Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 27 Pulang Kampung


__ADS_3

#Flashback on


Sebuah perusahaan di bidang makanan merupakan perusahaan yang beberapa tahun ini nenunjukkan perkembangannya yang begitu pesat. Perusahaan tersebut mempunyai banyak anak cabang yang tersebat di berbagai kota. Perusahaan tersebut juga menjadi donatur terbesar di sebuah panti asuhan Kasih Bunda di sebuah kota kecil. Karena sang pemilik perusahaan tersebut dulunya seoarang yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan Kasih Bunda. Maka dari itu beliau membalas budi kebaikan ibu panti yang telah merawatnya sejak kecil.


Seorang pria paruh baya pemilik perusahaan itu yang tak lain bernama Tuan Wijaya saat ini sedang menghubungi putranya. Beliau akan meminta anaknya untuk melakukan dan kunjungan ke Panti Asuhan Kasih Bunda. Karena jadwalnya sangat padat dan ada pertemuan dengan tamu penting dari luar negeri, maka beliau akan meminta putranya untuk mewakilinya pergi ke Panti Asuhan. Dari tadi panggilannya tidak mendapat jawaban dari putranya. Namun beliau tidak menyerah. Hingga panggilan ke 11 baru ada jawaban dari sang putra.


“Ya pa?”


“Ngga, besok kamu wakili papa untuk kunjungan ke panti asuhan. Papa ada meeting penting”


“Apa pa? Angga nggak mau pa”


“tidak ada penolakan, atau kamu langsung papa angkat jadi Ceo?”


“iya-iya besok Angga akan ke panti”


Papa Angga sangat tahu bahwa anaknya tidak akan mau jika disuruh pergi ke panti maka dari itu dengan mengancam untuk mengangkatnya menjadi Ceo adalah satu-satunya cara agar anaknya mau pergi ke panti. Karena anaknya dari dulu tidak mau membantu sang papa di perusahaan dan lebih memilih membuka usaha sendiri.


Angga mau tak mau harus pergi ke panti karena tidak mungkin dia menjadi Ceo di perusahaan papanya. Angga sebenarnya malas sekali untuk pergi ke panti karena perjalanannya sangat jauh dan tempatnya di pelosok yang pasti jauh dari kota besar dan keramaian.


“huuhhh mana ada di daerah pelosok ada cewek cantik” gumam Angga sambil menghela nafasnya.


Akhirnya hari ini Angga berangkat ke panti. Perjalanan pertama pastinya menggunakan pesawat. Karena lebih efisien.


Setelah pesawatnya landing Angga segera menuju ke panti menggunakan mobil, sebelumnya sudah dijemput oleh sopir panti yang biasanya menjemput papa Angga. Sampai panti sudah tengah malam. Angga hanya disambut oleh ibu kepala panti saja. Setelah membersihkan badan Angga mengistirahatkan tubuhnya. Karena besok bertepatan dengan acara bakti sosial di panti dan sekaligus kunjungan serta penyerahan bantuan dari perusahaan tuan Wijaya yang diwakilkan oleh putranya yaitu Angga.


Kini acara bakti sosial sedang berlangsung, setelah Angga menyerahkan bantuannya dia memilih berkeliling panti sambil memantau acara. Di saat sedang berjalan, Angga tiba-tiba berhenti karena matanya sedang terpaku pada seorang gadis yang sedang membagikan makanan pada anak panti.


“Ya Tuhan... Malaikat dari mana itu” gumamnya tanpa berkedip

__ADS_1


“Senyumnya adem banget. Cantik, imut, manis sekali” imbuhnya sambil senyum-senyum sendiri.


Akhirnya Angga berusaha menghampiri gadis tersebut dan berniat untuk berkenalan. Saat melangkahkan kakinya ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Angga sekilas melihat id si pemanggil yang tak lain adalah papanya.


“Ya halo pa?”


“Setelah acara baksos kamu langsung pulang!, sekarang papa ingin bicara pada ibu Ratih, kamu kasihkan ponsel kamu ke beliau”


“ya pa”


Angga menggerutu kesal, padahal tadi dia akan menghampiri gadis malaikatnya. Akhirnya setelah memberikan ponselnya pada Bu Ratih, Angga melanjutkan misinya. Dia mencari gadis malaikatnya tadi, namun sayang dia sudah pergi entah kemana. Angga benar-benar kesal dengan papanya katena telah menggagalkan dirinya bertemu dengan gadis malaikat penyejuk hatinya. Entah kenapa perasaan Angga berbeda saat pertama kali melihat gadis itu.


Setelah acara baksos selesai dan Angga tidak juga menemukan gadis malaikatnya, Angga akhirnya memutuskan untuk pulang.


#Flashback off


*


Yudhi sebenarnya dari dulu menyukai Delia, mungkin karena mereka sering bertemu dan Yudhi tahu sikap Delia yang baik hati. Tetapi melihat Delia yang kurang merespon akan perlakuannya yang sedikit berbeda, maka Yudhi lama-lama mengerti. Jadi dia menganggap Delia seperti adiknya sendiri. Selama beberapa minggu Delia bekerja di perpustakaannya, Delia mampu bekerja dengan kooperatif dan ramah terhadap semua pembeli.


*


Sementara itu Radit saat ini sedang dipusingkan dengan pekerjaan kantornya. Sudah beberapa hari ini dia selalu pulang larut malam. Dia tidak mengeluh, karena memang ini sudah menjadi pilihannya sejak satu tahun yang lalu. Semakin dia sibuk, semakin tidak ada kesempatan bahkan celah untuk memikirkan masa lalunya. Dia benar-benar sudah move on. Tapi dia juga belum memikirkan untuk mencari pasangan.


Bukannya trauma hanya saja dia harus lebih selektif lagi jika memang benar-benar ingin mencari pasangan. Baginya cukup sekali saja mengalami kegagalan dalam hubungan percintaa. Tidak untuk kedua kalinya. Karena terperosok dalam lubang yang sama adalah suatu kebodohan.


Hari ini weekend, Radit ingin bersantai sejenak untuk menghilangkan kepenatannya setelah beberapa hari ini lembur. Saat sedang nonton tv tiba-tiba orang tuanya ikut bergabung.


“Gimana urusan kantor dit?” tanya sang papa membuka obrolan

__ADS_1


“Sudah beres pa” jawab Radit singkat sambil fokus menonton tv


“Dit, mama minta tolong waktumu sebentar ya” ucap sang mama tiba-tiba. Karena sejak tadi mau menyampaikan niatnya masih ragu


Radit bingung dengan permintaan mamanya. “Maksudnya waktu buat apa ma?”


“tadi mama dapat telepon dari butik, katanya sedang ada masalah tentang keuangan butik. Kamu tahu kan mama baru sembuh. Mama minta tolong kamu urus dulu ya butik mama”


“nggak bisa gitu dong ma, pekerjaan Radit kan juga lagi padat di kantor” tolak Radit


“Biar urusan kantor dihandle sama Kevin dan akan papa bantu” ucap papanya tiba-tiba


“Ahh papa...” ucap Radit kesal. Dia tidak bisa menolak jika papanya sudah bertindak. Dia sangat tahu kalau papanya itu tidak pernah menerim penolakan.


Akhirnya dengan wajah ditekuk Radit segera beranjak dari duduknya meninggalkan kedua orang tuanya dam segera pergi. Kemana lagi kalau tidak ke cafe sahabatnya yaitu Surya.


Sedangkan mama dan papanya hanya tersenyum melihat kepergian anaknya. Tidak ada jawaban dari Radit berarti tidak ada penolakan, tandanya dia mau pergi ke kota B untuk mengurus masalah di butik mamanya.


Radit kini dengan kesal mengendarai mobilnya menuju cafe Surya. Sebenarnya Radit malas sekali untuk pulang kampung ke kota kelahirannya. Karena dia tidak mau mengingat kota itu lagi. Kota yang penuh dengan kenangan bahagia sampai berakhir mengenaskan.


Sesampainya di cafe. “kenapa tuh muka kusut? Setrika loe rusak?” tanya Surya sedangkan Radit hanya diam saja.


“Sur ikut gue yuk ke kota B” ajak Radit tiba-tiba


“hah??” Surya bingung


*TBC


Semoga suka ya. Maaf bila typo dimana-mana, dan maaf bgt klo agak garing untuk eps ini. Ttep kasih semangat please buat author newbie ini..😘😘💕

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2