Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 99


__ADS_3

Glek


Radit menelan salivanya kasar saat melihat tubuh istrinya yang memakai baju renang dengan perut yang membuncit.


Kini Delia sudah masuk ke dalam kolam renang. Kay sangat senang sekali bisa berenang bersama mommy dan daddynya.


Radit mengajari anaknya berenang dengan menggunakan pelampung. Mereka bertiga sangan bahagia dengan kebersamaan seperti ini. Delia juga tidak henti-hentinya tertawa melihat keusilan suaminya pada Kay saat bermain air.


Kemudian Delia naik dan duduk di pinggir kolam dengan kakinya masih terendam di air. Lagi-lagi Radit gagal fokus dengan pemandangan yang dilihat saat ini. Tiba-tiba saja bi Marni datang membawa minuman dan terlintas ide dalam benak Radit.


“bi, tolong nanti panggilkan bi Santi suruh mandiin dan gantiin baju Kay”


“baik tuan”


“lho kenapa mas? Kay masih asyik berenang juga”


“kasihan jangan lama-lama nanti badannya kedinginan”


Delia hanya mengangguk dan mengambil jus apel yang tadi dibawakan oleh bi Marni kemudian meminumnya.


“Kay mandi dan ganti baju sama bi Santi ya. Setelah itu makan terus tidur”


“iya daddy”


Kini bi Santi sudah membawa masuk Kay ke dalam seperti yang tadi sudah diperintahkan oleh majikannya. Kini di kolam renang tinggal Radit dan Delia. Radit ikut naik dan duduk di samping istrinya sambil minum.


Radit mengelus lembut perut istrinya. Kemudian dia menceburkan tubuhnya lagi ke kolam. Radit berdiri menghadap istrinya dan mencium perut Delia yang kini ada calon buah hatinya.


“baik-baik ya anak daddy”


“iya daddy” balas Delia sambil menirukan gaya bicara anak kecil.


“kapan sayang waktunya periksa kandungan?”


“lusa mas”


Setelah Radit menciumi perut istrinya, Radit melihat bibir istrinya yang sangat menggoda. Perlahan Radit menarik tengkuk istrinya dan mengecup singkat bibir itu. Rasanya Radit tidak cukup kalau hanya mengecupnya. Kemudian Radit dengan pelan menarik tubuh istrinya agar turun ke kolam tapi kakinya tidak sampai menyentuh dasar kolam karena dengan cepat Radit menggendongnya.


“mas!” pekik Delia terkejut


“tenang sayang kamu nggak akan kenapa-napa”


Kemudian Radit mencium bibir istrinya dengan lembut. Kini Delia sudah mengalungkan tangannya ke leher Radit. untuk sesaat mereka menikmati ciuman lembut itu. Namun beberapa saat kemudian pagutan itu berubah menuntut dan semakin bergairah. Delia melepaskan ciumannya.


“sayang kenapa?” protes Radit kecewa


“mas kita sedang di kolam. Nanti ada yang lihat”


“ya sudah kamu pakai batrope kamu kita lanjutkan di kamar saja”


Delia mengangguk setuju. Kemudian dia berjalan masuk ke dalam rumah. Rumah juga Nampak sepi. Mungkin Kay sudah ada di kamarnya bersama bi Santi. Dan bi Marni juga pasti sedang di belakang.


Kini Delia sudah ada di dalam kamarnya. Dia masuk ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya. Kemudian disusul oleh Radit yang juga ikut bergabung mandi di bawah shower.


“mas jangan disini”

__ADS_1


Radit menyadari bahwa istrinya sedang hamil jadi tidak mungkin mengajak bercinta di dalam kamar mandi. pasti sangat tidak nyaman.


Setelah selesai membersihkan diri, Radit menggendong Delia dan menidurkannya di atas ranjang. Harum aroma sabun pada tubuh Delia seketika menaikkan level gairah Radit. tanpa aba-aba Radit segera menyerang istrinya. Serangan yang sangat lembut dan sangat memabukkan bagi keduanya. Akhirnya siang itu mereka berdua memadu kasih untuk yang kesekian kalinya.


***


Keesokan harinya seperti biasa Radit beserta istri dan anaknya sedang sarapan bersama sebelum pergi ke kantor. meskipun ada baby sitter, namun saat sarapan Delia selalu membiasakan mengajak Kay untuk makan sendiri bersama orang tuanya. Karena kalau siang dan malam haari belum tentu mereka bisa berkumpul bersama. Karena biasanya Radit juga lembur jadi terkadang tidak bisa ikut makan malam bersama.


“mas, aku nanti siang ijin ke restonya mas Gio ya?”


“ada apa memangnya?”


“aku lagi pengen makan masakannya mas Gio saja”


“ck” Radit mencebik. Meskipun hubungan antara istrinya dan si batu giok hanya sebatas adik kakak namun terkadang Radit juga masih cemburu kalau melihat kedekatan mereka. Sadar kalau dirinya tidak pandai memasak, jadi mau tidak mau harus mengijinkan istrinya yang isngin bertemu si batu giok.


“mas? Mau punya anak 2 lho. Apa kamu masih cemburu sama mas Gio?”


“ya sudah lah hati-hati nanti”


“terima kasih mas"


Delia berdiri dan mengecup bibir suaminya singkat. Wajah Radit yang tadi sudah cemberut kini sudah berubah menjadi wajah yang sudah berbinar. Memang istrinya ini paling pandai meredam emosinya.


Kini Radit sudah berada di kantor. radit sudah disibukkan dengan berkas-berkas yang membutuhkan tandaa tangannya sambil sesekali memeriksa ulang berkas itu.


Tok tok tok…


“maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan anda” ucap Kevin setelah masuk ke ruangan bosnya


“nona Vera”


Radit mengernyitkan keningnya heran. Perasaannya tidak mempunyai janji dengan wanita itu.


“ya sudah suruh masuk saja”


Beberapa saat kemudian Vera masuk.


“selamat pagi tuan Radit” sapa Vera


“pagi juga” ucap Radit dengan suara datar tidak seperti biasanya


“maaf tuan Radit. kedatangan saya pagi ini ingin meminta maaf atas kejadian di pesta kemarin”


Seketika Radit teringat dengan kelancangan Vera yang dengan berani menggandeng tangannya dan diketahui oleh istrinya, hingga akhirnya istrinya menjadi salah paham.


“sekali lagi saya minta maaf. Saya benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Saya kira tuan Radit belum mempunyai istri”


“apakah kalu saya belum beristri, anda akan melakukan hal seperti kemarin?” Tanya Radit dingin dan membuat Vera gelagapan untuk menjawabnya.


“bukan seperti itu. Sekali lagi saya minta maaf. Tolong sampaikan perminta maafan saya pada istri anda. Saya benar-benar tidak sengaja”


“baiklah. Saya maafkan. Saya harap tidak akan ada kejadian seperti kemarin lagi. Anda bisa keluar sekarang juga”


Vera merasa lega akhirnya Radit memaafkannya. Tapi Vera kecewa dengan sikap Radit yang berubah tidak seperti biasanya yang ramah. Kini menjadi dingin. Dan apa itu tadi, setelah Radit memaafkannya dia langsung mengusirnya.

__ADS_1


“iya. Terima kasih. Selamat pagi tuan Radit”


***


Sedangkan saat ini Delia tengah bersiap akan pergi ke resto Gio. Entah kenapa tiba-tiba dia ngidam ingin makan di resto Gio. Delia akan pergi kesana dengan mengajak Kay dan diantar oleh sopir.


Brberapa menit perjalanan, Delia sudah sampai di resto Gio. Dia segera masuk ke dalam sambil menggandeng tangan Kay. Dari jauh sudah terlihat Gio yang sepertinya sedang berbicara dengan karyawannya. Kay yang sejak kecil sudah sangat akrab dengan Gio segera berlari saat melihat Gio dari jauh.


“Papa!!!”


“Kay jalan pelan-pelan sayang”


Namun terlambat, Kay berlari tanpa melihat jalan hingga dia terjatuh sesaat setelah menabrak seseorang. Delia berjalan tergesa menghampiri anaknya yyang tengah menangis.


“Kay. Sini sayang”


Delia memanggil Kay, namun Kay sudah lebih dulu ditenangkan oleh seorang pria yang tadi sudah ditabrak oleh Kay.


“maafkan anak saya-“


“nona??”


Delia dan pria tersebut sama-sama terkejut. Ya mereka berdua sebelumnya sudah pernah bertemu yaitu saat di pesta kemarin. Lebih tepatnya di toilet saat Delia akan terjatuh dan diselamatkan oleh pria itu. Kini mereka bertemu kembali.


“ehm… kita bertemu lagi nona” ucap pria tersebut kemudian.


“ii iya. Maafkan anak saya yang tadi tidak sengaja menabrak anda” pria tersebut sampai lupa akan kejadian yang baru saja terjadi.


Kemudian melirik anak kecil yang tadi sempat menangis dan kini sudah memeluk Delia.


“aa..anak?”


“iya anak saya tadi yang menabrak anda”


Duarrr


“ada apa Fan?” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang.


“Papa!!!” panggil Kay cepat saat melihat ternyata orang itu adalah Gio


“apa???” pria yang ditabrak Kay seketika terkejut saat mendengar anak kecil itu memanggil kakaknya “Papa”


.


.


.


*TBC


Yuhuuuu jgn lupa dukungannya ya... like, vote bila msh ada, dan gift nya sangat boleh.😂😂


Nnti aku tmbah up lg 1 klo sempat ya😂😂✌️


💕💕😘😘

__ADS_1


__ADS_2