Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 187


__ADS_3

Perlahan Vito masuk kamar Barra. Dia melihat anaknya yang sedang tidur di dalam box. Entah kenapa Vito sangat merindukan ankanya. Padahal tadi pagi dia juga sudah bertemu bahkan juga menggendongnya. Vito ingin mencium Barra namun takut akan menggenggu tidurnya. Jadi, dia hanya bisa duduk di samping box itu.


Cklek


Pintu terbuka dan muncullah sosok Bi Lastri yang tengah membawakan dot susu yang akan diberikan pada Bara ajika nanti sudah bangun.


“Eh, maaf Tuan! Saya tidak tahu kalau ada Tuan di dalam.” Ucap Bi Lastri sedikit terkejut.


“Nggak apa-apa Bi.” Jawab Vito.


“Ya sudah, saya pamit keluar dulu kalau gitu Tuan.” Pamit Bi Lastri.


Namun Vito melarang Bi Lastri keluar. Bi Lastri ingin menanyakan bagaimana perkembangan Barra selama ini. walaupun Vito tahu kalau Bi Lastri masih beberapa hari menjadi baby sitter Barra.


Bi Lastri menjawab apa adanya. Kalau semenjak mengasuh Barra, Barra termasuk anak yang pintar dan tidak begitu rewel. Namun Bi Lastri mengatakan kalau sejak kemarin Barra tidak seperti biasanya. Lebih suka menangis. Padahal tidak pernah telat memberinya susu. Terlebih tadi pagi, saat disusui oleh mamanya, Barra masih saja rewel. Vito hanya manggut-manggut dan menanyakan apakah badan Barra sedang panas tapi Bi Lastri menjawab tidak.


“Maaf Tuan, bukannya saya lancang. Tapi biasa sikap anak itu tergantung dari mood sang ibu. Karena bayi yang masih kecil seusia Barra perasaannya juga sangat sensitif.” Ucap Bi Lastri.


“Maksud Bi Lastri bagaimana? Saya kurang mengerti.” Tanya Vito bingung.


“Begini Tuan, kalau perasaan seorang ibu sedang bersedih pasti si bayi itu juga ikut merasakan apa yang sedang dialami oleh ibunya. Bisa berdampak dengan cara terus menangis tanpa sebab. Sebaliknya jika hati sang ibu selalu bahagia pasti si anaknya juga ikut bahagia dan selalu ceria.” Ucap Bi Lastri.


Vito terdiam mencerna ucapan Bi Lastri. Memang benar sejak kemarin dirinya mengacuhkan istrinya hanya karena melihat istrinya bertemu dengan Evan. Bahkan dirinya tidak mau mendengarkan penjelasan istrinya hingga menyebabkan hati Kay terluka, sampai menyebabkan kecelakaan juga. dan kini dia baru mendengar kalau sejak kemarin Barra juga rewel. Jadi semua ini memang kesalahannya.


“Terima kasih Bi. Ya sudah kalau begitu saya keluar dulu.” Ucap Vito.


“Iya Tuan.”


Waktu sudah sore. Vito masuk ke kamarnya untuk melihat keadaan istrinya. Saat Vito membuka pintu ternyata Kay baru saja keluar dari kamar mandi. terlihat baju yang dipakai sudah ganti, Vito yakin kalau istrinya baru saja mandi.


“Sayang, kamu mandi?” Tanya Vito dan Kay mengangguk.


“Kamu kan masih sakit dan luka kamu belum sembuh, jadi lebih baik tidak mandi dulu.” Ucap Vito khawatir.


“Yang luka hanya keningku saja. Lagian badanku terasa lengket. Nggak nyaman kalau nggak mandi.” jawab Kay.

__ADS_1


Setelah itu Kay duduk di depan meja rias. Dia menyisir rambutnya dan memberikan obat pada lukanya setelah itu ditutup kembali dengan kain kasa. Vito hanya melihat saja apa yang dilakukan oleh istrinya. Setelah itu kay berdiri dan hendak keluar dari kamar untuk menemui anaknya. namun langkahnya terhenti saat Vito mencekal tangannya.


“Sayang!” panggil Vito.


“Aku mau ke bawah Mas, lihat Barra.” Ucap Kay.


“Barra sedang dimandikan oleh Bi Lastri. Aku mau bicara dulu sama kamu.” Ucap Kay.


Akhirnya Kay membatalkan niatnya untuk keluar kamar. kemudian duduk di pinggir ranjang dengan diikuti oleh Vito.


“Sayang, maafkan aku telah mengacuhkan kamu. Jujur aku sangat cemburu saat melihat kamu duduk berdua dengan Evan. Aku takut Evan berbuat macam-macam sama kamu.” Ucap Vito.


“Bukankah aku sudah berniat untuk menjelaskan tapi kamu tidak mau mendengarkan Mas?” Tanya kay.


“Iya, maafkan aku. aku janji aku tidak akan mengulangi perbuatanku seperti ini lagi.” Janji Vito.


Kay menghela nafas pelan. Kemudian dia meminta Vito untuk mendengarkan penjelasannya tentang pertemuannya dengan Eva. Vito mengangguk dan siap mendengarkan penjelasan Kay.


#Flashback on


Saat Kay sudah duduk bersama dengan Evan. Evan menawarkan minuman atau makanan pada Kay tapi Kay menolak. Jadi Evan hanya memesan secangkir kopi saja.


Evan menceritakan kalau saat ini perusahaannya sudah bangkrut. Papanya sangat marah dan meminta untuk mengembalikan kondisi perusahaan seperti semula. Kalau tdak bisa, Evan akan diusir dari rumah dan semua fisilitasnya akan dicabut.


Kay sebelumnya sangat heran dengan Evan. Kenapa perusahaannya bangkrut dan menceritakan semua ini padanya. Evan melanjutkan ceritanya. Yang menyebabkan perusahaannya bangkrut itu karena Vito lah yang mengakuisisi.


Menurut informasi yang dia terima, Vito mendengar kalau kecelakaan yang sempat membuat Vito koma adalah ulah dari Melly dan juga Evan. Meskipun tidak ada bukti kuat, tapi saat pengacara menginterogasi Melly, wanita itu mengatakan kalau semua ini adalah rencananya dengan Evan. Pihak kepolisian juga memanggil Evan sebagai saksi dan memang Evan tidak ikut dalam rencana busuk Melly.


Namun Vito berpikir kalau Evan adalah pria yang licik. Jadi mungkin saat itu Evan sedang beruntung saja lolos dari jeratan hukum. Tapi Vito tetap tidak terima. Sehingga dia mengakuisisi perusahaan Evan.


“Aku berani bersumpah Nona Kay kalau aku sama sekali tidak terlibat dengan rencana Melly itu. Aku sudah menolaknya. Tolong sampaikan pada Vito untuk mengembalikan perusahaanku. Aku janji setelah ini tidak akan lagi mengganggu Nona.” Ucap Evan sedih.


Melihat dari sorot mata Evan, Kay juga dapat melihat kalau pria itu berkata jujur dan memang benar-benar sangat bersedih.


“Iya, nanti akan aku sampaikan pada Mas Vito. aku harap kamu bisa memegang janji kamu.” Ucap Kay, kemudian berdiri meninggalkan Evan.

__ADS_1


#Flashback off


Setelah mendengarkan penjelasan istrinya tentang Evan, Vito mengambil ponselnya dan menghubungi Arsa. Kay mendengar pembicaraaan suaminya dengan kakak sepupunya untuk mengembalikan perusahaan milik Evan. Hati Kay begitu lega karena suaminya mau mendengarkannya sekaligus bertindak cepat mengembalikan perusahaan Evan.


“Sudah beres. Kamu mau memaafkan aku kan Sayang?” Tanya Vito setelah menutup sambungan teleponnya dan Kay mengangguk tersenyum.


“Terima kasih Sayang.” Ucap Vito sambil mengecup kening istrinya.


“Sudah Mas. Aku mau lihat Barra dulu. Aku kangen sekali dengannya, dan merasa bersalah karena sejak tadi siang aku tinggalkan dia.” Ucap Kay dan hendak berdiri keluar kamar.


“Apa kamu nggak kangen sama suami kamu?” Tanya Vito dengan muka cemberut menahan lengan istrinya.


“Emangnya siapa yang cuekin duluan? Makanya itu jangan mengacuhkan istri.” Cibir Kay.


“Iya-iya maaf Sayang. Nggak lagi-lagi deh.” Jawab Vito.


Kemudian Kay melepas tangan suaminya dan keluar kamar sambil menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya merajuk.


Kay turun dan melihat Bi Lastri tengah menggendong Barra. Kay segera mengambil alih Barra dan gendongan Bi Lastri.


“sayang, Mama kangen banget sama Barra.” Ucap Kay sambil menciumi Barra.


Vito yang tadi juga ikut keluar dan turun, dia melihat istrinya sedang menggendong sambil menciumi Barra, ikut merasakan bahagia. Dia menyesal karena telah membuat luka pada hati istrinya dan juga berdampak pada Barra. Vito berjanji akan selalu membuat mereka berdua selalu bahagia.


(pretttt😜😜 janji² mulu lu kena santet online dari reader lho Bang😂😂)


.


.


.


*TBC


Hay reader semua!! mampir ya ke karyaku yg msh fresh, baru netas😂 tp babnya msh dikit sih. doa'in bs lncar up nya😁👌 jangan lupa masukkan dftar rak buku bacaan kalian dulu ya... mksih😘😘

__ADS_1




__ADS_2