Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 192


__ADS_3

Kini usia Barra sudah hampir 3 tahun. Beberapa hari lagi akan diadakan pesta ulang tahunnya yang ke 3. Acara ulang tahun Barra kali ini akan digelar di rumah saja dengan mengundang semua keluarga besar. Delia, Radit dan juga Nathan bahkan sudah tiba di kota J sejak kemarin.


Saat ini Kay sedang menghias ruang tamu dengan hiasan bertema tokoh super hero. Karena Barra sangat senang sekali dengan beberapa tokoh super hero seperti Spiderman, Batman, Captain America, dan masih banyak yang lainnya. Bocah itu juga tampak antusias ikut andil dalam mendekor ruangan yang akan dipakai acara ulang tahunnya, meskipun cenderung mengganggu dan membuat rusuh.


Kay pun sangat pusing melihat tingkah Barra yang tidak mau diam. Selalu lari-lari dengan menginjak-injak beberapa hiasan yang belum sempat dipasang. Kay yang dibantu oleh adiknya pun sepertinya sudah angkat tangan dan menyerah untuk melanjutkan mendekor ruangan karena melihat tingkah Barra yang seperti itu.


“Ma Mama, Bala haus ma!” rengek Barra sambil bergelayut pada pundak Kay.


“Iya, tunggu disini dulu. Akan mama buatkan susu.” Ucap Kay.


Namun bukan Barra namanya jika tidak bisa diam dan menurut. Bocah itu mengikuti mamanya yang berjalan ke dapur untuk membuatkan susu. Sedangkan Nathan masih melanjutkan mendekor ruangan. Dan para opa dan oma sedang duduk santai di halaman belakang. Sementara Vito masih harus bekerja.


Saat membuatkan susu untuk Barra, tiba-tiba saja Kay merasa kepalanya pusing dan berkunang-kunang. Dan setelah selesai membuat susu, Kay berniat akan memberikan susu itu pada Barra, namun pandangannya sudah gelap dan akhirnya dia jatuh pingsan. Barra yang melihat mamanya tiba-tiba jatuh dan menutup mata, bocah itu menepuk-nepuk pipi mamanya dan berniat membangunkannya. Namun mamanya tak kunjung bangun.


“Om, Bala haus Om. Tapi Mama tidul di dapul.” Ucap Barra pada Nathan.


“Mama tadi kan masih buatin Barra susu, masak ditinggal tidur? Tunggu sebentar lagi ya.” Ucap Nathan masih melanjutkan pekerjaannya.


“Mama cudah buat susu Om, tapi Mama tidul di lantai.” Ucap Barra lagi.


Nathan segera berdiri dan menuju dapur untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Barra. Dan banar saja, Nathan melihat kakaknya tergeletak pingsan di dapur. Dia segera berlari memanggil Mommynya untuk segera membawa Kay ke rumah sakit. Gio, Radit, dan juga Delia sungguh terkejut melihat Kay pingsan dengan wajah yang sangat pucat. Setelah itu mereka segera membawa Kay ke rumah sakit.


Nathan diminta untuk di rumah saja menjaga keponakannya. Dia juga sudah menghubungi kakak iparnya kalau Kay dilarikan ke rumah sakit. Vito sangat terkejut saat mendengar kabar istrinya dilarikian ke rumah sakit. Dia sangat cemas sekali. Dan tanpa pikir panjang, dia segera pergi ke rumah sakit.


“Mom, bagaimana keadaan Kay? Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Vito setelah sampai rumah sakit.


“Kay masih diperiksa oleh dokter. Tadi tiba-tiba saja istri kamu pingsan saat membuatkan susu untuk Barra. Kita doakan saja semoga tidak ada apa-apa dengan istri kamu.” Ucap Delia.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian seorang dokter dan juga perawat keluar dari ruangan dimana Kay tadi diperiksa. Vito segera menghampiri dokter untuk menanyakan kondisi istrinya.


“Ibu Kayola hanya kelelahan saja, tidak perlu menjalani rawat inap. Tapi sebentar lagi akan dibawa ke ruangan poli obgyn. Karena kemungkinan besar Ibu Kayola sedang hamil muda.” Ucap dokter.


Semua orang yang ada disana sangat terkejut. Terlebih Vito. dia masih tidak menyangka kalau istrinya hamil lagi. Rasa sedih dan bahagia bercampur jadi satu. Sedih karena istrinya sampai dilarikan ke rumah sakit dan bahagia karena dia akan memeiliki anak lagi.


“Sayang, selamat ya atas kehamilan kedua Kay.” Ucap Delia sambil memeluk Vito.


“Terima kasih Mom. Vito sangat bahagia dengan kabar ini.” ucap Vito.


Sedangkan Radit dan Gio yang mendengar kabar kehamilan kedua Kay juga ikut merasa bahagia. Sebentar lagi cucu mereka akan bertambah dan pastinya akan membuat rumah semakin ramai.


Saat ini Kay sudah berada di dalam ruang pemeriksaan poli obgyn dengan ditemani oleh Vito. dokter melakukan pemeriksaan USG pada Kay. Dalam tampilan layar monitor itu menunjukkan bahwa memang benar Kay tengah hamil. Dan usia kandungannya sudah 4 minggu. Kay dan Vito sangat bahagia akan hadirnya anak kedua mereka.


“Ini saya beri resep vitamin dan obat penguat kandungan. Mohon Ibu Kayola untuk tidak terlalu capek dan stress. Dan sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan anda.” Ucap Dokter.


“Terima kasih Do. Kalau begitu saya permisi.” Pamit Kay dan Vito.


“Kay benar hamil Mom dan usia kandungannya 4 minggu.” Ucap Vito singkat, padat, dan jelas.


***


Kini hari ulang tahun Barra sudah tiba. Perayaan hari ulang tahun Barra kali ini sekaligus syukuran atas kehamilan Kay yang kedua. Semua keluarga besar juga ikut diundang dalam acara itu. Termasuk juga Bram dan Desi.


Bram datang bersama istrinya yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki berusia sekitar 7 bulan. Sedangkan Bram membawa kado satu set robot super hero seperti kesukaan Barra.


Bahkan Rey pun juga ikut diundang dalam acara ulang tahun Barra. Semenjak menjalin kerja sama dengan perusahaan Vito, hubungan mereka berdua semakin akrab layaknya sahabat.

__ADS_1


Rey tidak datang sendiri. Dia juga mengajak Dhefin anak semata wayangnya yang berusia hampir sama dengan usia Barra. Dhefin memberikan kadonya pada Barra. Dan Barra pun sangat antusias sekali mendapat kado dari Dhefin.


Acara pun dimulai. Dengan meniup lilin dan disusul dengan potong kue tart. Sebelumnya Vito terlebih dulu mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu undangan di ulang tahun Barra yang ke 3. Selain itu Vito juga mengatkan kalau selain acara ulang tahun, dia juga mengadakan tasyakuran atas kehamilan kedua istrinya.


Semua orang sangat terkejut sekaligus bahagia mendengarnya. Banyak ucapan selamat dan juga doa baik untuk kehamilan Kay yang kedua ini.


“Selamat Non Kay atas kehamilan keduanya, semoga selalu diberi kesehatan dan juga diberi kelancaran sampai melahirkan.” Ucap Desi.


“Aamiin. Teima kasih ya Des.” Jawab Kay.


Ray pun juga ikut memberi selamat pada Kay atas kehamilannya yang kedua. Pria yang pernah berstatus sebagai kekasih Kay itu kini sudah tidak tampak canggung lagi saat berbicara dengan Kay. Pria itu sudah bisa menghilangkan perasaannya pada Kay. Karena fokusnya saat ini hanya pada Dhefin, putra satu-satunya.


Semua orang kini sedang menikmati hidangan yang tersedia disana. Kay dan Vito sangat bahagia melihat Barra kini tumbuh sebagai anak yang pintar dan juga aktif. Tampak Barra asyik bermain dengan Dhefin sambil berlari-lari.


“Semoga saja mereka berdua nanti bisa berteman baik saat sudah dewasa.” Batin Kay dan Vito.


.


.


.


*T H E E N D O F S E A S O N 2


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Terima kasih semuanya yg sudah mengikuti cerita ini sampai sejauh ini. mohon maaf atas semua kesalahan author dlm segala hal🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Semoga masih berkenan mengikuti cerita ini sampai season ke 3 ya.. yg pasti lebih seru(menurut author sih🤣🤣) 🤗🤗😘😘


See you next season🤗🤗😘😘


__ADS_2