dhefin juga masih memberikan uang pada Astrid untuk biaya hidup dirinya dan juga kehamilannya.


Saat ini Astrid juga diminta Dhefin untuk tinggal di luar kota dan beralasan pada Mamanya untuk bekerja.


“Sial!! Lagi-lagi wanita sialan itu lagi yang aku temui.” Umpat Dhefin saat melihat Kay baru saja keluar dari taksi dan masuk ke butik milik Carissaa.


.


.


.


*TBC


Terima kasih banyak buat komentar kalian semuanya.😘😘


Disini author ingin memberikan sedikit komentar tentang perbuatan yg dilakukan oleh Barra terhadap Carissa.


Entah dengan alasan apapun tetap saja perbuatan Barra itu tidak dibenarkan. hal tsb sudah termasuk tindak kekerasan seksual. Barra juga melakukannya dengan sadar dan sengaja meski dalam pengaruh obat pera****ng. (tolong dicek lagi).


Kita tahu juga bahkan di negara kita, tindak pelecehan verbal saja seperti catchcaller dapat dipidana. apalagi yg seperti Barra lakukan. meski cuma novel sih, tapi kalau dipikir memang itu tidak dibenarkan. Betul nggak sih🤔😂😂✌️✌️


Nah dari sinilah perjuangan Barra yang penuh liku akan segera dimulai.. semoga tdk bosan🤗🤗😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2