Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 87 Dalam Bahaya


__ADS_3

Bugh… Bugh….


“Cepat katakan dimana si tua Bangka itu” ucap Radit dengan nafas yang masih tersengal


“gue ga ngerti apa maksud loe?”


“katakan dimana bokap loe sekarang? Dia menculik Delia” Radit masih mencengkeram kerah kemeja Surya. Melihat surya yang kelihata masih bingung, akhirnya Radit melepas cengkeramannya.


“bokap loe nyulik istri gue sebelum menjualanya”


“loe jangan sembarangan nuduh papa” bentak Surya tak kalah sengit.


Kemudian masih dengan penuh amarah menjelaskan tentang kebusukan seorang Wijaya pada anak kandungnya. Surya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Radit. kemudian dia mengeluarkan amplop yang berisi foto-foto tadi termasuk foto Viviane dan Delia. Radit mengiyakan dengan foto yang dibawa Surya adalah foto gadis yang telah dijualnya.


Dan kini targetnya adalah Delia setelah gagal mendapatkan Viviane.


Surya menoleh sebentar ke arah Viviane yang sudah tidur.


“loe harus secepatnya menyelamatkan Delia. gue akan cari tahu kemana papa pergi” Radit menganggukkan kepalanya sebelum pergi.


Sedangkan Viviane yang telah memejamkan matanya ternyata dia mendengarkan apa yang diucapkan oleh kedua laki-laki yang pernah mengisi hatinya itu. Viviane sangat terkejut. Dia tidak menyangka bahwa dirinya dijadikan ****** pribadi oleh seorang Wijaya sebelum dijual. Dan dia mengetahui bahwa target selanjutnya adalah Delia, sungguh dia sangat sedih mendengarnya.


Delia adalah sahabat yang baik. Dia tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Viviane hanya berdoa dalam hati agar tidak terjadi hal buruk menimpa sahabatnya itu.


***


Waktu sudah larut malam. Radit segera pulang ke apartemennya untuk beristirahat sejenak setelah tadi mendapat telepon dari Zakki bahwa istrinya pergi ke kota M dan tinggal di sebuah villa keluarganya. Radit sedikit lebih tenang karena istrinya tidak diculik oleh si tua Bangka itu.


Mungkin istrinya kecewa karena melihat dirinya sedang berada dalam satu ruangan dengan Viviane.


Radit menarik sudut bibirnya tersenyum. Mengingat laporan cctv yang diberikan Kevin menjelaskan bahwa tadi siang delia sudah hampir masuk ke ruang kerja suaminya namun diurungkan karena melihat suaminya sedang berduaan dengan Viviane.


“lucu sekali sayang kalau kamu cemburu. Sampai-sampai pergi jauh. Tenang saja besok aku akan memberimu kejutan” gumamnya pelan setelah itu dia mengistirahatkan badannya yang lelah.


Keesokan harinya, Radit sudah bersiap untuk terbang ke kota M menjemput istrinya. Sebelumnya dia sudah memberitahukan kabar tentang Delia kepada oran tuanya dan kakak iparnya. Mereka sudah lega akhirnya Delia baik-baik saja. Untuk Ade yang sejak kemarin penasaran dengan apa yang terjadi dengan rumah tangga adiknya, Radit sudah memberitahukannya bahwa ada sedikit masalah dan semuanya akan baik-baik saja.


Sebelum pergi ke bandara, Radit menyempatkan diri dulu ke kantor. dia berpesan pada Kevin untuk menghandle kerjaannya dalam beberapa hari ke depan karena dirinya akan menjemput istri tercinta sekaligus akan menghabiskan waktu disana beberapa hari. Kevin mengangguk patuh pada bosnya. Kemudian Radit segera pergi ke kota M sesuai dengan jadwal penerbangan.

__ADS_1


Kini Radit sudah berada di bandara. Beberapa saat sebelum pesawatnya lepas landas, ponsel Radit bordering. Dia melihat siap yang menelepon ternyata Surya. Radit tidak mengangkatnya karena malas. Pasti Surya akan mencari kesempatan untuk bisa dekat istrinya lagi dengan alasan menanyakan keberadaan istrinya. Memang kemarin Radit sudah menuduh papanya yang menculik istrinya, dan sekarang tahu kalau istrinya baik-baik saja jadi tidak perlu lagi memberitahukan pada Surya. Radit menonaktifkan ponselnya setelah itu pesawatnya take off.


Sementara itu Surya yang sejak pagi sudah datang ke kantor Radit dengan buru-buru berharap bisa menemuinya namun terlambat. Surya ingin memberitahukan bahwa papanya sedang berada di kota M. tepatnya sedang kunjungan ke panti asuhan Kasih Bunda. Entah disengaja atau tidak papanya pergi ke kota M, setelah Kevin memberitahukan bahwa bosnya sedang menjemput istrinya ke villa yang berada di kota M, kota yang sama dimana papanya sekarang berada.


Surya takut ini sudah direncanakan oleh papanya. Dia berusaha menghubungi Radit namun panggilannya diabaikan, dan setelah itu ponselnya tidak aktif. Mau tidak mau Surya harus terbang ke kota M untuk memastikan keselamatan Delia.


Surya segera ke bandara berharap ada jadwal penerbangan di jam yang sama. Sebelumnya dia mengirim pesan pada Radit untuk memberitahu bahwa papanya saat ini berada di kota yang sama dengan Delia. mungkin setelah pesawatnya landing, Radit akan mengaktifkan ponselnya.


Surya sudah tiba di bandara. Dia tadi sudah melihat jadwal penerbangan ternyata ada namun satu jam lagi. Bagi Surya tidak apa-apa yang penting dia bisa pergi ke kota M.


Sedangkan Radit yang baru saja turun dari pesawat, dia segera pergi ke villa keluarga istrinya dengan mengendarai mobil khusus yang sudah dia sewa.


Sebelum menjalankan mobilnya, Radit mengaktifkan kembali ponselnya. Beberapa saat kemudian dia mengernyitkan kening melihat ada pesan dari Surya. Sebenarnya dia malas untuk membuka pesan Surya, namun tidak tahu kenapa jarinya tidak sengaja membuka pesan itu dan Radit sangat terkejut dengan isi pesan Surya yang mengatakan bahwa papanya juga berada di kota M.


Ingatan Radit kembali pada masa lalu dimana saat Surya pertama kali bertemu dengan Angelnya yang tak lain adalah Delia, yaitu di sebuah panti asuhan dimana papanya dulu berasal dan sekarang menjadi donatur terbesarnya. Dan Radit mengingat dari informasi orang suruhan Zakki bahwa kebanyakan gadis yang digunakan dalam transaksi Human Trafficking berasal dari panti asuhan itu.


Tubuh Radit gemetar hebat. Dia tidak mau terjadi hal buruk pada istrinya. Dia harus secepatnya menolong istrinya. Radit berusaha menguasai emosinya. Dia harus bisa berpikir jernih bagaimana cara menyelamatkan istrinya. Tidak mungkin sendirian dan dengan tangan kosong.


Perlahan tangan Radit mencari kontak sesorang dan menghubunginya. Radit berharap panggilannya segera dijawab disaat pikirannya sedang kalut.


“om aku minta tolong istriku dalam bahaya. Sekarang posisnya di kota M di villa XX”


“….”


“maksih om”


Radit segera memacu mobilnya dengan cepat setelah menghubungi om Johan yang tak lain anggota reserse sekaligus teban baik papanya. Tadi om Johan mengatakan akan mengerahkan pasukannya yang berada di kota M untuk membantunya.


Beberapa saat kemudian Radit sudah tiba di villa. Dilihatnya kondisi villa yang sangat bersih dan nyaman untuk ditinggali karena berada di kawasan pegunungan. Namun saat ini bukan tentang villa yang menjadi tujuan Radit, melainkan orang yang tinggal di villa sejak kemarin. Semoga orang itu masih ada di dalam villa itu.


Tok…tok…tok..


Radit mengetuk pintu utama, karena memang tidak ada bellnya mengingat villa itu hanya untuk tempat singgah keluarga kalau sedang berlibur. Dan beberaapa saat kemudian pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang tak lain bi Marni.


“maaf cari siapa ya?” Tanya bi Marni yang memang belum pernah bertemu secara langsung dengan suami majikannya.


“anda siapa?” Radit tidak menjawab pertanyaan bi Marni namun justru memberi pertanyaan.

__ADS_1


“saya Marni yang menjaga sekaligus membersihkan villa ini”


“dimana istri saya?” Tanya Radit to the point


“siapa?” bi Marni semakin bingung


“saya suami dari Delia. tolong katakana diman istri saya sekarang?”


“oh mas Radit suaminya non Delia? silakan masuk mas, non Delianya tadi pamit keluar mungkin sebentar lagi pulang”


“kemana istri saya pergi bi?”


“oh tadi bilang ke panti asuhan Kasih Bunda mas, maklum non Delia kan memang-“


“katakana diman panti asuhan itu bi?” Radit tidak menyangka bahwa istrinya justru mendatangi bahaya.


Bi Marni sangat terkejut melihat suami majikannya yang seperti ketakutan.


“di dekat persimpangan jalan mas belok kiri”


Tanpa mengucapkan terima kasih Radit segera pergi melajukan mobilnya menuju panti asuhan.


.


.


.


*TBC


Ayo teman² dukung terus karyaku dg meninggalkan jejak kalian like, komen, gift, serta votenya.


Terima kasih bagi yang sudah setia membaca karya pertamaku ini dari awal hingga mau tamat sebentar lagi.


.


Salam lope² 💕💕 dari _author newbie_😍😍😘

__ADS_1


__ADS_2